Planet Helion?

Selama beberapa tahun terakhir ini kita melihat bertambah banyaknya laporan pengamatan adanya Obyek Terang di dekat Matahari, terutama pada arah jam 7 dan jam 1. Salah satu yang sangat jelas adalah video pengamatan yang diposting di YouTube pada tanggal 20 Desember 2015 ini, menunjukkan kepada kita kemungkinan yang menakutkan.

Berdasarkan apa yang ditayangkan di situ, video tersebut merupakan kemungkinan observasi dari Planet Helion yang ada pada Sistem Tata Surya Planet X, seperti yang dijelaskan di dalam buku, Being In It for the Species: The Universe Speaks, tulisan Marshall Masters.

Planet X merupakan sebuah sistem Tata Surya mini, yang terdiri dari Bintang Mati (Brown Dwarf Star) atau Nemesis, dan beberapa planet yang mengitarinya sebagai satelit. Salah satu satelit dari sistem Planet X ini adalah planet Nibiru.

Kemungkinan menakutkan ini terjadi karena Helion adalah bagian terdalam dari tiga planet utama yang mengorbit Nemesis, bintang mati (Brown Dwarf Star) yang ada di pusat Tata Surya mini yang sedang bergerak mendekat ini. Jadi, jika ini benar Helion, itu benar-benar sudah sangat dekat. Meskipun demikian, laporan ini hanya bisa ditafsirkan sebagai informasi awal, dan bukan bermaksud menyimpulkan.

Video Helion

Video ini diunggah oleh Dill Martin pada tanggal 20 Desember 2015 di dalam kanal YouTube-nya dengan penjelasan bahwa video ini milik “jeff p.” Sumber dari video yang di-zoom secara ekstrem ini buruk sehingga klaim yang dibuat oleh pembuat video ini tidak dapat dikonfirmasi maupun bisa ditentukan apakah peralatan video yang dia gunakan itu dapat diandalkan. Namun, video tersebut menyajikan kepada kita petunjuk kredibel yang meyakinkan yang akan dijelaskan dalam analisa di bawah ini.

Dill Martin – 20 Desember 2015

Tayangan Nibiru yang mengagumkan ini, atau mungkin salah satu satelitnya, difilmkan di California beberapa jam yang lalu. Tayangan ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah difilmkan baru-baru ini. Video ini dibuat oleh jeff p. Semua apresiasi dan ucapan terima kasih buat dia. Silakan subscribe kepada kanal Youtube-nya. Semua publikasi saya tidak akan pernah bertujuan untuk mencari keuntungan.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Mzm 33:18. Terima kasih. Tuhan menyertaimu.

Apakah ini Obyek Luar Angkasa yang Alami?

Ada tiga alasan kenapa Obyek Pengamatan ini kemungkinan adalah Helion: ciri-ciri permukaan yang tidak terlalu kentara, ukuran Obyek, dan tingkat terang dari Obyek ini.

Mempelajari video ini, Anda akan melihat bahwa kandidat Planet Helion yang kita amati bergerak bersama-sama Matahari dengan cara yang alami di belakang ranting-ranting pohon, pertama-tama di sisi sebelah kiri lalu bergerak ke arah kanan. Ada juga banyak aberasi lensa yang ditunjukkan oleh pembuat video asli ini. Jadi dalam istilah penyelidikan, kita bergerak ke arah yang benar.

Namun, untuk benar-benar memastikan apakah suatu Obyek Pengamatan itu benda alami atau aberasi lensa, para penyelidik di yowusa.com menggunakan apa yang disebut “tes gamma.” Meskipun ini bukan tes mutlak, namun itu didapati dapat diandalkan, karena “tes gamma” menunjukkan kepada kita apakah benda itu panas atau dingin. Ini sangat penting karena benda panas menghasilkan cahaya dan benda dingin tidak menghasilkan cahaya. Lalu kenapa ini penting?

