• Asteroid, Komet, Rahab dan Mars
  • Kerubim dan Reruntuhan Megalitik Cydonia
  • Batu-batu Api dan Peradaban Pra-Adam

Alkitab menggambarkan Satan, yang umumnya dinamai Lucifer (Pembawa Terang), mempunyai tempat kediaman di surga. Di surga manakah Satan/Lucifer berdiam, dan apa yang terjadi pada makhluk ini? Penelitian kami menunjukkan bahwa Satan atau Lucifer tinggal di lokasi lahiriah yang ada di langit… yang kemudian ketika tempat kediamannya dihancurkan, itu menyisakan puing-puing yang kita kenal sekarang ini sebagai asteroid dan komet.

Betapa engkau telah jatuh dari surga (Ibrani: shamayim; surga, langit, angkasa, takhta Elohim), hai yang bersinar (Ibrani: heylel; Lucifer, pembawa terang, bintang timur), putra fajar!

Planet Induk yang Misterius

Astronomer terkemuka Tom Van Flandern, menjelaskan tentang teori “ledakan planet“, asteroid dan komet:

“… apakah Shoemaker – Levy 9 merupakan asteroid ataukah komet? Ini topik yang diperdebatkan dalam penelitian sekarang ini. Dalam hipotesa ledakan planet hal ini tidak ada bedanya. Asteroid dan komet adalah benda yang sama, kecuali bahwa komet terlempar dengan jarak lebih jauh, jadi karena berada jauh dari matahari selama jutaan tahun mereka masih memiliki bagian-bagian yang keropos, debu dan gas mereka, sedangkan asteroid sejak lama telah mengalami ledakan debu dan gasnya oleh tekanan radiasi matahari, karena mereka berada sangat dekat dengan matahari selama jutaan tahun. Selain hal itu tidak ada perbedaan yang lain. Mereka semuanya adalah puing-puing debu [dari planet induk yang meledak]…”

Satelit yang dikirim ke planet Mars pada tahun 1976 telah mengumpulkan informasi mengenai sifat geologi Mars dan atmosfernya. Gambar-gambar pemetaan dari pesawat pengorbit menunjukkan secara jelas bahwa planet Mars mengalami peristiwa bencana yang hampir tidak terbayangkan.

mars_valles_600
“Goresan-goresan” di wajah Mars

Dengan adanya bukti-bukti lautan dan air pernah mengalir di permukaan Mars dalam jumlah besar, nampaknya atmosfer Mars dulunya lebih tebal, dengan iklim yang lebih bersahabat. Pada suatu waktu di zaman purbakala, karena suatu alasan yang masih diperdebatkan para astrofisikawan, terjadi bencana dahsyat di Mars. Lautan Mars tersapu dari permukaan planet, menenggelamkan benua-benua. Atmosfernya yang tebal terkoyak, dan lingkungan yang dulunya seperti bumi kemudian menjadi tandus.

Dalam edisi Majalah Sains Oktober 1987, D.P. Cruikshank dan R.H. Brown melaporkan potongan berita yang menakjubkan. Mereka telah menemukan senyawa organik pada 3 asteroid: Murray, 103 Electra dan Orguiel. Menggunakan proses analisa spektral dari pantulan cahaya ketiga asteroid ini, Cruikshank dan Brown mendeteksi adanya asam amino.

Lebih menakjubkan lagi, “hasil dari suatu proses perubahan karena air” seperti tanah liat juga ditemukan, menunjukkan bahwa planet induknya dipengaruhi oleh air.

Jika asteroid ini nyatanya mengandung sedimen, itu tidak bisa muncul tanpa keberadaan air dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang lama. Hal ini juga membutuhkan lingkungan dengan gaya gravitasi yang cukup kuat untuk menahan atmosfer yang padat, untuk menghasilkan cuaca dan erosi air. Bukti yang ditemukan pada asteroid ini hanya bisa berarti bahwa mereka berasal dari planet induk yang memiliki lapisan atmosfer dan lautan.

Teori utama yang diterima secara umum mengenai terciptanya sabuk asteroid yang berada di antara Mars dan Yupiter adalah “pertumbuhan planet yang gagal” – yaitu pada awal tata surya purba, sebuah planet, yang oleh para astronom dinamai Astera, terbentuk di tempat yang sekarang ini ditempati sabuk asteroid, namun karena kekurangan massa, dan karena pengaruh gravitasi Yupiter, dia hancur terpecah-pecah. Teori ini tidak mungkin benar, karena telah menjadi jelas bahwa baik planet Mars maupun planet induk misterius dari sabuk asteroid ini dulunya memiliki lautan dan atmosfer. Planet induk ini hancur berkeping-keping karena bencana dahsyat dalam skala Alkitab.

asteroidbelt600
Sabuk asteroid terletak di antara Mars dan Yupiter

Lebih lanjut dari presentasi Van Flandern’s ‘Ledakan Planet & Alam Semesta Tanpa Ledakan’:

“Mekanisme ledakan? Kembali ke tahun 50-an, ketika hipotesa ledakan planet menjadi pandangan umum selama 200 tahun, orang-orang meneliti hal tersebut, dan ilmuwan Ramsey mengemukakan sejumlah kemungkinan bagaimana planet berukuran terrestrial bisa meledak, entah meledak ke dalam atau meledak ke luar, dengan perubahan kondisi elemen tertentu di dalam inti planet berukuran terrestrial tersebut.

