Pohon-pohon tumbang setelah peristiwa ledakan udara Tunguska tahun 1908 yang melepaskan energi setara 10-15 megaton TNT (1000 kali bom atom Hiroshima). Sebuah tim arkeolog yang dipimpin oleh Prof. Steve Collins dilaporkan telah menggali reruntuhan kota-kota kuno Sodom dan Gomora, yang menurut Alkitab mengalami bencana kehancuran yang dijatuhkan Allah.

“Collins dan timnya dari Universitas Trinity Southwest di New Mexico mengumumkan bahwa setelah 10 tahun penggalian dan penelitian yang menjadi bagian dari proyek penggalian Tall el-Hammam, mereka menemukan apa yang rupanya merupakan situs kota Sodom di dalam Alkitab,” demikian dituliskan majalah digital Popular Archaeology.

“Tim arkeolog menggali sebuah situs bangunan monumental kuno dan artefak-artefak yang mengungkapkan sebuah negara-kota besar Zaman Perunggu yang mendominasi daerah Yordan di selatan Lembah Yordan, bahkan selama masa ketika banyak kota besar lain di wilayah ‘Tanah Suci’ ditinggalkan atau mengalami kemerosotan serius,” kata Collins.

“Sangat, sangat sedikit yang diketahui tentang Zaman Perunggu di Ghor Tengah (selatan Lembah Yordan) sebelum kita mulai penggalian pada tahun 2005,” katanya. “Bahkan sebagian besar peta arkeologi dari daerah itu kosong, atau kebanyakan seperti itu. Apa yang kami dapatkan di tangan kami adalah sebuah negara-kota utama yang, untuk semua tujuan praktis, tidak dikenal oleh para ilmuwan sebelum kami memulai proyek kami.”

Collins mengatakan ketika membandingkan reruntuhan yang baru ditemukan dengan reruntuhan kota-kota kuno lain di dekatnya, bersamaan dengan lokasi utama dan penanggalan ketika dihuni, “itu muncul sebagai kandidat terbaik bagi kota Sodom yang hilang – kota terkenal yang berdasarkan kisah Alkitab, dihancurkan oleh Allah dalam sebuah malapetaka hujan api dan belerang karena kejahatannya.”

“Tall el-Hammam nampaknya sesuai untuk setiap kriteria yang dikisahkan tentang Sodom di dalam teks,” katanya.

Menurut Wikipedia, Sodom dan Gomora, Admah dan Zeboim adalah kota-kota yang disebutkan di dalam Kitab Kejadian dan seluruh Kitab Suci Ibrani, Perjanjian Baru dan di dalam kitab deuterokanonika, Kitab Kebijaksanaan, dan midrash Yahudi, Kitab Yashar.

Di dalam Kitab Torah, disebutkan kerajaan-kerajaan Sodom dan Gomora dan tiga kota lainnya, Admah, Zeboiim dan Bela (Zoar) dikenal sebagai “kota-kota di lembah” karena semuanya berada di dataran Sungai Yordan di sebelah selatan daerah tanah Kanaan. Lembah itu dibandingkan seperti Taman Eden, seperti “lembah yang diairi dengan baik dan hijau, sangat sesuai untuk menggembalakan ternak.”

Ketika “penghakiman ilahi” oleh Allah disebutkan turun atas Sodom dan Gomora serta kedua kota tetangganya, Admah dan Zeboiim, “semuanya terbakar habis oleh api dan belerang.” Kota-kota itu sekarang menjadi sinonim bagi perbuatan dosa.

Kejadian 19:23-29 (ILT)

  1. Matahari telah terbit di atas bumi, dan Lot tiba di Zoar.
  2. Dan YAHWEH telah menghujankan ke atas Sodom dan Gomora, belerang dan api dari langit, dari YAHWEH.
  3. Dan Dia menghancurleburkan kota-kota itu dan dataran-dataran sekitarnya, dan semua yang berdiam di kota-kota itu, dan hasil dari tanah itu.
  4. Dan istrinya menoleh ke belakang, dan dia menjadi tiang garam.
  5. Pagi-pagi sekali Abraham bangun dan pergi ke tempat ia pernah berdiri di hadapan YAHWEH.
  6. Dan dia memandang ke arah Sodom dan Gomora, dan ke arah tanah datar di sekitarnya. Dan dia melihat, dan tampaklah asap dari negeri itu membubung ke atas seperti asap dari dapur peleburan.
  7. Dan ketika Elohim membinasakan kota-kota di dataran itu, Elohim mengingat Abraham, dan Dia mengeluarkan Lot dari kebinasaan, saat penghancuran kota-kota itu, tempat Lot tinggal.