Benda alami seperti Matahari kita adalah benda panas. Ia menghasilkan cahaya yang kita lihat melalui lensa kamera. Di samping itu, “lens flare” (suar lensa) dan aberasi cahaya lainnya merupakan benda dingin. Ia tidak menghasilkan cahaya. Mereka hanya membiaskan atau memantulkan cahaya yang berasal dari sumber lain yang menghasilkan cahaya yang sebenarnya. Jadi tujuan keseluruhan dari tes gamma adalah mengeliminasi benda-benda dingin yang menyesatkan ini, supaya kita dapat memusatkan perhatian kepada benda panas.

Melakukan penyelidikan terhadap video tersebut, salah satu frame dengan resolusi 720 HD dilakukan pengujian gamma.

Setting gamma untuk frame tersebut sebagai berikut:

gamma-composite-700

Apa yang ditunjukkan dari pengujian ini adalah bahwa kandidat Planet Helion kita ini merupakan benda “panas” alami. Fakta-fakta yang menarik adalah ranting-ranting pohon yang tampak berada di depan Obyek Pengamatan. Jika Anda bandingkan kandidat Helion itu dengan Matahari, ada kesamaan tanda gradasi.

Satu hal lain yang menarik adalah perbedaan gamma antara dahan, ranting dan daun-daun. Jadi dengan asumsi ini benda alami, lalu benda apakah ini?

Mengapa Obyek Pengamatan ini Kemungkinan adalah Helion

Ada tiga alasan kenapa Obyek Pengamatan ini kemungkinan adalah Helion: ciri-ciri permukaan yang tidak terlalu kentara, ukuran Obyek, dan tingkat terang dari Obyek ini. Salah satu kritik yang paling sering muncul selama tahun-tahun terakhir ini beralasan “tidak jelasnya ciri-ciri permukaan” yang menganggap bahwa Obyek Pengamatan tersebut, seperti Bulan, harus memiliki ciri-ciri permukaan yang jelas dan khusus.

planet-helion-700

Tidak adanya ciri-ciri permukaan yang khusus pada kandidat obyek Helion ini, menegaskan dengan pasti bahwa ini bukanlah Bulan – benda yang kita kenal. Lalu apakah ini benda yang tidak dikenal? Pembuat video asli ini mengklaim bahwa Obyek Pengamatan ini adalah salah satu satelit dari Nibiru. Analisa yang dilakukan oleh yowusa.com di atas menunjukkan fakta bahwa ini mungkin Planet Helion yang ada di dalam Sistem Tata Surya Planet X, seperti yang dijelaskan dalam buku tulisan Marshall Masters, Being In It for the Species: The Universe Speaks, di bawah ini:

Being In It for the Species oleh Marshall Masters
Halaman 23-24
“Planet Helion adalah planet kecil, terang, yang tidak berpenghuni.”
“Sebagai sarana untuk menentukan berbagai komposisi internal planet-planet, kami mempelajari lebih lanjut bahwa Helion itu terang karena sebenarnya ia adalah raksasa gas kecil.”
“Setelah mempelajari bahwa Helion adalah raksasa gas kecil, kami mempelajari lebih lanjut bahwa ia sepertinya mirip sebuah Matahari kecil, dari permukaan Nibiru.”
“Helion itu terang karena ia raksasa gas kecil.”

Jika Helion benar-benar raksasa gas kecil, harapan para kritikus untuk bisa melihat ciri-ciri permukaan yang khusus tidak akan terwujud. Demikian juga, ukuran memainkan peranan penting di sini.

Dalam buku Being In It for the Species, ukuran Helion adalah 3,5 kali ukuran Bumi (3,5 X E). Apakah ukuran ini memenuhi syarat sebagai “sebuah raksasa gas kecil”? Ya, jika Anda membandingkan dengan fakta bahwa Planet Neptunus, raksasa gas di tata surya kita berukuran 3,9 kali lebih besar dari Bumi.

Sistem Planet X – Planet-planet Utama

px-system-700

Ukuran Nibiru 6X diameter Bumi, Helion 3,5X diameter Bumi, Bintang Mati Nemesis 56X diameter Bumi. Diagram diambil dari yowusa.com.

