Maleakhi 4:5 (ILT) “Lihatlah Aku mengutus Nabi Elia kepadamu sebelum datangnya hari YAHWEH yang besar dan mengerikan itu.

Dunia tiba-tiba diliputi pembicaraan tentang pembangunan kembali Bait Suci Yahudi. Ini keping terakhir dari teka-teki jigsaw puzzle yang masih harus dipasang. Ini juga merupakan indikasi penting bahwa kita ada di ambang pintu Masa Kesusahan itu sendiri.

Bait Suci Kedua pada zaman Tuhan Yeshua haMashiach dibangun antara 30-40 tahun. Jika Bait Suci dibangun kembali hari ini, itu akan dibangun dalam waktu yang lebih cepat dari sebelumnya. Temple Institute di Israel telah membuat banyak perabotan kudus yang diperlukan untuk digunakan di dalam Bait Suci itu sendiri.

900-ark-of-the-covenant
Tabut Perjanjian (Image: Temple Institute)

Temple Institute telah memfabrikasi bagian-bagian besar dari struktur Bait Suci, demikian juga telah menggambar rencana arsitektur yang lengkap dan luas, sehingga ketika waktunya tiba, bagian-bagian yang sudah dibuat ini dengan mudah dapat dibawa ke lokasi dan didirikan di atas superstruktur Bait Suci itu sendiri. Bahkan sekarang ini sudah dimungkinkan untuk mengunjungi website mereka dan melihat tour animasi 3 dimensi seperti apa Bait Suci yang baru ini akan terlihat jika sudah selesai dibangun.

Bagian-bagian penting lainnya dari Bait Suci, yang lebih sulit dibuat dibandingkan bangunannya itu sendiri, juga telah diselesaikan dan sekarang siap untuk digunakan. Didasarkan pada area Kota Kuno Yerusalem, Temple Institute telah menyelesaikan rekonstruksi Mezbah Bait Suci, sesuai standar spesifik yang tepat seperti yang dituliskan di dalam Pentateuch.

900-golden-incense
Mezbah Pembakaran Ukupan (Image: Temple Institute)
900-golden-showbread
Meja Roti Sajian (Image: Temple Institute)

Bagian yang sangat penting ini mempunyai arti bahwa bangsa Yahudi sekarang sudah memiliki Mezbah kudus yang dibutuhkan untuk sekali lagi mulai mempersembahkan kurban. Mezbah itu sendirilah yang menjadikan kurban-kurban yang dipersembahkan di atasnya kudus di hadapan Elohim. Disamping Ruang Maha Kudus, Mezbah ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan Bait Suci. Sekarang ini siap untuk dipergunakan.

Perkembangan signifikan ini tidak boleh dianggap remeh. Pembangunan Mezbah ini merupakan usaha keras; kira-kira tingginya 5 meter, lebarnya 6 meter, dengan empat tanduk di pojok-pojoknya, dan tepiannya. Ini spesial. Tidak ada Mezbah seperti ini yang dilihat di Bumi selama dua ribu tahun.

Untuk melengkapi persiapan, Temple Institute juga telah membuat seluruh pakaian Imam yang dibutuhkan untuk pelayanan para Imam, bahkan melangkah lebih jauh telah melatih keluarga Imam dalam semua tingkah laku dan standar seorang Imam yang melayani di dalam Bait Suci yang baru.

900-choshen-mishpat
Choshen Mishpat (Tutup Dada Keputusan) Imam Besar dengan 12 batu permata (Image: Temple Institute)

Kurban-kurban Paskah telah dijalankan dan dilakukan kembali supaya tata cara dan prosesnya dipahami dan diikuti baik-baik sesuai standar yang diletakkan oleh Hukum Musa. Mereka pada dasarnya menjalankan uji coba yang akurat secara historis sebagai persiapan untuk menjalankan yang sebenarnya.

Memahami keseluruhan proses ini sendiri bukanlah usaha yang mudah. Tata cara seluruh pengurbanan ada di dalam Kitab Keluaran. Saat persiapan tulah ke-10 di Mesir, kematian anak sulung, Elohim berfirman kepada Musa supaya berbicara kepada bani Israel dan memerintahkan setiap rumah tangga menyediakan seekor anak domba pada tanggal 10 Nisan. Anak domba ini harus dikurung sampai tanggal 14, ketika bani Israel harus menyembelihnya pada saat petang.