 

steven-collins-600
Steve Collins dari Universitas Trinity Southwest di New Mexico dan timnya telah melakukan penggalian selama lebih dari sepuluh tahun terhadap kota Sodom yang ada di Alkitab.

Steve Collins mengatakan, “Kita tahu sangat sedikit tentang Zaman Perunggu di selatan Lembah Sungai Yordan. Kebanyakan peta arkeologi daerah itu kosong. Tapi apa yang kita temukan adalah sebuah negara-kota yang penting, yang tidak dikenal sebelum proyek kami dimulai. Tall el-Hammam cocok dengan gambaran daerah dimana Sodom berada menurut Alkitab. Dikatakan bahwa itu kota terbesar di timur Kikkar. Jadi, saya sampai pada kesimpulan bahwa jika seseorang ingin menemukan Sodom, dia harus mencari kota terbesar yang ada di daerah ini selama Zaman Perunggu, pada masa Abraham. Ketika kami menjelajahi daerah itu, Tall el-Hammam adalah pilihan jelas, karena ia lima hingga sepuluh kali lebih besar dari kota-kota Zaman Perunggu lainnya di seluruh wilayah itu, yang ditemukan di Lembah Yordan.”

ruins-600
Sebagian reruntuhan Tall el-Hammam dimana arkeolog telah menggali selama lebih dari satu dekade.

Collins dan tim penelitinya membandingkan benda-benda yang ditemukan di Tall el-Hammam dengan yang ditemukan di kota-kota sekitarnya, berdasarkan artefak-artefak dan lokasi terbaik, mereka tidak ragu-ragu bahwa Tall el-Hammam adalah kota kuno Sodom.

Lebih jauh, Collins menyatakan bahwa negara-kota raksasa ini ditinggalkan dalam keadaan misterius pada akhir Zaman Perunggu. Itu menjadi gurung kosong yang tidak dihuni selama lebih dari 700 tahun, namun kemudian setelah tujuh abad, ia mulai bertumbuh kembali – diindikasikan dengan pintu gerbang besi raksasa yang menuju ke dalam kota.

tall-el-hammam-600
Kota Tall el-Hammam berlokasi di selatan Lembah Sungai Yordan.

Karakteristik Kunci Kota itu

Collins menjelaskan bahwa penemuan ini merupakan tonggak bersejarah bagi arkeologi dan bahwa orang-orang yang tinggal di wilayah itu dulu tumbuh subur di daerah pilihan mereka (di dekat sumber air yang melimpah dan dilintasi beberapa rute perdagangan pada waktu itu), dan daerah itu menjadi penting antara tahun 3500-1450 SM.

Kota itu, yang digambarkan sangat besar, memiliki dua daerah dan dikelilingi oleh dinding batu tebal berukuran 5-10 meter tingginya. Ada juga alun-alun yang dihubungkan oleh beberapa jalan.

excavators-400

Kira-kira empat meter di bawah permukaan modern dari Tall el-Hammam, para penggali menemukan sebuah rumah dari Zaman Perunggu Tengah yang berada di dalam “lapisan kehancuran.” Rumah ini kira-kira tiga meter di bawah lapisan Zaman Besi.

Berbicara mengenai bangunan kota itu, Collins berkata:

“Tembok yang mengelilingi bagian atas kota merupakan pekerjaan besar, membutuhkan jutaan bata dan tentu saja sejumlah besar pekerja. Bagian atas tembok memiliki ketebalan 7 meter. Bagian luarnya dilapisi dengan tanah liat dan berdiri lebih dari 30 meter di atas kota bagian bawah. Itu merupakan sistem pertahanan yang sangat hebat dan mengagumkan yang dimaksudkan untuk melindungi rumah-rumah penduduk kaya di kota, termasuk istana raja, demikian juga kuil-kuil dan bangunan-bangunan administratif lainnya.”

Itu belum termasuk bagian tembok yang melindungi kota bagian bawah: itu tebalnya 4 meter, didirikan dengan fondasi batu besar, dan atasnya dengan bata. Juga berlokasi di area ini reruntuhan sebuah bangunan mewah dari bata merah dengan pintu gerbang raksasa. Akhirnya, keberadaan menara-menara dan pintu-pintu gerbang di dinding, sebagai tambahan lainnya, mengindikasikan bahwa benteng kota ini selama Zaman Perunggu jauh lebih kuat daripada yang sebelumnya dibayangkan.”