Perubahan kondisi contohnya seperti air berubah menjadi es. Terjadi kondisi tekanan dan suhu tertentu dimana Anda bisa mendapatkan perubahan kondisi yang mengakibatkan ledakan ke dalam atau ledakan keluar secara spontan. Namun, Ovendon menunjukkan bahwa induk dari sabuk asteroid sepertinya planet berukuran raksasa. Dia memperkirakan berukuran 90 kali massa bumi atau seukuran Saturnus. Tidak seorang pun pernah melakukan riset terhadap objek dalam rentang ukuran massa medium seperti itu.

Orang-orang telah membuat banyak penelitian tentang ledakan bintang atau Dwarf Star, tapi belum ada seorang pun yang meneliti ledakan planet, karena tidak seorang pun berpikir adanya contoh kejadian semacam itu. Jadi caranya sekarang adalah meyakinkan para astronom bahwa bukti-buktinya cukup baik sehingga penelitian dalam bidang itu dapat dilakukan. Kita mengetahui hal-hal tentang Yupiter, misalnya, dia memancarkan panas dalam jumlah dua kali lipat ke angkasa dari yang dia terima dari matahari. Terjadi sesuatu di dalam intinya yang tidak kita pahami, dan saya punya beberapa spekulasi seperti yang saya sebutkan dalam buku, tentang sesuatu yang mungkin terjadi. Tapi sungguh… jawabannya adalah… kita tidak tahu…”

Dalam pengumuman Pentagon baru-baru ini mengenai penemuan air di kutub Bulan, dan konfirmasi dari teori Hoagland yang telah lama diperdebatkan mengenai keberadaan es di bulan Europa – satelit Yupiter – apakah teori bahwa planet Mars dulunya dapat dihuni, memiliki atmosfer dan lautan, terdengar aneh? Tidakkah pengumuman terakhir tentang penemuan mikro organisme dalam batuan di Mars setidaknya menandakan kemungkinan bahwa dahulu kala ada sebuah peradaban di Mars, sebelum suatu bencana dahsyat menghancurkan mereka?

Cukup mengejutkan ada sejumlah bagian dalam Alkitab yang berbicara mengenai planet terrestrial lain, secara khusus planet yang dinamai para astronom sebagai Astera, planet kelima. Planet-planet ini adalah “batu-batu berapi” yang mampu menopang kehidupan, dan bahkan, adalah letak sebuah peradaban yang lebih besar dari apa yang dapat kita bayangkan.

Ilmuwan teori konspirasi dan penulis, Richard Hoagland, merujuk kepada teori bahwa puing-puing angkasa yang sekarang kita lihat sebagai komet, seperti Hale-Bopp, Encke, Hyukatake, Toutatis yang melintas tahun 2004, dan asteroid-asteroid lain yang semakin banyak melintasi bumi, adalah akibat dari bencana planet dahsyat. Hoagland bahkan menyebutkan bahwa komet adalah “pertanda kehancuran” jika mereka menjadi rapuh dan pecah, atau mengganggu orbit asteroid ketika mereka melintas (skenario yang digambarkan sebagai tabrakan asteroid dengan bumi). Namun yang terlebih penting adalah serpihan-serpihan kosmis ini menghubungkan kita dengan peristiwa bencana dahsyat yang membentuk mereka pada awalnya. Tidak seperti tampaknya, ada bukti-bukti bahwa sebuah planet “bisa meledak.” Para ilmuwan yang mengemukakan teori ini tidak punya penjelasan sebenarnya mengapa bencana dahsyat tata surya ini bisa terjadi… tapi suatu jawaban dapat ditemukan di dalam Kitab Suci!

Reruntuhan Peradaban Kuno

new500

Bagi kebanyakan orang (kecuali mungkin anggota Freemason atau Illuminati) “Lucifer” dipercayai sebagai nama yang sebenarnya dari kerub yang kemudian menjadi Satan. Namun sepertinya terjadi kekeliruan terjemahan mengenai “Lucifer” yang hanya ditemukan di satu bagian Alkitab, Yesaya 14:12, dan hanya di terjemahan lama (Vulgata, KJV). Bandingkan terjemahan Alkitab King James dari Yesaya 14 dengan versi Literal:

Yesaya 14:12 (KJV) “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Lucifer, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang melemahkan bangsa-bangsa!

