Ibrani 12:26  Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” (TB)

Semua orang sudah tahu kisah Alkitab tentang Eksodus bangsa Israel dari Tanah Mesir. Yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa bangsa Mesir Kuno juga menuliskan kisah Eksodus yang masih ada sampai hari ini, dan itu ada di dalam Kitab Kolbrin. Yvonne Whiteman membandingkan peristiwa Eksodus versi Kolbrin dengan 5 catatan historis kuno lainnya yang saling memperkuat kisah yang sudah lama dilupakan ini, dan mengupas apa yang dikatakan Kolbrin tentang peristiwa-peristiwa yang sangat luar biasa di dalam sejarah ini – dan sampai kepada kesimpulan yang mengejutkan.

1-moses-700
Mosheh (Charles Heston) – The Ten Commandments

Kebanyakan orang pernah merasakan kekaguman atas kisah Eksodus, mulai dari artis Joseph Turner sampai sutradara Ridley Scott – yang membuat film tentang peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Tanah Mesir dibawah pimpinan Musa. Namun anehnya, mereka semua menganggap bahwa semua peristiwa ini hanyalah murni fantasi. Benarkah?

Para akademisi tua masih menggaruk-garuk kepala jika berbicara tentang Kitab Keluaran di Perjanjian Lama. Berapa banyak buku-buku dan artikel-artikel mengenai sejarah kuno berisi keluhan, ‘Seandainya saja… kita punya kisah Eksodus dari sudut pandang Mesir Kuno, kita dapat mencari tahu siapakah Firaunnya, kapan waktu terjadinya Eksodus, menyusun kembali kronologi Mesir kuno, dan menggunakan itu untuk menentukan penanggalan peradaban Mediterania kuno lainnya.’

Mungkin ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, tapi catatan kuno itu memang benar-benar ada. Itu ada dalam bentuk sebuah bab yang memiliki judul yang suram, ‘Hari-hari Kegelapan‘ di dalam Kitab Manuscripts, salah satu dari enam kitab Mesir, di dalam sebuah buku yang berjudul The Kolbrin, yang dipublikasikan tahun 1994.

Seperti bagian lainnya dari Kolbrin, ‘Hari-hari Kegelapan‘ adalah sebuah terjemahan yang tidak pasti sumbernya, tidak berisi tanggal, dan nama-namanya disamarkan – namun demikian, itulah apa adanya – dan itu berisi tulisan yang luar biasa. Selama bertahun-tahun, pembacanya dikejutkan dengan bagian-bagian yang tidak hanya meneguhkan kembali peristiwa Eksodus di Perjanjian Lama – seperti yang kita harapkan – tapi juga sesuai dengan bagian-bagian dokumen Mesir Kuno dan prasasti-prasasti lain yang masih ada sampai hari ini. Sangat menarik untuk mengetahui bagaimana kesesuaian-kesesuaian ini saling melengkapi, jadi di bawah ini akan kita baca keseluruhan bab dari ‘Hari-hari Kegelapan‘ (sumbernya dari The Kolbrin, The Culdian Trust). Bila ada kalimat atau bagian yang berasal dari papyrus atau prasasti tertentu, kutipannya ada di dalam tanda kurung. Gambar-gambar yang ada dalam artikel ini hanya ilustrasi.

Berikut ini dokumen-dokumen Mesir Kuno yang digunakan:

Papyrus Ipuwer

Papyrus Ipuwer (Leiden I 344 recto) merupakan satu lembar papyrus yang ada di Dutch National Museum of Antiquities di Leiden, Netherlands. Papyrus ini, juga dinamakan ‘Ratapan Ipuwer‘ atau ‘Peringatan Ipuwer‘ yang berasal dari kira-kira tahun 1250 SM dan merupakan salinan dari teks yang jauh lebih kuno lagi. Orang-orang yang pernah membaca buku tulisan Immanuel Velikovsky Ages in Chaos‘ (Zaman-zaman Kekacauan) akan tahu bahwa dia menggunakan Papyrus Ipuwer untuk mendukung pendapatnya bahwa Eksodus adalah peristiwa sejarah yang sebenarnya. Velikovsky banyak ditentang oleh para ilmuwan. Pendapatnya yang menyatakan tentang sejarah bencana Planet Bumi dan pandangannya yang tidak lazim bahwa Venus dulunya adalah sebuah komet (Worlds in Collision, Earth in Upheaval – Dunia dalam Tabrakan, Bumi dalam Pergolakan), usahanya untuk menyingkat kronologi Mesir (Ages in Chaos), persepsinya bahwa umat manusia menghapus total pengalaman traumatis nenek moyangnya (Mankind in Amnesia), dan bagaimana dia menggunakan perbandingan mitologi untuk menyimpulkan teorinya, telah menjadikan dia dijauhkan dari lingkungan akademis selama bertahun-tahun. Namun banyak yang setuju dengan pemikiran-pemikirannya, dan sekiranya Kitab Kolbrin dipublikasikan selagi Velikovsky masih hidup (dia meninggal tahun 1979), kitab-kitab yang lebih kuno ini pasti akan menarik perhatiannya.

ipuwer-papyrus-700
Papyrus Ipuwer

Kitab Keluaran, Perjanjian Lama

Eksodus bangsa Israel mungkin adalah kisah yang paling menakjubkan di dalam Perjanjian Lama, namun banyak orang yang menyebut Kitab Perjanjian Lama ini hanyalah fantasi, dengan mengatakan bahwa tidak ada catatan historis lain yang masih ada tentang Eksodus.

3-kjv-700
Alkitab King James Version 1611

Alkitab Versi King James, yang juga dikenal sebagai Authorized Version atau Alkitab King James, merupakan terjemahan Alkitab Kristen untuk Gereja Inggris yang dimulai penterjemahannya di tahun 1604 dan diselesaikan tahun 1611. Perjanjian Lama diterjemahkan dari bahasa Ibrani dan Aramik.

Stela (Monumen/Prasasti) El Arish

Monumen ini ditemukan pada tahun 1887 di sebuah tanah ladang di El Arish, timur laut Kairo. Tugu granit hitam ini dikenal dengan nama Stela El Arish, sekarang ada di museum Mesir di Isma’ilya. Itu dipenuhi dengan ukiran hieroglif, yang beberapa di antaranya menggambarkan peristiwa-peristiwa historis di wilayah tersebut. Velikovsky menggunakan bagian-bagian tulisan itu untuk meneguhkan Kitab Keluaran.

4-el-arish-700
Stela El Arish

Artapanus dari Alexandria, dikutip oleh Eusebius di dalam bukunya Praeparatio Evanelica

Artapanus adalah seorang sejarawan asal Mesir yang dipercayai hidup di Alexandria selama abad ke-3 atau ke-2 SM. Dia menulis sejarah yang berjudul ‘Concerning the Jews‘ – Mengenai orang Yahudi – di dalam bahasa Yunani, kira-kira antara tahun 250-100 SM, yang sekarang ini sudah hilang, kecuali beberapa kutipan yang ditemukan di dalam tulisan-tulisan kuno lain, seperti oleh Eusebius dari Kaisarea, seorang sejarawan Romawi abad ke-3 akhir hingga awal abad ke-4, dan seorang pembela iman Kristiani keturunan Yunani.

5-eusebius-400
Eusebius Praeparatio Evangelico

Stela Prahara Ahmose

Terjemahan standarnya bisa dilihat di bagian Lampiran 2.

Pada saat Velikovsky menyusun bukunya, dia menolak terjemahan yang ada saat itu karena terlalu hambar, dan menyebutnya tidak benar. Namun, tahun 2014 di dalam Jurnal Studi Timur Dekat dipublikasikan sebuah terjemahan yang baru (‘Stela Prahara’ Ahmose, Thera dan Kronologi Perbandingan, Robert K. Ritner dan Nadine Moeller, The Oriental Institute of the University of Chicago). Ini dianggap jauh lebih akurat dibandingkan versi sebelumnya. 40 baris di atas kepingan Stela Prahara, batu monumen setinggi enam kaki yang berasal dari masa pemerintahan Firaun Ahmose I, menggambarkan kehancuran dan pembangunan kembali yang diakibatkan oleh sebuah malapetaka dahsyat pada permulaan Dinasti ke-18 Mesir.

6-ahmose-700
Stela Prahara Ahmose

Kolbrin, Kitab Manuscripts

BAB 6 – Hari-hari Kegelapan

Hari-hari kegelapan dimulai dengan kunjungan terakhir dari Sang Penghancur dan itu ditunjukkan dengan pertanda-pertanda asing di langit. Semua orang diam dan pergi kesana-kemari dengan wajah-wajah pucat. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, wajah menjadi pucat.]

