Kitab Kolbrin adalah tulisan kuno yang terdiri dari 11 buku: 6 buku pertama ditulis oleh para penulis dan sarjana Mesir kuno kira-kira setelah peristiwa Eksodus bangsa Israel dari tanah Mesir. Sisanya, 5 buku lainnya, ditulis oleh para pendeta Celtic pada masa Inggris awal setelah peristiwa kematian Tuhan Yesus Kristus. Kumpulan tulisan ini kemudian dipindahkan ke Glastonbury Abbey dimana mereka disimpan hingga abad ke-12 M.

Peringatan Yoel – Sang Penghancur

Yoel, seorang nabi dalam Perjanjian Lama, merasa perlu untuk memperingatkan kita tentang peristiwa besar murka yang akan menimpa Bumi sebelum kedatangan Hari TUHAN (Yom YAHWEH). Dia tahu apa dampak signifikan dari murka ini, dan bahwa setiap tempat di Bumi akan terdampak.

Yoel 2:1-3,10,30,31 (ILT)

  1. Tiuplah sangkakala di Sion dan kumandangkanlah tanda peringatan di atas gunung kudus-Ku! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, karena sedang datang Hari YAHWEH, sebab, ia sudah dekat.
  2. Suatu hari kegelapan, suatu hari kesuraman, awan-awan dan kegelapan bagaikan suasana fajar pagi yang menyebar di gunung-gunung…
  3. Di hadapannya api telah melahap, dan di belakangnya berkobar nyala api. Negeri yang seperti Taman Eden, yang di hadapan dan di belakangnya menjadi padang gurun yang tandus…
  1. Di hadapan mereka, bumi berguncang, langit bergetar, matahari dan bulan telah menjadi gelap, dan bintang-bintang telah menarik kembali cahayanya.
  1. Dan Aku akan menunjukkan tanda-tanda di langit dan di bumi: darah dan api serta gumpalan-gumpalan asap.
  2. Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan menjadi darah, sebelum datangnya Hari YAHWEH (Yom YAHWEH), yang dahsyat dan menakjubkan.

Penglihatannya jelas, dan itu diperjelas lagi dengan deskripsi yang diberikan dalam tulisan sekuler Kitab Kolbrin. Kitab ini memberikan penjelasan yang detail tentang peristiwa Banjir Besar pada zaman Nuh dan peristiwa tulah-tulah Eksodus, dan tentang kehancuran Bumi pada masa yang sangat lampau, yang disebabkan oleh sebuah benda planet luar angkasa yang dinamai The Destroyer, Sang Penghancur.

Manuscripts 3:3 Ketika zaman berlalu, suatu hukum tertentu berlaku atas bintang-bintang di langit. Jalur-jalur mereka bergeser. Ada pergerakan dan ketidakteraturan, mereka tidak lagi tetap dan sebuah nyala terang yang besar nampak kemerahan di langit.

Manuscripts 3:4 Ketika darah menetes di atas Bumi, Sang Penghancur akan muncul, dan gunung-gunung akan terbelah dan memuntahkan api dan abu. Pohon-pohon akan hancur dan semua yang hidup akan dilalapnya. Air akan menelan daratan, dan air lautan akan mendidih.

Manuscripts 3:6 Orang-orang akan berlarian dalam kegilaan. Mereka akan mendengar sangkakala dan pekik peperangan dari Sang Penghancur dan akan mencari pengungsian di dalam liang-liang di Bumi. Kegentaran akan memakan habis hati mereka, dan keberanian mereka akan tercurah keluar dari dalam mereka seperti air yang tercurah dari bejana yang pecah. Mereka akan dimakan nyala api murka dan terbakar oleh nafas Sang Penghancur.

Dalam kamus Webster terbaru, “Destroyer” – Sang Penghancur – didefinisikan sebagai sesuatu yang menghancurkan atau yang menyebabkan akhir. Karena itu, jika Sang Penghancur mengakhiri kota-kota terbesar umat manusia di tempat-tempat yang jauh, dia pastilah benda luar angkasa dan cukup besar untuk mempengaruhi seluruh Bumi.

nibiru_ok

Melalui tulisan ini kita akan mempelajari bukti-bukti pendukung yang menunjukkan bahwa The Destroyer, Sang Penghancur, itu adalah suatu benda planet luar angkasa yang dikenal sekarang ini dengan nama Planet X, dan yang banyak dipercayai akan melintasi tata surya pada zaman ini, yang akan menyebabkan malapetaka global bagi Bumi.

Manuscripts 3:9 …waktunya Sang Penghancur sudah dekat.

Manuscripts 3:10 Pada waktu itu, orang-orang akan memiliki Buku Besar di hadapan mereka, kebijaksanaan akan diungkapkan, hanya sedikit yang akan dikumpulkan untuk berdiri, itu adalah masa pengujian. Mereka yang gigih akan bertahan…

Kitab Kolbrin mengandung kutipan-kutipan menakjubkan yang menggambarkan kembalinya Planet X. Para penguasa bumi ini – the elite – sejak lama sudah mengetahuinya, dan tanpa perlu dipertanyakan, mereka menyimpan rahasia ini rapat-rapat, sementara pada saat yang bersamaan mempersiapkan diri – dengan harga berapa pun – untuk mempertahankan hidup hingga ke zaman yang baru.

Jika sekelompok ‘elite’, yang memiliki dokumen kuno berumur 800 tahun yang menyatakan dengan jelas bahwa sebuah malapetaka akan terjadi pada saat kembalinya benda luar angkasa ini, maka mereka akan dengan sangat hati-hati merencanakan penyelamatan diri mereka sendiri dengan membangun fasilitas-fasilitas bunker-bunker, terowongan-terowongan, jalur transportasi bawah tanah raksasa antar benua, dan markas pemerintahan masa depan. Para ‘elite’ merespon peringatan dari Kitab Kolbrin ini dengan sangat serius.

Semuanya ini tidak terlalu mengherankan, karena itu sudah tertulis di dalam Kitab Suci:

Yesaya 2:10 (TB) Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya!

Yesaya 2:19 (TB) Dan mereka akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu, dan ke dalam liang-liang di tanah, karena kedahsyatan TUHAN, dan terhadap semarak kemegahan-Nya, ketika Dia bangkit untuk mengguncangkan bumi dengan dahsyat. 

Wahyu 6:15 (TB) Dan raja-raja di bumi, dan pembesar-pembesar, orang-orang kaya, dan perwira-perwira, dan orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka, menyembunyikan diri mereka di dalam gua-gua dan di dalam batu-batu karang di gunung-gunung.

dumb_6
D.U.M.B. (Deep Underground Military Bases; Markas-markas Militer Jauh di Bawah Tanah), dibangun pada kedalaman 1,5-7 kilometer di bawah permukaan tanah.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa The Destroyer, Sang Penghancur akan kembali lagi, dan itu bisa dilihat dari siklus alaminya.

Untuk membuktikan hal yang krusial ini, kita akan melihat tiga episode peristiwa dari Kitab Kolbrin, yaitu:

  1. Tenggelamnya Atlantis
  2. Air Bah (Banjir Besar Nuh), termasuk kisah orang Celtic mengenai Banjir Besar
  3. Eksodus bangsa Israel dari tanah Mesir

Sebagaimana akan Anda temukan di bagian akhir, The Destroyer – Sang Penghancur secara langsung menyebabkan dan atau berkontribusi terhadap ketiga peristiwa besar di Bumi ini.

Surat dari Monster Luar Angkasa

Tertanggal: Sabtu, 30 Desember 1983.

Washington (TPS):

“Benda luar angkasa yang diperkirakan sebesar planet Yupiter dan kemungkinan berada begitu dekat dengan Bumi, sehingga kemungkinan itu adalah bagian dari tata surya telah ditemukan pada arah konstelasi Orion oleh teleskop orbital bernama Infrared Astronomical Observatory… Para astronom tidak mengetahui apakah ini planet, komet raksasa, ataukah “protostar” terdekat.”

“…Itu bukan surat yang akan datang,” kata Neugebauer, kepala astronom…

[Sumber: The Vancouver Sun]

washington-post-planet-x

Menarik, bagaimana Dr. Neugebauer dengan cepat mematikan ide pemikiran tentang ancaman dari luar angkasa dengan menyatakan bahwa monster misterius luar angkasa ini “bukan surat yang akan datang.”

Namun, Kitab Kolbrin mengungkapkan dengan jelas bahwa Bumi pernah berjumpa dengan monster luar angkasa ini di masa lampau dan itu akan terjadi kembali.

Creation 3:1 …Ini adalah fakta yang diketahui para orang bijaksana, bahwa Bumi pernah satu kali dihancurkan sama sekali dan kemudian dilahirkan kembali dalam roda penciptaan yang kedua…

Creation 3:2 …Tuhan menyebabkan seekor Naga [luar angkasa] dari luar Surga datang dan melintasinya… Lautan dihempaskan dari ayunan mereka dan meninggi, tertumpah di seluruh daratan [tsunami]…

Creation 3:3 Manusia, yang ditimpa kegentaran, menjadi gila karena pemandangan mengerikan di langit. Nafas terhisap dari tubuh mereka dan mereka terbakar dalam debu yang aneh.

Creation 3:4 Lalu dia melintas, meninggalkan Bumi yang ditutupi kegelapan dan selubung yang seram, yang menyala kemerahan di dalamnya. Perut Bumi tersobek dalam gejolak geliat yang besar…

Creation 3:5 Bumi memuntahkan hembusan besar nafas busuk dari mulutnya yang mengerikan yang terbuka di tengah-tengah daratan. Nafas yang jahat masuk sedikit di kerongkongan sebelum itu membuat manusia menjadi gila dan membunuh mereka…

Creation 3:8 …hanya batu-batu angkasa [asteroid] dan bumi merah yang tersisa dimana dulunya mereka berada, namun di tengah-tengah semua ketandusan, sedikit orang masih bertahan, karena manusia tidak mudah dibinasakan…

Creation 3:10 Kemudian kubah debu dan awan besar, yang mencakup seluruh Bumi, mengelilinginya dalam kegelapan yang pekat, ditembus oleh cahaya kemerahan, dan kubah ini disapu dalam semburan awan besar dan amukan badai air…

Creation 3:11 Ketika sinar Matahari menembus tirai Bumi… Udara yang busuk dimurnikan dan udara yang baru menyelimuti Bumi yang dilahirkan kembali, melindunginya dari kehampaan langit gelap yang berbahaya.

