Dalam Injil Matius pasal 24 Tuhan Yeshua (Yesus) berbincang-bincang dengan murid-murid-Nya mengenai tanda kedatangan-Nya dan tanda kesudahan dunia.

Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Matius 24:3 (TB)

Beberapa tanda disebutkan Yeshua, antara lain:

1. Bangkitnya banyak messias palsu

Matius 24:4-5 (ILT) Dan seraya menanggapi, Yeshua berkata kepada mereka, “Perhatikanlah, janganlah seorang pun menyesatkan kamu! 5. Sebab banyak orang akan datang atas Nama-Ku dengan mengatakan: Akulah Messias; dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

2. Peperangan dan rumor peperangan

Matius 24:6 (ILT) Dan kamu akan segera mendengar peperangan dan berita-berita perang. Perhatikanlah, janganlah ketakutan, karena seharusnyalah semuanya itu terjadi, tetapi hal itu belumlah kesudahannya.

3. Bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan

Matius 24:7 (ILT) Karena bangsa (Yunani: ethnos) akan dibangkitkan melawan bangsa (ethnos), dan kerajaan (Yunani: basileia) melawan kerajaan (basileia).

Kata “bangsa” di sini menggunakan kata Yunani “ethnos” (G1484), yang artinya: etnis, suku, ras. Sedangkan kata “kerajaan” menggunakan kata Yunani “basileia” (G932), yang artinya: kerajaan, pemerintahan, kekuasaan. Akan terjadi peperangan dan permusuhan antar etnis, suku, ras, kerajaan, pemerintahan, dan penguasa.

Sekarang ini adalah satu-satunya masa di dalam sejarah, sejak Yeshua berjalan di atas muka Bumi, dimana umat manusia mempunyai kemampuan untuk memusnahkan semua makhluk dari muka Bumi ini, dengan senjata pemusnah massal, senjata biologi, senjata kimia, senjata cuaca, makanan GMO (modifikasi genetika), virus dan bakteri, obat-obatan, dan sebagainya.

4. Kelaparan dan wabah penyakit

Matius 24:7b (ILT) Dan akan terjadi kelaparan (Yunani: limos) dan wabah penyakit (Yunani: loimos) …

Kata “kelaparan” menggunakan kata Yunani “limos” (G3042), artinya: kelangkaan (makanan), kekurangan, kelaparan. Sedang kata “wabah penyakit“, kata Yunaninya “loimos” (G3061), artinya: wabah penyakit, sampar, hama (tumbuhan), wabah gangguan.

5. Gempa bumi dan angin badai

Matius 24:7c (ILT) Dan akan terjadi … gempa bumi (Yunani: seismos) di berbagai tempat.

Gempa bumi” di sini bahasa Yunaninya “seismos” (G4578), artinya: guncangan, gempa bumi, keributan (baik di udara maupun darat), angin topan, badai, angin ribut (seperti: typhoon dan hurricane). Jadi di sini Tuhan Yeshua menyebutkan bahwa gempa bumi dan angin badai akan terjadi di berbagai tempat. Bukankah hal-hal ini frekuensinya semakin meningkat drastis akhir-akhir ini?

6. Penganiayaan orang percaya

Matius 24:9 (AYT) Kemudian, mereka akan menyerahkan kamu kepada penganiayaan (Yunani: thlipsis), dan akan membunuh (Yunani: apokteino)-mu, dan kamu akan dibenci (Yunani: miseo) oleh seluruh bangsa (Yunani: ethnos; etnis, ras, suku) karena nama-Ku.

Penganiayaan” kata Yunaninya “thlipsis” (G2347), artinya: tekanan, ditekan bersama-sama, tribulasi, aniaya, kesukaran, kesusahan yang mendalam, penderitaan, penindasan, penyiksaan, dihambat, kesesakan, jalan yang sesak. Ini menggambarkan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yeshua, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya.” Matius 7:13 (TB) 

Kata “thlipsis” ini adalah kata yang sama dengan yang dipakai dalam Kitab Wahyu untuk menggambarkan orang-orang yang telah menang melewati kesukaran besar (thlipsis).

