The Tempe Institute telah memulai tahap kedua ke arah pembangunan Bait Suci: menyusun daftar imam-imam Yahudi yang memenuhi syarat untuk menyiapkan lembu merah dan melayani di dalam Bait Suci, demikian diumumkan Rabbi Chaim Richman, Direktur Internasional untuk Temple Institute pada hari Senin. Pengumuman ini berbarengan dengan pembacaan mingguan Torah yang menyebutkan tentang mempersiapkan lembu merah.

Pendaftaran ini termasuk orang-orang yang punya garis keturunan patriarkh yang jelas dari keluarga imam-imam (keturunan Iman Besar Harun), yang dilahirkan dan dibesarkan di Israel, dan telah menjalankan hukum-hukum kesucian jabatan imam-imam. Ini termasuk tidak boleh berada di dekat jenazah, sehingga imam-imam atau kohanim, yang dilahirkan di rumah sakit-rumah sakit, yang pernah mengunjungi rumah sakit, atau pernah masuk ke tempat penguburan, tidak memenuhi syarat.

Sesudah Tempe Institute menyusun daftar kandidat layak yang terverifikasi, mereka akan mulai melatih imam-imam di kompleks untuk mempersiapkan abu lembu merah. Pelatihan ini akan dilaksanakan di Nezer Hakodesh, sebuah lembaga yang didirikan tiga tahun lalu untuk mendidik para imam mengenai detail-detail pelayanan Bait Suci.

Proyek ini mempunyai dampak tidak hanya bagi kohanim (para imam), tapi juga setiap orang yang berminat ambil bagian dalam pelayanan Bait Suci. Setiap orang yang mau naik ke Bait Suci perlu ada pada tingkat kesucian ritual yang tinggi. Sebagian besar ketidaksucian dapat dibersihkan dengan berendam dalam mikveh (ritual mandi). Untuk ketidaksucian ritual yang terjadi karena kontak atau berada dekat dengan seseorang yang meninggal, proses penyuciannya membutuhkan seorang imam untuk memercikkan air bercampur abu lembu merah.

Peraturan mengenai abu lembu betina merah ini terdapat pada keseluruhan Kitab Bilangan pasal 19:

Bilangan 19:2 “Inilah ketetapan hukum yang YAHWEH perintahkan dengan berfirman: Berbicaralah kepada bani Israel, dan biarlah mereka mengambil untuk engkau seekor lembu betina merah yang sempurna, yang tidak ada cacatnya, yang ke pundaknya kuk tidak pernah ditumpangkan. (ILT)

Sekarang ini, sesudah ribuan tahun tidak memiliki Bait Suci, semua orang dianggap berada pada tingkat ketidakmurnian ini, dan menyebabkan abu lembu merah merupakan bagian penting untuk dapat kembali pada pelayanan Bait Suci.

“Ini sebuah lompatan besar bagi Temple Institute dan lompatan besar bagi orang-orang Yahudi. Untuk pertama kalinya dalam 2000 tahun sesudah keajaiban kembalinya bangsa Yahudi ke Tanah Israel, kita memulai proses mengembalikan kemurnian imam-imam Yahudi sesuai Kitab Suci,” kata Rabbi Richman.

“Ini langkah berani lainnya bagi Institute kami, sesudah susah-payah mempersiapkan lebih dari 60 perabot kudus untuk Bait Suci Ketiga. Kami dengan bangga memanggil semua orang yang mungkin memenuhi standar untuk segera menghubungi Tempe Institute.”

The Tempe Institute adalah organisasi non-profit, didirikan tahun 1987, yang berdedikasi untuk mendirikan Bait Suci Yahudi di Gunung Moriah di Yerusalem, tempat dimana Abraham mengorbankan puteranya, Ishak. Sebagian besar usahanya ada pada bidang pendidikan dan meningkatkan kesadaran, tapi itu juga telah mencapai hal-hal luar biasa ke arah perwujudan Bait Suci Ketiga menjadi kenyataan.

Mereka telah membuat kembali lebih dari 70 perabot yang sesuai untuk pelayanan Bait Suci, termasuk menorah emas, penutup dada imam besar yang berisi 12 batu permata, alat-alat musik yang digunakan orang-orang Lewi, dan pakaian-pakaian imam.

Mungkin pencapaian yang paling luar biasa hari ini adalah lembu merah. Sesudah selama beberapa dekade meneliti bagaimana cara memulihkan Bait Suci, para ahli-ahli di Temple Institute menyadari bahwa langkah pertama yang nampaknya merupakan tugas yang mustahil adalah membesarkan seekor anak lembu merah. Embrio beku dari lembu ‘red angus’ ditanamkan ke dalam ternak-ternak Israel, dan menghasilkan peranakan lembu ini bagi Israel.

red-heifer-700
Lembu betina merah (Image: Temple Institute)

Hukum Torah menghendaki bahwa lembu merah ini tidak bercela, dan dilarang untuk disusui atau menjadi hamil, jadi harus dibesarkan dalam kondisi khusus yang diawasi.

Tidak seperti sebagian besar hal-hal lain pelayanan Bait Suci, membakar lembu merah dan menggunakan abunya untuk penyucian tidak membutuhkan harus naik ke Bukit Bait Suci. Ini juga menghindarkan komplikasi politis yang mungkin timbul, karena orang Yahudi sekarang ini dilarang untuk berdoa atau melakukan upacara apa pun di tempat suci itu.

Baca juga:

Pembangunan Kembali Bait Suci Yahudi Sudah di Depan Mata

Sanhedrin telah Menetapkan Imam Besar untuk Persiapan Bait Suci Ke-3

Israel Bersiap Membangun Bait Suci Ke-3

Referensi:

Temple Institute Inaugurates Registry of Biblically Eligible Kohanim

The Temple Institute

Registry of Eligible Jewish Priests for Biblical Temple Service Inaugurated

Temple Mount Education Seeks to “Rekindle the Hearts of Humanity”

PHOTOS: Priests Demonstrate the Glory of Ancient Biblical Temple Service

Holy Cow! Red Heifer Project Part of Path from ‘Mourning to Building’ Temple

New Sign on the Temple Mount Violates Israeli Law, Forbids Jewish Prayer

Iklan