Note: Di seluruh Kitab Kolbrin, Sang Penghancur (the Destroyer) digambarkan sebagai fenomena kehancuran dahsyat dari Angkasa yang muncul secara teratur setiap beberapa ribu tahun dan itu amat sangat mengerikan, di luar yang dapat dibayangkan atau dipikirkan manusia. Di dalam Kitab Keluaran 12:23, namanya disebutkan sebagai “Sang Pembinasa“:

Dan YAHWEH akan melintas untuk memukul orang-orang Mesir. Dan Dia akan melihat darah pada ambang dan pada kedua tiang pintu itu. Dan YAHWEH akan lewat di atas pintu itu, dan Dia tidak akan mengizinkan si Pembinasa (Ibrani: shachath; Penghancur) masuk ke dalam rumahmu untuk memukulmu. (ILT)

Para pemimpin budak-budak yang sudah membangun kota untuk kemuliaan Thom menggerakkan pemberontakan, dan tidak ada orang yang mengangkat tangannya melawan mereka. Mereka meramalkan peristiwa-peristiwa besar yang orang-orang tidak mengetahuinya dan yang para penjaga kuil tidak diberitahukan.

Ini adalah hari-hari tenang pertanda buruk, ketika orang-orang menunggu apa yang mereka tidak ketahui. Kehadiran kebinasaan yang tidak kelihatan dirasakan, semangat orang-orang telah hancur. Tawa sudah tidak terdengar lagi dan kesusahan dan ratapan terdengar di seluruh negeri. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, tawa sudah musnah dan [tidak lagi] terjadi; hanya erangan yang terjadi di seluruh negeri, bercampur-baur dengan keluhan-keluhan.] Bahkan suara keramaian anak-anak menjadi sunyi dan mereka tidak bermain bersama-sama, tetapi tinggal diam.

Budak-budak menjadi berani dan kurang ajar [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, semua budak-budak perempuan membebaskan lidah-lidah mereka] dan kaum perempuan adalah milik semua laki-laki. Kegentaran menjalani negeri dan perempuan menjadi mandul dengan kengerian, mereka tidak bisa mengandung, dan mereka yang mengandung bayi keguguran. Semua laki-laki mengurung diri mereka sendiri. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, kaum perempuan mandul dan tidak ada yang mengandung. Pakaian-pakaian Khnum (laki-laki) tidak ada lagi karena kondisi negeri itu.]

Hari-hari kesunyian kemudian diikuti oleh suatu waktu dimana suara sangkakala dan lengkingan terdengar di Angkasa, [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, […] karena bising; keributan tidak […] dalam tahun-tahun kebisingan, dan tidak ada akhir untuk kebisingan.] dan orang-orang menjadi seperti binatang-binatang ketakutan tanpa gembala, seperti keledai-keledai ketika singa-singa berkeliling memangsa di luar kandang mereka.

Orang-orang berbicara tentang Elohim para budak, dan orang-orang ceroboh berkata, “Jika kita tahu di mana Elohim ini bisa ditemukan, kita akan berkurban kepada-Nya.” Tetapi Elohim para budak tidak ada di antara mereka. Dia tidak bisa ditemukan di tanah rawa-rawa atau di sumur-sumur batu-bata. Manifestasi-Nya ada di Angkasa bagi semua orang untuk dapat dilihat, namun mereka tidak memandangnya dengan pengertian. Ataupun Elohim mana pun mendengar, karena semua telah tuli oleh kemunafikan manusia.

Orang mati tidak lagi dianggap suci dan dilemparkan ke dalam sungai. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, banyak orang mati dikuburkan di sungai; arus air adalah makam dan tempat pembalseman telah menjadi aliran air. STELA PRAHARA AHMOSE: Lalu setiap rumah, setiap ruangan yang mereka [topan dan terkena hujan batu] …mayat-mayat mereka (?) mengapung di atas air seperti perahu-perahu papyrus di luar ruangan tontonan istana selama […] hari.] Mereka yang sudah dimakamkan diabaikan dan banyak yang menjadi terbuka. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, para pemilik makam dilemparkan ke atas dataran tinggi.] Mereka berbaring tak terlindungi terhadap tangan-tangan para pencuri. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, para penjarah […] di mana-mana, dan hamba-hamba mengambil apa yang dia temukan. / Para perampok adalah pemilik harta kekayaan.] Dia yang dulunya bekerja keras di bawah matahari, memikul kuknya sendiri, sekarang memiliki lembu sapi. Dia yang tidak menanam gandum sekarang memiliki segudang penuh. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, dia yang tidak punya gandum sekarang adalah pemilik lumbung-lumbung.] Dia yang dulunya tinggal dengan nyaman di antara anak-anaknya sekarang kehausan akan air. Dia yang dulunya duduk di bawah matahari dengan remah-remah dan endapan minuman sekarang buncit dengan makanan, dia berbaring di bawah perteduhan, mangkok-mangkoknya meluap.

Lembu sapi dibiarkan tanpa digembalakan untuk menjelajah ke padang-padang rumput yang asing, dan orang-orang mengabaikan tanda-tanda milik mereka dan membunuh binatang-binatang tetangganya. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, lembu sapi berkeliaran dan tidak ada yang mengumpulkan mereka, tetapi setiap orang mengambil bagi dirinya sendiri ternak yang ditandai dengan namanya.] Tidak ada orang yang memiliki sesuatu. Catatan-catatan publik dibuang keluar dan dihancurkan, dan tidak ada orang yang tahu siapakah yang budak dan siapakah yang tuan. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, orang-orang miskin di negeri telah menjadi kaya, dan [pemilik terdahulu] dari harta benda sekarang tidak punya apa-apa. / Lihatlah, wanita-wanita bangsawan sekarang ada di atas rakit-rakit, dan tokoh-tokoh terkemuka sedang berusaha mendirikan, sementara dia yang bahkan tidak bisa tidur di atas tembok-tembok sekarang adalah pemilik tempat tidur.] Orang-orang berteriak kepada Firaun di dalam penderitaan mereka, tetapi dia menutup telinganya dan bertindak seperti orang tuli.

Ada mereka yang berbicara bohong di hadapan Firaun dan bahwa dewa-dewa memusuhi negeri itu, karena itu orang-orang berteriak-teriak demi darah mereka untuk menenangkannya. Tetapi bukanlah imam-imam asing ini yang menimbulkan pertikaian di negeri dan bukannya perdamaian, karena salah satu bahkan dari rumah tangga Firaun dan berjalan di antara orang-orang tanpa dihalangi.

Debu dan awan asap menggelapkan langit dan mewarnai air yang ke atasnya mereka jatuh dengan corak warna darah.

Wabah ada di seluruh negeri, sungai menjadi berdarah dan darah ada di mana-mana. [PAPYRUS IPUWER: Wabah ada di seluruh negeri, darah ada di mana-mana. KITAB KELUARAN: Dan seluruh air yang ada di sungai berubah menjadi darah. Dan darah ada di seluruh tanah Mesir.] Air itu busuk dan perut manusia menciut dari meminumnya. Mereka yang minum dari sungai memuntahkannya, karena itu telah tercemar. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, sungai adalah darah, namun manusia meminum dari padanya. KITAB KELUARAN: Dan matilah ikan di sungai, lalu sungai itu berbau busuk, dan orang-orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil. ARTAPANUS ALEXANDRIA: Air menjadi genangan, dan berbau busuk, dan membunuh semua makhluk yang hidup di dalam air, dan orang-orang binasa karena kehausan.]

Debu menorehkan luka-luka di kulit manusia dan binatang di dalam nyala pijar Sang Penghancur, Bumi dipenuhi dengan kemerahan. Kutu-kutu berkembang biak dan memenuhi udara dan permukaan Bumi dengan kejijikan. Binatang-binatang liar, menderita dengan siksaan-siksaan karena hempasan pasir dan abu, keluar dari sarang-sarang mereka di padang gurun dan tempat-tempat gua dan mengintai tempat kediaman manusia. Semua hewan-hewan jinak merintih dan negeri dipenuhi suara embikan domba dan lenguhan lembu sapi. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, seluruh binatang, hati mereka meratap; lembu sapi melenguh karena kondisi negeri.]

Pohon-pohon, di seluruh negeri, hancur [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, pohon-pohon tumbang dan dahan-dahan dilucuti.] dan tidak ada tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan dapat ditemukan. Permukaan daratan terpukul bertubi-tubi dan hancur oleh hujan batu-batu yang menghantam hancur segala yang berdiri di jalur semburannya. [KITAB KELUARAN: Dan hujan [batu] membinasakan segala sesuatu yang ada di padang di seluruh tanah Mesir, dari manusia bahkan sampai ternak. Dan hujan [batu] juga melanda setiap tanaman di padang dan memorak-porandakan setiap pohon di padang.] Mereka tersapu di dalam hujan panas, dan aliran api yang asing mengalir sepanjang daratan di belakangnya. [KITAB KELUARAN: Dan YAHWEH mengirimkan guntur dan hujan [batu] dan api yang mengalir di sepanjang daratan, dan YAHWEH menurunkan hujan [batu] ke atas tanah Mesir.]

Note: Alkitab Terjemahan Indonesia menggunakan kata “hujan es”. Terjemahan asli sebenarnya adalah hujan [batu] (Ibrani: barad).