Penemuan ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai gaya hidup penduduk wilayah itu selama Zaman Perunggu. Jika ini benar lokasi kota Sodom yang ada dalam Alkitab, penemuan ini juga akan mengubah sejarah.

Beberapa Alasan Mengapa Tall el-Hammam adalah Sodom

1. Ada bukti orang laki-laki di situs tersebut punya kebiasaan menculik dan memperkosa anak-anak lelaki

Alkitab mengatakan:

Dan, sebelum mereka duduk makan, pria-pria dari kota itu, yaitu pria-pria Sodom, mulai dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruhnya tanpa terkecuali, mengepung rumah itu. Dan mereka berseru kepada Lot dan berkata kepadanya, “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami dapat menggauli mereka.” Kejadian 19:4,5 (ILT)

Dr. Collins menemukan tembikar Minoa di situsnya yang mengindikasikan hubungan antara Sodom dan Minoa. Sementara penelitian berlangsung, ini mungkin memberikan wawasan tentang apa yang terjadi. Sejarawan Strabo mengatakan kebudayaan Minoa memiliki kebiasaan dimana orang laki-laki yang lebih tua akan menculik anak laki-laki dan memperkosa mereka sebagai sejenis hak untuk lewat (Strabo’s Geography, 10.4.21). Dr. Collins mengatakan:

“Setiap anak laki-laki, pada umur 12 tahun, akan diambil sebagai ‘eromenos’ (yang dicintai) oleh laki-laki ‘erastes’ (pencinta) berumur 22 tahun untuk dipelihara selama 8 tahun dalam ikatan hubungan seksual lelaki dengan lelaki. Itu biasanya dilakukan dengan upacara penculikan yang dilakukan oleh gerombolan penculik ritual yang dikirim oleh lelaki yang lebih tua. Praktek ini menjadi resmi dan ada di mana-mana di seluruh kebudayaan Minoa. Anak laki-laki tidak bisa dianggap sebagai warga negara laki-laki yang terlatih kecuali mereka tunduk kepada aturan ini.”

2. Ledakan meteor di udara membinasakan seluruhnya kota yang terkubur di sana.

Ada bukti meyakinkan bahwa ledakan udara yang signifikan menghancurkan kota. Trinite ditemukan di bagian belakang pecahan tembikar. Gelembung zirkon yang hanya dapat terbentuk di dalam temperatur tinggi juga ditemukan. Tidak ada yang dapat dibakar di area pintu gerbang, namun area pintu gerbang  itu ditutupi abu hitam setebal setengah meter. Tulang-belulang manusia berserakan di seluruh situs mengindikasikan orang-orang itu secara fisik meledak berkeping-keping karena peristiwa itu.

Peristiwa ini mirip yang terjadi di Russia baru-baru ini bulan Februari 2013. Jika meteor di Russia 10% lebih besar dan berada pada trayektori yang lebih tegak itu mungkin telah membunuh satu juta orang atau lebih, menghasilkan ledakan udara yang mirip seperti ledakan udara di Tunguska Siberia pada tahun 1908 yang menghasilkan ledakan 1000 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima.

tunguska-600
Pohon-pohon tumbang setelah peristiwa ledakan udara Tunguska tahun 1908 yang melepaskan energi setara 10-15 megaton TNT (1000 kali bom atom Hiroshima).

3. Ledakan udara ini mungkin menghasilkan vortex yang mirip seperti digambarkan dalam Alkitab.

Meteor yang menyebabkan ledakan udara dapat melaju sedemikian cepat dan menembus atmosfer dengan kecepatan besar yang dapat menimbulkan vortex – efek ruang hampa dimana benda-benda di permukaan tanah dapat tersedot ke atmosfer dan kemudian jatuh kembali ke bawah. Kolom puing-puing raksasa berisi debu, kotoran dan asap dapat terlihat hingga berkilometer jaraknya.

Ini konsisten dengan kisah di Kejadian dimana dikatakan:

Dan YAHWEH telah menghujankan ke atas Sodom dan Gomora, belerang dan api dari langit, dari YAHWEH. Dan dia (Abraham) memandang ke arah Sodom dan Gomora, dan ke arah tanah datar di sekitarnya. Dan dia melihat, dan tampaklah asap dari negeri itu membubung ke atas seperti asap dari dapur peleburan. Kejadian 19:24,28 (ILT)

4. Itu juga menjelaskan ayat mengenai “tiang garam.”

Peristiwa ledakan udara mungkin juga menjelaskan istri Lot yang berubah menjadi tiang garam. Alkitab mencatat istri Lot “menoleh ke belakang, dan dia menjadi tiang garam” (Kejadian 19:26 ILT).

