Suku Inuit adalah suku terasing yang hidup di Arktik (Lingkar Kutub) Kanada, Greenland, Siberia dan Alaska. Para tua-tua mereka telah menulis surat kepada National Space and Aeronautics Administration (NASA) untuk memberitahu bahwa poros Bumi telah bergeser. Para tua-tua ini tidak mempercayai bahwa emisi karbon dari manusia sebagai penyebab perubahan iklim sekarang ini.

Langit telah Berubah, Kata Tua-tua Inuit

Tua-tua Inuit memperhatikan perubahan iklim dalam melelehnya gletser, kerusakan kulit anjing laut, luka bakar pada anjing laut, dan hilangnya lautan es. Mereka menghubungkan perubahan iklim ini dengan perubahan di langit. Tua-tua suku menyatakan bahwa Matahari tidak lagi terbit dari tempat di mana biasanya ia terbit. Hari-hari cepat menjadi panas dan berlangsung lama. Bintang-bintang dan Bulan juga berada pada posisi yang berbeda di langit. Mereka menduga bahwa perubahan posisi Matahari, Bulan dan bintang-bintang menyebabkan perubahan suhu. Ini juga mempengaruhi angin dan sekarang sangat sulit untuk memprediksi cuaca, sedangkan prediksi cuaca sangat dibutuhkan di daerah Arktik.

Mereka ini adalah kumpulan orang yang mengandalkan kelangsungan hidup mereka pada posisi Bulan dan bintang-bintang karena mereka hidup di dalam kegelapan total selama setengah tahun. Para tua-tua mengkonfirmasi bahwa Bumi telah bergeser, bergoyang atau miring ke arah utara. Informasi yang diutarakan oleh tua-tua Inuit ini menimbulkan keprihatinan besar di kalangan ilmuwan NASA.

Para tua-tua berkata mereka tidak lagi dapat memperkirakan cuaca, seperti yang dapat mereka lakukan pada masa lampau. Mereka memperhatikan bahwa angin hangat merubah gundukan salju, membuat kemampuan mereka bernavigasi di daratan menjadi lebih sulit. Populasi beruang kutub bertambah, yang menyebabkan beruang-beruang ini berkelana hingga ke perkampungan Inuit.

“Kami pergi ke tepian daratan es dengan kereta anjing. Kami pergi pagi-pagi sekali. Kami harus tiba pada waktu fajar, supaya dapat menangkap anjing laut. Kami hanya punya satu jam terang matahari. Hari ini kami mendapatkan jeda dua jam untuk berburu. Perubahan ini kentara sekali. Siang hari jauh lebih tinggi di horizon.

Saya tidak tahu segala sesuatu. Namun saya benar-benar memperhatikan dan mengamati perubahan terjadi di atmosfer. Saya hidup di sini seumur hidup saya dan juga memperhatikan Matahari. Tempat terbitnya tidak banyak berubah, tapi tempat terbenamnya bergeser jauh sekali.

Mungkin Bumi telah bergeser dari porosnya. Saya selalu bertanya-tanya tentang ini dan ingin membicarakan perubahan Matahari dan lingkungan ini.

Bumi telah berubah kemiringannya. Saya tidak tahu tepatnya kapan itu terjadi. Tapi saya tahu pasti Matahari biasanya terbenam di dekat puncak gunung yang paling tinggi. Setelah bergeser, Matahari sekarang terbenam melewati puncak yang paling tinggi.

Kami mendapatkan panas dari Matahari. Setelah dunia kita menjadi miring, Matahari letaknya lebih tinggi dan cahayanya menyinari lebih langsung. Itu membuat semuanya lebih panas.