Ikan-ikan di sungai mati di dalam air tercemar; cacing-cacing, serangga-serangga dan reptil-reptil bermunculan dari Bumi dalam jumlah besar. [ARTAPANUS ALEXANDRIA: Musa dengan tongkatnya mendatangkan katak-katak, dan selain itu kawanan belalang dan kutu. KITAB KELUARAN: Semua debu di negeri itu menjadi kutu di seluruh tanah Mesir. / Dan katak-katak bermunculan, dan menutupi tanah Mesir. / Datanglah kerumunan lalat-lalat ke dalam rumah Firaun, dan ke dalam rumah-rumah hamba-hambanya, dan ke seluruh tanah Mesir: negeri itu dirusakkan karena kerumunan lalat-lalat itu.] Hembusan besar angin membawa kerumunan belalang-belalang yang menutupi langit.

[KITAB KELUARAN: Maka YAHWEH membawa angin timur ke atas negeri itu sepanjang siang dan sepanjang malam itu hingga pagi, dan angin timur itu membawa belalang. Dan belalang itu bermunculan menyelimuti seluruh tanah Mesir, dan hinggap di seluruh wilayah Mesir, luar biasa banyaknya. … Dan dia menyelimuti seluruh permukaan tanah, sehingga negeri itu menjadi gelap. Dan dia melahap seluruh tumbuhan di bumi, dan segala buah pepohonan yang disisakan hujan batu. Dan segala yang hijau tidak lagi disisakan pada pepohonan dan pada tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.] Sementara Sang Penghancur melintasi Angkasa, ia menghembuskan angin besar bara abu berapi ke seluruh permukaan daratan. [PAPYRUS IPUWER: Bahkan tidak ada yang pakaiannya putih pada waktu-waktu ini.] Kesuraman malam yang panjang membentangkan jubah kegelapan hitam yang memadamkan setiap sinar cahaya. Tidak ada yang tahu kapan itu siang dan kapan itu malam, karena matahari tidak menimbulkan bayangan. [KITAB KELUARAN: Ada kegelapan pekat di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. Mereka tidak bisa melihat satu dengan yang lainnya.]

Kegelapan ini bukanlah kegelapan malam yang cerah, tetapi kegelapan pekat dimana nafas manusia terhenti di kerongkongan mereka. Manusia terengah-engah di dalam awan asap panas yang menyelimuti seluruh negeri dan memadamkan semua pelita-pelita dan api. [STELA PRAHARA AHMOSE: Tidak ada obor yang dapat dinyalakan di Dua Negeri.] Manusia menjadi mati rasa dan berbaring mengerang di tempat-tempat tidur mereka. [KITAB KELUARAN: Tidak ada seorang pun dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari.] Tidak ada yang berbicara kepada yang lainnya atau memakan makanan, karena mereka diliputi keputusasaan. Kapal-kapal terhisap dari tambatannya dan hancur di dalam pusaran air raksasa. Itu adalah waktu kehancuran.

Bumi berjungkir balik, seperti tanah liat berputar di atas roda tukang periuk. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, daratan berjungkir balik seperti roda tukang periuk.] Seluruh daratan dipenuhi hingar-bingar dari gelegar Sang Penghancur di atas dan teriakan orang-orang. [STELA PRAHARA AHMOSE: … Dan langit dipenuhi topan tanpa [henti-henti, lebih bising daripada] teriakan-teriakan [literal ‘suara-suara’] kerumunan orang banyak.] Ada suara erangan dan ratapan di setiap tempat. Bumi memuntahkan orang-orang matinya, mayat-mayat dilemparkan keluar dari tempat-tempat peristirahatannya dan mereka yang dibalsem dipertontonkan di hadapan mata semua orang. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, mereka yang ada di tempat pembalseman tergeletak di tempat tinggi.] Perempuan hamil keguguran dan benih laki-laki berhenti.

Para perajin meninggalkan pekerjaannya tidak selesai, tukang periuk meninggalkan rodanya dan pemahat alat-alatnya, dan mereka pergi untuk berdiam di rawa-rawa. Seluruh pekerjaan diabaikan dan budak-budak membujuk para perajin untuk pergi. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, tidak ada perajin yang bekerja, karena musuh-musuh negeri telah memelaratkan para perajinnya.]

Hak-hak Firaun tidak dapat dikumpulkan, karena tidak ada baik gandum maupun jelai, angsa maupun ikan. Hak-hak Firaun tidak dapat dijalankan, karena ladang-ladang gandum dan padang-padang hancur. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, Elephantine dan Thinis […] dari Mesir Atas, (tetapi) tanpa membayar pajak karena pertikaian sipil. Kekurangan gandum, arang buah ‘irtyw’, kayu ‘m’w’, dan semak belukar. Untuk tujuan apa gudang penyimpanan tanpa pemasukannya? / Gudang-gudang raja menjadi milik umum bagi semua orang, dan seluruh istana tidak ada pemasukannya.] Keturunan bangsawan dan rendahan berdoa bersama-sama supaya kehidupan dapat berakhir dan keributan dan gelegar berhenti memekakkan telinga mereka. [PAPYRUS IPUWER: Tidak ada henti untuk kebisingan. Sungguh, besar dan kecil [berkata]: ‘Aku berharap aku mati.’] Kengerian adalah kawan manusia saat siang dan horor adalah kawan mereka saat malam. Manusia kehilangan perasaan mereka dan menjadi gila, mereka  dikacaukan oleh kengerian. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, kengerian membunuh. STELA PRAHARA AHMOSE: …penampakan kengerian yang menyebabkan malam.]

Pada malam besar murka Sang Penghancur, saat kengeriannya ada pada puncaknya, terjadi hujan batu-batu dan Bumi berguncang-guncang sementara kesakitan mengoyakkan isi perutnya. Pintu-pintu gerbang, pilar-pilar dan tembok-tembok dimakan api dan patung-patung dewa-dewa roboh dan hancur. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, pintu-pintu gerbang, pilar-pilar dan tembok-tembok terbakar. STELA PRAHARA AHMOSE: Lalu Yang Mulia diberitahu bahwa daerah pemakaman telah dimasuki: ruang-ruang makam runtuh, gedung-gedung pemakaman tergerus, dan piramid-piramid runtuh. ARTAPANUS ALEXANDRIA: Musa menyebabkan hujan batu dan gempa bumi pada waktu malam, sehinga mereka yang melarikan diri dari gempa bumi terbunuh oleh hujan batu, dan mereka yang mencari perlindungan dari hujan batu dihancurkan oleh gempa bumi. Dan pada waktu itu semua rumah-rumah runtuh, dan sebagian besar kuil-kuil.]

7-700
Badai hujan batu dan api: Tulah ke-7 Mesir, John Martin, 1823

Orang-orang berlarian keluar dari tempat kediaman mereka dalam ketakutan dan terbunuh oleh hujan batu. Mereka yang mencari perlindungan dari hujan batu tertelan ketika Bumi terbelah.

Kediaman-kediaman manusia runtuh ke atas mereka yang ada di dalam dan terjadi kepanikan di setiap tangan, tetapi budak-budak yang tinggal di gubuk-gubuk di tanah alang-alang, di tempat sumur-sumur, dihindarkan. Daratan terbakar seperti serbuk api, seorang laki-laki memandang dari atas atapnya dan Angkasa melontarkan murka ke atasnya dan dia mati.

Daratan menggeliat-geliat di bawah murka Sang Penghancur dan mengerang dengan kesakitan Mesir. Itu berguncang sendiri dan kuil-kuil dan istana-istana para bangsawan diruntuhkan dari fondasi-fondasinya. Anak-anak keturunan bangsawan binasa di tengah-tengah reruntuhan dan seluruh kekuatan negeri telah terpukul. Bahkan yang besar, anak sulung Firaun, mati bersama-sama keturunan bangsawan di tengah-tengah kengerian dan batu-batu yang berjatuhan. [KITAB KELUARAN: Pada tengah malam YAHWEH memukul seluruh anak sulung di tanah Mesir, mulai anak sulung Firaun yang duduk di atas takhtanya hingga anak sulung tawanan yang ada di dalam rumah tahanan.] Anak-anak para pangeran terlempar ke jalan-jalan dan mereka yang tidak terlempar keluar, mati di dalam tempat-tempat kediaman mereka. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, anak-anak pangeran dihempaskan ke tembok-tembok, dan anak-anak leher [catatan: bayi-bayi Mesir dibawa dengan kain penggendong yang dikenakan di sekeliling leher] terbujur di atas tanah tinggi.]

8-tenth-plague-700
Tulah ke-10 Mesir – J.M.W. Turner, 1775-1851

Ada sembilan hari kegelapan dan pergolakan, sementara badai mengamuk seperti yang belum pernah dikenal sebelumnya. [STELA EL ARISH: [istana] ada di dalam [kesusahan] besar … tidak ada jalan keluar dari istana selama waktu sembilan hari. Sekarang [sembilan] hari-hari ini ada dalam keganasan dan angin ribut: tidak ada baik dewa maupun manusia dapat melihat wajah temannya. STELA PRAHARA AHMOSE: Dewa-dewa [menyebabkan] langit datang di dalam [hujan] angin ribut, dengan kegelapan di dalam kondisi Barat, dan langit ada dalam angin badai tanpa [henti-henti] … lebih kuat [daripada…], [sementara hujan menderu] di atas pegunungan lebih keras daripada suara sumber-sumber bawah tanah Nil yang ada di Elephantine.] Sesudah itu berlalu, saudara menguburkan saudaranya di seluruh negeri. [PAPYRUS IPUWER: Dia yang menaruh saudaranya di tanah ada di mana-mana.] Manusia bangkit melawan mereka yang berkuasa dan melarikan diri dari kota-kota untuk tinggal di kemah-kemah di tempat-tempat terpencil.