Selanjutnya, mereka harus mengambil darahnya dan mengoleskannya pada ambang dan kedua tiang pintu rumah dimana mereka makan domba Paskah. Domba yang dipanggang ini lalu harus dimakan seluruhnya pada malam itu bersama roti tidak beragi dan sayur pahit. Perayaan Paskah mulai dijalankan saat itu, dengan satu perkecualian.  Sejak Yesus Kristus mati di Kalvari sebagai Anak Domba Elohim yang tidak bercela, kurban anak domba telah hilang dari perayaan Paskah.

Wahyu 5:6 (ILT) Dan aku melihat, dan lihatlah, di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk hidup itu dan di tengah-tengah para tua-tua itu, ada Anak Domba yang berdiri seperti yang telah disembelih, yang memiliki tujuh tanduk dan tujuh mata, yang adalah tujuh Roh Elohim yang telah diutus ke seluruh bumi.

Minyak zaitun murni, yang akan digunakan untuk menyalakan Menorah di Bait Suci, telah diproduksi dalam bulan-bulan terakhir, ini pertama kalinya dilakukan kembali sejak waktu keruntuhan Bait Suci yang kedua. Produksi empat setengah liter minyak zaitun yang berharga pada tahun 2015 merupakan proses yang sangat kompleks karena diperlukan menjaganya supaya murni menurut hukum Yahudi.

900-menorah-gallery
Menorah Emas (Image: Temple Institute)

Sebagai tambahan, bejana keramik untuk menyimpan minyak juga harus dibuat sesuai standar kemurnian religius yang dibutuhkan untuk penggunaan di dalam Bait Suci itu sendiri. Produksi minyak zaitun membutuhkan pengetahuan yang saksama dalam wilayah Hukum Yahudi yang amat sangat spesial dan kompleks.

Minyak dengan kualitas seperti ini belum pernah diproduksi sejak permulaan Diaspora orang Yahudi pada tahun 70 M. Secara lahiriah, hal sepeti ini belum pernah terlihat di Israel selama hampir dua ribu tahun.

Perkembangan signifikan lainnya adalah pencarian Lembu Merah yang tidak bercela atau Para Adumah, seekor lembu betina berumur tiga tahun dengan bulu rambut merah seluruhnya yang seharusnya dapat memulihkan kondisi kesucian sesudah ritual pengurbanan, hal yang dibutuhkan untuk penyembahan di Bait Suci. Tidak ada Lembu Merah sempurna di Israel selama lebih dari 2000 tahun, namun Temple Institute berusaha mengubah itu.

red-heifer-7
Lembu betina merah (Image: Temple Institute)

 

Bilangan 19:2 (ILT) “Inilah ketetapan hukum yang YAHWEH perintahkan dengan berfirman: Berbicaralah kepada bani Israel, dan biarlah mereka mengambil untuk engkau seekor lembu betina merah yang sempurna, yang tidak ada cacatnya, yang ke pundaknya kuk tidak pernah ditumpangkan.

Akhir tahun 2015, Temple Institute mencoba mengumpulkan dana dengan kampanye “Membesarkan Lembu Merah di Israel” melalui situs Indiegogo. Awal 2015, kampanye Indiegogo untuk Temple Institute berhasil mengumpulkan lebih dari US$ 100.000 yang akan digunakan untuk pengembangan rencana arsitektur Bait Suci.

Menurut situs tersebut:

“Temple Institute telah bekerjasama dengan peternak berpengalaman di Israel sini. Para ahli dalam ilmu peternakan hewan, dibawah pengawasan hukum Yahudi dan bimbingan para Rabbi dari Temple Institute, akan menggunakan teknik penanaman embrio beku ternak Red Angus (Lembu Merah) pada ternak domestik Israel. Hasil akhir dari program ini akan menghasilkan peranakan Red Angus (Lembu Merah) di Israel. Metode ini, diotorisasi dan disetujui Kementerian Pertanian Israel, telah terbukti berhasil dengan kelahiran sejumlah Red Angus (Lembu Merah) jantan. Lokasi dan detail lain dari peternakan tetap ditutup bagi khalayak umum selama tahap awal proyek ini.”