Wahyu 7:14 (ILT) Dan aku berkata kepadanya, “Tuan, engkau sudah tahu.” Dan dia berkata kepadaku, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesukaran besar (Yunani: thlipsis) dan mereka telah mencuci jubah panjang mereka dan memutihkan jubah panjangnya dengan darah Anak Domba.

Membunuh“, bahasa Yunani yang dipakai di sini “apokteino” (G615), yang artinya: dibunuh dengan cara bagaimana pun, dihancurkan, dibiarkan musnah, dijatuhi hukuman mati, dibantai. Secara metafora artinya dihapuskan.

Dibenci“, bahasa aslinya “miseo” (G3404), yang artinya: dibenci, dikejar-kejar dengan kebencian, dipandang najis (khususnya untuk dianiaya).

Link: Penganiayaan Gereja Akhir Zaman

7. Munculnya banyak nabi palsu dan messias palsu dan menyesatkan banyak orang

Matius 24:11 (ILT) Dan banyak nabi palsu (Yunani: pseudoprophetes) akan dimunculkan dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Matius 24:24 (ILT) Sebab mesias-mesias palsu (Yunani: pseudochristos) dan nabi-nabi palsu (pseudoprophetes) akan dimunculkan, dan mereka akan memberi tanda-tanda yang dahsyat dan keajaiban-keajaiban sehingga menyesatkan, bahkan jika mungkin mereka yang terpilih.

Nabi palsu“, dalam bahasa Yunani: pseudoprophetes (G5578); artinya: nabi yang berbicara lancang, bernubuat palsu, berlagak nabi, penipu religius, impostor, seseorang yang bertindak seolah-olah nabi yang diinspirasi, mengucapkan kebohongan-kebohongan sekan-akan mengucapkan nubuat-nubuat Elohim.

Messias palsu“, dalam bahasa Yunani: pseudochristos (G5580); artinya: Kristus palsu atau Messias palsu, seseorang yang menduduki posisi dan memakai nama Messias secara tidak sah (bukan yang asli). Pseudochristos di sini sama dengan antikristus. Kata  Yunani “anti” (G473), artinya: lawan, pengganti, subsitusi, menggantikan kedudukan, impostor, menggantikan posisi. Jadi antikristus juga dapat diartikan sebagai Kristus palsu atau Messias palsuKristus atau Messias, artinya “Yang Diurapi.”

8. Bertambah-tambahnya pelanggaran hukum menyebabkan kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin

Matius 24:12 (ILT) Dan karena berlipatgandanya kedurhakaan (Yunani: anomia), maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Bahasa Yunani untuk “kedurhakaan” di sini adalah “anomia” (G458), yang artinya: pelanggaran hukum, perbuatan dosa, kejahatan, kefasikan, ketidakbenaran. Suatu kondisi tanpa hukum, atau hukum dipandang rendah, sehingga terjadi banyak pelanggaran hukum.

9. Injil Kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia

Matius 24:14 (ILT) Dan Injil Kerajaan (Yunani: euaggelion tes basileias) ini akan diberitakan ke seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa, dan kemudian akan datang kesudahannya.”

Injil Kerajaan di sini adalah berita atau pernyataan bahwa Messias Yeshua segera datang sebagai Raja dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya, untuk menjalankan penghakiman atas orang-orang berdosa dan fasik, dan kemudian Dia akan memerintah di bumi di dalam Kerajaan Messias (Kerajaan Seribu Tahun).

Ini adalah apa yang dilihat oleh Henokh ketika dia bernubuat tentang Kedatangan Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) yang Kedua, “Dan lihatlah! Dia (Messias Yeshua) datang bersama puluhan ribu para kudus[-Nya] untuk melaksanakan penghakiman atas semuanya, dan menghancurkan [semua] yang fasik. Dan untuk menghukum semua makhluk dari semua perbuatan-perbuatan [kefasikan mereka] yang telah mereka perbuat dalam kefasikan, dan dari semua hal-hal kasar yang para pendosa fasik [telah ucapkan] melawan Dia. Henokh 1:9

