The Temple Institute telah membawa Bait Suci Ketiga satu langkah lebih dekat dengan mendirikan sekolah bagi imam-imam Yahudi (kohanim) untuk mempelajari bagaimana melaksanakan Pelayanan di Bait Suci. Sekelompok siswa, yang tersertifikasi sebagai golongan imam, bersiap untuk mempelajari seluruh detail-detail dari tugas yang rumit ini, yang akan menjadi relevan lebih cepat daripada yang dibayangkan semua orang.

Empat bulan sebelumnya, The Temple Institute mengadakan pendaftaran Kohanim, daftar orang-orang yang memiliki garis keturunan bapa leluhur dari golongan imam-imam, yang adalah keturunan langsung Imam Besar Harun, saudara Nabi Musa. Kohanim harus memenuhi kriteria tertentu, selain memiliki garis keturunan imam: mereka harus dilahirkan dan dibesarkan di Israel, dan telah menjalankan hukum kemurnian yang diwajibkan bagi imam-imam.

Ini menggugurkan mereka yang pernah berdekatan dengan orang mati, jadi imam-imam yang dilahirkan di rumah sakit, pernah mengunjungi rumah sakit, atau pernah masuk ke tempat penguburan tidak memenuhi syarat.

The Temple Institute didirikan tahun 1987 untuk memenuhi misi mendirikan kembali Bait Suci Ketiga. Selain mendidik dan meningkatkan kesadaran umum, Institute ini telah melakukan kemajuan praktis yang luar biasa dalam tugas yang menantang ini.

The Temple Institute telah membuat kembali lebih dari 70 perabot yang siap digunakan di dalam Bait Suci, telah memperanakkan Anak Lembu Betina Merah yang tidak bercacat dengan tujuan untuk mentahirkan Bangsa Israel, dan telah membuat pakaian khusus sesuai tuntutan Alkitab bagi Kohanim yang harus dikenakan ketika melaksanakan tugas keimaman di Bait Suci.

900-menorah-gallery

900-ark-of-the-covenant

The Temple Institute ini juga telah membuat Penutup Dada Imam Besar yang menampilkan dua belas batu permata dari suku-suku Israel, menorah emas seberat setengah ton yang akan berdiri di dalam Bait Suci, dan alat-alat musik bagi para pemuji suku Lewi. Selain itu, juga telah mempersiapkan rencana arsitektur untuk pembangunan kembali Bait Suci.

900-choshen-mishpat

priests-trumpets-7

Selanjutnya, The Temple Institute mendirikan The Nezer HaKodesh Institute for Kohanic Studies untuk mengajar imam-imam Yahudi dalam pelayanan di Bait Suci. Ini terjadi sesudah empat tahun program percontohan secara luas. Dalam program baru ini, siswa-siswa akan mempelajari halacha (hukum Torah) yang berhubungan dengan pelayanan di Bait Suci.

Pendidikan di Institut Kohanim The Temple Institute meliputi: Peranan dan Penggunaan Teknologi Modern di dalam Bait Suci Ketiga; Matematika Bait Suci Ketiga; Pelayanan-pelayanan di Bait Suci; Teori dan Praktek; Administrasi Bait Suci; Perabot-perabot Kudus Bait Suci; Aspek-aspek Teknis dan Desain; dan Topografi Bukit Bait Suci dan Bangunan Bait Suci Yehezkiel (Yehezkiel 40-).

“Kami sangat bersemangat untuk mengumumkan langkah baru ini menuju restorasi pelayanan Bait Suci,” Rabbi Chaim Richman, direktur internasional The Temple Institute, dalam pernyataannya mengumumkan Institut Kohanim yang baru ini.

“Yang terpenting dan pertama-tama kami memanggil Kohanim di seluruh dunia untuk mendukung proyek khusus ini, yang menandai kembalinya hak kelahiran mereka.”

Sekarang ini, ada 14 siswa dalam program percobaan, yang diharapkan oleh The Temple Institute untuk diperluas hingga dapat mengakomodasi beberapa puluh siswa. Menurut Richman, pada masa Bait Suci Kedua, ada ribuan imam yang memenuhi tugas-tugas pelayanan di Bait Suci. “Ini sama seperti tugas tentara militer cadangan,” katanya.

Bait Suci Kedua dihancurkan oleh pasukan Romawi pada tahun 70 M dan selanjutnya Bukit Bait Suci ada di bawah pengawasan Yordania sejak Israel menaklukkan itu pada tahun 1967. Dikelola oleh Waqf, otoritas Muslim Yordania, orang-orang non-Muslim dilarang berdoa di situs tersebut, dan kunjungan orang Yahudi sangat dibatasi.

Mendiskusikan rencana untuk mendirikan Bait Suci Yahudi di Bukit Bait Suci dianggap oleh sebagian orang akan memicu serangan-serangan kekerasan oleh Muslim terhadap orang-orang Yahudi yang semakin meningkat di Israel akhir-akhir ini. The Temple Institute mempercepat mimpi 2000 tahun berdirinya Bait Suci di Yerusalem dalam suatu cara yang tidak mengganggu ibadah Muslim di Bukit Bait Suci.

Tugas pertama bagi Kohanim yang diminta oleh Institute adalah melaksanakan pelayanan pengurbanan Lembu Betina Merah (Bilangan 19), yang dilaksanakan di luar Bukit Bait Suci.

red-heifer-7

Pimpinan Ashkenazi Israel, Rabbi David Lau dan beberapa orang politisi Israel telah menyarankan diijinkannya doa-doa lintas agama di situs tersebut yang tidak melibatkan pemindahan atau renovasi bangunan-bangunan Muslim.

Baca juga:

Pendaftaran Imam-Imam untuk Bait Suci Ketiga telah Dimulai

Pembangunan Kembali Bait Suci Yahudi sudah di Depan Mata

Referensi:

The Bible Is Their Textbook: Jerusalem Group Trains Priests for Third Temple

School to Train Levite Priests for Third Temple Service to Open in Jerusalem

Yehuda Glick Brings Extreme Vision of Temple Mount to the Knesset — With an Affable Touch

Temple Mount Revival Movement Revels in Crowd-Funded Passover Sacrifice — but at What Cost?

Top Rabbi Joins Growing List of Pro-Temple Politicians

Iklan