Meskipun kampanye ini masih kekurangan US$ 125.000 dari tujuan awal, Temple Institute masih berencana melanjutkan sesudah dana tersedia. Temple Institute tidak sendirian dalam mempersiapkan Lembu Merah. Ada beberapa kali laporan keberadaan Lembu Merah dalam tahun-tahun terakhir ini dari para peternak di Amerika Serikat, meskipun semuanya pada akhirnya didiskualifikasi.

Banyak Rabbi di Israel percaya bahwa ketika seekor lembu merah yang tidak bercela ditemukan, itu menjadi indikator jelas bahwa pembangunan Bait Suci segera terlaksana.

Bait Suci pastinya dibangun kembali di Yerusalem karena itu penting bagi penggenapan nubuatan Alkitab. Dimulai dengan Daniel, yang mendapatkan penglihatan tentang Bait Suci dalam Kitab Daniel.

Daniel 9:27 (AYT) Raja itu (Anti-Kristus) akan membuat perjanjian menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa ia akan mengakhiri kurban-kurban sembelihan dan kurban-kurban santapan, di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan hingga kebinasaan yang telah ditetapkan akan dicurahkan dan membinasakannya.

Yeshua sendiri menegaskan kembali peringatan Daniel mengenai kejijikan yang membinasakan/Pembinasa keji berdiri di tempat kudus pada hari-hari terakhir dalam Injil Matius.

Matius 24:15 (ILT) “Oleh karena itu, bilamana kamu melihat pembinasa keji (Yunani: bdelugma eremosis; kejijikan yang membinasakan) -yang dibicarakan oleh Nabi Daniel- tengah berdiri di tempat yang kudus -siapa yang membaca biarlah dia memahaminya-

Paulus juga menyebutkan itu dalam suratnya kepada jemaat Tesalonika.

2 Tesalonika 2:3-4 (ILT) Biarlah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan manusia pendosa, yaitu anak kebinasaan itu disingkapkan, yakni dia yang menentang dan meninggikan dirinya atas segala sesuatu yang disebut ilah atau sesuatu yang disembah, sehingga dia duduk sebagai ilah di tempat kudus Elohim sambil memamerkan dirinya bahwa dia adalah Elohim.

Temple Institute membuat penggenapan nubuatan Alkitab semakin mendekati kenyataan melalui usaha dan dedikasi mereka.

Satu-satunya yang masih kurang adalah keinginan politis, untuk melanjutkan, untuk menjalankan proses ini selanjutnya. Semua hal yang mungkin dilakukan sudah dilakukan untuk mempersiapkan pembangunan kembali Bait Suci Ketiga.

Namun, problem-problem besar yang signifikan masih ada dan harus diatasi sebelum satu batu pun dapat diletakkan pada tempatnya.

900-dome-of-the-rock

Untuk alasan politis dan keamanan, pembangunan kembali Bait Suci kelihatannya hampir mustahil saat ini. Ini karena Muslim memegang kendali atas Bukit Bait Suci dan bagi orang Yahudi untuk menghancurkan Dome on the Rock dan Masjidil Al-Aqsa supaya dapat membangun Bait Suci Yahudi hanya akan memicu Perang Dunia.

600-mount_maslul

600-denah-bait-suci

Herannya, halangan politis dan keamanan dari pembangunan kembali Bait Suci bukanlah masalah yang paling signifikan.

Debat yang sedang terjadi di dalam Yudaisme adalah siapa sebenarnya yang berhak memulai pembangunan kembali Bait Suci itu sendiri? Apakah Elohim, Messias atau orang lain? Tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu dan tidak adanya konsensus mengenai ini benar-benar menjadi isu penting di dalam Yudaisme.

Tanpa adanya pemecahan masalah siapa yang memiliki otoritas untuk membangun kembali, tidak mungkin Bait Suci dibangun, dan inilah alasannya kenapa.

Pertanyaan siapakah yang punya otoritas untuk memulai proses pembangunan kembali timbul karena tidak ada orang yang hari ini benar-benar tahu pasti di mana lokasi Ruang Maha Kudus dari Bait Suci Kedua berada di Bukit Bait Suci. Inilah alasan mengapa orang Yahudi dilarang memasuki lokasi tepat di mana Bait Suci Kedua pernah dibangun, supaya jangan mereka secara tidak sengaja berdiri di tempat suci yang dikhususkan di mana Ruang Maha Kudus berada. Melakukan hal itu, meskipun tidak sengaja, harus dihukum mati di bawah Hukum Musa.