Dalam ilustrasi di atas tersebut, Helion ditunjukkan sebagai planet terdalam dari tiga planet utama di dalam Sistem Tata Surya Planet X, dimana Nibiru ada di orbit terluar. Jadi, jika kandidat Helion kita ini benar-benar Planet Helion, ini berarti Nemesis, bintang mati yang ada di jantung Tata Surya Planet X, sedang berada para perihelion, yaitu jarak terdekatnya dengan Matahari. Sesudah itu, konsekuensi serius dari melintasnya Sistem Planet X akan mulai terjadi, antara lain: meningkatnya frekuensi dan intensitas gempa bumi, erupsi gunung berapi, perubahan cuaca global, dan seterusnya.

Sistem Planet-X Terpantau di Brazil, Maret – April 2016

Pada tanggal 13 April 2016, channel Youtube Skywatch Media News memposting video berjudul “Nibiru Second Sun Confirmed Sighting- Captured on Timelapse Video Webcam” (Penampakan Matahari Kedua Nibiru Terkonfirmasi – Video Webcam Timelapse). Produser Skywatch percaya gambar-gambar webcam resolusi rendah ini adalah Nemesis, yaitu brown dwarf star (saudara kembar Matahari yang lebih kecil) yang merupakan pusat Sistem Tata Surya Planet X.

Dalam video ini, Skywatch menunjukkan dua set rekaman gambar pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2 April 2016. Foto-foto yang terlihat tersebut, menurut peneliti Planet-X, Marshall Masters dari Yowusa.com, diyakini sebagai planet Helion, yaitu salah satu planet dari Sistem Tata Surya Planet X. Helion sedang berada pada atau di dekat titik aphelion relatif terhadap Nemesis (titik orbit terjauh dari pusat mataharinya, yaitu Nemesis).

Dalam artikel tersebut, Marshall Masters menyajikan beberapa analisa foto dari tanggal 31 Maret 2016 dan tanggal 2 April 2016, dilengkapi dengan grafik posisi benda-benda langit menggunakan software Starry Night dan tes gamma untuk masing-masing foto. Tes gamma bertujuan untuk memastikan apakah suatu Obyek Pengamatan itu benda alami atau aberasi lensa, menentukan apakah itu benda panas atau dingin.

Video Skywatch yang asli

Skywatch Media News menayangkan capture monitor komputer dari tayangan live webcam dari Sao Vincente, Brazil. Kamera berada pada ketinggian muka air laut dan mengarah ke Timur.

“Rekaman video live dari webcam di Brazil pada akhir Maret – awal April 2016, telah menangkap gambar-gambar luar biasa dari matahari kedua, alias Planet X-Nibiru.”

“Seperti ditunjukkan pada kira-kira dari rentetan foto timelapse menit ke-25, perhatikan ketika Matahari terbit di Sao Vincente, Brazil, sementara matahari kedua juga terbit di belakangnya, dan di atas puncak bukit di sebelah kanan dan menimbulkan refleksi terang kemerahan di permukaan air laut. Sementara Matahari bergerak ke atas horizon, benda angkasa di sebelahnya ini mulai memudar dari pandangan sambil sejenak memantulkan bayangan samar-samar di permukaan air.”

Timelapse Webcam Video live dari Sao Vincente, Brazil bisa dilihat di sini.

Kekurangan dari video ini adalah resolusinya yang rendah: 360P. Ditambah lagi harus terpotong kira-kira 40% bagian tepinya, resolusi video webcam ini tidak mencukupi untuk dijadikan sebuahi observasi yang dapat mengkonfirmasi. Namun demikian, ini sangat meyakinkan dan penting untuk dipelajari.

Foto-foto tanggal 31 Maret 2016

033116-sao-vincente-c

033116-sao-vincente-h

Dalam gambar-gambar analisa ini, yang paling menarik adalah pergerakan Helion terhadap Matahari. Helion merupakan planet gas besar dan terang di dalam Sistem Planet X. Seperti yang terlihat, bidang ekliptik (bidang datar Tata Surya Matahari diilustrasikan dengan warna hijau) adalah vertikal relatif terhadap horizon seperti yang terlihat dalam webcam. Jadi, Matahari kita bergerak dengan jalur tetap ke arah Utara. Perhatikan baik-baik bagaimana Helion bergerak ke atas pada jalur yang berbeda, dari kanan kemudian sedikit bergeser ke arah kiri. Ini disebabkan karena Helion merupakan planet utama paling dalam di orbit mengitari Nemesis, dan karenanya bergerak dengan lintasan berbeda.