Creation 3:12 Hujan badai berhenti memukul permukaan tanah dan air meredakan gejolak mereka. Gempa bumi tidak lagi mengoyakkan Bumi hingga terbuka, tidak juga itu membakarnya dan menguburnya dengan batu-batu panas…

Creation 3:13 Air-air dimurnikan, endapan tenggelam dan kehidupan bertambah-tambah dengan limpahnya… Matahari tidak seperti sebelumnya dan Bulan telah diambil pergi…

Creation 3:14 Manusia mendapati Bumi yang Baru dan langit yang tetap. Dia bersukacita namun juga takut, karena dia hidup dalam kegentaran bahwa angkasa akan membawa monster itu kembali dan menabrakkannya.

Creation 3:15 Ketika manusia keluar dari tempat persembunyian dan pengungsiannya, dunia yang dikenal para leluhur mereka telah pergi untuk selamanya. Wajah daratan telah berubah… ketika bangunan langit runtuh…

Kutipan ini menceritakan banyak hal tentang perjumpaan besar Bumi dengan benda planet luar angkasa.

Namun pengetahuan dapat memudar sepanjang waktu, kecuali orang-orang menjaganya dengan menuliskan catatan-catatan. Seperti halnya Kitab Kolbrin, para penulis Mesir mempunyai pandangan jauh ke depan untuk memeliharanya dengan kata-kata tulisan. Meskipun manuskrip kuno dapat mengandung pengertian bias dan yang dibesar-besarkan sesuai sudut pandang penulis, mereka tetaplah berharga dan perlu bagi pembaca masa kini.

Berdasarkan ‘Book of Creation‘ dalam Kitab Kolbrin, tampak sepertinya sebuah planet pengembara menghantam Dunia Purba dengan hantaman yang dahsyat.

Planet pengembara ini, yang oleh orang-orang Sumeria kuno dinamai Nibiru, sebelumnya masuk melintasi tata surya kita di antara orbit Yupiter dan Mars dimana Bumi yang “pertama” dulunya berada.

Inilah planet lautan yang dikenal oleh orang-orang Sumeria sebagai Dewa Tiamat.

Ini menyebabkan terjadinya peristiwa besar luar angkasa, Nibiru bertabrakan dengan Tiamat dan menghancurkan Tiamat berkeping-keping, menjadikan sebagian kepingan-kepingannya sebagai sabuk asteroid. Namun, sebagian kecil dari Tiamat tetap utuh dan terlempar ke dalam ke arah Matahari, menempatkannya pada orbit yang lebih dekat. Massa planet yang tidak stabil yang terdiri dari batu dan air ini menata dirinya sendiri menjadi sebuah planet lautan yang lebih kecil, yang kini menjadi Bumi. Ini menurut mitologi orang Sumeria.

Orang-orang Sumeria menyebutnya Tiamat. Dalam Alkitab namanya disebut “Rahab,” yang diremukkan Elohim YAHWEH sampai hancur berkeping-keping. Arti nama Rahab adalah kesombongan, arogan.

Yesaya 51:9 (TB) Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan YAHWEH! Terjagalah seperti pada zaman purbakala, pada zaman keturunan yang dahulu kala! Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab, yang menikam naga sampai mati?

kolbri4-ok

Selain Kitab Kolbrin dan tradisi Sumeria, adakah informasi lain yang menunjukkan bahwa suatu planet dulunya pernah ada di tempat yang kini menjadi sabuk asteroid?

“Bekas-bekas Planet Besar Tata Surya”

Oleh Van Flandern, T.C.

EOS, 57:280, 1976

 “Abstraksi.

Perhitungan dinamis baru-baru ini oleh M.W. Ovenden telah membuktikan keberadaan sebuah planet dengan 90 kali massa Bumi di tempat yang kini ditempati sabuk asteroid…”

(Sumber: ‘Mysterious Universe A Handbook of Astronomical Anomalies’ by William R. Corliss 1979.)

Saudari Kembar Matahari yang Jahat – Bintang Bertanduk 

Apapun yang dikatakan, sepertinya kita berhadapan dengan dua benda asing luar angkasa.

Pernyataan ini sebagian berdasarkan sebuah diagram NASA. New Illustrated Science and Invention Encyclopedia, Vol. 18, halaman 2488 menyajikan diagram yang jelas menunjukkan “dua obyek tak dikenal.”

pioneer-ok

Dari gambar ini dapat diasumsikan bahwa pesawat ruang angkasa Pioneer milik NASA sedang mencari dua benda tak dikenal. Sepertinya Dark Star – Bintang Gelap yang ada di dalam diagram ini adalah Matahari Kedua (sebuah Brown Dwarf, atau bintang gagal yang dinamai Dark Star), dan Planet Kesepuluh ditunjukkan dengan nama Planet X (yang juga dinamai Destroyer – Sang Penghancur).

brown-dwarf

Astronom Carl Sagan, berspekulasi dalam bukunya Comet (1985), bahwa Matahari kita mempunyai saudara kembar, Dark Star (Bintang Gelap) atau Dark Sister (Saudari Kembar yang Jahat) dan menurut Kitab Kolbrin, dia mungkin benar. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Andy Lloyd, pengarang buku Dark Star. Dia berpendapat Planet X (Nibiru) mengorbit Dark Star, dan berdasarkan skenario ini, Nibiru – bukan Dark Star – secara periodik berayun melintasi tata surya. Namun, para peneliti mengindikasikan bahwa Dark Star dapat menampakkan diri kepada kita dalam konjungsinya pada saat Planet X melintas.

Creation 4:5 Lalu… Tuhan membuat sebuah tanda muncul di langit, supaya manusia tahu bahwa Bumi akan mengalami kesengsaraan, dan tandanya adalah sebuah Bintang yang Aneh. [Bandingkan: Matius 24:30 (TB) Pada waktu itu akan tampak Tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap… ]

Creation 4:6 Bintang ini bertumbuh dan menjadi sangat terang dan menakjubkan untuk dipandang. Dia memakai tanduk dan bernyanyi, tidak seperti lainnya yang pernah dilihat…

Scrolls 33:12 Ratu Besar dari bintang-bintang, biarkan kami tinggal dengan damai, karena kami takut kemunculan tandukmu…

Origins 8:3 …Mereka menyembah dalam kekeliruan, bintang bertanduk yang ganas bersama para pengawalnya…

Apakah kutipan ini menggambarkan Saudari Kembar Matahari yang Jahat (Dark Sister), seperti disebutkan Carl Sagan? Sepertinya demikian. Para pengawalnya adalah planet-planet atau satelit-satelit yang mengelilinginya. Pengawal terbesar Dark Star tidak lain adalah Nibiru.

nibiru-shock-ok

Indikasi lain bahwa kita berhadapan dengan dua benda luar angkasa adalah kutipan dalam Alkitab. 

Wahyu 12:3-4 (ILT)

  1. Dan terlihatlah suatu tanda lain di langit, dan lihatlah, seekor Naga Merah besar [Brown Dwarf Star beserta ekor debu gas merah dan asteroid] yang mempunyai tujuh kepala [7 satelit “pengawal” yang mengorbitnya?] dan sepuluh tanduk, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
  2. Dan ekornya [terdiri dari debu gas dan asteroid-asteroid] menyeret sepertiga bintang-bintang di langit [asteroid-asteroid?] dan dia melemparkan mereka ke bumi [hujan asteroid?]. [Bandingkan: Markus 13:25 (ILT) Dan bintang-bintang di langit [asteroid-asteroid?] akan berjatuhan, dan kuasa-kuasa yang ada di langit akan diguncangkan [gaya-gaya gravitasi antar planet akan menjadi kacau karena masuknya benda asing luar angkasa ini ke dalam tata surya kita].

Ini menggambarkan ada setidaknya dua benda luar angkasa berbeda yang masuk ke dalam tata surya kita: Naga dengan tujuh kepala.

Kitab Zohar, tulisan spiritual Kabbalistik Yahudi menubuatkan kemunculan “Bintang Messias” (Bilangan 24:17) sebelum Kedatangan-Nya ke Bumi. Berikut kutipan dari Zohar:

Shemos 7a Suatu tiang api akan terlihat berdiri dari atas sampai ke bawah selama 40 hari. Seluruh bangsa-bangsa akan melihatnya. Pada waktu itu Melech Hamoshiach (Raja Messias) akan bangkit dan keluar dari Gan Eden (Taman Eden), dari tempat bernama Kan Tzippor, dan akan dinyatakan di Galil (Galilea). Pada hari itu Moshiach keluar dari sana, dan seluruh dunia akan berguncang dan seluruh dunia akan menyembunyikan diri mereka di dalam gua-gua dan celah-celah di batu karang, dan mereka tidak akan berpikir untuk diselamatkan. [Bandingkan: Yesaya 2:19,21 (AYT) Semua orang akan masuk ke dalam lubang dan celah-celah batu karang di bawah tanah karena mereka takut kepada YHWH dan kuasa-Nya yang besar, ketika Ia berdiri untuk mengguncang bumi. Mereka akan masuk ke dalam celah-celah batu karang dan gunung batu karena mereka takut terhadap YHWH dan kuasa-Nya yang mulia itu, ketika Ia berdiri mengguncang bumi. Wahyu 6:15 (ILT) Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar dan orang-orang kaya dan perwira-perwira dan mereka yang berkuasa dan setiap hamba dan setiap orang merdeka menyembunyikan diri ke dalam gua-gua dan ke antara batu-batu gunung.]

Sesudah 40 hari tiang itu berdiri mulai dari Bumi hingga ke Surga di depan mata seluruh dunia, Moshiach akan dinyatakan. Sebuah bintang akan terbit dari sisi Timur, menyala dengan semua warna, dan 7 bintang lain akan mengelilingi bintang ini [7 satelit pengawal?] dan menjalankan peperangan dengannya di semua sisi 3 kali sehari selama 70 hari, dan seluruh orang di dunia akan melihatnya.

Bintang itu akan berperang melawan mereka dengan semburan api dan lidah api dan kilat-kilat di setiap sisinya, dan itu akan menghantam mereka sampai itu menelan mereka masing-masing dan setiap malam, dan lalu di waktu siang itu kembali dan menghempaskan mereka, dan mereka berperang di depan mata seluruh dunia.