Yesaya 14:12-14 (Literal)

  1. Betapa engkau telah jatuh dari surga, hai yang bersinar, putra fajar! Engkau telah dihempaskan ke tanah, hai yang melemahkan bangsa-bangsa.
  2. Sebab engkau telah berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim. Dan aku hendak duduk di bukit pertemuan jauh di sebelah utara.
  3. Aku hendak naik melebihi ketinggian awan-awan, aku hendak menyamai Yang Mahatinggi.

Misintepretasi ayat ini menyebabkan beberapa kalangan menyimpulkan bahwa Lucifer adalah makhluk yang berbeda dari Satan. Kekeliruan terjemahan menimbulkan kebingungan karena hubungan antara Venus, Lucifer, dan Bintang Timur. Bahasa Ibrani asli menjadikan jelas bahwa kata hêylêl yang diterjemahkan sebagai “Lucifer (Pembawa Terang)” atau “Bintang Timur” bukanlah terjemahan yang akurat. “Pembawa Terang” jelas bukan apa yang dimaksud dalam ayat ini.

Akar kata sebenarnya dari kata Ibrani hêylêl bukan berarti “bintang,” namun hâlal, artinya “terang, suara yang jelas, suara lantang, kesombongan, pembual,” meskipun itu juga bisa berarti “warna terang atau bercahaya.” Lebih tepatnya “kesombongan dan keangkuhan”. Jika yang dimaksudkan adalah “bintang”, kata Ibrani untuk bintang adalah kôkâb “benda bulat berputar” adalah yang akan digunakan.

Kata “putera fajar” dibaca sebagai “yang paling awal” atau “yang pertama” – Tuhan menciptakan malaikat sebagai yang pertama dari semua ciptaan-Nya. Terjemahan yang lebih tepat dalam bahasa Ibrani untuk Yesaya 14:12 dapat dibaca: “Hai yang bersuara lantang, putera yang menyombongkan diri sejak permulaan“, menggambarkan malaikat pemberontak yang dicampakkan Elohim dari surga. Satan bukan satu-satunya “bintang fajar” seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Lama. Bagian lain Kitab Suci juga ada yang menggambarkan malaikat sebagai bintang fajar atau permulaan ciptaan:

Ayub 38:1-7 (ILT)

  1. YAHWEH menjawab Ayub dari dalam badai:
  1. Di manakah engkau ketika Aku meletakkan dasar bumi?
  1. … Atau siapakah yang meletakkan batu penjurunya
  2. ketika bintang-bintang fajar bernyanyi bersama-sama, dan semua anak Elohim bersorak-sorai dengan sukacita?

Elohim menciptakan malaikat sebelum Dia berfirman membentuk bumi menjadi ada. Elohim dikenal dalam seluruh Alkitab sebagai YAHWEH Tsebaot – TUHAN segenap pasukan/tentara (Lord of host).

Ayub 25:2-3 (ILT)

  1. “Untuk memerintah dan kedahsyatan ada bersama Dia yang membuat keselamatan di tempat tinggi-Nya.
  2. Adakah bilangan bagi tentara-Nya?

Mazmur 148:1-6 (ILT)

  1. Halelu-YAH! Pujilah YAHWEH di surga; pujilah Dia di tempat tinggi.
  2. Pujilah Dia, hai semua malaikat-Nya; pujilah Dia, hai semua tentara-Nya.
  3. Pujilah Dia, hai matahari dan bulan; pujilah Dia, hai semua bintang terang.
  4. Pujilah Dia, hai langit atas segala langit; dan air yang membentang di atas langit.
  5. Biarlah mereka memuji Nama YAHWEH, karena Dia memberi perintah, dan mereka tercipta.
  6. Dan Dia membuat mereka berdiri untuk selama-lamanya; Dia membuat keputusan, dan itu tidak akan berlalu.

Satan, malaikat Elohim yang paling besar, “menetapkan standar” bagi kesempurnaan dan keindahan seluruh ciptaan Elohim. Sifatnya mencerminkan kemuliaan Elohim, dan firman Elohim yang mengucapkan seluruh ciptaan menjadi ada.

Yehezkiel 28:14-15

  1. Engkau adalah kerub yang diurapi yang menudungi, dan Aku telah menempatkanmu di gunung Elohim yang kudus,  tempat engkau berada. Engkau berjalan naik dan turun di tengah-tengah batu-batu api.
  2. Engkau sempurna di dalam jalanmu sejak hari engkau diciptakan, sampai kesalahan ditemukan di dalammu.

Nubuat Yehezkiel ditujukan kepada “raja batu-batu berapi”, seorang “Kerub yang diurapi”, yang digambarkan berjalan-jalan “di tengah-tengah batu berapi” yang secara literal diterjemahkan “di tengah-tengah atau di antara eben,’ ‘batu-batu buatanataubatu-batu’ api.”