Mesir kekurangan orang-orang besar untuk menghadapi waktu-waktu itu. Orang-orang menjadi lemah karena ketakutan dan menganugerahkan emas, perak, permata lazurit, batu pirus dan tembaga kepada budak-budak, [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, emas dan permata lazurit, akik dan batu kecubung, batu ‘Ibhet’ dan […] menggantung di leher-leher hamba-hamba perempuan. KITAB KELUARAN: Dan YAHWEH berfirman kepada Musa … hendaklah setiap laki-laki meminjam dari tetangganya, dan setiap perempuan dari tetangganya, perhiasan-perhiasan perak, dan perhiasan-perhiasan emas. Dan YAHWEH memberikan orang-orang itu kemurahan hati di mata orang Mesir.ARTAPANUS ALEXANDRIA: Mereka, setelah meminjam dari orang Mesir banyak piala-piala minuman, dan tidak sedikit pakaian, dan sangat banyak harta kekayaan lainnya…] dan kepada imam-imamnya, mereka memberikan piala-piala, jembangan dan perhiasan-perhiasan. Firaun sendirian tetap tenang dan kuat di tengah-tengah kekacauan. Orang-orang berpaling kepada kejahatan di dalam kelemahan dan keputusasaan mereka. Pelacur-pelacur berjalan-jalan di tengah-tengah jalanan tanpa malu. Perempuan mempertontonkan tubuh mereka dan memamerkan daya tarik kewanitaan mereka. Perempuan keturunan bangsawan mengenakan kain karung [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, kaum perempuan bangsawan kelaparan. / Perempuan bangsawan menderita seperti hamba-hamba perempuan. / Wanita-wanita pembesar, dulunya pemilik kekayaan, sekarang menyerahkan anak-anak mereka untuk tempat tidur. STELA PRAHARA AHMOSE: Kerumunan di Timur dan Barat menyembunyikan wajah-wajah mereka, tidak ada pakaian pada mereka sesudah penampakan kengerian keperkasaan dewa.] dan orang-orang bijak dicemooh.

Budak-budak yang terhindar dari Sang Penghancur meninggalkan negeri terkutuk itu dengan segera. Rombongan mereka bergerak di kesuraman fajar gelap, di bawah jubah pusaran abu halus kelabu, meninggalkan ladang-ladang yang terbakar dan puing-puing kota-kota di belakang mereka. Banyak orang Mesir menggabungkan diri mereka kepada rombongan besar itu, [KITAB KELUARAN: Dan banyak orang berbaur juga pergi bersama mereka [anak-anak Israel]; dan kawanan domba, dan lembu sapi, dan sangat banyak ternak.] karena seorang yang besar memimpin mereka di depan, seorang pangeran imam dari lingkungan istana dalam. [KITAB KELUARAN 2:10 Dan anak itu bertumbuh, dan dia membawanya kepada putri Firaun, dan dia menjadi puteranya. Dan dia menyebut namanya Musa.]

Api menjulang sampai ke atas dan nyalanya tinggal bersama musuh-musuh Mesir. Itu muncul dari daratan seperti suatu mata air dan tergantung seperti tirai di langit. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, api naik sampai ke ketinggian, dan nyalanya membakar musuh-musuh negeri. KITAB KELUARAN: Dan YAHWEH berjalan di depan mereka pada siang hari di dalam tiang awan, untuk memimpin mereka di jalan; dan pada malam di dalam tiang api, untuk memberikan mereka cahaya; untuk berjalan siang dan malam.]

Dalam tujuh hari, oleh Remwar mereka yang terkutuk berjalan menuju ke lautan. Mereka melintasi padang belantara yang berguncang-guncang sementara bukit-bukit meleleh di sekeliling mereka; di atas, langit terkoyak-koyak oleh halilintar. Mereka dipercepat oleh kengerian, namun kaki mereka terjerat di daratan dan padang belantara mengurung mereka di dalamnya. Mereka tidak tahu jalannya, karena tidak ada tanda yang tetap di hadapan mereka.

Mereka berbelok sebelum Noshari dan berhenti di Shokoth, tempat penggalian. [KITAB KELUARAN: Dan mereka melakukan perjalanan mereka dari Sukkoth.] Mereka melewati perairan Mara dan tiba di lembah Pikaroth, sebelah utara Mara. [KITAB KELUARAN: Namun orang Mesir mengejar mereka, seluruh kuda-kuda dan kereta-kereta Firaun, dan pasukan berkudanya, dan tentaranya, dan menyusul mereka sedang berkemah di tepi laut, di sebelah Pi-hahiroth.] Mereka tiba di hadapan laut yang menghalangi jalan mereka dan hati mereka ada dalam keputusasaan. Malam itu adalah suatu malam ketakutan dan kegentaran, karena ada erangan tinggi di atas dan angin-angin hitam dari bawah tanah dilepaskan, dan api bermunculan dari tanah. Hati budak-budak menciut di dalam diri mereka, karena mereka tahu murka Firaun mengikuti mereka dan bahwa tidak ada jalan meloloskan diri. Mereka melontarkan umpatan kepada dia yang memimpin mereka, ritual-ritual asing dijalankan di sepanjang pantai malam itu. Budak-budak bertengkar di antara mereka sendiri dan terjadi kekerasan.

Firaun telah mengumpulkan tentaranya dan mengikuti budak-budak. [ARTAPANUS ALEXANDRIA: Orang-orang Heliopolis berkata, bahwa raja bergegas mengejar mereka dengan pasukan yang besar.] Sesudah dia berangkat, ada kerusuhan dan huru-hara di belakangnya, karena kota-kota dijarah. Hukum-hukum dicampakkan keluar dari gedung-gedung pengadilan dan diinjak-injak di jalan-jalan. [PAPYRUS IPUWER: Sungguh, hukum-hukum dari ruang dewan dilempar keluar; sungguh, orang-orang berjalan di atasnya di tempat-tempat umum, dan orang-orang miskin menghancurkannya di jalan-jalan.] Gudang-gudang penyimpanan dan lumbung-lumbung menyembur keluar dan dirampok. [PAPYRUS IPUWER: Lihatlah, dia yang tidak punya gandum sekarang adalah pemilik lumbung-lumbung. / Hasil panen Mesir menjadi milik umum.] Jalan-jalan dibanjiri dan tidak ada yang dapat melintasi mereka. Orang-orang terbaring mati di setiap sisi. Istana terbelah [PAPYRUS IPUWER: Tempat-tempat kediaman dirobohkan dalam sekejap.] dan para pengeran dan para perwira melarikan diri, sehingga tidak ada yang tersisa yang memiliki otoritas untuk memerintah. Daftar-daftar nomor dihancurkan, tempat-tempat umum dirobohkan dan rumah-rumah menjadi membingungkan dan tidak dikenal.

Firaun terus maju di dalam kesedihan, karena di belakangnya semuanya kehancuran dan kematian. Di hadapannya ada hal-hal yang dia tidak dapat mengerti dan dia ketakutan, tetapi dia menunjukkan dirinya sendiri baik-baik dan berdiri di hadapan pasukannya dengan keberanian. Dia berusaha membawa kembali budak-budak, karena orang-orang berkata sihir mereka lebih besar dibandingkan sihir Mesir.

Pasukan Firaun mendatangi budak-budak di tepi pantai air asin, namun dipukul mundur dari mereka oleh hembusan nafas api. Suatu awan besar terbentang di atas pasukan dan menggelapkan langit. Tidak ada yang dapat melihat, kecuali terhadap pijaran berapi dan halilintar-halilintar yang tidak henti-hentinya yang mengoyakkan awan penudung di atas. [KITAB KELUARAN: Dan tiang awan itu beranjak dari depan wajah mereka, dan berdiri di belakang mereka. Dan itu sampai di antara pasukan orang Mesir dan pasukan Israel; dan itu adalah suatu awan dan kegelapan bagi mereka, tetapi itu memberikan cahaya di waktu malam bagi mereka: sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lainnya sepanjang malam.]

Pusaran angin muncul di Timur dan menyapu ke atas perkemahan pasukan. Angin badai mengamuk sepanjang malam dan di dalam temaram kemerahan fajar ada pergerakan di Bumi, lautan menyusut dari tepi pantai dan tergulung mundur sendiri. Ada suatu kesunyian yang asing dan kemudian, di dalam kesuraman, tampak terlihat bahwa lautan telah terbelah, meninggalkan suatu lintasan di antaranya. [KITAB KELUARAN: YAHWEH membuat lautan mundur oleh angin Timur yang kuat sepanjang malam itu, dan membuat lautan menjadi tanah kering, dan air itu terbelah. KITAB MAZMUR 18: Lalu, tampaklah dasar-dasar lautan, dasar-dasar bumi tersingkap, karena hardikan-Mu, karena hembusan napas hidung-Mu, ya YAHWEH.] Daratan muncul, tetapi itu terguncang-guncang dan bergetar, jalannya tidak lurus ataupun rata. Lautan sekitar seperti jika diputar di dalam sebuah mangkuk, tanah rawa-rawa saja yang tetap tidak terganggu. Dari tanduk Sang Penghancur keluar suara lengkingan dahsyat yang memecahkan telinga manusia.