Batu sandungan kedua adalah seluruh orang Yahudi saat ini secara ritual tidak murni, yang juga menghalangi orang Yahudi mana pun untuk memasuki lokasi tepat di mana Bait Suci dulunya berdiri. Supaya menjadi murni secara ritual, orang Yahudi membutuhkan abu Lembu Merah, yang dipersiapkan oleh Imam yang dapat dilacak keluarganya dan silsilah nenek moyangnya cukup jauh untuk memastikan status keimamannya. Tidak ada seorang pun Imam yang dapat melacak garis silsilah keturunannya sampai standar yang tepat ini. Alasannya adalah ketika Israel dan Yehuda terserak ke empat penjuru Bumi, seluruh catatan silsilah itu hilang.

Karena itu, ini artinya di bawah Hukum Musa tidak ada Imam yang memenuhi syarat untuk mempersiapkan abu Lembu Merah dan karenanya dapat menjadikan orang Yahudi murni secara ritual untuk memasuki area kompleks Bait Suci. Ini situasi yang sangat pelik.

Problem utama selanjutnya mengenai Mezbah Bait Suci itu sendiri, khususnya lokasi Mezbah. Hukum Musa sangat tepat dalam menentukan di mana seharusnya Mezbah itu harus ditempatkan. Itu tidak boleh diletakkan sesuka hati, itu harus berada tepat di tempat yang benar. Ketika mereka membangun Bait Suci Kedua, orang-orang Yahudi mengandalkan saksi-saksi yang dapat dipercaya yang dapat memberikan kesaksian di mana lokasi yang tepat. Bahkan, Nabi Haggai, Zefanya dan Maleakhi dipercayai dalam Yudaisme sebagai tiga saksi yang memastikan lokasi tepat Mezbah Bait Suci Kedua.

Tidak ada saksi-saksi yang masih hidup sekarang ini. Bahkan jika Bait Suci bisa dibangun, mereka tidak akan bisa mempersembahkan kurban karena mereka tidak tahu di mana harus menempatkan Mezbah. Mereka sama sekali tidak tahu di mana itu harus dilakukan, sama sekali tidak tahu.

Dengan asumsi mereka dapat mendirikan kembali Bait Suci pada lokasi yang tepat dan akurat dan memastikan posisi Mezbah yang memungkinkan persembahan kurban, juga di tempat yang benar, Bait Suci masih tetap membutuhkan para Imam yang silsilahnya dapat ditentukan secara mutlak dan dapat dibuktikan. Pembuktian seperti itu sudah tidak ada lagi sekarang ini. Itu akan menjadi Bait Suci tanpa para Imam yang benar-benar sah.

Masalah besar lainnya adalah Kohen Gadol (Imam Besar). Tidak akan ada Bait Suci yang berfungsi tanpa seorang Imam Besar yang menjabat. Untuk menetapkan seorang Imam Besar dibutuhkan Sanhedrin, 70-71 Rabbi yang ditahbiskan dan bertindak sebagai Dewan Tertinggi seluruh Israel. Saat ini belum ada Sanhedrin yang memenuhi Hukum Musa karena setiap Rabbi harus memenuhi Ketetapan Musa, yang diturunkan dari Rabbi kepada Rabbi sejak zaman Musa. Pentahbisan sesuai Ketetapan Musa terhenti pada tahun 358 M karena adanya penganiayaan.

Meskipun didirikannya kembali Nascent Sanhedrin telah dilakukan pada tahun 2004, itu masih memiliki kekurangan dalam hal otoritas religius dan pemerintahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses selanjutnya. Tidak ada Sanhedrin yang benar-benar memiliki legitimasi dan karenanya tidak ada Imam Besar yang benar-benar sah. Meskipun demikian, beberapa waktu yang lalu dalam mengantisipasi Yom Kippur (Hari Raya Pendamaian), Nascent Sanhedrin (cikal bakal Sanhedrin) telah memilih Rabbi Baruch Kahane sebagai Kohen Gadol (Imam Besar).