Naga Merah besar yang disebutkan dalam Kitab Wahyu, Bintang Moshiach yang disebutkan dalam Kitab Zohar, adalah Sang Penghancur (Destroyer) yang disebutkan dalam Kitab Kolbrin, dan ini memberikan penjelasan yang sangat akurat untuk ekornya yang meliuk-liuk seperti ular naga, seperti yang dapat Anda lihat pada prasasti Mesopotamia ini.

kolbri6-ok

Lebih lanjut, tablet Sumeria ini menunjukkan dengan jelas bahwa Planet X (Destroyer) itu obyek yang berbeda dari Saudari Kembar Matahari (Dark Sister) yang disebutkan Carl Sagan.

Waktunya ‘Sang Penghancur’ sudah dekat

Kitab Kolbrin menuliskan tiga bab seluruhnya tentang Sang Penghancur (Destroyer), sehingga kita tahu bahwa hal itu dipandang penting oleh para penulis Mesir kuno untuk mendokumentasikannya. Sang Penghancur menghasilkan ‘tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban’ yang menakjubkan yang dapat disaksikan secara global di langit purbakala pada zaman itu.

Manuscripts 3:1 Manusia melupakan hari-hari Sang Penghancur. Hanya orang-orang bijaksana mengetahui kemana itu pergi dan dia akan kembali pada waktu yang telah ditentukan.

Manuscripts 3:2 …Seperti gumpalan-gumpalan awan asap yang diselubungi nyala kemerahan, tidak terbedakan sendi dan anggota tubuhnya. Mulutnya seperti jurang yang daripadanya keluar api, asap dan abu.

Manuscripts 3:4 Ketika darah [debu merah] menetes ke atas Bumi, Sang Penghancur akan muncul dan gunung-gunung akan terbelah dan memuntahkan api dan abu… [Bandingkan Mazmur 18:8 (ILT) Bumi pun berguncang dan bergetar; dan dasar-dasar gunung goyah dan berguncang, karena Dia murka kepadanya.]

Manuscripts 3:6 …Mereka akan dimakan dalam nyala api murka dan terbakar oleh nafas Sang Penghancur. [Bandingkan Mazmur 18:9 (ILT) Asap mengepul keluar dari hidung-Nya, dan api dari mulut-Nya melalap; bara menyala dari pada-Nya.]

Manuscripts 3:7 …Manusia akan terbang di udara seperti burung-burung dan berenang di lautan seperti ikan-ikan… Perempuan akan menjadi seperti laki-laki dan laki-laki seperti perempuan, gairah akan menjadi alat permainan manusia.

(Ursula) Shipton, seorang peramal yang mati tahun 1561 M mengungkapkan hal yang sama:

“Karena dalam hari-hari menakjubkan yang terkemudian perempuan akan mengadopsi kegilaan untuk berpakaian seperti laki-laki, dan berpakaian celana dan memotong rambut ikal mereka…

Ketika kapal-kapal berenang-renang seperti ikan di bawah lautan, ketika manusia seperti burung-burung menjelajahi langit sejauh setengah dari dunia, yang basah kuyup di dalam darah akan mati…

Naga berapi akan melintasi langit enam kali sebelum Bumi akan mati…”

Buku Manuscript melanjutkan:

Manuscripts 3:9 …Maka langit akan gemetar dan Bumi beranjak…  Pertanda kiamat akan muncul… Waktunya Sang Penghancur sudah dekat. [Bandingkan Yesaya 13:13 (ILT) Oleh karena itu Aku akan mengguncangkan langit, dan bumi berguncang keluar dari tempatnya (orbitnya?), dalam amarah YAHWEH Tsebaot, dan pada hari murka-Nya yang menyala-nyala.]

Manuscripts 4:4 …Nyala api yang mendahului akan menghanguskan seluruh pekerjaan manusia, air yang mengikutinya akan menyapu habis semua yang tertinggal. Embun kematian akan jatuh perlahan-lahan, seperti karpet kelabu atas seluruh daratan yang dibersihkan…

Bentuk Malapetaka Sang Penghancur – Ular yang meliuk-liuk

Seseorang mungkin berpikir, sebuah komunitas terisolir yang pernah selamat dari malapetaka dahsyat ini tentu ingin mencatatkan peristiwa sebesar ini, dalam bentuk apa pun, untuk memberikan peringatan kepada generasi-generasi mereka yang akan datang.

Teknologi mereka hancur sama sekali, jadi satu-satunya cara yang dapat mereka lakukan adalah menggambar secara fisik sebuah tanda atau ‘perlambang’ dari peristiwa ini di daratan, menggunakan cara apa pun yang diperlukan pada waktu itu.

Salah satu contoh perlambang itu adalah monumen ‘batu berdiri‘ yang ada di Avebury, Inggris.

avebury-3-ok

avebury-1-ok
Monumen batu berdiri di Avebury, Inggris

Hari ini, hanya satu lingkaran yang tersisa. Namun, bagian lingkaran terluar dari posisi yang asli memiliki ekor ular berbentuk seperti untaian di belakangnya. Yang satunya lagi adalah ‘Serpent Mound‘ (gundukan tanah berbentuk ular naga) di Ohio, yang diselidiki tahun 1846. Bentuknya seperti ular yang berpilin dan terhubung kepada bulatan memanjang.

serpent-2-ok

serpent-1-ok
Serpent Mound, Ohio

Kemungkinan, kedua struktur tanah ini adalah Sang Penghancur yang diikuti oleh ekor komet berpilin seperti ular, yang digambarkan dalam Kitab Kolbrin.

Manuscripts 5:1 …Itu berpilin di sekelilingnya seperti gulungan… Itu bukan sebuah komet besar atau bintang yang lepas, berbentuk seperti benda berapi yang nyala-nyala.

Manuscripts 5:4 Inilah bentuk pembinasa yang dinamai Sang Penghancur, ketika itu muncul pada hari-hari yang telah lama hilang, pada zaman yang lampau…

Contoh lain yang sangat jelas dari Sang Penghancur berasal dari mitologi China. Orang China punya tradisi kuno mengenai naga angkasa mengejar sebuah mutiara merah di atas awan-awan.

Mutiara ini memiliki nyala api yang berasal dari permukaannya yang berkobar-kobar dan itu selalu berhubungan dengan naga itu sendiri.

dragon-pearl-ok

Tidak ada penjelasan yang lebih tepat, bahwa kisah ini merupakan perlambang dari Sang Penghancur yang digambarkan dalam ayat-ayat Kitab Kolbrin berikut ini:

Manuscripts 5:5 Bentuk pembinasa ini seperti sebuah bola api melingkar yang menghamburkan serpihan-serpihan berapi dalam rombongannya. Itu menutupi kira-kira seperlima dari langit dan mengirimkan jari-jari meliuk-liuk seperti ular turun ke Bumi…

Tenggelamnya Atlantis – Dipicu oleh Phaeton (Sang Penghancur)

Orang-orang Yunani kuno menggambarkan Phaeton sebagai benda luar angkasa berapi seperti matahari, yang tidak seperti komet pada umumnya. Plato (424-348 SM), filsuf Yunani, memperkenalkan Phaeton untuk pertama kali dalam karya tulisannya berjudul Timaeus 22a-23b.

Di dalamnya kita dapat membaca bahwa teman kakek buyut Plato, bernama Solon, berbicara tentang seorang pendeta Mesir yang berkata kepadanya mengenai Phaeton:

“Ada sebuah kisah, yang bahkan kamu simpan, bahwa pada suatu ketika, Phaeton… membakar segala sesuatu yang ada di atas Bumi… kejadian yang berulang setelah interval yang lama.”

“… Setelah interval yang biasanya, semburan dari angkasa, seperti suatu wabah, datang tercurah…”

Plato menceritakan kisah tentang pulau besar di tengah Samudera Atlantik yang karena murka Phaeton, tenggelam untuk selamanya.

Apakah legenda kehancuran Atlantis ini dikonfirmasi oleh catatan Kitab Kolbrin? Silakan Anda yang memutuskan.

Manuscripts 1:1 Tulisan-tulisan dari zaman lampau menceritakan hal-hal yang aneh dan peristiwa-peristiwa besar di masa para nenek moyang kita hidup pada mulanya…

Manuscripts 1:6 … karena daratan besar Ramakui [Atlantis] yang pertama kali merasakan injakannya. Dikelilingi air di sekitarnya, di luar batas-batasnya itu berada.

Manuscripts 1:7 Ada orang-orang perkasa pada waktu itu [ras Nephilim] … Ada kupu-kupu seperti burung-burung [capung raksasa?] dan laba-laba selebar bentangan tangan seorang manusia … Ada sejumlah besar gajah, dengan gading besar yang melingkar. [Mastodon atau Mammoth? Perlu dicatat di sini, kembali ke tahun 1930, Edgar Cayce, seorang pelihat dalam mimpi yang terkenal, mengatakan dalam tidurnya bahwa Mastodon hidup berdampingan dengan manusia pada zaman Atlantis].

Manuscripts 1:8 … Dalam penghancuran besar di waktu malam, daratan runtuh ke dalam jurang yang dalam…

Manuscripts 1:9 … Manusia mengenakan pakaian dari kulit binatang dan dimangsa oleh binatang buas, makhluk dengan gigi-gigi beradu menjadikan mereka makanan… Pemakan otak memburu manusia…

Manuscripts 1:10 … Setiap manusia yang memiliki benih di dalamnya dan setiap perempuan yang punya aliran darah mati…

Manuscripts 1:12 Inilah negeri darimana manusia berasal… Rakamui [atau Atlantis].

Manuscripts 1:16 Di Ramakui ada sebuah kota besar dengan jalanan dan saluran-saluran air, dan ladang-ladang dikelilingi tembok-tembok batu dan saluran-saluran. Di tengah-tengah daratan itu ada gunung besar yang puncaknya rata…

Manuscripts 1:17 Kota itu memiliki tembok-tembok batu dan dihiasi dengan batu-batu merah dan hitam, kulit kerang putih dan bulu-bulu…

Manuscripts 1:18 Mereka mendirikan tembok-tembok dari gelas hitam dan merekatkannya dengan gelas oleh api…

Manuscripts 1:19 Mereka membuat cermin mata dari batu gelas…

Manuscripts 31:10 …Seluruh daratan terangkat dan terhempas seperti ombak lautan. Selagi itu naik dan jatuh, berkertakan dan terguncang, api yang menerobos dari bawah menyembur keluar, dan bertemu dengan sambaran-sambaran kilat yang turun dari langit.

Manuscripts 31:11 …Pantai-pantai yang baru terbentuk di sekeliling pegunungan… Sepanjang satu malam panjang yang mengerikan daratan yang malang itu terbelah dua, dan bagian selatan tenggelam hilang dari pandangan mata…

Creation 4:10 Pegunungan Timur dan Barat terbelah dua dan berdiri di tengah-tengah lautan yang mengamuk. Daratan Utara miring dan terbalik pada sisinya.