9-parting-water-700
Lautan terbelah

Budak-budak melakukan pengurbanan dalam keputusasaan, ratapan mereka keras. Sekarang, di hadapan pemandangan ganjil, terjadi keragu-raguan dan kesangsian; untuk sebentar bernafas mereka berdiri tak bergerak dan diam. Lalu semuanya kebingunan dan berteriak, sebagian terus maju ke dalam air berlawanan dengan semua yang hendak melarikan diri kembali dari daratan yang tidak stabil. Kemudian, dalam keagungan, pemimpin mereka memimpin mereka ke tengah-tengah air melalui kekacauan. [KITAB KELUARAN: Bani Israel berjalan ke tengah-tengah lautan di atas tanah kering. ARTAPANUS ALEXANDRIA: Alirannya terbelah, dan pasukan itu melintasinya melalui jalur yang kering.] Namun banyak yang berusaha berbalik kembali kepada pasukan yang di belakang mereka, sementara lainnya berlarian di sepanjang pantai yang kosong.

Semuanya menjadi sunyi di atas lautan dan di atas pantai, tetapi di belakang, Bumi berguncang dan batu-batu besar terbelah dengan suara dahsyat. Murka Angkasa beralih ke kejauhan dan berdiri di atas kedua pasukan.

Namun tetap, pasukan Firaun mempertahankan barisannya, teguh dalam memutuskan di hadapan kejadian-kejadian ganjil dan mengerikan, dan tidak digentarkan oleh kemurkaan yang mengamuk di sisi mereka. Wajah-wajah tegang menyala gelap oleh tirai berapi.

Kemudian kegeraman itu pergi dan terjadilah kesunyian, ketenangan terhampar di atas daratan sementara pasukan Firaun berdiri tanpa bergerak di dalam pijar kemerahan. Lalu, dengan sebuah teriakan, para panglima bergerak maju dan pasukan bangkit di belakang mereka. Tirai api telah tergulung ke dalam kepulan awan gelap yang membentang sebagai suatu penudung. Ada guncangan air laut, tetapi mereka mengikuti para pelaku kejahatan di tempat yang tadinya pusaran besar. [KITAB KELUARAN: Dan orang-orang Mesir mengejar, dan menyusul mereka masuk ke tengah-tengah laut, yaitu seluruh kuda-kuda Firaun, kereta-keretanya, dan pasukan berkudanya.] Lintasan itu bergolak di tengah-tengah lautan dan daratan di bawahnya tidak stabil. Di sini, di tengah-tengah keributan lautan, Firaun bertempur melawan barisan paling belakang budak-budak dan mengalahkan mereka, [STELA EL ARISH: Sekarang ketika Yang Mulia Ra Harmachis [bertempur] dengan para pelaku kejahatan di kolam ini, Tempat Pusaran Air, para pelaku kejahatan tidak dapat mengalahkan Yang Mulia. Yang Mulia melompat ke dalam apa yang dinamakan Tempat Pusaran Air(?). Kaki-kakinya menjadi seperti seekor buaya, kepalanya seperti seekor rajawali, dengan sepasang tanduk kerbau di atasnya: dia memukul para pelaku kejahatan di Tempat Pusaran Air.] dan terjadilah pembantaian besar di tengah-tengah pasir, rawa-rawa dan lautan. Budak-budak berteriak-teriak dalam keputusasaan, tetapi teriakan-teriakan mereka diabaikan. Harta benda mereka terserak di belakangnya sementara mereka melarikan diri, sehingga jalannya lebih mudah bagi mereka daripada bagi yang mengikutinya.

Lalu ketenangan dipecahkan oleh suatu raungan dahsyat dan melalui gulungan-gulungan tiang-tiang awan, murka Sang Penghancur turun ke atas pasukan. Angkasa menggelegar seperti oleh ribuan halilintar, isi perut Bumi terbelah dan Bumi memekik dalam kesakitan. Tebing-tebing terkoyak dan dicampakkan ke bawah. Daratan kering runtuh ke dalam lautan dan ombak-ombak besar memecah ke atas tepian pantai, menyapu batu-batu dari arah lautan.

Hempasan batu-batu dan air lautan menenggelamkan kereta-kereta orang Mesir yang pergi di depan pasukan berjalan kaki. Kereta Firaun terlempar ke udara seperti oleh suatu tangan kuat dan dihancurkan di tengah-tengah gulungan air. [KITAB KELUARAN: Dan air lautan berbalik, dan menenggelamkan kereta-kereta, dan pasukan berkuda, dan seluruh pasukan Firaun yang masuk ke dalam lautan mengejar mereka; tidak ada yang tersisa seorang pun dari mereka. ARTAPANUS ALEXANDRIA: Ketika orang Mesir masuk ke dalamnya bersama-sama dan mengejar mereka, suatu api, seperti dikatakan, bersinar atas mereka dari depan, dan lautan menenggelamkan jalur lintasan itu kembali, dan orang-orang Mesir semuanya hancur oleh api dan air bah.]

10-700
Air lautan menenggelamkan pasukan Firaun

Kabar bencana ini dibawa kembali oleh Rageb, putra Thomat, yang bergegas mendahului orang-orang yang selamat dalam kengerian karena luka bakarnya. Dia membawa laporan-laporan kepada orang-orang bahwa pasukan telah dihancurkan oleh hempasan dan air bah. Panglima-panglima telah hilang, orang-orang kuat telah gugur dan tidak ada yang tersisa untuk memerintah. Karena itu, orang-orang memberontak karena malapetaka yang telah menimpa mereka. Para pengecut menyelinap dari sarang-sarang mereka dan tampil dengan berani untuk menempati kedudukan-kedudukan tinggi dari yang mati. [PAPYRUS IPUWER: Para pengecut mengambil harta kekayaan orang-orang gagah berani.] Kaum perempuan bangsawan yang cantik, para penjaga mereka telah pergi, menjadi mangsa mereka. [PAPYRUS IPUWER: Perempuan bangsawan menderita seperti hamba-hamba perempuan.] Dari budak-budak, sejumlah besar telah binasa di hadapan pasukan Firaun.

Negeri yang hancur terhampar tak berdaya dan para penyerbu muncul dari kesuraman seperti bangkai. Orang-orang asing datang melawan Mesir dan tidak ada yang berdiri untuk bertempur, karena kekuatan dan keberanian telah lenyap.

Para penyerbu, dipimpin oleh Alkenan, keluar dari Negeri Dewa-dewa, [PAPYRUS IPUWER: Orang-orang barbar dari mana-mana telah datang ke Mesir.] karena murka Angkasa yang telah menjadikan negeri mereka reruntuhan. Di sana juga, telah terjadi tulah reptil-reptil dan semut-semut, tanda-tanda dan pertanda-pertanda dan suatu gempa bumi. Di sana juga, telah terjadi keributan dan malapetaka, kekacauan dan kelaparan, oleh nafas kelabu Sang Penghancur yang menyapu sekeliling dan menghentikan nafas manusia.

Anturah mengumpulkan bersama-sama sisa-sisa pasukan tempurnya dan prajurit-prajurit perang yang tertinggal di Mesir, dan berangkat untuk menghadapi Anak-anak Kegelapan yang datang dari pegunungan timur di jalan melewati padang belantara dan melewati jalan ke Yethnobis. Mereka mendatangi negeri yang terpukul dari belakang awan kelabu, sebelum terangkatnya kegelapan dan sebelum datangnya angin pemurni.

Rageb pergi bersama Firaun [Note: Apakah Anturah ini Firaun yang baru? Kereta perang Firaun sudah hancur di El Arish/Tempat Pusaran Air, jadi ada kemungkinan Firaun telah mati. Namun menurut sumber-sumber Midrash dan Kitab Yashar, catatan Ibrani awal, Firaun diijinkan masih hidup oleh YAHWEH, dari antara pasukannya yang binasa di tengah-tengah lautan.] dan berhadapan dengan para penyerbu di Herosher, tetapi hati orang-orang Mesir telah menjadi lemah di dalam diri mereka. Semangat mereka tidak lagi kuat dan mereka jatuh sebelum pertempuran dikalahkan. Ditinggalkan oleh dewa-dewa di atas dan di bawah, tempat kediaman mereka hancur, seisi rumah mereka tercerai-berai, mereka seperti manusia yang setengah mati. Hati mereka masih dipenuhi kengerian dan oleh ingatan tentang murka yang telah menghajar mereka dari Angkasa. Mereka masih dipenuhi ingatan tentang pemandangan mengerikan dari Sang Penghancur dan mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Firaun tidak kembali ke kotanya. Dia kehilangan milik pusakanya dan dikuasai oleh setan selama berhari-hari. Kaum perempuannya dicemari dan ladang-ladangnya dijarah. Anak-anak Kegelapan mencemarkan kuil-kuil dengan domba-domba jantan dan memperkosa kaum perempuan yang tergila-gila dan tidak melawan. Mereka memperbudak semua yang tersisa, orang tua, para pemuda, dan anak-anak lelaki. Mereka menindas orang-orang dan kesukaan mereka adalah memutilasi dan menyiksa.

