Bangsa Sumeria kuno menyebutnya Nibiru, orang Mesir kuno menyebutnya The Destroyer (Sang Penghancur), orang Ibrani kuno menyebutnya Shachath (Penghancur, Malaikat Kematian; Keluaran 12:23), orang Yunani kuno menyebutnya Phaeton, sejarawan Pliny menyebutnya Typhon, orang Celtic kuno menyebutnya the Frightener (Sang Penggentar), orang-orang zaman ini menyebutnya Planet X. Apa pun nama yang diberikan kepadanya, baik planet komet, bintang, Fiery Red Dragon of Old (Naga Merah Padam; Wahyu 12:3), Brown Dwarf Star, Nemesis, bintang mati, dan sebagainya, kedatangan benda angkasa yang menyebabkan kekacauan total di sistem tata surya kita ini masih menjadi perdebatan panas.

NASA mengklaim, “Nibiru dan cerita-cerita lainnya tentang planet “pemberontak” ini adalah hoax Internet. Tidak ada dasar fakta-fakta dari klaim-klaim ini. Jika Nibiru atau Planet X benar-benar nyata dan sedang bergerak menuju Bumi di tahun 2012, para astronom tentu sudah dapat melacak setidaknya selama satu dekade terakhir, dan itu tentu sudah terlihat sekarang ini dengan mata telanjang. Sudah jelas, itu tidak ada.”

Bertolak belakang dengan klaim-klaim NASA ini, dua orang rabbi di Israel baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa ancaman Nibiru itu nyata.

Dalam tayangan utama video di website Israel, Sod1820, suara Rabbi Yitzchak Cohen terdengar bersamaan dengan klip-klip berita dari Fox News dan Next News Network tentang Nibiru. Sod1820 adalah website Ibrani yang bertujuan memberikan informasi kepada para pembaca Israel yang percaya kepada hal-hal spiritual, seperti Akhir Zaman, kabbalah (tradisi mistis Yahudi), Bible Code dan gematria (sistem perhitungan dan tafsir nilai numerik dari kata-kata Ibrani).

Rabbi Cohen mengkonfirmasi apa yang selama ini dilaporkan mengenai Nibiru. Dia berbicara tentang bagaimana “sebuah bintang telah datang kemari,” dan mengatakan bahwa itu pertama kali ditemukan 50 tahun yang lalu. Rabbi Cohen menegaskan bahwa Vatican dan NASA membuat teleskop khusus tahun 1993  (yang dilengkapi dengan perangkat canggih yang diberi nama LUCIFER Device) dengan tujuan untuk memperoleh data tentang “bintang baru” ini.

Rabbi Cohen menghubungkan seluruh peristiwa-peristiwa perubahan cuaca ekstrem sejak 10 tahun terakhir ini karena pengaruh Nibiru.

Lebih jauh dia mengklaim bahwa, di masa depan, akan terjadi periode dua minggu dimana kita tidak akan bisa melihat Matahari. Dia menyamakan ini dengan tulah kegelapan di Kitab Suci pada masa Eksodus dari Mesir.

Keluaran 10:22-23 Dan Musa pun mengarahkan tangannya ke langit, dan gelap gulita menyelimuti seluruh tanah Mesir selama tiga hari.

Mereka tidak dapat melihat seorang terhadap saudaranya, dan mereka masing-masing tidak dapat beranjak dari tempatnya tiga hari lamanya. Tetapi untuk seluruh bani Israel ada terang di tempat tinggalnya. (ILT)

Kitab Yashar 80:36,40 Elohim mengirimkan kegelapan atas Mesir, sehingga seluruh tanah Mesir dan Pathros menjadi gelap selama tiga hari, sehingga seorang manusia tidak bisa melihat tangannya ketika dia mengangkatnya ke mulutnya.

Kegelapan itu sangat dahsyat di Mesir selama tiga hari, dan setiap orang yang sedang berdiri ketika kegelapan datang, tetap berdiri di tempatnya. Dan dia yang sedang duduk tetap duduk, dan dia yang sedang berbaring tetap berbaring dalam posisi yang sama. Dan dia yang sedang berjalan tetap duduk di atas tanah di tempat yang sama. Hal ini terjadi kepada semua orang Mesir, hingga kegelapan berlalu.

Rabbi Cohen mengatakan, “Sejak peristiwa Banjir Besar hingga sekarang, tidak pernah terjadi yang seperti ini. Bagaimana kita tahu ini benar? Kita kembali ke kisah Banjir Besar. Bagaimana Elohim mendatangkan Air Bah? Dia menggerakkan sebuah bintang di tata surya dan karena itu, Banjir Besar terjadi. Jika bintang itu tetap di tempatnya, maka tata surya, seperti apa adanya, tidak mengalami Air Bah. Sekarang karena Elohim menggerakkan sebuah bintang, itu membuka pintu-pintu gerbang Air Bah. Pergerakan satu bintang ini mengubah seluruh keberadaan ciptaan.

Kejadian 7:10-11 Dan terjadilah, setelah tujuh hari, air bah itu pun datang meliputi bumi.