Creation 4:11 Kekacauan dan keributan mereda kembali dan semua menjadi sunyi…

Creation 4:12 Air bah menyapu kembali dan daratan tersapu bersih…

Creation 4:13 Beberapa orang selamat di atas sisi pegunungan dan di atas puing-puing yang mengapung, namun mereka tersebar… Di tengah-tengah kedinginan mereka selamat di dalam gua-gua dan tempat-tempat perlindungan.

Creation 4:14 Negeri Manusia Kecil dan Negeri Para Raksasa, Negeri Makhluk Tak Berleher dan Negeri Rawa-rawa dan Kabut, Negeri Timur dan Barat, semuanya tenggelam…

Berdasarkan catatan ini, penampilan fisik manusia sepertinya berubah secara drastis segera sesudah tenggelamnya Atlantis.

Helena Blavatsky, seorang theosofi dan peneliti filosofi esoterik di abad ke-19, menulis panjang lebar mengenai benua yang hilang Atlantis. Di tahun 1882 salah seorang gurunya menghubungi seorang rekannya, Theosof A.P. Sinnett, menegaskan bahwa bagian terakhir dari Atlantis tenggelam pada tahun 9565 SM. Dia mengatakannya dengan sangat spesifik.

Kemudian pada tahun 1995 dua orang peneliti bernama D.S. Allan dan J.B. Delair, spesialis palaeo-geografi dan kartografi, meluncurkan sebuah buku berjudul “Ketika Bumi Hampir Musnah – Bukti-bukti Meyakinkan dari Bencana yang Mengubah Bumi 9500 SM.”

Mereka menyimpulkan bahwa suatu benda luar angkasa datang ke dalam tata surya pada suatu masa yang sangat lampau dan menyebabkan kemusnahan Bumi dan menjuluki peristiwa ini “bencana Phaeton.” Istilah yang sama dengan yang disebutkan oleh Plato (424-348 SM)!

Allan dan Delair menuliskan:

“Benda luar angkasa penyusup apapun yang datang dari wilayah kosmis yang jauh akan cenderung bertemu atau lewat di dekat planet-planet terdekat dengan arah lintasannya pada waktu yang spesifik…” Halaman 198

“…Phaeton dari zaman lampu dianggap secara umum berbentuk bulat, suatu benda berapi yang menyala terang dengan ukuran sedang, dan lebih mirip bintang atau matahari dibandingkan komet pada umumnya, dan dipandang oleh banyak orang sebagai penyebab Banjir Besar.” Halaman 212

Mendasarkan sepenuhnya dari penelitian ilmiah, penanggalan Allan dan Delair untuk tahun 9500 SM hanya berselisih 65 tahun dari tahun yang disebutkan oleh guru Theosofi lebih dari seabad sebelumnya.

Ini salah satu bukti yang mendukung kebenaran karya Blavatsky, meskipun Allan dan Delair lebih jauh tidak mengatakan apa-apa bahwa Phaeton adalah benda yang memiliki siklus seperti planet.

Phaeton memiliki siklus kedatangan, dan dari bukunya Secret Doctrine – Vol. 2 1888, Helena Blavatsky memberikan petunjuk bahwa benda planet tak lazim ini akan datang kembali:

“…Phaeton, dalam hasratnya untuk belajar kebenaran tersembunyi, membuat Matahari bergeser dari jalurnya yang biasa…”

“…Alam telah diubahkan pada masa Banjir Besar universal… Pada waktu itu juga, tahun-tahun sebelum Air Bah yang menghanyutkan penduduk Atlantis dan mengubahkan wajah seluruh bumi – karena “Bumi (pada sumbunya) menjadi miring…”

“Dan sekarang pertanyaan alaminya. Siapakah yang memberikan informasi kepada Henokh mengenai penglihatan yang dahsyat ini… Bahwa Bumi pada suatu ketika mengalami kemiringan pada sumbunya?” Halaman 533-535

Kutipan dari Kitab Henokh, fragmen kitab Nuh, sebelum Air Bah itu datang, Nuh melihat bahwa bumi bergeser menjadi miring. Kitab Henokh 65:1-4

  1. Dan pada hari-hari itu Nuh melihat bahwa bumi bergeser menjadi miring, dan bahwa kehancurannya sudah dekat.
  2. Dan dia segera angkat kaki dari sana, dan pergi ke ujung bumi, dan memanggil kakeknya Henokh; dan Nuh berseru dengan suara getir, “Dengarkan aku! Dengarkan aku! Dengarkan aku!” tiga kali.
  3. Dan dia berkata kepadanya, “Katakan kepadaku apa yang terjadi pada bumi, mengapa bumi ini begitu menderita dan terguncang? Mungkin aku akan binasa bersamanya!”
  4. Dan setelah itu ada keguncangan besar di bumi, dan terdengar suara dari surga, dan aku jatuh tersungkur.

Apakah Blavatsky memberi petunjuk bahwa gravitasi Phaeton telah menarik Bumi dan menyebabkan sumbunya miring dan kemudian menyebabkan Air Bah? Sepertinya demikian.. (Baca: Apa Penyebab Banjir Nuh? Bukti Alkitabiah Mengguncangkan Para Peneliti)

Manuscripts 33:2 …Hari-hari dalam tahun-tahun diperpendek dan masa segala sesuatu diubahkan. Musim-musim dibalikkan…

Manuscripts 33:5 …Empat kali bintang-bintang telah berpindah ke tempatnya yang baru dan dua kali matahari telah berubah arah perjalanannya. Dua kali Sang Penghancur telah menghatam bumi…

Plato menulis dalam buku dialognya, The Statesman (Politicus)‘Maksudku perubahan dalam terbit dan terbenamnya matahari dan benda-benda langit lainnya, bagaimana pada zaman itu mereka biasa terbenam di tempat di mana mereka sekarang terbit, dan mereka biasanya terbit di mana mereka sekarang terbenam…’

Dalam Traktat Sanhedrin dari Talmud Yahudi dikatakan, ‘Tujuh hari sebelum Air Bah, Yang Maha Kudus mengubah tatanan purbakala dan matahari terbit dari barat dan terbenam di timur.’

Orang dapat mengartikan kalimat tersebut dan menyatakan bahwa setidaknya pernah terjadi empat kali peristiwa bumi dijungkirbalikkan (Pole Shift) yang terjadi pada dunia purbakala zaman lampau. Dan salah satunya menyebabkan kemusnahan Atlantis pada akhirnya.

Ya, sepertinya Phaeton adalah Sang Penghancur, benda luar angkasa penyusup yang menyebabkan bumi dijungkirbalikkan – yang memiliki siklus alami berulang. Phaeton yang dibawa oleh Dark Star itu sendiri.

Banjir Besar Nuh – Dipicu Sang Penghancur

Tulisan dari Kitab Kolbrin mengenai Banjir Besar:

ark-9

Gleanings 4:1 …Bumi telah dihancurkan dua kali, yang pertama dihancurkan sepenuhnya oleh api dan yang kedua dihancurkan sebagian oleh air. Kehancuran oleh air adalah kehancuran yang lebih ringan dan datang karena hal ini.

Gleanings 4:13 …Tuhan mereka mengirimkan kutuk ke atas manusia di kota-kota, dan datanglah suatu cahaya aneh dan suatu kabut asap yang memenuhi kerongkongan manusia…

Gleanings 4:16 …Bayangan kebinasaan mendekat… Waktunya kemusnahan sudah dekat…

Gleanings 4:17 …Karena itu sebuah kapal besar dibangun di bawah kepemimpinan Hanok, putera Hagoretur, bagi Sisuda, raja Sarapesh, yang dari perbendaharaannya membiayai pembangunan kapal.

Gleanings 4:18 …Panjang kapal besar ini tiga ratus hasta dan lebarnya lima puluh hasta, dan itu diselesaikan satu hasta dari atas. Itu ada tiga tingkatnya, yang dibangun tanpa pemisah. [Kejadian 6:15-16 (ILT) Dan beginilah engkau harus membuatnya: Panjang bahtera itu tiga ratus hasta, lebarnya lima puluh hasta, dan tingginya tiga puluh hasta. Engkau harus membuat sebuah jendela pada bahtera itu dan engkau harus menyelesaikannya sampai sehasta dari atas, dan engkau harus memasang pintu bahtera itu pada lambungnya. Engkau harus membuat bahtera itu bertingkat: bawah, tengah dan atas.]

Gleanings 4:19 …Setiap tingkat dibagi menjadi dua, sehingga ada enam lantai bawah dan satu di atasnya, dan mereka dibagi-bagi tujuh bagian… Batu-batu besar tergantung dari tali-tali…

Gleanings 4:20 …mereka membawa benih dari semua makhluk hidup. Gandum dituang ke dalam keranjang-keranjang dan banyak ternak dan domba disembelih untuk makanan… dan… Juga emas dan perak, logam dan batu-batu…

Gleanings 4:21 …orang-orang di lembah… mencemooh para pembangun kapal yang besar…

Gleanings 4:22 …mereka yang akan pergi dengan kapal besar telah berangkat… orang-orang memasuki kapal besar dan menutup pintunya, dan menguncinya…

Gleanings 4:23 Raja telah masuk dan bersama dia, mereka yang berasal dari darah dagingnya, semuanya empat belas…

Gleanings 4:24 …menunggangi awan hitam besar yang bergulung-gulung, datanglah Sang Penghancur… Binatang dengan mulut yang terbuka menyemburkan api dan batu-batu panas dan asap yang kotor… [Ini sepertinya menunjukkan ada dua benda luar angkasa yang terlihat dari permukaan Bumi pada saat perlintasan mereka…]

Gleanings 4:27 …Kapal itu terangkat oleh air pasang yang hebat dan terlempar diantara puing-puing, namun itu tidak menghantam sisi-sisi pegunungan karena tempatnya dimana itu dibangun… [Kejadian 7:18 (ILT) Dan air itu semakin hebat, dan bertambah-tambah banyaknya di muka bumi, dan bahtera itu bergerak terapung-apung di atas permukaan air.]

Gleanings 4:28 Air pasang menyapu puncak-puncak pegunungan dan menenggelamkan lembah-lembah. Mereka tidak naik seperti air dituangkan ke dalam mangkuk, tetapi datang dengan arus air bergelombang besar [seperti tsunami]… [Kejadian 7:19-20 (ILT) Dan air itu telah menjadi demikian hebatnya di muka bumi, dan telah menutupi semua gunung-gunung tinggi yang ada di seluruh kolong langit. Air itu telah menjadi tinggi lima belas hasta ke atas, dan gunung-gunung telah ditutupinya.]