Batu-batu buatan? Benda apakah mereka ini sehingga malaikat terbesar yang diciptakan dapat berjalan naik turun di dalam luasnya batu-batu buatan ini? Jawabannya ada di langit malam. Di sana dapat dilihat batu-batu “buatan Elohim” yang memantulkan cahaya matahari … planet-planet.

Sebelum penciptaan Adam, peradaban para malaikat ada di planet-planet terrestrial. Dalam keseluruhan Kitab Suci ada referensi yang konsisten terhadap tempat tinggal mula-mula dari sebagian anak-anak Elohim yang paling awal. Para malaikat ini menciptakan tempat kediaman mereka di Bumi, Mars, planet kelima “Astera”, Bulan…

Yehezkiel 28

  1. Lihatlah, engkau lebih bijaksana daripada Daniel, semua rahasia tidak tersembunyi bagimu.
  1. Engkau sempurna di dalam jalanmu sejak hari engkau diciptakan, sampai kesalahan ditemukan di dalammu.
  2. Dengan banyaknya perdaganganmu, mereka memenuhimu dengan kekejaman, dan engkau telah berbuat dosa. Maka Aku melemparkan engkau dari gunung Elohim; Aku akan menghancurkanmu, hai kerub yang menudungi, dari tengah-tengah batu-batu api.
  1. Dengan banyaknya kesalahanmu, dan dengan kecurangan perdaganganmu, engkau telah mencemarkan tempat-tempat kudusmu; jadi Aku menyalakan api dari tengah-tengahmu;

Ketika Satan memberontak, Elohim mencampakkannya sebagai sesuatu yang najis dari ketinggian surga. Karena pemberontakannya, Satan dihancurkan dari antara “batu-batu api” – yakni, planet-planet – dari mana dia memerintah suatu kerajaan yang ada secara lahiriah. Bukti-bukti adanya peradaban di Mars masih bisa dilihat sampai hari ini, sementara peradaban lain dari Benei ha’Elohim – anak-anak Elohim; para malaikat – dihancurkan secara total, dan menjadi puing-puing sabuk asteroid.

planet-explode600
Gambar ilustrasi

Ketika Satan dan para malaikatnya memberontak, Elohim menghancurkan tempat tinggal lahiriahnya. Menurut Kitab Suci, penghancuran ini berlangsung cepat dan mutlak. Planet kelima yang disebut Elohim sebagai “Rahab” (sombong, angkuh), dimusnahkan.

Ayub 26:11-13 (TB)

  1. Tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
  2. Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan (Ibrani: mâchats) Rahab dengan kebijaksanaan-Nya.
  3. (ILT) Oleh roh-Nya langit menjadi indah, tangan-Nya menembus ular (Ibrani: nachas; ular naga, ular terbang) yang berlari cepat (Ibrani:bariyach; melarikan diri, buronan).

Kata “meremukkan” bahasa Ibraninya “mâchats” (H4272), artinya: memukul sampai tembus, memukul pecah, menghancurkan berkeping-keping, melukai dengan parah)

Kata “Rahab” (H7293) bahasa Ibraninya memiliki arti: kesombongan, keangkuhan, bicara dengan keras/membentak/menggertak, badai, arogan, kekuatan.

Jelas-jelas, Tuhan melakukan penghancuran kepada kepala pemberontak “anak-anak-Nya” – para malaikat – dengan kekuatan yang tidak dapat dibayangkan. Satan digambarkan sebagai ular yang mencoba melarikan diri dari penghakiman Elohim. Itu disimbolkan oleh konstelasi rasi bintang Draconis (naga), yang melingkarkan dirinya di antara konstelasi Big Dipper (Biduk Besar) dan Little Dipper (Biduk Kecil), yang bagi orang-orang zaman purba dianggap mewakili kawanan domba dari gembala yang baik dan tempat perlindungan bagi yang diselamatkan.

big-dipper300

Elohim mendatangkan api kepada Satan, di tengah-tengah kerajaan planet terbesarnya, Rahab. Planet Rahab meledak hancur dihantam Elohim dan menghamburkan kepingan-kepingannya ke orbit planet-planet terrestrial dalam. Hantaman asteroid di permukaan planet Mars mengguncangkan seluruh planet, air lautan menenggelamkan daratannya. Atmosfer Mars meledak ke angkasa.

Di bumi, bencana dahsyat serupa juga terjadi – menghancurkan kota-kota yang telah dibangun di bumi SEBELUM Adam diciptakan.