Keimaman adalah hal kekeluargaan. Seseorang dilahirkan untuk itu, bukan ditunjuk atau ditetapkan. Seluruh Imam adalah orang Lewi, dari suku atau keluarga Lewi. Masalah pengidentifikasian Imam yang sah ini sekarang disederhanakan melalui tes DNA.

Tahun ini sudah banyak aktivitas yang dilakukan berkenaan dengan Bait Suci: Temple Institute sudah membuka pendaftaran kohanim (imam-imam); mendirikan sekolah untuk mengedukasi orang-orang dari golongan imam tentang hal-hal mendetail pelayanan Bait Suci; dan dijalankannya kembali seluruh hari raya-hari raya, termasuk kurban-kurban Paskah yang sangat khusus.

Namun demikian, untuk masalah-masalah yang pelik sepertinya tidak dapat diatasi. Tidak ada solusi manusia atasnya. Berhadapan dengan masalah-masalah ini, maka Bait Suci belum dapat dibangun kembali.

Meskipun demikian, tradisi Yahudi memberikan jawaban, demikian juga halnya Kitab Suci. Kitab Suci mengesankan dengan kuat bahwa orang yang memiliki otoritas yang dibutuhkan untuk memulai pembangunan kembali Bait Suci Ketiga adalah Nabi Elia itu sendiri.

Yeshua, dalam Injil Matius mengungkapkan bahwa pada hari akhir, “Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu…” Matius 17:11 (ILT)

Menurut tradisi Yahudi, adalah Elia sendiri yang akan menyatakan dirinya kepada orang Yahudi sebelum kedatangan Messias. Dia akan memiliki otoritas yang dibutuhkan untuk mengungkapkan lokasi tepat Ruang Maha Kudus dan lokasi tepat dari Mezbah.

Elia akan dapat menunjukkan kepada Imam-imam silsilah mereka yang tepat dan mendirikan kembali Ketetapan Musa bagi para Rabbi, sekaligus akhirnya memungkinkan pembentukan kembali Sanhedrin yang sah dan Imam Besar.

Dan lebih jauh untuk memenuhi Hukum Musa, yang membutuhkan keberadaan Dua Saksi untuk memenuhi hukum (Ulangan 19:15), “…Atas keterangan dua atau tiga orang saksi, hal itu dapat ditegakkan,” Elia juga sepertinya akan kembali bersama seorang nabi besar zaman dahulu, (mungkin) Musa, yang melaluinya Hukum Elohim diberikan.
Ini gambaran tepat yang kita lihat di dalam Kitab Wahyu selama bagian paruh pertama dari 7 tahun Masa Kesusahan.

Mereka inilah dua pohon zaitun dan dua kaki pelita yang berdiri di hadapan Elohim seluruh bumi.

Wahyu 11:4-6 (ILT) Dan jika ada orang yang ingin mencelakai mereka, api akan keluar dari mulut mereka dan memakan habis mereka yang memusuhinya. Dan jika ada orang yang ingin mencelakai mereka, secara itulah dia harus dibunuh. Mereka ini memiliki otoritas untuk menutup langit agar tidak mengirim hujan pada hari-hari mereka bernubuat dan mereka memiliki otoritas atas air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan berbagai bencana, sesering yang sekiranya mereka inginkan.

Dalam Kitab Yudas, kita membaca melewati bagian yang ‘ganjil’ yang menjelaskan mengenai Mikhael, penghulu malaikat, berselisih dengan Satan mengenai mayat Musa,

Yudas 1:9 (ILT) Namun ketika Mikhael, penghulu malaikat, berselisih sambil bersitegang dengan si jahat mengenai mayat Musa, dia tidak berani menimpakan penghakiman dengan hujatan, sebaliknya dia berkata, “Kiranya YAHWEH menghardik engkau!”

Jelas ada sesuatu yang ‘menarik’ mengenai mayat Musa dan meskipun dia benar-benar mati, mungkin Elohim punya tujuan ajaib baginya pada hari-hari terakhir. Orang lain disamping Elia yang tidak pernah mati adalah Henokh, yang diangkat ke surga, dan banyak sarjana Alkitab yang juga berpendapat bahwa dia kemungkinan adalah saksi kedua yang mendampingi Elia.