Firaun meninggalkan harapannya dan melarikan diri ke padang belantara di luar provinsi danau, yaitu di Barat mengarah ke Selatan. Dia hidup dalam kehidupan yang baik di antara pengembara padang pasir dan menulis buku-buku.

Masa-masa yang baik datang kembali, meskipun di bawah para penyerbu, dan kapal-kapal berlayar ke hulu. Udara dimurnikan, nafas Sang Penghancur telah berlalu dan negeri dipenuhi kembali dengan tumbuh-tumbuhan. Kehidupan diperbaharui di seluruh penjuru negeri.

Kair mengajarkan hal-hal ini kepada Anak-anak Terang di dalam hari-hari kegelapan, sesudah pembangunan Rambudeth, sebelum kematian Firaun Anked.

Ini ditulis di negeri ini dan di dalam bahasa kami oleh Leweddar yang, dirinya sendiri, memilih untuk menyimpannya. Itu tidak diperlihatkan sampai hari-hari yang terakhir.

Selesai

Membandingkan Kitab Keluaran dan Kitab Kolbrin secara bersisian, apa yang muncul secara kontras adalah sudut pandang yang berbeda. Kitab Keluaran menggambarkan kemenangan Israel secara hitam dan putih sebagai suatu bangsa yang dipimpin oleh Musa dan Elohim. Kolbrin, secara mengejutkan, mengakui suatu bencana nasional yang dahsyat dan menggambarkan Mesir secara menyeluruh. Firaun digambarkan tuli terhadap kondisi menyedihkan para budak; negeri itu, dikatakan, kekurangan orang-orang besar untuk menghadapi kehancuran; orang-orang Mesir menjadi lemah karena kengerian terhadap Sang Penghancur; dan Firaun tetap tenang dan kuat, bertempur melawan barisan belakang budak-budak dengan pasukannya dan melakukan pembantaian besar, pasukan kereta-kereta perang Mesir hancur di dalam hembusan nafas Sang Penghancur dan air bah yang mengikutinya.

Begitu juga tidak akan terlewat oleh para pembaca berapa banyak kemiripan yang ada antara Kolbrin dengan Papyrus Ipuwer, yang menunjukkan adanya sumber-sumber yang sama untuk keduanya. Kolbrin memiliki pengamatan-pengamatan detail yang tidak disebutkan sumber-sumber lainnya: banyak budak-budak Israel berusaha kembali kepada pasukan Mesir di belakang mereka, sementara yang lain-lainnya melarikan diri di sepanjang tepian pantai yang kosong [bandingkan Kitab Yashar]; banyak budak-budak yang binasa di tangan pasukan kereta perang orang Mesir; Firaun berperang melawan para penyerbu/Anak-anak Kegelapan [bangsa Hyksos?] tetapi gagal; dia kemudian mengalami kehancuran mental, kehilangan milik pusakanya dan melarikan diri ke barat daya, dimana dia hidup dalam kehidupan yang baik di antara para pengembara padang pasir dan menulis buku-buku [atau papyrus].

Mengenai nama-nama, sejarawan Alan Wilson dan Baram Blackett melakukan penelitian dan dalam buku mereka Moses in the Hieroglyphs (Atlantic Technical Services/Trafford 2009), mereka mengidentifikasi Thom/Thomat sebagai Firaun Sebek-ka-re / Raja Tazzigurruwash / H.K. Firaun Thoum-Timaeus, ayah dari Pangeran Geb. Mengenai penanggalan, ahli palaeoekologi dan dendrokronologi Mike Baillie, dalam bukunya Exodus to Arthur: Catastrophic Encounters with Comets (B.T. Batsford, 1999) – Dari Eksodus hingga Raja Arthur: Perjumpaan Malapetaka dengan Komet, memberikan penanggalan Eksodus pada 1628 SM.

Tetapi mengenai persoalan nama-nama dan penanggalan, semuanya ini menjadi tidak berarti karena munculnya hal lain di dalam Kolbrin: fakta bahwa Bumi mengalami fenomena kunjungan benda Angkasa yang disebut Sang Penghancur (The Destroyer). Dan, secara mengagumkan, fenomena itu juga disebutkan di dalam Kitab Keluaran 12:23, mengenai suatu ‘penguasa’ yang berbeda dari – meskipun dikendalikan oleh – Elohim:

21. Dan Musa menyatakan kepada semua tua-tua Israel, dan berkata kepada mereka, “Pilihlah dan ambillah bagimu kawanan domba menurut kaum-kaummu, dan sembelihlah Paskah itu.

22. Dan kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya ke dalam darah yang ada dalam pasu. Dan dari darah yang di dalam pasu itu kamu harus melaburkannya pada ambang pintu dan pada kedua tiangnya. Dan kamu, janganlah seorang pun keluar dari pintu rumahnya sampai pagi.

23. Dan YAHWEH akan melintas untuk memukul orang-orang Mesir. Dan Dia akan melihat darah pada ambang dan pada kedua tiang pintu itu. Dan YAHWEH akan lewat di atas pintu itu, dan Dia tidak akan mengizinkan si Pembinasa (Ibrani: shachath; Penghancur) masuk ke dalam rumahmu untuk memukulmu.

24. Dan kamu harus memelihara hal ini sebagai ketetapan bagimu dan bagi anak-anakmu sampai selamanya.

Ada beberapa referensi tentang Sang Penghancur. Menurut sarjana Romawi Servius, informasi mengenai Sang Penghancur yang berhubungan dengan Eksodus bangsa Israel dapat ditemukan dalam tulisan karya astrolog Mesir bernama Petosiris, meskipun karya-karyanya sudah tidak ada lagi. Petosiris juga disebutkan, bersama dengan karya astrolog Romawi Campester, oleh Maurus Servius Honoratus, seorang penulis Romawi abad ke-4 – 5 M yang menulis tentang komet penghancur bernama Typhon. Typhon yang bergerak lambat nampaknya adalah Sang Penghancur. Sejarawan Pliny Tua, dalam karyanya Naturalis Historia, mengatakan:

Sebuah komet yang mengerikan telah disaksikan oleh orang-orang Ethiopia dan Mesir, yang kepadanya Typhon, raja pada masa itu, memberikan namanya; itu memiliki penampakan yang berapi dan bergulung-gulung seperti gulungan… itu tidak benar-benar seperti bintang sama sekali sehingga begitu mungkin disebut sebuah bola berapi.

Gambaran lengkap mengenai Sang Penghancur, lihat Lampiran Bab 3, Bab 4 dan Bab 5 dari Gulungan Besar dari Kitab Manuscripts yang mendahului Bab 6 ‘Hari-hari Kegelapan‘.

Seberapa luasnya kehancuran yang ditimbulkan oleh Sang Penghancur? Baik Kolbrin maupun sejarawan Pliny Tua berkata bahwa fenomena ‘seperti komet‘ terlihat di Mesir dan wilayah sekitarnya. Mike Baillie telah menggunakan palaeoekologi dan dendrokronologi disamping penyelidikannya terhadap catatan komet kuno dari seluruh dunia; dia menunjukkan bahwa pada waktu itu peristiwa-peristiwa kehancuran juga dialami sampai di China. Sangat perlu dicatat bahwa gambaran tradisional tentang Naga Angkasa China sangat mirip dengan gambaran detail tentang Sang Penghancur pada bab-bab awal Kolbrin yang mendahului ‘Hari-hari Kegelapan‘. Disamping gambaran-gambaran Naga Angkasa China ini, disertakan juga satu gambar dari Gulungan Alkemi Ripley di Perpustakaan Bodleian, yang dinamai sesuai nama Sir George Ripley (sekitar 1415-90). Seperti Naga Angkasa China, gambaran dari Gulungan Alkemi Ripley menggambarkan Sang Penghancur, yang disebutkan oleh Kolbrin. Perhatikan objek bola berapi, yang dikenal sebagai ‘mutiara berapi‘, yang selalu menyertai sang Naga, dan tiga ‘mutiara’ di dalam Gulungan Ripley; Sang Penghancur selalu digambarkan disertai “makhluk-makhluk penghancur” yang lebih kecil. Perhatikan juga bentuk bulan sabit di dalam dua gambar ini – ini mungkin “tanduk” yang disebutkan di dalam teks Kolbrin, Dari tanduk Sang Penghancur keluar suara lengkingan dahsyat yang memecahkan telinga manusia.” Dari kesemuanya ini, tampak bahwa Sang Penghancur ini bukan fenomena lokal, tetapi global.

