[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4]


Bab 1 – Bangunan Peninggalan Raksasa Nephilim Pra-Banjir Besar

Bangunan batu Cyclopean (Cyclopean Masonry) adalah sejenis bangunan yang dijumpai pada arsitektur Mycenaea, dibangun dengan batu-batu raksasa, yang dengan kasar disusun menjadi satu dengan sangat rapat antara satu batu dengan batu lainnya, dan tanpa penggunaan mortar (semen).

Istilah ini mungkin berasal dari kepercayaan Yunani kuno bahwa hanya makhluk mistis Cyclops yang punya kekuatan untuk memindahkan batu-batu raksasa itu dan mendirikan tembok Mycenae dan Tiryns. Sejarawan Pliny dalam karyanya, Natural History, melaporkan tradisi yang ditulis oleh Aristotle, bahwa Cyclops adalah perancang menara-menara bangunan batu itu, sehingga muncullah istilah Cyclopean.

Fakta nyata bahwa monumen-monumen megalitik purbakala masih berdiri hingga hari ini merupakan kesaksian dari keahlian mereka. Puing-puing kota kuno, piramida, tembok batu dan pilar-pilar, mereka semuanya dibangun untuk bertahan terhadap ujian waktu dan alam, dan dalam banyak kasus, mereka bertahan. Ini dimungkinkan karena material yang mereka gunakan. Batu memiliki sifat ketahanan yang sangat kuat, dan untuk tujuan keabadian ini, mereka digunakan dalam konstruksi. Tidak seperti bahan tiruan sejenisnya – semen, beton, aspal, dan sebagainya – banyak jenis batu memiliki siklus umur hingga ribuan tahun, dan jika sebuah monumen batu, apakah itu tembok, gerbang lengkung, piramida atau struktur lain, dibangun dengan suatu teknik khusus, itu memungkinkan mampu bertahan hingga ribuan tahun ke depan.

Nampaknya para pendiri bangunan ini sangat sadar akan hal ini, dan teknik konstruksi batu mereka yang sangat tangguh tidak dapat disamai oleh teknologi dunia modern masa kini. Teknik itu adalah konstruksi tembok poligonal. Satu-satunya teknik konstruksi yang tahan gempa, bangunan tembok poligonal, atau lebih dikenal dengan bangunan batu (mason) Cyclopean, adalah satu bentuk bangunan batu paling tua yang pernah dikenal oleh manusia. Itu juga yang paling kokoh.

700-cyclopean-1
Arsitektur Cyclopean, bangunan peninggalan Nephilim Pra-Banjir Besar

Gaya bangunan seperti ini tidak hanya dijumpai di Yunani, tetapi di bagian-bagian dunia lainnya.

Dalam banyak kasus, pencipta bangunan batu-batu raksasa ini “tidak dikenal” dan menjadi subyek perdebatan yang kuat. Diskusi ini semakin sulit jika di area situs tersebut terdapat sisa-sisa pemukiman yang berasal dari zaman yang berbeda dengan aktivitas-aktivitas pembangunannya sendiri.

Dalam beberapa kasus, arsitekturnya menunjukkan gaya bangunan batu yang berbeda, dimana fondasinya seringkali berasal dari periode yang paling awal, yang tersusun dari batu-batu raksasa (yang beratnya mencapai ratusan hingga ribuan ton), ciri-cirinya memiliki ketepatan susunan yang amat presisi dengan sedikit atau tidak ada rongga sama sekali yang tersisa antara satu batu dengan batu di sampingnya. Lapisan yang dibangun di atasnya cenderung terbuat dari batu-batu yang lebih kecil dengan lapisan bagian atas biasanya menggunakan mortar (atau semen).

Beberapa contoh bangunan Cyclopean:

1. Benteng Mycenae, Yunani

700-citadel-mycenae-1

700-citadel-mycenae-2

700-citadel-mycenae-3

2. Gudang Penyimpanan Atreus, Yunani

700-atreus-1

700-atreus-2

700-atreus-3

Batu ambang pintu bagian atas diperkirakan memiliki bobot 120 ton.