Foto-foto tanggal 2 April 2016

040216-sao-vincente-c

040216-sao-vincente-g

040216-sao-vincente-h

Dalam rangkaian gambar analisa ini, Skywatch memberikan komentar, “Debu merah dan puing-puing dapat terlihat pada ekor Planet X.” Namun sepertinya, yang terlihat adalah gambar yang semakin pudar. Ini disebabkan karena benda-benda yang ada di dekat Matahari hanya dapat diamati pada sudut yang sempit pada saat atau sebelum Matahari terbit atau terbenam.

Kesimpulan Hipotesa

Saat ini, diperkirakan lokasi Nemesis (Brown Dwarf Star, saudari dari Matahari) berada pada atau di dekat ekliptik (bidang datar Sistem Tata Surya) dan sedang dalam konjungsi dengan Matahari (di luar orbit Bumi dan di balik Matahari).

Apa yang terlihat dalam rekaman webcam dari Helion ini, kemungkinan besar ia sedang berada, atau sangat dekat, dengan titik aphelion relatif terhadap Nemesis (titik orbit terjauh dari Nemesis). Hipotesis ini masih membutuhkan laporan-laporan observasi lebih lanjut.

Helion dan dua planet utama lainnya dari sistem tata surya Planet X, berikut spesifiksi dan orbitnya, dijelaskan dalam buku tulisan Marshall Masters, Being In It for the Species: The Universe Speaks.

Dalam buku tersebut diterangkan bahwa Helion memiliki sebuah satelit, yang diberi julukan Harrington, sebagai kenangan terhadap Dr. Robert Harrington. Dia adalah kepala astronom di U.S. Naval Observatory, yang menulis thesis tentang lokasi Planet X, dan ditayangkan pada film dokumenter bersama Zecharia Sitchin, penulis buku The 12th Planet dan beberapa topik lain mengenai Nibiru/Planet X.

Harrington juga memerintahkan pembangunan survei luar angkasa khusus Planet X yang dilaksanakan di observatorium Amerika Serikat di New Zealand. Penelitian ini dilaksanakan, namun penemuan-penemuannya tidak pernah dipublikasikan. Banyak peneliti lain yang menduga Harrington akhirnya dibunuh.

Apa kesimpulan dari video Skywatch Media News ini?

Jika hipotesa ini benar, maka Sistem Planet X sedang dalam perjalanan mengitari Matahari. Mereka bergerak mendekati titik perihelion (berada pada jarak terdekat dengan Matahari), dimana kemudian akan mulai mengalami percepatan, bergerak mendekati Bumi pada sisi yang sama terhadap Matahari.

Pada saat itu terjadi, diperkirakan semua orang di Bumi akan dapat melihatnya secara langsung. Dan semua penyangkalan-penyangkalan yang dilakukan NASA dan lembaga berwenang lainnya selama ini tidak akan ada gunanya lagi. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah siap dengan apa yang akan kita lihat.

Dan pada waktu itu “Tanda Anak Manusia” akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap… Matius 24:30 (TB)

Baca:

Kedatangan Planet Nibiru Dapat Memicu Kiamat

Kebenaran Peristiwa Eksodus Diteguhkan oleh Dokumen Historis Mesir Kuno

Kedatangan Nibiru-Planet X Memicu Perang Gog dan Magog

Planet 9: Peneliti Caltech Mengumumkan Bukti Planet Raksasa Baru di Tata Surya

Bumi telah Bergeser dari Porosnya, Kata Tua-tua Suku Inuit

Referensi:

Planet X Double Trouble

Planet Helion in the Planet X System

Helion in the Planet X System Observed in Brazil

Planet X and the Mysterious Death of Dr. Robert Harrington

Camera ao vivo – Praia do Itararé – São Vicente (SP)

Iklan