Gleanings 4:29 …kapal besar terdampar di atas Kardo, di pegunungan Ashtar…

Kutipan dari Kitab Henokh, Kitab Yashar dan Kitab Yobel tentang apa yang terjadi sebelum Air Bah itu datang:

Kitab Henokh 65:1-4

  1. Dan pada hari-hari itu Nuh melihat bahwa bumi bergeser menjadi miring, dan bahwa kehancurannya sudah dekat.
  2. Dan dia segera angkat kaki dari sana, dan pergi ke ujung bumi, dan memanggil kakeknya Henokh; dan Nuh berseru dengan suara getir, “Dengarkan aku! Dengarkan aku! Dengarkan aku!” tiga kali.
  3. Dan dia berkata kepadanya, “Katakan kepadaku apa yang terjadi pada bumi, mengapa bumi ini begitu menderita dan terguncang? Mungkin aku akan binasa bersamanya!”
  4. Dan setelah itu ada keguncangan besar di bumi, dan terdengar suara dari surga, dan aku jatuh tersungkur.

Kitab Yashar 6:11,14

  1. Maka pada hari itu, Yahweh membuat seluruh bumi berguncang, dan matahari tidak bersinar, dasar-dasar bumi mengamuk, dan seluruh bumi berguncang dahsyat, dan kilat saling menyambar, dan guntur bergemuruh, dan seluruh mata air di bumi pecah. Seperti demikian ini tidak pernah dikenal penduduk bumi sebelumnya. Elohim melakukan perbuatan perkasa ini, untuk menggentarkan anak-anak manusia, supaya tidak ada lagi kejahatan di atas bumi. 
  1. Seluruh mata air di dasar samudera raya terbelah, dan jendela-jendela langit terbuka, dan hujan turun ke atas bumi empat puluh hari dan empat puluh malam.

Kitab Yobel 5:24,25

  1. Dan YAHWEH membuka tujuh pintu air di langit, dan mulut-mulut mata air-mata air di dasar samudera yang dalam, tujuh mulut jumlahnya.
  2. Dan pintu-pintu air mulai mencurahkan air dari langit empat puluh hari dan empat puluh malam, dan mata air-mata air di kedalaman samudera juga mengeluarkan air, hingga seluruh dunia penuh dengan air.

Kisah Banjir Besar dari Tradisi Celtic – Dipicu oleh ‘Naga Pemusnah’

Berakar kuat dalam tradisi dan hikayat Celtic kuno, tulisan-tulisan Celtic dari Coelbook (5 buku terakhir dari Kitab Kolbrin) memenuhi personalitas mistis dari mereka, yang mengingatkan kita akan J.R.R. Tolkien.

Membuat seseorang berpikir, mungkinkah Tolkien memiliki salinan Kitab Kolbrin di sisinya ketika dia menuliskan buku Trilogi The Lord of The Rings?

Pertanyaan ini tidak terlalu jauh, karena Tolkien menuliskan tentang zaman Bumi-Tengah. Dalam tradisi Celtic, suatu zaman dimulai dan diakhiri ketika benda misterius yang dinamai “Naga Pemusnah” atau “Kereta Bulan” muncul di atas langit.

Origins 3:9 …Para penggarap tanah liar… menceritakan kisah banjir kepada leluhur pendiri rumah kita, namun generasi yang mengalaminya telah musnah… figur yang mengerikan dari Awamkored menyatakan dirinya sendiri di depan mata orang-orang yang keheranan…

Origins 3:10 …Kereta Bulan datang kembali di atas horizon yang redup…

Origins 3:12 Musuh yang berasal dari luar bumi jatuh berkeping-keping dan melontarkan batu-batu yang diciptakannya sendiri… Matahari… [mengubah] pakaian perangnya, dari merah kepada biru, kemudian kuning, lalu hijau, lalu coklat.

Origins 3:15 Ini adalah kisah peperangan langit… Naga Pemusnah yang pernah datang lebih dari satu kali dan akan kembali lagi…

Origins 3:19 …Dalam perarakan yang mendebarkan jantung, dewa-dewa langit mengagumkan yang tidak pernah terlihat sebelumnya, melintas di langit…

Origins 3:20 …itulah kegelapan yang dikenal sebagai selubung Thunor yang menyesakkan nafas, meskipun tidak pernah sebelumnya itu terbentang begitu luas…

Origins 3:21 Awan hitam raksasa telah ditarik seperti tirai di sepanjang atap langit… Terbit di atasnya adalah gumpalan-gumpalan api dan asap yang aneh… Lalu segala sesuatu berhenti bergerak…

Origins 3:22 Lalu… datanglah gelombang tinggi dinding kegelapan, air bertaring putih, …Ada tanah kecoklatan, sampah berbuih yang hanyut dengan aneh di sepanjang permukaan… [gelombang tsunami].

Origins 3:23 …Berdiri di atas puncak-puncak bukit, Sang Penggentar kita melihat rumah yang berenang, membuatnya bergerak cepat menjauhi lautan, datang ke daratan, dan keluar dari dalamnya manusia dan binatang dari Tirfola.

Tulah-tulah Eksodus – Dipicu oleh “Sang Penghancur” (Shachath)

Kita semua mengenal “Paskah” (Pesach atau Passover; artinya dilewati), perayaan roti tak beragi memperingati peristiwa Eksodus bangsa Israel dari Tanah Mesir.

Menurut tulisan dalam Kitab Kolbrin, Destroyer – Sang Penghancur menyatakan dirinya di atas Mesir tepat sebelum bangsa Israel pergi keluar untuk memperoleh kebebasannya. Karena itu, seseorang mungkin dapat berkata, Destroyer – Sang Penghancur secara fisik ‘lewat di atas’ kepala para budak Ibrani sementara mereka melarikan diri melintasi Laut Merah.

Di dalam Torah, Sang Penghancur ini disebut “shachath,” si Penghancur atau si Perusak atau si Pemusnah.

Keluaran 12:23 (ILT) Dan YAHWEH akan melintas untuk memukul orang-orang Mesir. Dan Dia akan melihat darah pada ambang dan pada kedua tiang pintu itu. Dan YAHWEH akan lewat (Ibrani: pasach; melintas, melewati, melompati) di atas pintu itu, dan Dia tidak akan mengizinkan si Pembinasa (Ibrani: shachath; the Destroyer, sang Penghancur) masuk ke dalam rumahmu untuk memukulmu.

Kata Ibrani “shachath” (H7843), artinya: menghancurkan, merusak, meruntuhkan, menjadikan puing-puing, memusnahkan, menghantam (bertubi-tubi), menjungkir-balikkan, perusak, penghancur.

Tulisan orang Mesir mengenai peristiwa Eksodus dalam Kitab Kolbrin:

Manuscripts 6:1 Hari-hari kegelapan dimulai dengan kunjungan terakhir Sang Penghancur… diramalkan dengan pertanda aneh di langit…

Manuscripts 6:3 Inilah hari-hari tenang pertanda buruk, ketika orang-orang menunggu apa yang tidak mereka ketahui…

Manuscripts 6:5 Hari-hari ketenangan diikuti oleh waktu ketika suara sangkakala dan lengkingan terdengar di langit…

Manuscripts 6:6 Orang-orang berbicara tentang Tuhan para budak… Perwujudan-Nya ada di langit bagi semua manusia untuk dilihat, namun mereka tidak memandang dengan pengertian…

Manuscripts 6:11 Debu dan awan asap menggelapkan langit dan mewarnai air yang ke atasnya mereka jatuh dengan warna darah. Wabah ada di seluruh negeri, sungai menjadi darah dan darah ada di mana-mana [debu merah bercampur air].

Manuscripts 6:12 …Dalam cahaya Sang Penghancur, bumi dipenuhi warna merah. Kutu-kutu berkembang biak dan memenuhi udara dan muka Bumi dengan kejijikan.

Manuscripts 6:13 …Wajah daratan dipukul dan dihancurkan oleh hujan batu yang menghantam apa pun yang berdiri di jalur lintasannya…

Allan dan Delair dalam buku mereka, When the Earth Nearly Died – Compelling Evidence of a Catastrophic World Change 9,500 BC, menguatkan kutipan dari Kolbrin mengenai “hujan batu” dalam tulisannya:

“… Orang Yahudi menyebut besi dengan ‘nechoset’. Secara literal ini artinya “kotoran ular”. Ini ungkapan yang tidak berarti hingga kami menemukan bahwa, dalam tradisi Yahudi, ‘ular’ adalah nama lain dari Satan…”

“…Lebih jauh, itu pasti berhubungan karena dalam bahasa Yunani kuno, kata besi adalah ‘sideros’. Ini jika digabungkan dengan bahasa Latin untuk bintang, ‘sidus’, seperti ‘Bintang Besi’, mempunyai arti baru untuk menunjukkan sebuah benda angkasa besar yang sebagian terdiri dari logam…”

“Hal pokok yang ada pada semua tradisi kuno ini menunjukkan fakta bahwa pecahan benda-benda seperti meteor [kerikil] ini adalah bagian dan berasal dari perjumpaan kosmis mengerikan yang hampir memusnahkan Bumi pada waktu yang lampau…” Halaman 201

Catatan orang Mesir mengenai Eksodus dari Buku Manuscripts, Kolbrin:

Manuscripts 6:14 Ikan di sungai mati dalam air yang tercemar. Cacing-cacing, serangga dan reptil bermunculan dari Bumi dalam jumlah besar. Tiupan angin besar membawa kerumunan belalang yang menutupi langit…

Manuscripts 6:15 Kegelapan ini bukan kegelapan malam yang bersih, tetapi kegelapan yang pekat yang karenanya nafas manusia berhenti di kerongkongan mereka. Manusia terengah-engah dalam awan asap panas yang memenuhi seluruh daratan dan memadamkan semua pelita dan api…

Manuscripts 6:16 Bumi berjungkir balik, seperti tanah liat diputar di atas roda tukang periuk. Seluruh daratan dipenuhi gemuruh dari gelegar Sang Penghancur…

Manuscripts 6:19 Pada malam besar murka Sang Penghancur… turunlah hujan batu-batu… [hujan asteroid]

Manuscripts 6:21 Daratan menggeliat-geliat dibawah murka Sang Penghancur dan mengerang dengan penderitaan Mesir. Itu berguncang sendiri…

Manuscripts 6:22 Ada sembilan hari kegelapan dan pergolakan, sementara angin topan mengamuk seperti tidak pernah dikenal sebelumnya…

Manuscripts 6:24 Para budak terhindar dari Sang Penghancur, meninggalkan daratan terkutuk dengan bergegas. Banyak orang Mesir menggabungkan diri mereka kepada kerumunan itu, karena seorang yang besar memimpin mereka pergi, seorang pangeran imam dari istana dalam [Musa].