Yeremia 4:23-27 (ILT)

  1. Aku memandang ke bumi dan lihatlah, tanpa bentuk dan kosong, dan ke langit, tetapi terangnya tidak ada. (“Tanpa bentuk dan kosong” ini frase kata yang sama yang digunakan dalam Kejadian 1:2 (ILT) Bumi dalam keadaan “tidak berbentuk dan kosong,” dan kegelapan menutupi samudera raya.)
  2. Aku melihat gunung-gunung, dan tampak sedang bergetar, dan semua bukit saling terguncang.
  3. Aku melihat, dan tampaklah, tidak ada seorang pun manusia (Adam), dan semua burung di langit telah terbang.
  4. (TB) Aku melihat, ternyata tanah subur (Ibrani: karmel) sudah menjadi padang gurun, dan segala kotanya sudah runtuh di hadapan YAHWEH, di hadapan murka-Nya yang menyala-nyala!
  5. (AYT) Sebab, demikianlah firman YAHWEH, “Seluruh negeri akan menjadi kehancuran, tetapi Aku tidak akan menghancurkan negeri itu seluruhnya.

Yeremia memandang kepada zaman sebelum Adam diciptakan dan dia menggambarkan kehancuran yang terjadi di bumi.

Tidak ada seorang pun manusia (keturunan Adam), namun ada tanah subur (dalam bahasa Ibrani: karmel; artinya perkebunan, taman, kebun buah-buahan) dan ada kota-kota yang dihancurkan karena murka Elohim yang menyala-nyala.

Pertanyaannya jelas: Siapa yang tinggal di kota-kota ini?

Tidak pernah terjadi dalam sejarah, sejak penciptaan Adam, bahwa manusia dihancurkan secara total dari bumi. Kita sendiri ini adalah keturunan Adam. Para penghuni “kota-kota” itu faktanya adalah pasukan malaikat, Benei ha’Elohim – anak-anak Elohim – sebelum terjadinya pemberontakan.

Kejadian 1:2

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan air. (TB)

Dan bumi menjadi (Ibrani: hayah) tak berbentuk dan hampa, dan kegelapan ada di atas permukaan samudera raya, dan Roh Elohim ada mengeram di atas permukaan air. (ILT)

Kata-kata bahasa Ibrani sebenarnya dari Kejadian 1:2 adalah: “Dan bumi menjadi (Ibrani: hayah) tidak berbentuk dan kosong”, diulangi kembali dalam Yeremia 4:23-26. Kebanyakan sarjana Alkitab berpendapat bahwa Kejadian 1:2 maksudnya bumi diciptakan dalam keadaan belum jadi atau tidak sempurna. Kejadian 1:1 mengungkapkan realitas penciptaan dengan sangat jelas.

Kejadian 1:1 (ILT) Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.

Kalimat selanjutnya “Bumi belum berbentuk dan kosong”, dalam kebanyakan versi Alkitab ada kekeliruan terjemahan. Seharusnya itu terbaca, “Dan bumi menjadi (hayah) tidak berbentuk dan kosong.” Kata Ibrani yang diterjemahkan “tidak berbentuk” dalam Alkitab adalah tôhû sebuah kata kerja yang artinya “menjadikan rusak, gersang, tandus.”

Tuhan tidak menciptkan kekacauan, Dia menciptakan keteraturan dari sesuatu yang tidak ada. Di pihak lain Satan merusakkan apa yang telah diciptakan Elohim sebelumnya dalam kesempurnaan.

Pemberontakan Satan membawa segenap ciptaan masuk ke dalam kondisi rusak, dimana kondisi sebelumnya itu sangat mulia dan sempurna.

Roma 8:20-22 (ILT)

  1. karena makhluk ciptaan telah ditundukkan kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri tetapi karena Dia yang telah menundukkannya atas dasar pengharapan,
  2. bahwa makhluk ciptaan itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan kepada kemerdekaan kemuliaan anak-anak Elohim.
  3. Sebab kita tahu bahwa semua makhluk ciptaan sama-sama mengeluh dan sama-sama menderita sakit sampai sekarang.

Elohim menggunakan pemberontakan malaikat untuk mendemonstrasikan kebenaran dan belas kasihan-Nya, dan kemahatahuan-Nya di dalam keseluruhan sejarah. Hal ini suatu hari akan dinyatakan kepada seluruh ciptaan ketika rencana tersebut mencapai titik kulminasinya di Bumi ini. Keturunan Adam adalah pusat dari rencana Elohim. Seluruh malaikat, khususnya para malaikat yang memberontak – yang akan segera dihakimi – memusatkan perhatian kepada apa yang sedang terjadi kepada manusia fana yang tinggal di bumi ini.

1 Petrus 1:10,12 (KJV)

  1. Berkenaan dengan keselamatan itulah, para nabi yang bernubuat perihal anugerah bagi kamu, mereka telah menyelidiki dan berusaha memeriksa,
  1. Kepada mereka hal itu sudah disingkapkan, bahwa bukan bagi diri mereka sendiri, melainkan bagi kita mereka melayani hal-hal yang sama, yang sekarang diberitahukan kepada kamu melalui mereka yang menginjili kamu dalam Roh Kudus yang telah diutus dari surga, yang terhadap hal-hal itu para malaikat berhasrat untuk menyelidikinya.