Kutipan yang sama juga dituliskan dalam Yudas 1:14-15 (ILT) Dan juga kepada mereka ini, Henokh, generasi ketujuh dari Adam, bernubuat sambil mengatakan, “Lihatlah, YAHWEH datang dengan beribu-ribu para kudus-Nya (Yunani: hagios; para kudus/malaikat), untuk melakukan penghakiman terhadap semua orang, dan mempersalahkan semua orang fasik dari antara mereka, berkenaan dengan segala perbuatan fasik mereka yang telah mereka lakukan dengan fasik, dan berkenaan dengan segala kekasaran yang telah mereka, orang-orang berdosa (Yunani: hamartolos; pendosa, pengabdi kepada dosa, pendosa pada umumnya, kafir, hidup dalam dosa) yang fasik itu, ucapkan terhadap Dia.”

10. Tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang

Matius 24:29 (ILT) “Dan segera sesudah kesukaran (thlipsis) hari-hari itu, matahari akan dijadikan gelap dan bulan tidak akan memberi cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan diguncangkan.

Pembanding:

Lukas 21:25 (ILT) “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari, dan bulan, dan bintang-bintang; dan di atas bumi kecemasan bangsa-bangsa dalam keputusasaan karena menderunya laut dan gelombang.

Yesaya 13:10 (ILT) Sebab bintang-bintang di langit dan gugusan-gugusannya tidak dapat menyinarkan terangnya, matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit dan bulan tidak memancarkan sinarnya.

Yoel 2:31 (ILT) Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan menjadi darah, sebelum datangnya hari YAHWEH, yang dahsyat dan menakjubkan.

Yoel 3:15 (ILT) Matahari dan bulan telah menjadi gelap, dan bintang-bintang telah menarik kembali cahayanya.

Kisah 2:20 (ILT) Matahari akan diubah menjadi gelap dan bulan menjadi darah, sebelum hari YAHWEH yang besar dan mulia itu datang.

Wahyu 6:12-13 Dan aku melihat, ketika Dia membuka meterai yang keenam, dan lihatlah: gempa besar terjadi, dan matahari menjadi hitam seperti karung yang terbuat dari rambut dan bulan menjadi seperti darah. 13. Dan bintang-bintang langit berjatuhan ke bumi seperti pohon ara menggugurkan buah mentahnya karena diguncang oleh angin kencang.

11. Tanda Anak Manusia akan muncul di langit

Matius 24:30 (ILT) Dan pada waktu itu Tanda Anak Manusia akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia ketika datang di atas awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.

Mengenai Tanda Anak Manusia di langit, baca: Bintang Messias di dalam Bible Code dan Zohar

Tanda Khusus Kedatangan Yeshua

Meskipun nampaknya semua tanda-tanda itu sudah disebutkan Yeshua, rupanya masih ada satu hal yang jauh lebih besar, yang tidak banyak diperhatikan, dan kontroversial. Tertulis di dalam pasal Matius 24 ini, seperti yang disebutkan oleh Yeshua:

Matius 24:36-39 (ILT) Namun mengenai hari dan saat itu tidak seorang [manusia] pun mengetahuinya, bahkan para malaikat di surga pun tidak, kecuali Bapa-Ku saja.” 37. “Dan, sebagaimana pada zaman Nuh, demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi. 38. Sebab, sebagaimana “mereka hidup pada hari-hari sebelum air bah: makan dan minum, kawin dan dikawini, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39. dan “mereka tidak menyadari sampai air bah itu datang dan melenyapkan semuanya; demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi.

Pembanding: Matius 24:37-38 (TB) “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 38. Sebab sebagaimana “mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

Dalam bagian ini, Yeshua berbicara tentang hari-hari yang terjadi pada zaman Nuh. Bagian kontroversial yang nampaknya menunjuk kepada sesuatu yang benar-benar tidak lazim adalah penggunaan kata “mereka.” Satu kata ini telah menyebabkan orang-orang terbagi menjadi dua kelompok berbeda mengenai interpretasi dari bagian ayat ini.

  1. Di sini Yeshua secara langsung menunjuk kepada “anak-anak Elohim yang mengambil anak-anak perempuan manusia dan melahirkan anak-anak Nephilim.”
  2. Yeshua mengatakan bahwa itu akan menjadi “peristiwa yang umum” sampai waktu kedatangan-Nya.