11-dragon-700
Naga Angkasa China
12-chinese-dragon-600
Naga Angkasa China
13-alkemi-dragon-600
Gulungan Ripley

Dengan penemuan batu-batu apung baru-baru ini di Delta Sungai Nil, para sarjana sekarang sampai pada pemikiran bahwa peristiwa-peristiwa kehancuran pada waktu Eksodus disebabkan oleh mega-erupsi vulkanik di pulau Thera/Santorini, Aegea. Tetapi Kolbrin mengatakan lebih dari sekedar itu: ia menyatakan bahwa selama kunjungan periodiknya ke Bumi, Sang Penghancur begitu dahsyat sehingga ia sebenarnya menyebabkan gunung-gunung berapi meletus, demikian juga memicu gempa-gempa bumi, gelombang tsunami dan air bah; Bab 3, 4 dan 5 dari Kitab Manuscripts merujuk kembali kepada catatan-catatan kuno, mengatakan bahwa Sang Penghancur kembali pada interval yang teratur dan meramalkan kedatangan kembali Sang Penghancur ke Bumi.

Bab “Hari-hari Kegelapan” ditutup dengan kalimat: “Ini ditulis di negeri ini dan di dalam bahasa kami oleh Leweddar yang, dirinya sendiri, memilih untuk menyimpannya. Itu tidak diperlihatan sampai hari-hari yang terakhir.” Tidak ada tanggal, tidak ada nama tempat – hanya kata-kata itu. Kita mendapatkan informasi di dalam pembukaan Kitab Kolbrin 1994 dan di dalam Kolbrin – bagian Kitab Putra-putra Api bahwa teks ini dibawa ke Inggris dari Mesir melalui Tirus dan Sidon dan selanjutnya disimpan di Biara Glastonbury Abbey. Tersembunyi begitu lama, hingga sampai pada akhirnya sekarang dipublikasikan secara umum.

“Itu tidak diperlihatkan sampai hari-hari yang terakhir.”

Kitab Kolbrin meramalkan kedatangan kembali Sang Penghancur… Sang Penghancur (The Destroyer), adalah nama lain dari Nibiru / Planet X

Lampiran:

Kitab Manuscripts

BAB 3 – Sang Penghancur – Bagian 1

Dari Gulungan Kitab Besar

Manusia melupakan hari-hari Sang Penghancur. Hanya yang bijak tahu ke mana itu pergi dan bahwa ia akan kembali pada saat yang ditetapkan baginya.

Itu mengamuk melintasi Angkasa pada hari-hari murka, dan seperti inilah keserupaannya: Itu seperti gumpalan awan asap terbungkus di dalam pijar kemerahan, tidak dapat dibedakan sendi atau anggota tubuhnya. Mulutnya seperti sebuah jurang yang dari padanya keluar api, asap dan abu bara api panas.

Ketika zaman-zaman berlalu, suatu hukum-hukum tertentu berlaku di antara bintang-bintang di Angkasa. Jalur-jalur mereka berubah, ada pergerakan dan kekacauan, mereka tidak lagi tetap dan suatu cahaya besar muncul kemerahan di langit.

Ketika darah menetes ke atas Bumi, Sang Penghancur akan muncul dan gunung-gunung akan terbelah dan menyemburkan api dan abu. Pohon-pohon akan dihancurkan dan semua makhluk yang hidup akan ditelan. Perairan akan ditelan oleh daratan dan lautan akan mendidih. Angkasa akan terbakar terang dan kemerahan, akan ada corak warna tembaga di atas permukaan daratan, diikuti oleh hari kegelapan. Sebuah Bulan baru akan muncul dan pecah dan jatuh.

Orang-orang akan tercerai-berai di dalam kegilaan. Mereka akan mendengar sangkakala dan pekik peperangan dari Sang Penghancur dan akan mencari pengungsian di dalam gua-gua di dalam Bumi. Teror akan memakan hati mereka dan keberanian mereka akan mengalir keluar dari mereka seperti air dari bejana yang pecah. Mereka akan dimakan di dalam lidah nyala api murka dan terbakar oleh nafas Sang Penghancur.

Demikianlah di dalam Hari-hari Murka Surgawi, yang telah berlalu, dan demikianlah itu akan terjadi di dalam Hari-hari Kiamat ketika ia datang kembali. Waktu kedatangannya dan perginya diketahui oleh orang bijak. Inilah tanda-tanda dan waktu-waktu yang akan mendahului kembalinya Sang Penghancur: Seratus sepuluh generasi akan berlalu di Barat dan bangsa-bangsa akan bangkit dan jatuh. Manusia akan terbang di udara seperti burung-burung dan berenang di lautan seperti ikan-ikan. Manusia akan berbicara perdamaian satu dengan yang lainnya, kemunafikan dan kebohongan akan ada dalam hari-hari mereka.

Perempuan akan menjadi seperti laki-laki dan laki-laki seperti perempuan, hawa nafsu akan menjadi mainan laki-laki. Suatu bangsa peramal akan bangkit dan jatuh dan bahasa mereka akan menjadi kata-kata yang dipelajari. Suatu bangsa pemberi hukum akan menguasai Bumi dan akan berlalu menjadi tidak ada lagi. Satu penyembahan akan terjadi di empat sisi Bumi, berbicara perdamaian dan mendatangkan perang. Suatu bangsa lautan akan menjadi besar dari yang lainnya, tetapi akan menjadi seperti apel busuk di tengahnya dan tidak akan bertahan. Suatu bangsa pedagang akan menghancurkan manusia dengan keajaiban-keajaiban dan akan memiliki zamannya. Kemudian yang tinggi akan berselisih dengan yang rendah, Utara dengan Selatan, Timur dengan Barat, dan terang dengan kegelapan. Manusia akan terbagi-bagi oleh ras-rasnya dan anak-anak akan dilahirkan sebagai orang-orang asing di antara mereka. Saudara akan berselisih dengan saudara dan suami dengan istri. Para ayah tidak lagi mengajar anak-anaknya dan anak-anak mereka akan suka memberontak. Perempuan akan menjadi milik umum bagi laki-laki dan tidak lagi akan dipandang dengan rasa hormat dan respek.

Kemudian manusia akan menjadi tidak nyaman dalam hati mereka, mereka akan mencari apa yang tidak mereka ketahui, dan ketidakpastian dan keraguan akan mencemaskan mereka. Mereka akan memiliki kekayaan besar tetapi miskin di dalam rohnya. Kemudian Angkasa akan gemetar dan Bumi beranjak, manusia akan terguncang dalam ketakutan dan sementara kengerian berjalan bersama mereka, para Pembawa Kabar Kiamat akan muncul. Mereka akan datang dengan perlahan-lahan, seperti para pencuri datang ke makam, manusia tidak akan tahu apakah mereka itu, manusia akan disesatkan, waktunya Sang Penghancur sudah dekat. Pada hari-hari itu manusia akan memiliki Kitab Besar di hadapan mereka, kebijaksanaan akan dinyatakan, yang sedikit akan dikumpulkan untuk berdiri, ini adalah waktu pengujian. Mereka yang gigih akan selamat, yang hatinya teguh tidak akan turun kepada kehancuran.

Elohim Besar Segala Zaman, sama untuk semuanya, yang menetapkan ujian-ujian untuk manusia, berbelas-kasihanlah kepada anak-anak kami pada Hari-hari Kiamat. Manusia harus menderita untuk menjadi besar, jangan terlalu mempercepat kemajuannya. Di dalam penampian besar, janganlah terlalu keras kepada yang lemah di antara manusia. Bahkan anak seorang pencuri telah menjadi juru-tulis-Mu.

BAB 4 – Sang Penghancur – Bagian 2

Dari Gulungan Kitab Besar

Ya Pengawal Alam Semesta yang berjaga atas Sang Penghancur, berapa lama lagi siaga kedatanganmu berakhir? Ya manusia fana yang menunggu tanpa pengertian, di manakah kamu akan menyembunyikan dirimu di dalam Hari-hari Kengerian Kiamat, ketika Angkasa akan dikoyakkan dan langit terbagi dua, di dalam hari-hari ketika anak-anak akan menjadi beruban? Ini adalah hal yang akan dilihat, ini adalah kengerian yang akan dilihat matamu, ini adalah bentuk kehancuran yang akan menyerbu engkau: Akan ada benda berapi besar, kepala berpijar dengan banyak mulut-mulut dan mata-mata yang terus berubah. Gigi-gigi mengerikan akan terlihat di dalam mulut-mulut tak berbentuk dan suatu perut gelap mengerikan akan berpijar kemerahan dari api di dalamnya. Bahkan manusia yang paling teguh hatinya akan gemetar dan isi perutnya akan keluar, karena ini bukanlah hal yang dapat dipahami oleh manusia. Itu akan menjadi sebentuk pembungkus seluas langit yang mengelilingi Bumi, menyala-nyala dengan banyak corak warna di dalam mulut-mulut yang terbuka lebar. Ini akan turun untuk menyapu permukaan daratan, menelan semuanya di dalam rahang-rahang yang menganga. Prajurit-prajurit terbesar akan menyerangnya dalam kesia-siaan. Taring-taring akan patah, dan lihatlah, mereka adalah hal-hal yang menimbulkan teror terhadap air dingin yang keras. Batu-batu besar akan dilontarkan ke bawah ke atas manusia, menghancurkan mereka menjadi serbuk merah.