Dua orang ini nampaknya merupakan perkecualian yang tertulis dalam Kitab Ibrani bahwa manusia “ditetapkan untuk mati satu kali” (Ibrani 9:27) dan kemungkinan karena untuk tugas inilah pada hari-hari terakhir dimana kematian mereka dan kebangkitannya yang ajaib di jalanan kota Yerusalem akan menggenapi ayat ini dan akan menggentarkan dunia.

Ketika orang-orang ini dibunuh (sementara) di Yerusalem, kita membaca dalam Wahyu 11, seluruh dunia akan melihatnya dan bersuka cita dan bergembira dan saling mengirim hadiah untuk merayakannya. Sangat menarik, ada kontroversi besar hari-hari ini di Israel, Yordania, Amerika Serikat dan Otoritas Palestina mengenai proposal untuk memasang kamera keamanan di area Bukit Bait Suci – yang akan memungkinkan menyiarkan peristiwa seperti ini bagi seluruh dunia untuk menyaksikannya.

Kesaksian Dua Saksi Elohim ini akan berlangsung selama 42 bulan pertama dari Masa Kesusahan dan itu akan menjadi kesaksian bagi Yeshua haMashiach untuk melawan Anti-Kristus.

Apakah hanya kebetulan bahwa 1260 hari itu tepat 42 bulan, jumlah waktu yang Elohim tetapkan atas paruh pertama 7 tahun Masa Kesusahan? Apakah juga hanya kebetulan bahwa jumlah waktu yang dibutuhkan Imamat Yahudi untuk menjalankan seluruh ritual penyucian yang dibutuhkan dan ritual yang digambarkan di dalam Torah untuk memurnikan dan mentahbiskan Bait Suci yang baru juga akan berlangsung selama 42 bulan, sejak permulaan ritual penyucian sampai selesainya?

42 bulan kesaksian, 42 bulan untuk menyelesaikan penyucian, 42 bulan ditetapkan untuk paruh pertama Masa Kesusahan.

Kitab Suci menyatakan kepada kita bahwa pada pertengahan Masa Kesusahan, sesudah 42 bulan, Bait Suci akan dinajiskan oleh Anti-Kristus.

Kitab Suci mengindikasikan bahwa Elia akan segera kembali kepada orang-orang Yahudi pada permulaan awal Masa Kesusahan. Dia kemudian akan memulihkan segala sesuatu (Matius 17:11). Ada kemungkinan dialah yang ditetapkan untuk pembangunan kembali Bait Suci, mendirikan kembali jabatan keimaman menurut Hukum Musa, menetapkan siapa yang memenuhi syarat untuk keimaman dan siapa yang tidak. Dia akan memiliki otoritas untuk membentuk kembali Sanhedrin yang kemudian akan mengatur penunjukkan Imam Besar yang baru. Elia akan membimbing pembangunan Bait Suci ini satu kali itu dimulai hingga mencapai puncaknya pada pertengahan Masa Kesusahan.

Kitab Suci juga mengatakan kepada kita, satu hal penting mengenai Dua Saksi Elohim,

Wahyu 11:5 (ILT) Dan jika ada orang yang ingin mencelakai mereka, api akan keluar dari mulut mereka dan memakan habis mereka yang memusuhinya. Dan jika ada orang yang ingin mencelakai mereka, secara itulah dia harus dibunuh.

Elia dan rekannya secara aktif akan melindungi dan mempertahankan Bait Suci dan proses pembangunannya kembali hingga proses 42 bulan itu selesai. Mereka perlu melakukannya, karena jika Bait Suci harus dibangun kembali hari ini, seluruh Dunia Muslim akan datang untuk melawan mereka.

Ketertarikan besar dan spekulasi tentang kemungkinan pembangunan kembali Bait Suci merupakan indikator besar bahwa Akhir Zaman ini benar-benar sudah dekat.

Baca juga:

PBB Memutuskan Bukit Bait Suci dan Tembok Ratapan adalah Milik Muslim, Mengutuk Israel atas Terjadinya Kekerasan

Israel Bersiap Membangun Bait Suci Ke-3

Sanhedrin telah Menetapkan Imam Besar untuk Persiapan Bait Suci Ke-3

Sanhedrin dan Para Imam Menjalankan Kembali Upacara Yom Kippur untuk Bait Suci ke-3

Referensi:

Temple Institute

Rebuilding The Jewish Temple On The Horizon?

Iklan