Manuscripts 6:25 Api menumpuk di tempat tinggi dan nyalanya tertinggal bersama musuh-musuh Mesir. Itu muncul dari tanah seperti mata air dan tergantung seperti tirai di langit.

Manuscripts 6:26 Dalam tujuh hari, oleh Remwar, mereka yang terkutuk melakukan perjalanan ke air. Mereka menyeberangi padang belantara yang naik turun sementara bukit-bukit meleleh di sekeliling mereka. Di atas, langit terkoyak-koyak dengan halilintar… [Nahum 1:5 (ILT) Gunung-gunung berguncang oleh karena Dia, dan bukit-bukit mencair, bumi menjadi runtuh di hadapan-Nya dan dunia serta segala yang berdiam di dalamnya.]

Manuscripts 6:28 Firaun telah mengumpulkan tentaranya dan mengikuti para budak…

Manuscripts 6:30 Pasukan Firaun menyusul para budak di tepi pantai laut, namun tertahan dari mereka oleh nafas api. Awan yang besar terbentang di atas pasukan dan menggelapkan langit…

Manuscripts 6:31 Angin puyuh muncul di Timur dan menyapu perkemahan pasukan… Ada ketenangan yang aneh dan, di dalam kesuraman, terlihat bahwa air itu telah terbelah, membentuk jalan di antaranya… Dari tanduk Sang Penghancur keluar suara lengkingan dahsyat yang memecahkan telinga manusia.

Manuscripts 6:32 Para budak telah mempersembahkan korban dalam keputusasaan… Kemudian, dalam kegembiraan yang meluap, pemimpin mereka [Musa] memimpin mereka ke tengah-tengah air melalui kekacauan…

9-parting-water-700

Manuscripts 6:35 Kemudian kegeraman itu berlalu dan ada ketenangan… para panglima maju ke depan dan pasukan bangkit di belakang mereka… Firaun berperang melawan para budak yang berada paling belakang…

Manuscripts 6:37 …Langit bergemuruh seperti oleh seribu halilintar, perut Bumi terkoyak dan Bumi memekik dalam penderitaan… Daratan kering runtuh ke bawah air dan gelombang besar memecah di pantai…

Manuscripts 6:38 Hentakan batu-batu besar dan air menenggelamkan kereta-kereta orang Mesir yang bergerak di depan pasukan berjalan kaki…

Manuscripts 6:39 Kabar bencana datang kembali oleh Rageb, putera Thomat, yang bergegas mendahului orang-orang selamat yang ketakutan karena luka bakarnya…

Manuscripts 6:40 Daratan yang hancur terhampar tak berdaya dan para penjajah keluar dari kesuraman seperti daging membusuk…

Manuscripts 6:46 …Udara dimurnikan, nafas Sang Penghancur telah berlalu dan daratan dipenuhi kembali dengan semua yang bertumbuh…

Gleanings 6:30 …Seratus generasi telah berlalu sejak Air Bah yang menenggelamkan dan sepuluh generasi sejak kemunculan terakhir Sang Penghancur.

Sang Pemazmur, Raja Daud, menuliskan tentang peristiwa-peristiwa ini dalam Mazmur 18:7-16 (ILT)

  1. Dalam kesesakanku, aku berseru kepada YAHWEH, dan aku berseru kepada Elohimku; Dia mendengar seruanku dari bait-Nya, dan seruanku ke hadapan-Nya, sampai ke telinga-Nya.
  2. Bumi pun berguncang dan bergetar; dan dasar-dasar gunung goyah dan berguncang, karena Dia murka kepadanya.
  3. Asap mengepul keluar dari hidung-Nya, dan api dari mulut-Nya melalap; bara menyala dari pada-Nya.
  4. Dia mencondongkan langit lalu turun, dan kekelaman ada di bawah kaki-Nya.
  5. Dan Dia mengendarai kerub, lalu terbang; dan membubung tinggi di atas sayap angin.
  6. Dia membuat kegelapan sebagai tempat rahasia-Nya, tudungnya di sekeliling-Nya, adalah kegelapan air awan pekat di angkasa.
  7. Cahaya terang keluar dari hadapan-Nya, awan-Nya yang gelap, hujan es (Ibrani: barad; hujan batu [asteroid]) dan bara (Ibrani: gechel; arang berapi) api (Ibrani: esh; nyala api) berlalu.
  8. YAHWEH pun mengguntur di langit; Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya, dengan hujan es (barad) dan bara (gechel) api (esh).
  9. Ya, Dia meluncurkan anak panah-Nya dan menyerakkannya; Dia memancarkan kilat sehingga membingungkan mereka.
  10. Lalu, tampaklah dasar-dasar sungai, dasar-dasar bumi tersingkap, karena hardikan-Mu, karena hembusan napas hidung-Mu, ya YAHWEH.

Bandingkan dengan 2Samuel 22:7-16 (ILT)

  1. dalam kesesakanku, aku memanggil YAHWEH, dan aku berseru kepada Elohimku, dan Dia mendengar suaraku dari bait-Nya, dan seruanku masuk telinga-Nya.
  2. Dan bumi berguncang dan bergetar, dasar-dasar langit menjadi kacau, dan terguncang karena Dia murka.
  3. Asap membubung dari lubang hidung-Nya, dan api tercurah keluar dari mulut-Nya; bara (gechel) menyala oleh-Nya.
  4. Dan Dia menekuk langit, dan turun, dan kegelapan yang pekat berada di bawah kaki-Nya.
  5. Dan Dia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap-sayap angin.
  6. Dan Dia membuat kegelapan menjadi pondok-pondok di sekeliling-Nya, kumpulan air, awan tebal di angkasa.
  7. Dari terang di hadapan-Nya, maka menyalalah bara api!
  8. YAHWEH mengguntur dari langit, dan Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.
  9. Dan Dia melepaskan anak-anak panah, dan menyerakkannya; kilat, dan mengacaukannya.
  10. Dan muncullah saluran-saluran laut; dan dasar-dasar bumi dinyatakan oleh hardikan YAHWEH, dari hembusan napas lubang hidung-Nya.

Dalam bukunya Exodus to Arthur (1999), Mike Ballie menempatkan penanggalan peristiwa Eksodus pada tahun 1628 SM.

Bagaimana dia sampai pada kesimpulan ini? Ballie menyimpulkan penanggalan ini berasarkan pengukuran cincin tahun pohon yang sangat sempit yang diambil dari rawa-rawa di Sentry Hill, Irlandia Utara.

Menurut Ballie, cincin tahun pohon paling sempit yang pernah tercatat, dimulai hampir segera sesudah bencana letusan gunung api di Pulau Santorini Mediterania, menciptakan awan debu raksasa.

Tapi ini hal yang menentukan, Ballie menunjukkan bahwa ada dua awan debu yang terjadi saat bersamaan. Satu dari Santorini dan satunya dari benda luar angkasa yang datang bernama Typhon, yang kemungkinan telah menyebabkan gunung api di Santorini meletus sejak awalnya.

Sejumlah penulis kuno mencatat gambaran dari benda luar angkasa ini.

Ballie menyatakan:

“Menurut Appollodorus, Typhon: “…melampaui ketinggian pegunungan dan kepalanya seringkali menyapu bintang-bintang… Begitu sangat besarnya Typhon, ketika dia melontarkan batu-batu, dia menjadikan langit mendesing dan berteriak, menyemburkan api besar dari mulutnya.”

“Mengutip Pliny: “Sebuah [benda seperti] komet yang mengerikan terlihat oleh orang-orang di Ethiopia dan Mesir, yang kepadanya Typhon, raja pada masa itu memberikan namanya [dengan kata lain, raja memberikan ‘namanya sebagai tanda kepemilikan’ atas benda luar angkasa itu]…”

“…Typhon… tidak hanya disebutkan oleh Pliny, namun juga oleh Lydus, Servius, Hephaestion dan Junctinus… Sepertinya [Typhon] terlihat seperti bola merah raksasa yang bergerak lambat…”

Lydus, berpendapat jika Bumi sekali lagi bergerak mendekati Typhon, Bumi akan hancur pada waktu perjumpaan itu… ada hubungan yang dekat antara tulah-tulah Mesir pada waktu Eksodus dengan fenomena yang berhubungan dengan Typhon.” Halaman 176-178

kolbri11-ok

Jadi, berdasarkan kutipan di atas, bisa disimpulkan bahwa Typhon sama dengan Sang Penghancur (Ibrani: shachath) yang tercatat di Kitab Kolbrin maupun Kitab Keluaran, pada waktu terjadinya peristiwa tulah-tulah Eksodus.

Baca: Kebenaran Peristiwa Eksodus Diteguhkan oleh Dokumen Historis Mesir Kuno

Pada perlintasannya yang terakhir, Typhon menarik orbit Bumi sedikit melebar dari Matahari.

Manuscripts 34:4 …Lima hari sekarang ditambahkan kepada hari-hari dalam setahun, itu adalah hari-hari penderitaan karena perubahan segala sesuatu…

Ayat ini tidak hanya mendukung teori penjungkir-balikkan bumi, namun menegaskan bahwa “lima hari sekarang ditambahkan kepada satu tahun.”

Jadi, lima hari ditambahkan kepada kalender! Mungkinkah bahwa tahun-tahun orang Mesir kuno hanya 360 hari, sebelum kunjungan terakhir Sang Penghancur, pada waktu Eksodus? Ya…

Jawaban ini diberikan oleh Immanuel Velikovsky pada tahun 1950 dalam bukunya The World in Collision.

“Tahun Mesir terdiri dari 360 hari sebelum itu berubah menjadi 365 dengan penambahan 5 hari… sekelompok pendeta Mesir berkumpul di Canopus dan membuat keputusan… untuk menyesuaikan kalender dengan musim-musim “menurut tatanan dunia yang sekarang ini,” seperti yang dikatakan dalam teks tersebut.”

Velikovsky selanjutnya mengatakan bahwa diperkenalkannya lima hari tambahan ini dikarenakan perubahan sesungguhnya dalam pergerakan planet-planet seperti tersirat dalam Dekrit Canopus, karena itu mengacu kepada “perubahan kesalahan di langit.”