Seperti lautan garam yang besar naik dalam rombongannya dan menggemuruhkan semburan ke arah daratan, bahkan pahlawan-pahlawan di antara manusia fana akan dilanda kegilaan. Seperti ngengat-ngengat terbang cepat kepada kematiannya di dalam nyala api, demikian juga orang-orang ini akan bergegas menuju kehancuran mereka sendiri. Lidah-lidah nyala api yang mendahului akan menelan seluruh pekerjaan-pekerjaan manusia, air yang mengikuti akan menyapu apa pun yang tersisa. Embun kematian akan turun perlahan-lahan, seperti karpet kelabu di atas daratan yang dibersihkan. Manusia akan menangis di dalam kegilaan mereka, “Ya apa pun Makhluk yang di sana, selamatkan kami dari wujud kengerian besar ini, selamatkan kami dari embun kelabu kematian.”

PASAL 5 – Sang Penghancur – Bagian 3

Dari Gulungan Adepha

Bentuk Pembinasa, yang disebut Sang Penghancur, di Mesir, dapat dilihat di seluruh negeri-negeri sekitarnya. Warnanya terang dan menyala-nyala, penampakannya berubah-ubah dan tidak tetap. Itu bergulung-gulung sendiri seperti sebuah kumparan, seperti gelembung-gelembung air ke dalam kolam dari sumber air di bawahnya, dan semua manusia setuju, itu adalah pemandangan yang paling mengerikan. Itu bukanlah sebuah komet besar atau sebuah bintang lepas, lebih mirip seperti suatu benda yang menyala-nyala oleh api.

Pergerakannya di langit lambat, di bawahnya pusaran seperti asap dan itu tetap di dekat Matahari yang wajahnya menyembunyikannya. Ada kemerahan seperti darah di sekitarnya, yang berubah sementara itu melintas di sepanjang jalurnya. Itu menimbulkan kematian dan kehancuran pada saat terbitnya dan terbenamnya. Itu menyapu Bumi dengan hujan bara api kelabu dan menyebabkan banyak wabah, kelaparan dan malapetaka-malapetaka lainnya. Itu menggigit kulit manusia dan binatang hingga mereka menjadi burik dengan bisul-bisul.

Bumi kesusahan dan berguncang, bukit-bukit dan gunung-gunung bergeser dan terombang-ambing. Asap hitam yang memenuhi Angkasa membungkuk ke atas Bumi dan suatu raungan besar datang ke telinga-telinga manusia, muncul kepada mereka di atas sayap-sayap angin. Itu adalah teriakan Raja Kegelapan, Penguasa Kengerian. Awan asap tebal berapi keluar dari hadapannya dan ada hujan batu-batu panas dan bara-bara api yang dahsyat. Bentuk Pembinasa mengguntur dahsyat di Angkasa dan melontarkan halilintar-halilintar menyilaukan. Aliran-aliran sungai berbalik ke atas dirinya sendiri ketika daratan menjadi miring, dan pohon-pohon besar saling terlempar ke sekeliling dan patah seperti ranting-ranting. Kemudian suatu suara seperti sepuluh ribu sangkakala terdengar di atas padang belantara, dan di hadapan nafas berapinya, lidah-lidah api itu terbelah. Seluruh daratan bergeser dan gunung-gunung meleleh. Langit itu sendiri meraung seperti sepuluh ribu singa di dalam kesakitan, dan panah-panah darah menyilaukan terlontar maju dan mundur di seluruh permukaannya. Bumi mengembang seperti roti di dalam tungku perapian.

Ini adalah Bentuk Pembinasa yang dinamakan Sang Penghancur, ketika ia muncul di hari-hari yang telah lama berlalu, pada zaman dahulu kala. Ini juga yang digambarkan di dalam catatan-catatan kuno, hanya sedikit yang masih tersisa. Dikatakan bahwa ketika ia muncul di Angkasa di atas, Bumi terbelah terbuka karena panasnya, seperti sebutir kacang dipanggang di atas api. Kemudian lidah-lidah api menjilat-jilat ke atas melalui permukaan dan meloncat keliling seperti setan berapi di atas darah hitam. Kelembaban di dalam tanah semuanya mengering, tanah-tanah penggembalaan dan pertanian habis terbakar dalam nyala api dan mereka dan seluruh pohon-pohonan menjadi abu putih. Bentuk Pembinasa itu seperti sebuah lingkaran bola berapi yang menyemburkan bara api kecil di dalam rombongannya. Itu menutupi kira-kira seperlima bagian langit dan mengirimkan jari-jari meliuk-liuk seperti ular turun ke Bumi. Di hadapannya langit nampak mengerikan, dan itu pecah dan terserak ke mana-mana. Tengah hari tidak lebih terang dari malam. Itu menelurkan serombongan hal-hal yang mengerikan. Inilah hal-hal yang dikatakan tentang Sang Penghancur di dalam catatan-catatan kuno, bacalah itu dengan hati yang bersungguh-sungguh, menyadari bahwa Bentuk Pembinasa mempunyai waktu yang ditetapkan dan akan kembali. Adalah kebodohan untuk mengabaikan itu tanpa menghiraukannya. Sekarang manusia berkata, “Hal-hal seperti itu tidak ditentukan untuk zaman kita.” Semoga Elohim Besar di atas memberikan seperti itu. Tetapi akan datang, harinya sudah pasti, dan sesuai dengan sifatnya, manusia tidak akan siap.

Lampiran 2

Stela Prahara Ahmose I

////////////// dewa-dewa menunjukkan ketidaksenangan mereka ///////// Dewa-dewa (membuat?) langit datang dengan suatu badai (hujan?); itu menyebabkan kegelapan di wilayah Barat; langit dilepaskan, tanpa ///// ///// lebih dari raungan orang banyak; ///// sangat hebat ////// di pegunungan lebih dari pergolakan hujan lebat yang ada di Elephantine. Setiap rumah, ///// setiap tempat perlindungan (atau setiap tempat tertutup) yang dapat mereka capai ////////////// mengambang di sungai seperti kulit papyrus (di bagian luar?) tempat kediaman kerajaan untuk ///////// […] hari, dan tidak seorang pun dapat menyalakan obor di mana pun.

Lalu Yang Mulia berkata, “Bagaimana (peristiwa-peristiwa) ini melampaui kekuasaan dewa besar dan kehendak para ilahi!” Dan Yang Mulia turun ke dalam kapalnya, para penasehatnya mengikuti dia. (Orang-orang ada) di timur dan barat, diam, karena mereka tidak lagi memiliki pakaian (?) pada mereka sesudah kuasa dewa dimanifestasikan. Kemudian Yang Mulia tiba di Thebes /////// patung ini; itu menerima apa yang diinginkannya. Yang Mulia menetapkan untuk memperkuat dua negeri, untuk membuat air berpindah tanpa (bantuan) (orang?)nya, untuk menyiapkan mereka dengan perak, dengan emas, dengan tembaga, dengan minyak, dengan pakaian, dengan semua hasil yang mereka inginkan; yang sesudahnya Yang Mulia beristirahat di dalam istana – hidup, kesehatan, kekuatan.

Sesudah itulah Yang Mulia diberitahu bahwa daerah pemakaman telah dilanda (oleh air), bahwa ruang makam telah hancur, bahwa bangunan tembok pemakaman telah tergerus, bahwa piramid-piramid telah runtuh (?), semua yang ada telah dimusnahkan. Yang Mulia kemudian memerintahkan perbaikan kuil-kuil yang telah runtuh menjadi puing-puing di seluruh negeri, restorasi monumen-monumen dewa-dewa, pendirian kembali pelataran-pelataran mereka, penggantian benda-benda suci di ruang penampakan, penutupan kembali tempat rahasia, perkenalan kembali kepada ‘naoi’ mereka patung-patung yang tergeletak di atas tanah, pendirian kembali altar-altar pembakaran, penggantian meja-meja persembahan kembali di kaki-kaki mereka, untuk memastikan kepada mereka persediaan persembahan, tambahan pendapatan untuk personel, restorasi negeri kepada keadaan sebelumnya. Mereka melakukan semuanya, seperti yang raja perintahkan.

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Elohim. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 2 Petrus 3:10-12 (TB) 

Baca juga:

Papyrus Ipuwer: Tulisan Mesir Kuno tentang Peristiwa Tulah-tulah Eksodus

Referensi:

Kitab Yashar

The Tempest Stela of Ahmose I

The admonitions of Ipuwer

El-Arish Revisited

The Kolbrin’s Exodus Story – Ancient Egyptian Version

The Plagues of Egypt, the Torah and the Ipuwer Papyrus

Translation of Tempest Stela could change ancient timeline

George Ripley’s Alchemical Scrolls

Did Pharaoh die in the Red Sea?

Did Pharaoh drown with his army during the Exodus of Israel out of Egypt?

Fragments of Artapanus of Alexandria

Iklan