Sementara melarikan diri, mereka mungkin berjalan di tepi Laut Mati yang merupakan air dengan kadar garam paling tinggi di dunia. Kemungkinan istri Lot bukan cuma menoleh ke belakang, tetapi berhenti, sementara yang lainnya terus berjalan, lalu dia mulai berjalan balik kembali sendirian. Ketika ledakan udara terjadi, itu menghasilkan temperatur 6000-8000 Kelvin. Jika itu masuk ke air, ia dapat menutupi seluruh daratan itu dengan kerak garam. Karena temperatur yang sangat tinggi, siapa pun di sekitar tepian laut ini, termasuk istri Lot, akan langsung mati, diselubungi sepenuhnya di dalam garam.

5. Sodom pastinya kota terbesar di area itu dan situs Dr. Collins sampai saat ini adalah yang terbesar.

Dua alasan dapat diberikan mengapa Sodom haruslah kota terbesar dari “kota-kota di lembah” itu dari teks Alkitab: itu satu-satunya kota yang disebutkan tersendiri dan raja Sodom sepertinya menjadi juru bicara dari raja-raja lainnya (Kejadian 14:17-24).

Dengan luas 40,5 hektar, Tall el-Hammam adalah kota kuno terbesar di area itu. Sebagai perbandingan Yerikho hanya 4,05 hektar. Yerusalem selama Zaman Perunggu hanyalah 4,05 hektar. Faktanya, Tall el-Hammam memegang rekor sebagai kota terbesar selama 2200 tahun. Dan itu tidak pernah diperhatikan hingga baru-baru ini saja.

6. Kitab Kejadian mengindikasikan Sodom memiliki tembok perlindungan dan situs ini memiliki tembok yang mengagumkan.

tall-el-hammam-walls-600
Warna khusus menunjukkan ketebalan dinding-dinding kota

Kejadian 19:1 mengatakan “Lot sedang duduk di pintu gerbang kota Sodom.” Penyebutan pintu gerbang mengartikan kota itu memiliki sistem dinding pertahanan. Dindingnya semestinya sesuai dengan luasnya kota itu. Penggalian di Tall el-Hammim menunjukkan bahwa kota itu memiliki sistem dinding pertahanan yang mengagumkan dan maju. Benteng atas dibuat seluruhnya dari batu-bata tanah dengan ketebalan 8 meter di bagian atas dan ketebalan 30-40 meter di bagian bawah. Itu membutuhkan 60-90 juta batu-bata tanah untuk membangunnya.

7. Kota itu terletak di area yang nampak seperti “piringan” Yordan.

kikkar-600

Dan Lot mengangkat matanya dan melihat ke seluruh lembah (Ibrani: kikar) Yordan, bahwa daerah itu seluruhnya terairi -sebelum pembinasaan YAHWEH terhadap Sodom dan Gomora- seperti taman YAHWEH, seperti tanah Mesir, jika engkau memasuki Zoar. Maka Lot memilih bagi dirinya seluruh lembah (kikar) Yordan itu, dan Lot menempuh yang sebelah timur, dan mereka berpisah seorang dari yang lain. Abram menetap di tanah Kanaan, sedangkan Lot menetap di kota-kota lembah (kikar) itu dan berkemah di dekat Sodom. Kejadian 13:10-12 (ILT)

Di dalam bahasa Ibrani ada empat kata untuk “lembah” dan ini bukan salah satu dari itu. Kata yang digunakan disini adalah ‘kikar’ dan secara literal artinya ‘piringan’ atau ‘lingkaran.’ Lebih dari 50 kali itu diterjemahkan sebagai talenta logam, lingkaran, piringan seperti cincin. Atau itu diartikan seperti roti bundar berbentuk lingkaran datar. Area dimana situs Dr. Collins berada berbentuk seperti piringan.

Teks Alkitab mengindikasikan bahwa Lot dapat mengangkat matanya dan melihat keseluruhan ‘piringan Yordan’ sekaligus (Kejadian 13:10). Jika seseorang berdiri di barat dan melihat ke arah timur ke Tall el-Hammam, mereka dapat melihat keseluruhan area berbentuk piringan lembah (kikar) seperti yang dilakukan Lot, dengan Sodom berada di ujungnya.