Kebenaran Kitab Suci adalah, “Dengan hikmat-Nya langit dijadikan sangat indah”, kemudian datanglah pemberontakan dan bersamaan dengan itu, datanglah kerusakan dan kematian.

Mazmur 89:11 (ILT) Engkau telah menghancurkan Rahab berkeping-keping, seperti orang yang terbantai; Engkau telah menyerakkan musuh-musuh-Mu dengan kekuatan tangan-Mu.

Setelah kerajaan Satan dimusnahkan, banyak malaikat yang memberontak dirantai dan ditahan sampai hari penghakiman, Hari Tuhan – Akhir Zaman ketika Elohim mengumpulkan para malaikat pemberontak di bumi untuk mencurahkan murka-Nya. Sebagian lain dari malaikat pemberontak masih terus ada dengan kemampuan mereka melakukan perjalanan di atmosfer luar bumi, luar angkasa, di antara planet-planet – “batu-batu api”. Kitab Henokh, yang dikutip oleh Yudas saudara Yesus Kristus, yang dianggap tulisan penting oleh Gereja Kristen mula-mula, menggambarkan penglihatan yang mengerikan:

Henokh 18:13-16

  1. Dan di atas jurang itu aku melihat tempat yang tidak memiliki cakrawala langit di atasnya, dan tidak ada dasar bumi di bawahnya, dan tidak ada air di atasnya, dan tidak ada burung di atasnya; itu adalah tempat yang kosong.
  2. Dan di sana aku melihat hal yang mengerikan: tujuh bintang, seperti gunung besar yang terbakar dan seperti roh-roh, yang memohon kepadaku.
  3. Malaikat itu berkata, “Tempat ini adalah ujung dari langit dan bumi, ini merupakan penjara bagi bintang di langit, dan bagi tentara langit.
  4. Dan bintang-bintang yang dimasukkan ke api adalah mereka yang melanggar perintah Elohim dalam terbitnya, karena mereka tidak terbit di waktu yang telah ditetapkan bagi mereka.
  5. Dan Dia marah kepada mereka, dan mengikat mereka sampai masa kesudahan penghukuman dosa-dosa mereka dalam tahun yang tersembunyi.

Malaikat yang Jatuh bersiap untuk “Tahun yang Tersembunyi” dan Hari Penghakiman.

Bencana Mars yang Signifikan: Penghakiman Yang Telah Lalu dan Yang Akan Datang

Monumen Cydonia di Mars merupakan bukti bahwa suatu peradaban berkembang dengan teknologi maju dulu pernah ada. Lebih lanjut, interpretasi simbologi dari struktur ini menunjukkan penghuninya dulu memberikan kemuliaan kepada Elohim dengan cara yang Dia tentukan sendiri. Bukti-bukti yang tersisa di Mars menceritakan suatu kehancuran besar menimpa para pendiri monumen Cydonia… suatu bentuk kehancuran makhluk, yang pada suatu waktu mengikuti Elohim Sang Pencipta, hanya dapat dilihat sebagai suatu bentuk penghakiman dari Elohim.

cydonia600
Cydonia, planet Mars

Penelitian kita dari Kitab Suci membawa kita kepada pandangan kontroversial bahwa peradaban para malaikat sebelum terjadi pemberontakan, telah ada di planet-planet di Tata Surya sebelum Adam diciptakan. Lebih jauh, peradaban-peradaban ini memanfaatkan kekayaan budaya mereka untuk mempermuliakan Elohim Sang Pencipta, seperti bukti-bukti dari reruntuhan struktur monumental Cydonia. Kitab Suci menerangkan kepada kita bahwa pimpinan peradaban malaikat ini utamanya adalah Kerubim, yang selanjutnya memimpin pemberontakan terhadap Elohim, yang karenanya peradaban malaikat akhirnya dihukum. Para malaikat pemberontak ini dihakimi dengan bencana planet – Elohim menghancurkan planet Rahab, pusat kebudayaan malaikat. Rahab adalah planet kelima, di mana puing-puing sabuk asteroid kini berada. Wajah planet Mars yang penuh “goresan” berupa jurang-jurang yang sangat dalam menunjukkan bukti-bukti terjadinya sebuah bencana besar dalam skala planet ketika planet tetangganya meledak.

Bukti keberadaan planet “Kerub yang menudungi” masih ada dalam bentuk puing-puing, asteroid dan komet, yang terserak ke seluruh tata surya. Secara signifikan, puing-puing dari planet malaikat pemberontak, batu-batu kosmis, telah digunakan sebagai standar penghakiman Elohim di sepanjang sejarah.

planet-explode-600
Gambar ilustrasi

Malaikat pemberontak dihakimi dengan ledakan batu besar dari Rahab, menghancurkan peradaban di Cydonia yang dahulu pernah memberikan kemuliaan kepada Elohim. Menurut Hukum Musa, melempari batu merupakan ketetapan yang dimaksudkan untuk mengeksekusi mereka yang bersalah karena penyembahan berhala, murtad, hujat, ramalan, perzinahan, pemberontakan dan aborsi. Dosa-dosa ini sinkron dengan pemberontakan kota-kota Rahab.