Hampir tidak ada ‘hanyutan lidah’ hari-hari ini. “Hanyutan lidah” adalah tanda petunjuk arah untuk melakukan perjalanan. Itu terbentuk dari angin utara, yang sekarang telah berubah. Saya belajar mengamati daratan bila bintang-bintang tidak terlihat. Sekarang ini, bintang-bintang juga kelihatan berbeda. Pada malam hari, kembali dari berburu dengan menggunakan bintang-bintang. Kentara sekali mereka tidak lagi berada pada posisi yang seharusnya. Dunia kita sudah berubah – daratan, langit dan lingkungan. “Hanyutan lidah” sekarang menunjuk ke arah yang berbeda. Ketika bergerak ke timur, kami menyeberangi sisi mereka. Hari ini, berjalan ke timur, kami pergi searah dengan ‘hanyutan lidah.’ Pergeseran angin yang menyebabkan ini.

Kami tidak mengalami angin utara untuk waktu yang lama. Lebih banyak angin selatan. Tapi angin timur sekarang dominan. Pada waktu dulu, kami hampir-hampir tidak mengalami angin timur. Angin timur itu kuat dan membawa cuaca buruk. Angin timur sekarang seperti angin utara.”

Apa yang dilaporkan para ilmuwan

Pada 20 April 2011, CNN News melaporkan bahwa gempa bumi telah menggeser daratan Jepang kira-kira 8 kaki dan menggeser Bumi dari sumbunya. Mereka mengutip Kenneth Hudnut, geofisikawan U.S. Geological Survey, yang mengatakan, “Saat ini, kami tahu bahwa satu stasiun GPS bergeser (8 kaki), dan kami telah melihat peta dari GSI (Geospatial Information Authority) di Jepang menunjukkan pola pergeseran suatu wilayah luas yang konsisten dengan pergeseran massa daratan.”

Mengenai Inuit atau orang-orang Eskimo

inuit-7

Orang-orang Inuit menghuni jauh di utara Arktik Kanada dan telah ada di sana selama berabad-abad. Wilayah yang mereka huni hampir selalu beku di bawah lapisan permafrost. Selama berbulan-bulan dalam tiap tahunnya, hari-hari mereka dimulai dan berakhir di dalam kegelapan. Mereka orang-orang pengembara, membangun tenda-tenda atau teepee dari kulit caribou (sejenis rusa) pada bulan-bulan hangat, dan tinggal di dalam igloo pada musim dingin. Sebelumnya, mereka dikenal sebagai orang Eskimo. Kata Eskimo berasal dari suatu kata dalam bahasa mereka yang artinya “pemakan daging mentah.” Kelompok penghuni Arktik ini sekarang dinamai Inuit, suatu kata yang artinya “orang-orang.” Inuk adalah kata yang menggambarkan seorang anggota suku, atau “satu orang.” Orang Inuit berbicara berbagai dialek bahasa yang semuanya berasal dari Eskimaleut atau bahasa Inuit-Aleut. Mereka umumnya pemburu, bergantung pada kehidupan binatang liar Arktik untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka memancing ikan, berburu mamalia laut, seperti anjing laut dan singa laut, dan mamalia darat, seperti kelinci Arktik dan caribou dan menggunakan kulit anjing laut dan lapisan lemak untuk pakaian, tenda-tenda, dan bahan bakar. Sebagian besar makanan mereka terdiri dari daging mentah karena sangat sedikit tumbuhan yang hidup di lingkungan mereka.

Baca juga:

Apa Penyebab Banjir Nuh? Bukti Alkitabiah Mengguncangkan Para Peneliti

Rabbi Yahudi: Kedatangan Nibiru Penyebab Banjir Besar di Zaman Nuh

Perang Nuklir dan 3 Hari Kegelapan Akan Terjadi Sebelum Kedatangan Messias, Kata Pakar Nubuat Alkitab

Referensi:

An Unpredictable Environment

Inuit Observations on Climate Change

Global Climate Change: The Earth Has Shifted, Say Inuit Elders

Earth’s axis has changed

Inuit elders tell NASA Earth axis shifted

Iklan