Jadi jika orang Mesir harus menambahkan lima hari kepada kalender mereka, apakah orang-orang kuno di belahan bumi lain juga melakukan hal yang sama? Ya…

Velikovsky menuliskan:

“…Tahun Maya terdiri dari 360 hari. Belakangan lima hari ditambahkan, dan kemudian setahun adalah satu tun (periode 360 hari) dan lima hari … mereka menyebutnya terpisah, dan menamainya hari-hari yang kosong…”

[Friar Diego de Landa, di Yucatan, sebelum dan sesudah Penaklukkan, menuliskan]… lima tambahan hari dianggap sebagai “kemalangan dan celaka.”

Mengapa orang-orang kuno menganggap lima hari tambahan ini sebagai hari-hari “kemalangan” dan “celaka”?

Friar Diego de Landa menangkap firasat diantara orang-orang lokal mengenai tambahan lima hari ini. Mungkin orang-orang Maya mengetahui kedatangan sebuah benda luar angkasa yang bertanggung jawab melemparkan bumi keluar dari orbitnya. Karenanya, mereka secara alami berpikir bahwa suatu kekuatan jahat berhubungan dengan lima hari kemalangan ini. Apakah kembalinya obyek luar angkasa ini merupakan kedatangan dewa mereka, Quetzalcoatl – ular bersisik luar angkasa?

Ini kemungkinan yang jelas.

quetzalcoatl
Quetzalcoatl, dewa ular naga berbulu

Menurut legenda Maya kuno,  ras raksasa purbakala yang dinamai Quinametzin (Nahuatl), mendiami bumi pada zaman sebelumnya. “Quinametzin diciptakan pada zaman “Matahari Hujan”, dan penguasanya bernama Tlaloc. Pemerintahannya berakhir ketika dewa naga Quetzalcoatl menurunkan “hujan api” dan para raksasa Quinametzin terbakar sampai mati.” Dan mereka yang masih selamat menyembunyikan diri pada hari-hari itu.

Orang-orang Maya mempercayai ramalan bahwa dewa naga dan pendiri kebudayaan mereka, Quetzalcoatl atau Kukulkan, akan kembali dari surga pada Akhir Zaman ini.

Dalam hubungan kekuataan “jahat” ini, Typhon dan Phaeton, yang telah disebutkan di awal, juga berhubungan dengan Satan atau si Ular Tua – “Binatang” yang sesungguhnya, yang ada di surga.

Hubungan ini sebagian berasal dari catatan China kuno dari Dinasti Xia. Dari buku James LeggeThe Sacred Books of China (1879), dia mengutip sebuah kisah kuno mengenai seorang tiran korup bernama King Chieh yang akhirnya menjadi raja terakhir dari Dinasti Xia.

Selama peralihan Dinasti Xia/Shang, Raja Chieh dikalahkan oleh Raja T’ang. Peralihan ini terjadi tahun 1628 SM, dan kemungkinan melibatkan kemunculan Typhon (Binatang luar angkasa) di langit.

Legge menuliskan:

Kitab-kitab Suci China

“…Raja Xia [Chieh] mematikan kebajikannya, dan berlaku tirani… Cara surga adalah memberkati yang baik dan membuat yang jahat menderita. Surga menurunkan malapetaka kepada [Dinasti] Xia, untuk menyatakan kesalahannya…”

Selama kekalahan Raja Chieh, tulisan China kuno mengacu kepada “teror yang terang,” “mengirimkan malapetaka” dan rumput yang pahit “apsintus“.

Kutipan ini menandakan Raja Chieh sangat mungkin telah melihat Binatang luar angkasa di langit pada waktu kekalahannya (pada waktu yang bersamaan dengan pengamatan Raja Typhon di belahan bumi yang sangat berlawanan).

The Destroyer, Sang Penghancur ini merupakan fakta yang dikenal oleh para penulis dan pendeta-pendeta Mesir kuno. Berdasarkan data dari Kitab Kolbrin, seperti halnya para penulis kuno lainnya, mereka memberikan data detail mengenai wujud Sang Penghancur:

  • Kepala – sebagian mengandung logam, merah darah dan hampir seterang Matahari. Ada pendapat yang mengatakan bahwa benda planet ini menyemburkan awan kabut debu besi oksida yang menyebabkan warna merah darah (karat).
  • Kepalanya nampak pada waktu itu seperti bulan sabit merah yang diselubungi awan gelap.
  • Ekornya bergulung dan berpilin seperti ular.
  • Ekornya menghasilkan gulungan asap yang nampak seperti ‘kepala naga’, ‘lengan’, ‘ekor’, ‘surai’, dan ‘kaki.’
  • Guguran ekornya menghasilkan suara gesekan dan ledakan dengan atmosfer.
  • Guguran ekornya menghujani Bumi dengan butiran-butiran debu merah mikroskopis yang menyebabkan lautan dan sungai menjadi “merah darah.”
  • Asap awan kabut dari badannya menyemburkan ke Bumi hujan batu meteor/asteroid.
  • Rumput pahit “apsintus/wormwood” adalah tanaman pertama yang tumbuh kembali di permukaan Bumi sesudah perlintasan Sang Penghancur.

Apsintus (Yunani: apsinthos; pahit), adalalah nama bintang besar yang pada Hari-hari Akhir Zaman akan jatuh ke bumi, dan menyebabkan sepertiga air di bumi menjadi pahit/beracun dan mematikan. Wahyu 8:10-11 (ILT)

  1. Dan malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya, dan sebuah bintang besar yang terbakar seperti obor jatuh dari langit, dan dia jatuh ke atas sepertiga sungai-sungai dan ke atas sumber-sumber air.
  2. Dan nama bintang itu disebut Apsintus (Yunani: apsinthos), dan sepertiga air itu berubah menjadi kepahitan, dan banyak orang mati oleh air itu karena mereka telah dipahitkan.

Sang Penghancur, The Destroyer, bukanlah komet biasa. Itu adalah planet monster besi atau Brown Dwarf Star – dengan ekornya – yang mengembara melintasi tata surya kita dan menimbulkan kemusnahan pada saat kedatangannya. Wahyu 12:3-4 (ILT)

  1. Dan terlihatlah suatu tanda lain di langit, dan lihatlah, seekor naga merah besar yang mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
  2. Dan ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan dia melemparkan mereka ke bumi.

Sang Penghancur dikenal dengan banyak nama-nama lain, seperti:

  • Nibiru, oleh bangsa Sumeria,
  • Hercolubus, oleh orang-orang Atlantis,
  • Penghancur, oleh orang Mesir,
  • Shachath, oleh orang Ibrani,
  • Si Pemusnah atau si Pembinasa, oleh Kitab Keluaran 12:23
  • Naga Merah Padam atau Naga Merah Besar oleh Rasul Yohanes (Wahyu 12:3)
  • Apsinthos, oleh Kitab Wahyu 8:11
  • Phaeton, oleh orang Yunani,
  • Typhon, oleh Pliny,
  • Frightener, oleh orang Celtic,
  • Quetzalcoatl, oleh orang Mezoamerika,
  • Bintang Kachina Merah, oleh orang Indian Hopi.

Orang-orang dari generasi ini mungkin mengenalnya dengan nama… Planet X, atau Planet-9.

13-alkemi-dragon-600

Lampiran:

Kitab Manuscripts

BAB 3 – Sang Penghancur – Bagian 1

Dari Gulungan Kitab Besar

Manusia melupakan hari-hari Sang Penghancur. Hanya yang bijak tahu ke mana itu pergi dan bahwa ia akan kembali pada saat yang ditetapkan baginya.

Itu mengamuk melintasi Angkasa pada hari-hari murka, dan seperti inilah keserupaannya: Itu seperti gumpalan awan asap terbungkus di dalam pijar kemerahan, tidak dapat dibedakan sendi atau anggota tubuhnya. Mulutnya seperti sebuah jurang yang dari padanya keluar api, asap dan abu bara api panas.

Ketika zaman-zaman berlalu, suatu hukum-hukum tertentu berlaku di antara bintang-bintang di Angkasa. Jalur-jalur mereka berubah, ada pergerakan dan kekacauan, mereka tidak lagi tetap dan suatu cahaya besar muncul kemerahan di langit.

Ketika darah menetes ke atas Bumi, Sang Penghancur akan muncul dan gunung-gunung akan terbelah dan menyemburkan api dan abu. Pohon-pohon akan dihancurkan dan semua makhluk yang hidup akan ditelan. Perairan akan ditelan oleh daratan dan lautan akan mendidih. Angkasa akan terbakar terang dan kemerahan, akan ada corak warna tembaga di atas permukaan daratan, diikuti oleh hari kegelapan. Sebuah Bulan baru akan muncul dan pecah dan jatuh.

Orang-orang akan tercerai-berai di dalam kegilaan. Mereka akan mendengar sangkakala dan pekik peperangan dari Sang Penghancur dan akan mencari pengungsian di dalam gua-gua di dalam Bumi. Teror akan memakan hati mereka dan keberanian mereka akan mengalir keluar dari mereka seperti air dari bejana yang pecah. Mereka akan dimakan di dalam lidah nyala api murka dan terbakar oleh nafas Sang Penghancur.

Demikianlah di dalam Hari-hari Murka Surgawi, yang telah berlalu, dan demikianlah itu akan terjadi di dalam Hari-hari Kiamat ketika ia datang kembali. Waktu kedatangannya dan perginya diketahui oleh orang bijak. Inilah tanda-tanda dan waktu-waktu yang akan mendahului kembalinya Sang Penghancur: Seratus sepuluh generasi akan berlalu di Barat dan bangsa-bangsa akan bangkit dan jatuh. Manusia akan terbang di udara seperti burung-burung dan berenang di lautan seperti ikan-ikan. Manusia akan berbicara perdamaian satu dengan yang lainnya, kemunafikan dan kebohongan akan ada dalam hari-hari mereka.