Pada tahun keenam ratus dalam kehidupan Nuh, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itu segala mata air samudera raya telah terbelah dan tingkap-tingkap langit telah terbuka. (ILT)

Kitab Yashar 6:11,14 Maka pada hari itu, Yahweh membuat seluruh bumi berguncang, dan matahari tidak bersinar, dasar-dasar bumi mengamuk, dan seluruh bumi berguncang dahsyat, dan kilat saling menyambar, dan guntur bergemuruh, dan seluruh mata air di bumi pecah. Seperti demikian ini tidak pernah dikenal penduduk bumi sebelumnya. Elohim melakukan perbuatan perkasa ini, untuk menggentarkan anak-anak manusia, supaya tidak ada lagi kejahatan di atas bumi.

Seluruh mata air di dasar samudera raya terbelah, dan jendela-jendela langit terbuka, dan hujan turun ke atas bumi empat puluh hari dan empat puluh malam.

Kitab Henokh 65:1-4 Dan pada hari-hari itu Nuh melihat bahwa bumi bergeser menjadi miring, dan bahwa kehancurannya sudah dekat.

Dan dia segera angkat kaki dari sana, dan pergi ke ujung bumi, dan memanggil kakeknya Henokh; dan Nuh berseru dengan suara getir, “Dengarkan aku! Dengarkan aku! Dengarkan aku!” tiga kali.

Dan dia berkata kepadanya, “Katakan kepadaku apa yang terjadi pada bumi, mengapa bumi ini begitu menderita dan terguncang? Mungkin aku akan binasa bersamanya!”

Dan setelah itu ada keguncangan besar di bumi, dan terdengar suara dari surga, dan aku jatuh tersungkur.

“Pergerakan apa pun di dalam ruang tata surya menyebabkan terjadinya sesuatu. Kita juga harus mengakui, ada banyak hal yang bergeser dari tatanan alam dalam dekade terakhir ini, seperti taifun, angin topan, tsunami yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya. Musim dingin yang tidak pernah separah kini… Itu dapat ditelusuri karena pergerakan suatu hal pada bintang.”

“Meskipun semua fakta-fakta ini… Amerika diam saja. Mereka tidak ingin membuat warganya menjadi panik. Ada yang berkata bahwa salah satu alasan kenapa mereka tidak ingin mempublikasikan hal ini dan membuat masyarakat menjadi panik adalah karena mereka tidak boleh mengungkapkan lokasi bunker-bunker rahasia untuk golongan kelas atas. Orang-orang bisa menyerbu bunker-bunker ini seperti ketika mereka ingin memasuki Bahtera Nuh.”

Kitab Yashar 6:17-18,24 Maka anak-anak manusia berkumpul bersama-sama, kira-kira tujuh ratus ribu laki-laki dan perempuan, dan mereka datang kepada Noah di bahtera.

Mereka memanggil Noah, katanya, “Bukalah bagi kami supaya kami dapat datang kepadamu di dalam bahtera – mengapakah kami harus mati?”

Anak-anak manusia mendekat dan bermaksud mendobrak ke dalam bahtera untuk masuk, disebabkan oleh hujan, karena mereka tidak dapat menanggung hujan yang turun ke atas mereka.

Konfirmasi kedua datang dari Rabbi Nir Ben Artzi, rabbi kabbalah dari Israel Selatan yang dikenal di Israel karena khotbah-khotbah profetiknya.

Seorang mantan insinyur elektronik dan perwira militer Amerika Serikat, Menachem Robinson, secara kontinyu telah menuliskan berita tentang Nibiru selama berbulan-bulan. Robinson baru-baru ini menulis tentang komunikasi pribadi yang dia terima dari Rabbi Ben Artzi tentang Nibiru.

Menurut Robinson, Rabbi Ben Artzi mengkonfirmasi bahwa “Akan terjadi kekacauan dan kehancuran karena puing-puing angkasa yang dibawa oleh Nibiru. Itu akan menyebabkan kekacauan dan malapetaka dahsyat di Bumi.”

Namun demikian, Rabbi Ben Artzi meyakinkan Robinson bahwa “tidak akan terjadi apa-apa di Tanah Suci Israel. Semuanya akan baik-baik saja di Israel. Tanah Suci Israel akan dilindungi dan aman; ada keselamatan dan Messiaslah yang menjaga dan melindungi.”

Robinson menyimpulkan bahwa, meskipun Rabbi Ben Artzi mengkonfirmasi bahwa Nibiru itu nyata, dia tidak mengungkapkan tanggal kedatangannya.

Matius 24:38-39  Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (TB)

Referensi:

Kitab Yashar

Kitab Henokh

Is ‘Gabriel’s Fist Returning To Destroy Earth Any Day Now’ The ‘Most Covered-up Story In History’? ‘Planet X’ Goes Viral In The Mainstream Media – Why Now? 

Mystical Rabbi: Israel Will Be Safe From Effects of Nibiru

Why Is the Vatican the Largest and Longest Owners of Telescope Observatories, Including the Newest Named L.U.C.I.F.E.R.?

NASA and The Vatican’s Infrared Telescope Called L.U.C.I.F.E.R.

LUCIFER is helping Vatican astronomers look for extraterrestrials?

NASA Beyond 2012: Why the World Didn’t End

SOD1820

Rav Nir Ben Artzi, shlita, Message about Nibiru

Iklan