3. Pemakaman Keramikos, Yunani

700-keramikos-1

700-keramikos-2

700-keramikos-3

4. Messene, Yunani

700-messene-1

5. Piramid Menkaure, Giza, Mesir

700-menkaure-giza-1

Perhatikan batu dua dengan tonjolan membulat

6. Machu Picchu, Peru

700-machu-1

700-machu-2

700-machu-3

700-machu-4-12-angle-rock

Machu Picchu: Batu 12 sudut yang terkenal itu.

7. Cuzco, Peru

500-cuzco-1

500-cuzco-2

500-cuzco-4

Tembok di jalan Hatunrumiyoc, Cuzco. Batu-batu poligonal biasanya memiliki permukaan cembung dan memiliki tepian melengkung (bevel).

500-cuzco-3

Bagian tembok di Cuzco, tidak jauh dari Coricancha. Salah satu batu ini punya 12 sudut.

8. Sachsayhuaman, Peru

700-sachsayhuaman-1

700-sachsayhuaman-2

Ketepatan susunan batu, bahkan di bagian sudut.

700-sachsayhuaman-3

700-sachsayhuaman-4

700-sachsayhuaman-5

700-sachsayhuaman-6

700-sachsayhuaman-7

700-sachsayhuaman-8

700-sachsayhuaman-9

Tembok batu Sachsayhuaman

700-finger-stone

Perhatikan lengkung sudut potongan batunya.

9. Gornaya Shoria, Russia

Gornaya Shoria (Gunung Shoria) terletak di selatan Siberia.

700-russia-0

700-russia-1

700-russia-2

700-russia-4

Reruntuhan puing-puing bangunan megalitik raksasa di Russia terdiri dari blok-blok batu terbesar yang pernah ditemukan.

Di selatan Siberia, para peneliti telah menemukan tembok super-raksasa yang terbuat dari batu-batu granit. Beberapa dari granit gigantik ini diperkirakan masing-masing berbobot 3000 ton, dan itu dipotong dengan permukaan mendatar, sudut yang presisi, dan tepian yang tajam.

Batu terbesar yang ditemukan di reruntuhan megalitik Baalbek (Kuil Baal), Lebanon, “Stone of Pregnant Woman” bobotnya ‘hanya’ 1250 ton. Jadi bagaimana seseorang memotong satu blok batu granit berbobot 3000 ton dengan presisi ekstrem, membawanya ke lereng gunung dan menyusunnya setinggi 40 meter? Menurut versi sejarah prasejarah umum yang diterima, hal ini mustahil dilakukan manusia kera primitif yang tinggal di gua-gua dengan peralatan teknologi yang sangat minim, seperti kapak batu dan tombak.

800-baalbek

Stone of Pregnant Woman (Batu Perempuan Hamil), Baalbek (Kuil Baal).

800-baalbek-2

Baalbek, Libanon. Kiri: Stone of Pregnant Woman. Kanan: Baalbek (Kuil Baal), Libanon. Perhatikan batu fondasi bagian bawah, itu berasal dari era Pra-Banjir Besar. Di atas reruntuhan itu, dibangun Kuil Jupiter oleh bangsa Romawi (Pasca-Banjir Besar), perhatikan ukuran batu-batu yang lebih kecil di atas fondasi itu.

800-baalbek-3
Baalbek, Libanon

Menjadi sangat jelas bahwa menurut versi sejarah yang umum diterima, bangunan-bangunan batu ini seharusnya tidak ada. Dan ini hanya sebagian kecil dari reruntuhan-reruntuhan bangunan megalitik yang ada di seluruh dunia.

10. Puma Punku

500-puma-punku-1

Balok batu ini memiliki alur selebar 6 mm yang ada lubang-lubang bornya. Ini tidak bisa dibuat dengan menggunakan batu atau alat-alat tembaga. Diameter lubang-lubang kecil ini seragam, dengan tingkat perbedaan tidak lebih dari 0,1 mm. Karena batu itu benda yang getas, itu pasti harus dibor dengan menggunakan suatu alat khusus yang dipasang pada dudukan tetap supaya tidak bergeser, karena goyangan sekecil apa pun akan meninggalkan bekas yang kelihatan.