Perempuan akan menjadi seperti laki-laki dan laki-laki seperti perempuan, hawa nafsu akan menjadi mainan laki-laki. Suatu bangsa peramal akan bangkit dan jatuh dan bahasa mereka akan menjadi kata-kata yang dipelajari. Suatu bangsa pemberi hukum akan menguasai Bumi dan akan berlalu menjadi tidak ada lagi. Satu penyembahan akan terjadi di empat sisi Bumi, berbicara perdamaian dan mendatangkan perang. Suatu bangsa lautan akan menjadi besar dari yang lainnya, tetapi akan menjadi seperti apel busuk di tengahnya dan tidak akan bertahan. Suatu bangsa pedagang akan menghancurkan manusia dengan keajaiban-keajaiban dan akan memiliki zamannya. Kemudian yang tinggi akan berselisih dengan yang rendah, Utara dengan Selatan, Timur dengan Barat, dan terang dengan kegelapan. Manusia akan terbagi-bagi oleh ras-rasnya dan anak-anak akan dilahirkan sebagai orang-orang asing di antara mereka. Saudara akan berselisih dengan saudara dan suami dengan istri. Para ayah tidak lagi mengajar anak-anaknya dan anak-anak mereka akan suka memberontak. Perempuan akan menjadi milik umum bagi laki-laki dan tidak lagi akan dipandang dengan rasa hormat dan respek.

Kemudian manusia akan menjadi tidak nyaman dalam hati mereka, mereka akan mencari apa yang tidak mereka ketahui, dan ketidakpastian dan keraguan akan mencemaskan mereka. Mereka akan memiliki kekayaan besar tetapi miskin di dalam rohnya. Kemudian Angkasa akan gemetar dan Bumi beranjak, manusia akan terguncang dalam ketakutan dan sementara kengerian berjalan bersama mereka, para Pembawa Kabar Kiamat akan muncul. Mereka akan datang dengan perlahan-lahan, seperti para pencuri datang ke makam, manusia tidak akan tahu apakah mereka itu, manusia akan disesatkan, waktunya Sang Penghancur sudah dekat. Pada hari-hari itu manusia akan memiliki Kitab Besar di hadapan mereka, kebijaksanaan akan dinyatakan, yang sedikit akan dikumpulkan untuk berdiri, ini adalah waktu pengujian. Mereka yang gigih akan selamat, yang hatinya teguh tidak akan turun kepada kehancuran.

Allah Besar Segala Zaman, sama untuk semuanya, yang menetapkan ujian-ujian untuk manusia, berbelas-kasihanlah kepada anak-anak kami pada Hari-hari Kiamat. Manusia harus menderita untuk menjadi besar, jangan terlalu mempercepat kemajuannya. Di dalam penampian besar, janganlah terlalu keras kepada yang lemah di antara manusia. Bahkan anak seorang pencuri telah menjadi juru-tulis-Mu.

BAB 4 – Sang Penghancur – Bagian 2

Dari Gulungan Kitab Besar

Ya Pengawal Alam Semesta yang berjaga atas Sang Penghancur, berapa lama lagi siaga kedatanganmu berakhir? Ya manusia fana yang menunggu tanpa pengertian, di manakah kamu akan menyembunyikan dirimu di dalam Hari-hari Kengerian Kiamat, ketika Angkasa akan dikoyakkan dan langit terbagi dua, di dalam hari-hari ketika anak-anak akan menjadi beruban? Ini adalah hal yang akan dilihat, ini adalah kengerian yang akan dilihat matamu, ini adalah bentuk kehancuran yang akan menyerbu engkau: Akan ada benda berapi besarkepala berpijar dengan banyak mulut-mulut dan mata-mata yang terus berubah. Gigi-gigi mengerikan akan terlihat di dalam mulut-mulut tak berbentuk dan suatu perut gelap mengerikan akan berpijar kemerahan dari api di dalamnya. Bahkan manusia yang paling teguh hatinya akan gemetar dan isi perutnya akan keluar, karena ini bukanlah hal yang dapat dipahami oleh manusia. Itu akan menjadi sebentuk pembungkus seluas langit yang mengelilingi Bumi, menyala-nyala dengan banyak corak warna di dalam mulut-mulut yang terbuka lebar. Ini akan turun untuk menyapu permukaan daratan, menelan semuanya di dalam rahang-rahang yang menganga. Prajurit-prajurit terbesar akan menyerangnya dalam kesia-siaan. Taring-taring akan patah, dan lihatlah, mereka adalah hal-hal yang menimbulkan teror terhadap air dingin yang keras. Batu-batu besar akan dilontarkan ke bawah ke atas manusia, menghancurkan mereka menjadi serbuk merah.

Seperti lautan garam yang besar naik dalam rombongannya dan menggemuruhkan semburan ke arah daratan, bahkan pahlawan-pahlawan di antara manusia fana akan dilanda kegilaan. Seperti ngengat-ngengat terbang cepat kepada kematiannya di dalam nyala api, demikian juga orang-orang ini akan bergegas menuju kehancuran mereka sendiri. Lidah-lidah nyala api yang mendahului akan menelan seluruh pekerjaan-pekerjaan manusia, air yang mengikuti akan menyapu apa pun yang tersisa. Embun kematian akan turun perlahan-lahan, seperti karpet kelabu di atas daratan yang dibersihkan. Manusia akan menangis di dalam kegilaan mereka, “Ya apa pun Makhluk yang di sana, selamatkan kami dari wujud kengerian besar ini, selamatkan kami dari embun kelabu kematian.”

PASAL 5 – Sang Penghancur – Bagian 3

Dari Gulungan Adepha

Bentuk Pembinasa, yang disebut Sang Penghancur, di Mesir, dapat dilihat di seluruh negeri-negeri sekitarnya. Warnanya terang dan menyala-nyala, penampakannya berubah-ubah dan tidak tetap. Itu bergulung-gulung sendiri seperti sebuah kumparan, seperti gelembung-gelembung air ke dalam kolam dari sumber air di bawahnya, dan semua manusia setuju, itu adalah pemandangan yang paling mengerikan. Itu bukanlah sebuah komet besar atau sebuah bintang lepas, lebih mirip seperti suatu benda yang menyala-nyala oleh api.

Pergerakannya di langit lambat, di bawahnya pusaran seperti asap dan itu tetap di dekat Matahari yang wajahnya menyembunyikannya. Ada kemerahan seperti darah di sekitarnya, yang berubah sementara itu melintas di sepanjang jalurnya. Itu menimbulkan kematian dan kehancuran pada saat terbitnya dan terbenamnya. Itu menyapu Bumi dengan hujan bara api kelabu dan menyebabkan banyak wabah, kelaparan dan malapetaka-malapetaka lainnya. Itu menggigit kulit manusia dan binatang hingga mereka menjadi burik dengan bisul-bisul.

Bumi kesusahan dan berguncang, bukit-bukit dan gunung-gunung bergeser dan terombang-ambing. Asap hitam yang memenuhi Angkasa membungkuk ke atas Bumi dan suatu raungan besar datang ke telinga-telinga manusia, muncul kepada mereka di atas sayap-sayap angin. Itu adalah teriakan Raja Kegelapan, Penguasa Kengerian. Awan asap tebal berapi keluar dari hadapannya dan ada hujan batu-batu panas dan bara-bara api yang dahsyat. Bentuk Pembinasa mengguntur dahsyat di Angkasa dan melontarkan halilintar-halilintar menyilaukan. Aliran-aliran sungai berbalik ke atas dirinya sendiri ketika daratan menjadi miring, dan pohon-pohon besar saling terlempar ke sekeliling dan patah seperti ranting-ranting. Kemudian suatu suara seperti sepuluh ribu sangkakala terdengar di atas padang belantara, dan di hadapan nafas berapinya, lidah-lidah api itu terbelah. Seluruh daratan bergeser dan gunung-gunung meleleh. Langit itu sendiri meraung seperti sepuluh ribu singa di dalam kesakitan, dan panah-panah darah menyilaukan terlontar maju dan mundur di seluruh permukaannya. Bumi mengembang seperti roti di dalam tungku perapian.

Ini adalah Bentuk Pembinasa yang dinamakan Sang Penghancur, ketika ia muncul di hari-hari yang telah lama berlalu, pada zaman dahulu kala. Ini juga yang digambarkan di dalam catatan-catatan kuno, hanya sedikit yang masih tersisa. Dikatakan bahwa ketika ia muncul di Angkasa di atas, Bumi terbelah terbuka karena panasnya, seperti sebutir kacang dipanggang di atas api. Kemudian lidah-lidah api menjilat-jilat ke atas melalui permukaan dan meloncat keliling seperti setan berapi di atas darah hitam. Kelembaban di dalam tanah semuanya mengering, tanah-tanah penggembalaan dan pertanian habis terbakar dalam nyala api dan mereka dan seluruh pohon-pohonan menjadi abu putih. Bentuk Pembinasa itu seperti sebuah lingkaran bola berapi yang menyemburkan bara api kecil di dalam rombongannya. Itu menutupi kira-kira seperlima bagian langit dan mengirimkan jari-jari meliuk-liuk seperti ular turun ke Bumi. Di hadapannya langit nampak mengerikan, dan itu pecah dan terserak ke mana-mana. Tengah hari tidak lebih terang dari malam. Itu menelurkan serombongan hal-hal yang mengerikan. Inilah hal-hal yang dikatakan tentang Sang Penghancur di dalam catatan-catatan kuno, bacalah itu dengan hati yang bersungguh-sungguh, menyadari bahwa Bentuk Pembinasa mempunyai waktu yang ditetapkan dan akan kembali. Adalah kebodohan untuk mengabaikan itu tanpa menghiraukannya. Sekarang manusia berkata, “Hal-hal seperti itu tidak ditentukan untuk zaman kita.” Semoga Allah Besar di atas memberikan seperti itu. Tetapi akan datang, harinya sudah pasti, dan sesuai dengan sifatnya, manusia tidak akan siap.

Baca:

Kebenaran Peristiwa Eksodus Diteguhkan oleh Dokumen Historis Mesir Kuno

Papyrus Ipuwer: Tulisan Mesir Kuno tentang Peristiwa Tulah-tulah Eksodus

Kedatangan Nibiru-Planet X Memicu Perang Gog dan Magog

Rabbi Yahudi: Kedatangan Nibiru Penyebab Banjir Besar di Zaman Nuh

Referensi:

Kolbrin Bible

Kitab-kitab Ibrani Kuno

World In Collision, Immanuel Velikovsky

Sejarah Rahasia Satan, Peradaban Sebelum Adam, dan Monumen Mars

Guide to the Kolbrin

The Earth Turned Upside Down

EGYPTIAN EVIDENCE FOR THE EXODUS

Andy Lloyd’s ‘Dark Star :The Planet X Evidence’

Possibly as Large as Jupiter

The Legend of Atlantis: Atlantis in History

The Legend of Atlantis: The Antediluvian World

The Legend of Atlantis: Edgar Cayce Atlantis

The Legend of Atlantis: Atlantis Rising

Iklan