Tanpa diragukan, Puma Punku adalah salah satu lokasi paling misterius yang dapat Anda jelajahi di Amerika Selatan. Terletak di Bolivia, situs megalitik purbakala ini telah menantang ilmu arkeologi maupun para ahli selama berpuluh-puluh tahun, yang berusaha tanpa lelah menjelaskan bagaimana situs purbakala luar biasa ini dibangun oleh manusia ribuan tahun lalu, “tanpa penggunaan teknologi dan alat-alat canggih .”

Banyak orang meyakini bahwa itu tidaklah mungkin, dan bahwa situs megalitik purbakala ini sebenarnya dibangun oleh peradaban purbakala yang sangat canggih yang mendiami wilayah itu di zaman lampau, sekaligus menantang pandangan sejarah ‘mainstream’ yang menyatakan bahwa peradaban maju tidak mendiami wilayah tersebut di masa lampau.

Banyak orang sependapat bahwa misteri terbesar Puma Punku adalah, bagaimana manusia purbakala dapat memindahkan blok-blok batu raksasa ini dari tempat penggalian sejauh 10 hingga 100 kilometer. Pertanyaan lebih besarnya adalah, bagaimana mereka bisa memotong blok-blok batu megalitik (raksasa) itu secara presisi dan menyusunnya seperti “balok-balok puzzle” sesudah tahap transportasi. Para insinyur dan ahli bangunan di seluruh dunia hari ini tidak bisa menjawab, maupun menduplikasi pencapaian yang dilakukan manusia purbakala ribuan tahun yang lalu ini.


#FaktaPumaPunku: Di antara balok-balok batu terbesar yang ditemukan di Puma Punku adalah batu berukuran panjang 7,81 meter, lebar 5,17 meter, ketebalan rata-rata 1,07 meter, dan diperkirakan berbobot 131 metrik ton. Batu terbesar kedua yang ditemukan di kompleks Puma Punku berupa bongkahan batu raksasa sepanjang 7,90 meter, lebar 2,50 meter, dan ketebalan rata-rata 1,86 meter, dan diperkirakan berbobot 85,21 metrik ton.


Misteri lain Puma Punku adalah susunan tembok, blok-blok batu berbentuk H yang terkenal di Bolivia. Tiap batu dipotong dengan halus supaya saling mengunci dengan batu-batu lainnya, dan blok-blok batu ini sesuai satu sama lain seperti puzzle, membentuk sendi bantalan beban tanpa penggunaan mortar atau semen. Ketepatan susunan batu ini menantang kemampuan teknik masa kini, dan pendapat para peneliti mainstream yang begitu meyakini bahwa pencapaian ini dilakukan tanpa menggunakan alat-alat modern dan teknologi canggih.

Jika Anda perhatikan potongan batu-batu megalitik tersebut baik-baik, Anda dapat melihat teknik pengerjaan batu yang sedemikian rumit, yang sepertinya mereka menggunakan alat-alat mesin atau bahkan laser. Di Puma Punku Anda akan mendapati batu-batu raksasa dengan sudut-sudut presisi, hampir sehalus kaca.

Batu-batu raksasa ini dipahat di lokasi penggalian lebih dari 100 kilometer jauhnya, menurut para arkeolog.

Puma Punku berlokasi pada ketinggian 12.800 kaki (3,9 kilometer) di atas permukaan laut, yang artinya berlokasi di atas garis pepohonan alami. Ini artinya tidak ada pepohonan yang tumbuh di ketinggian tersebut, yang artinya tidak ada pohon-pohon yang ditebang yang dapat digunakan sebagai roda gelinding. Pertanyaannya adalah, bagaimana mereka memindahkan batu-batu ini dari lokasi penggalian berjarak 100 kilometer?

Salah satu artefak arkeologi terpenting yang ditemukan di Puma Punku dan Tiahuanaco adalah Mangkuk Fuente Magna. Pada mangkuk keramik ini terukir huruf-huruf paku Sumeria atau hieroglif Proto-Sumeria.

Bangunan megalitik Puma Punku itu sendiri, desainnya yang begitu presisi dan rumit justru mengindikasikan adanya peradaban purbakala yang canggih.

Situs-situs megalitik semacam in ditemukan di seluruh bumi, mulai dari Asia, Mexico sampai Mesir.

Mungkinkah situs-situs purbakala menakjubkan seperti Puma Punku, Tiwanaku, Piramid Giza, Teotihuacan di Mexico semuanya dibangun dengan menggunakan peralatan-peralatan batu tradisional dan tanpa roda? Bagaimana jika manusia purbakala menggunakan teknologi-teknologi “lain” yang sama sekali asing bagi peradaban kita hari ini? Apakah para sarjana mainstream akan menerima jika pendapat mereka ternyata salah? Apakah sejarah yang kita kenal selama ini ternyata salah dan harus ditulis ulang?

Puma Punku tanpa diragukan adalah salah satu tempat paling misterius di planet ini, dan itu berlokasi di dekat Tiahuanaco, kurang dari seperempat mil timur laut Puma Punku. Ilmuwan percaya Tiahuanaco dulunya pusat peradaban dengan lebih dari 40.000 penduduk. Tiahuanaco mungkin adalah peradaban Amerika asli terbesar yang belum pernah diketahui banyak orang.

Alkitab dan tulisan-tulisan kuno lain menyebutkan bahwa di zaman yang sangat lampau, pada zaman pra-Banjir Besar, suatu peradaban manusia raksasa purbakala yang sangat canggih menguasai planet ini. Masyarakat purbakala modern ini memiliki teknologi canggih dan pengetahuan luar biasa, sehingga mampu mendirikan situs-situs purbakala seperti Puma Punku, Tiahuanaco, Piramid Giza, dan Teotihuacan serta lain-lainnya. Namun sayangnya, teori ini ditolak mentah-mentah oleh para ilmuwan mainstream yang menentang pendapat bahwa peradaban maju seperti itu pernah ada di bumi pada zaman yang mereka katakan bahwa planet kita ini dihuni oleh manusia primitif keturunan manusia kera.

Kejadian 6:4 (TB)  Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Berikut ini 10 foto-foto Puma Punku yang membuktikan bahwa para pembangun situs purbakala ini sangatlah canggih, sekaligus membuktikan adanya peradaban modern yang mendiami wilayah itu pada zaman yang dikatakan para ilmuwan mainstream modern bahwa manusia primitif mendiami bumi.

puma-punku-1

puma-punku-2

puma-punku-10

puma-punku-3

puma-punku-4

puma-punku-5

puma-punku-6

puma-punku-7

puma-punku-8

puma-punku-9

puma-punku-11

Baca juga:

100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi

Peninggalan Nephilim: Bukti Teknologi Canggih di Peru Purbakala?

Referensi:

12 Facts about Puma Punku

Pumapunku

10 images that prove Puma Punku was built by an extremely advanced ancient Civilization

Iklan