Penghakiman Elohim kepada para pemberontak ini terus berlanjut, yang melakukan kekerasan yang tidak dapat dipahami dan melakukan rekayasa genetika seperti kepada dinosaurus, gambaran mengenai naga, “ular tua”, yang dihancurkan dengan puing-puing dari planet Kerub pemberontak.

Kitab Suci menjelaskan bahwa Elohim akan menggunakan asteroid dan/atau komet – puing-puing planet malaikat pemberontak – dalam penghakiman bumi yang akan datang. Batu-batu asteroid ini adalah senjata murka Elohim. Suatu hujan asteroid atau tumbukan batu-batu yang berasal dari luar angkasa sepertinya akan menjadi klimaks dari Perang Gog dan Magog, yang akan terjadi pada Akhir Zaman, sebelum kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya:

Yesaya 13:5 (ILT) Mereka datang dari negeri yang jauh, dari ujung langit, YAHWEH dan senjata kegeraman-Nya, untuk menghancurkan seluruh negeri.

Yehezkiel 38:3-22 (ILT)

  1. Dan engkau harus mengatakan: Beginilah Tuhan YAHWEH berfirman: Lihat, Akulah lawanmu, hai Gog, raja agung dari Rosh, Mesekh dan Tubal.
  1. Sesudah waktu yang lama sekali engkau akan mendapat perintah; pada hari yang terkemudian engkau akan datang di sebuah negeri yang dibangun kembali sesudah musnah karena perang, dan engkau menuju suatu bangsa yang dikumpulkan dari tengah-tengah banyak bangsa di atas gunung-gunung Israel yang telah lama menjadi reruntuhan.(Israel bahkan belum menjadi bangsa, telah menjadi reruntuhan, dari sejak tahun 70 M sampai 1948 M)
  1. Dan akan terjadi pada waktu itu, ketika Gog datang melawan tanah Israel,” firman Tuhan YAHWEH, “amarah-Ku akan tampak di wajah-Ku.
  2. Dan dalam kecemburuan-Ku, di dalam api murka-Ku, Aku telah berfirman: Sesungguhnya, pada hari itu akan terjadi gempa bumi yang besar di sana, di tanah Israel.
  1. Dan Aku akan memanggil sebilah pedang melawan Gog di atas semua gunung-Ku,” demikianlah firman Tuhan YAHWEH, “dan pedang tiap-tiap orang akan melawan saudaranya.
  2. Dan Aku akan menghukumnya dengan tulah dan darah, dan hujan yang lebat, dan hujan batu. Aku akan menurunkan hujan api dan belerang atasnya, dan ke atas pasukan-pasukannya, dan ke atas banyak bangsa yang bersamanya. (Bahasa aslinya tidak menggunakan kata “hujan lebat” yang berhubungan dengan cuaca, tetapi batu-batu besar, batu-batu buatan, batu-batu es, dan suatu limpahan air yang dahsyat – ini sepertinya mirip sebuah peristiwa hantaman komet atau asteroid).

Kepada Ayub, Elohim menunjukkan gudang perbendaharaan hujan batu-Nya (Ibrani: barad), yang Dia simpan untuk hari pertempuran dan peperangan.

Ayub 38:22-23 (ILT)

  1. Pernahkah engkau masuk ke gudang penyimpanan salju? Atau pernahkah engkau melihat gudang penyimpanan hujan es (Ibrani: barad: batu),
  2. yang telah Aku simpan untuk waktu kesusahan; pada hari pertempuran dan peperangan?

Pada Akhir Zaman, selama masa murka Elohim, mulai dari meterai ke-6 sampai cawan murka Elohim yang ke-7, yakni Perang Gog dan Magog, penduduk bumi termasuk bersama malaikat pemberontak, yang dipenjarakan dan yang dilemparkan dari surga, Anti-Kristus dan manusia yang bersekutu dengan dia, akan dihakimi dengan batu-batu dari puing-puing planet Kerub pemberontak, dan akan mengalami Masa Kesengsaraan Besar.

Wahyu 8:8,10 (TB)

  1. Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah,
  1. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.