8. Sodom dan Gomora haruslah tempat pertanian yang baik.

kikkar-water-600

Teks Alkitab mengatakan bahwa ketika Lot memilih tanah itu,

Lot mengangkat matanya dan melihat ke seluruh lembah Yordan, bahwa daerah itu seluruhnya terairi -sebelum pembinasaan YAHWEH terhadap Sodom dan Gomora- seperti taman YAHWEH, seperti tanah Mesir, jika engkau memasuki Zoar. Kejadian 13:10 (ILT)

Di mana pun Sodom berada, itu haruslah area yang diairi dengan baik. Situs Dr. Collins benar-benar adalah tanah pertanian terbaik di daerah itu.

9. Sodom dan Gomora harus berada di timur Bethel dan Ai, demikian juga Tall el-Hammam berada.

Kejadian 13 mengatakan Abraham dan Lot tinggal di daerah antara Bethel dan Ai ketika mereka memutuskan untuk berpisah. Bethel dan Ai berlokasi 19 kilometer utara Yerusalem. Dari area ini, dikatakan:

Dan Lot mengangkat matanya dan melihat ke seluruh lembah (kikar) Yordan (Kejadian 13:10a ILT). Lot memilih negeri di Yordan yang bisa dilihat matanya. Dari Bethel/Ai dia “berjalan ke timur” (ayat 11) “sejauh Sodom” (ayat 12). Ini menggambarkan dengan tepat bagaimana dia tiba di Tall el-Hammam yang ada hari ini: dimulai dari Bethel/Ai dan berjalan ke timur menuju ke ujung timur dari piringan kikar.

10. Sodom dan Gomora tidak mungkin berada di ujung selatan Laut Mati.

Kejadian 13:10-12 berulang kali menyebutkan kikar Yordan. Tidak ada Yordan di selatan Laut Mati. Jadi kita bisa mengeliminasi situs-situs lain yang berada di sebelah selatan.

11. Kota-kota lain di sekitarnya dapat ditentukan.

sodom-surrounding-600

Alkitab nampaknya menggambarkan kota-kota Sodom – Gomora dan Admah – Zeboiim sebagai pasangan-pasangan (Kejadian 10:19, Kejadian 14:8, Ulangan 29:23). Kota-kota Lembah Yordan ini nampaknya disebutkan dari selatan ke utara. Ini karena jika datang dari Mesir artinya datang dari selatan menuju ke utara di sebelah timur Laut Mati. Mereka akan masuk ke kikar dan pertama kali mendapati Sodom. Dr. Collins mengatakan urutan dari selatan ke utara sangat cocok:

“Sodom (kota terbesar), berjarak dekat ke Gomora (kota satelit Sodom), berjarak lebih jauh ke Admah (kota besar kedua), berjarak dekat ke Zeboiim (dua kota yang berdekatan). Ini menggambarkan logika bahwa Sodom dan Gomora berdekatan, demikian juga Admah dan Zeboiim. Namun karena mereka berpasangan menjadi dua “pasangan,” itu diikuti dengan jarak yang berjauhan di antara kedua pasangan itu, dibandingkan dengan antara kota utama dengan kota satelitnya.”

Sedangkan nama-nama untuk kota-kota di sekeliling penggalian ini adalah:

“Tall el-Hammam (kota terbesar, berkubu), berdekatan ke utara ada Tall Kefrein (kota kecil), kemudian berjarak jauh ke Utara Timur Laut ke Tall Nimrin (kota besar, berkubu), berdekatan ke Timur Timur Laut ke Tall Mustah dan Tall Bleibel (dua kota kecil yang berdekatan – dipisahkan hanya oleh Wadi Nimrin).”

12. Orang-orang sepertinya ketakutan dengan apa yang terjadi.

Kota ini sangat besar dan berada pada lokasi yang sangat baik. Namun kota ini tetap ditinggalkan selama 700 tahun sesudah kehancurannya. Orang-orang berpikir area itu terkutuk. Hal ini ditunjukkan dengan tidak disebutkannya keberadaan orang yang hidup di area ini pada waktu Eksodus, yang mengherankan bagi kota yang dulunya paling besar, sangat subur. Tidak diragukan mereka ketakutan karena peristiwa kehancuran kota-kota lembah Yordan itu.

Referensi:

Tall el-Hammam Excavation Project

Archaeologists Claim to have Discovered the Location of the Biblical City of Sodom

Archaeologists uncover ruins of Sodom, the lost ancient biblical city destroyed by God

Evidence Sodom is Tall el-Hammam

Did Archaeologists Discover The Biblical City Of Sodom?

Iklan