Baca: Peninggalan Nephilim: 10 Bukti Puma Punku Dibangun oleh Peradaban Canggih Purbakala

Bukti-bukti terus menumpuk bahwa suatu teknologi yang sangat canggih telah digunakan di dunia purbakala. Reruntuhan-reruntuhan megalitik ini adalah monumen yang tidak dapat disangkal dari keberadaan suatu peradaban ras raksasa purbakala yang sangat maju yang ada di seluruh dunia. Jadi siapakah mereka dan apa yang terjadi kepada mereka? Mungkinkah mereka musnah karena malapetaka global yang terjadi di seluruh Bumi, seperti Banjir Besar?

Beberapa hal dari bangunan Cyclopean itu begitu spesifik, sehingga nampak ada hubungan antara situs-situs megalitik di Yunani dan Peru, contohnya Sachsayhuaman.

Perbandingan secara langsung menunjukkan kesamaan yang menarik:

700-comparisson-1

700-comparison-2

700-comparison-3

David Flynn, seorang peneliti dan penulis jenius, mengemukakan teori bahwa masifnya bangunan-bangunan para raksasa ini sepertinya memang bertujuan untuk menghadapi suatu malapetaka global: gempa bumi skala Alkitab dan Air Bah. Ini sepertinya dikonfirmasi dengan banyaknya penemuan-penemuan bangunan megalitik yang tertimbun di dalam tanah, sebagai bukti adanya malapetaka global. Dari dokumen-dokumen Ibrani kuno, seperti Kitab Henokh dan Kitab Para Raksasa, ada tercatat bahwa Tuhan menyatakan akan menghancurkan seluruh dunia ini dengan air bah. Pengumuman ini sampai juga ke telinga-telinga para raksasa itu.

“Juru tulis, Henokh, memberikan Mahway salinan tablet lainnya yang ada tulisan tangannya sendiri (Henokh). Tulisan di atas tablet itu berbunyi: di dalam nama Elohim yang besar dan kudus, pesan ini dikirim kepada Shemihaza (Pemimpin 200 Malaikat Pengawas yang memberontak) dan semua rekan-rekannya. Biarlah diketahui oleh kamu (para raksasa dan monster) bahwa kamu tidak akan dapat meloloskan diri dari penghakiman dari segala hal yang telah kamu perbuat, dan bahwa istri-istrimu, anak-anak mereka, dan istri-istri anak-anak mereka [tidak akan lolos], dan bahwa karena percabulanmu di atas Bumi, telah tiba atasmu penghakiman surgawi. Tanah ini menangis dan berkeluh-kesah mengenai kamu dan perbuatan-perbuatan anak-anakmu dan mengenai kerusakan yang telah kamu perbuat. Hingga malaikat surgawi Raphael, tiba, lihatlah, kehancuran sedang datang oleh air bah yang akan menghancurkan segala makhluk yang hidup, baik di padang gurun dan lautan. Arti dari [mimpi/hal ini adalah jalan penghakiman] karena semua kejahatanmu.” – Kitab Para Raksasa

Dalam film dokumenter True Legend – Technology of the Fallen, tim ahli menyatakan bahwa bagian tembok batu Sachsayhuaman yang tampak di permukaan tanah hanyalah 15-20% dari keseluruhan struktur, sedangkan bagian terbesarnya masih terkubur di bawah tanah. Bangunan-bangunan purbakala peninggalan Nephilim Pra-Banjir Besar ini tersebar di seluruh dunia, dan ada bukti-bukti kuat bahwa sisa-sisa peninggalan Nephilim Pra-Banjir Besar ini dengan sengaja ditutup-tutupi dari pengetahuan publik oleh institusi-institusi intelijen terkuat di dunia. Pada bagian akhir dari seri artikel “Arsitektur Cyclopean” ini Anda akan mengetahui  alasan mengapa ada penyesatan besar yang sedang dijalankan terhadap publik mengenai peninggalan-peninggalan Nephilim ini.

Next: Reruntuhan Bangunan Nephilim yang Terlarang


[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4]

Iklan