Peristiwa Cydonia mengingatkan kita tentang penggenapan Penghakiman Elohim pada masa lampau dan masa yang akan datang – kepada penduduk Mars yang memberontak dan planet Rahab yang meledak beberapa millenium yang lalu, dan penghakiman yang akan datang yang akan menimpa penduduk bumi yang memberontak, pada Akhir Zaman.

crop-asteroid600
Crop circle yang menggambarkan sabuk asteroid

Crop circles – pola-pola di ladang gandum – entah diciptakan oleh orang yang ahli, atau oleh pesawat UFO yang dikatakan sering muncul di dekat crop circles. Jika manusia yang menciptakan ini, mereka ini manusia yang mendapatkan iluminasi/wahyu, yang bisa menggambarkan hubungan matematika yang misteri dan konsep esoterik (spiritual). Crop circles di atas ini menunjukkan planet-planet dan sabuk asteroid – mungkin didesain sebagai penghormatan manusia kepada dewa-dewa planet yang berhubungan dengan Kaballah dan Alchemy. Jika asal usulnya supernatural, malaikat pemberontak sepertinya memberi petunjuk lokasi kerajaan mereka yang hilang di langit – Zaman Keemasan mereka yang hilang – ketika malaikat memerintah tata surya dan belum ada Adam yang merebut dominasi mereka. Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa komponen terpenting dari okultisme adalah kerinduan akan peradaban yang hilang – Atlantis (disebut juga Mu, Shamballah atau Eden yang ditemukan kembali) – suatu dunia yang damai dengan teknologi tinggi.

crabwoodcropcircle-800
Crop circle dan pesan tersembunyi

Malaikat yang dulunya tinggal di planet induk yang meledak dan menjadi sabuk asteroid sekarang “menyamar” sebagai Alien dan UFO dan seringkali menghubungkan asal usul mereka dalam crop circles.

Akhir Zaman – Kembalinya Nephilim?

Kitab Yobel mencatat bahwa Yared atau Yeh’-red, leluhur Perjanjian Lama, dinamai demikian karena pada zamannya Malaikat Penjaga turun ke bumi – Yeh’-red artinya “turun.” Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Sungai “Yordan” berasal dari akar kata yang sama, yang berarti “turun, turun ke bawah atau jatuh”. Yar-dane’ artinya “tempat turun”. Sumber air dari Sungai Yordan adalah Gunung Hermon – yang merupakan lokasi dimana para Malaikat Penjaga turun dari surga dan mendarat di puncak Gunung Hermon (dikisahkan dalam Kitab Henokh pasal 6).

Gunung Hermon terletak di tanah purbakala yang dulunya dikenal sebagai “Sidonia/Cydonia”. Makhluk manusia-super malaikat turun, menciptakan keturunan hybrid dengan anak-anak perempuan manusia, menghasilkan “Nephilim” dan orang-orang perkasa zaman purbakala yang tercatat dalam mitologi-mitologi purbakala. Sumber penyebaran teknologi “alien” malaikat, dan pengetahuan mistis yang mempengaruhi peradaban manusia sejak zaman Nuh, adalah Sidonia. Fenomena penampakan-penampakan UFO semakin meningkat akhir-akhir ini. Apakah ini memberi bukti yang signifikan?

Simbolisme yang mengelilingi berakhirnya zaman ini mungkin menunjukkan peristiwa “turunnya dewa-dewa dari langit” lainnya sedang mendekat. Waktu dan lokasinya mungkin tidak akan menjadi misteri karena itu telah dicari, diselidiki dan dikejar terus dengan tekun oleh komunitas Sekolah Misteri sejak berabad-abad, dari sejak tindakan awal untuk mempersiapkan semuanya ini yang tertulis dalam prasasti Edfu di Mesir hingga “sihir” modern yang dipraktekkan di NASA. Yang paling akhir, mungkinkah akan diungkapkan bahwa suatu kecerdasan Alien telah meninggalkan bukti-bukti peradaban mereka di Mars?

hermon-33-900
Gunung Hermon, tempat turunnya malaikat yang jatuh, intervensi yang menghasilkan hybrid Nephilim.

Baca:

Planet X: Siklus Bencana Atlantis, Banjir Besar, Tulah-tulah Eksodus, Naga Merah dan Penggenapan Kitab Wahyu

Kebangkitan Abaddon | Pintu Gerbang Dewa-dewa

Kebangkitan Abaddon | Gerbang-gerbang Metafisika

Koneksi Roswell dan Gunung Hermon: Alien adalah Iblis

Referensi

Asteroids, Comets, Rahab & Mars

Cherubim & the Megaliths of Cydonia

The ” Stones of Fire ” and Pre-Adamite Civilizations

UFO, Alien & Anti-Christ.

Angelic Conspiracy & End Time Deception

Ancient Martian civilisation was wiped out by nuclear bomb-wielding aliens – and they could attack Earth next, claims physicist

Cydonia (region of Mars)

Temple of Edfu

Secret History of NASA

New MGS Image of the “Face on Mars” in the Cydonia Region

Van Flandern’s ‘Dark Matter, Missing Planets and New Comets (Paradoxes Resolved, Origins Illluminated)’

Piers Bizony ‘Searching for the Cosmic Origins of Life’

Iklan