Supaya dapat memilah firman kebenaran ini, perlu dipelajari dan dicari tahu siapakah “mereka” itu.

Siapakah “mereka” itu menurut Kitab Suci?

Pada dasarnya ada 2 cara untuk mencari tahu siapakah “mereka” itu. Yang pertama dengan melihat ayat di atasnya. Yang kedua adalah mempelajari kisah Nuh dan melihat “siapa” yang makan, minum, kawin, dan dikawini. Matius 24:36 menyebutkan 3 kelompok spesifik ini:

  1. Manusia
  2. Malaikat
  3. Bapa (Elohim)

Sekarang sesudah ditemukan 3 kemungkinan yang dimaksud dengan kata “mereka“, kita perlu kembali ke zaman Nuh di dalam Kejadian 6:1-4 supaya dapat menemukan kelompok mana yang dimaksud oleh pernyataan Yeshua tadi.

Siapa yang kawin di dalam Kejadian 6?

Kejadian 6:1,2 (ILT) Dan terjadilah, ketika manusia (Ibrani: Adam) mulai berlipat ganda di muka bumi, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, 2. lalu anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) melihat anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam), bahwa mereka cantik-cantik. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih.

Dalam 2 ayat pertama dari pasal 6 ini, kita menemukan siapa yang kawin dan dikawini. Musa mengidentifikasi dua kelompok di sini:

  1. Anak-anak Elohim
  2. Anak-anak perempuan manusia

Secara umum, ada 2 pendapat utama di kalangan para sarjana Alkitab, yang sangat berlawanan mengenai kedua kelompok ini. Dan perbedaan pendapat ini menimbulkan perdebatan selama berabad-abad.

Pendapat Pertama, dikenal dengan nama Teori Malaikat yang Jatuh (Fallen Angel):

  • Anak-anak Elohim = malaikat
  • Anak-anak perempuan manusia = perempuan manusia

Pendapat Kedua, dikenal dengan nama Teori Seth (Sethite Theory):

  • Anak-anak Elohim = anak-anak Seth
  • Anak-anak perempuan manusia = anak-anak perempuan Kain

Sekarang kita lihat bagaimana ayat itu terbaca jika kita menggunakan interpretasi Teori Seth yang salah itu, dan membandingkannya dengan teks Ibrani yang sebenarnya.

Interpretasi teori Set:

Kejadian 6:1,2 Dan terjadilah, ketika Kain mulai berlipat ganda di muka bumi, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Seth melihat anak-anak perempuan Kain, bahwa mereka itu cantik-cantik. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih.

Perbandingan dengan teks asli Ibrani:

Kejadian 6:1,2 Dan terjadilah, ketika Adam mulai berlipat ganda di muka bumi, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) melihat anak-anak perempuan Adam, (Ibrani: benot ha’Adam) bahwa mereka itu cantik-cantik. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih.

Jika Anda membaca artikel mengenai anak-anak Elohim dan anak-anak perempuan manusia (di sini), maka Anda akan tahu dua frase kata Ibrani yang sangat spesifik digunakan di sini:

  • Benei ha’Elohim (anak-anak Elohim)
  • Benoth ha’Adam (anak-anak perempuan Adam)

Ini adalah bukti NYATA bahwa sebutan “Benei ha’Elohim” digunakan secara KHUSUS untuk menyebutkan malaikat di dalam Perjanjian Lama.

Berikut ini ada beberapa fakta lain untuk dipertimbangkan.

Perjanjian Lama memang menuliskan tentang “seorang manusia” yang disebut sebagai anak Elohim, yaitu Adam, yang secara langsung diciptakan oleh Elohim. Sedangkan Seth secara spesifik disebut “anak Adam.”

Tidak ada manusia yang mempunyai kemampuan untuk menjadi anak-anak Elohim hingga sesudah Messias (Yesus Kristus) datang. Kita melihat dalam Kitab Suci, menjadi “anak-anak Elohim” adalah hasil dari keselamatan pada saat seseorang menjadi ciptaan baru. Ini bukan metafora, ini adalah kelahiran kembali yang sebenarnya. (Yohanes 1:12, Lukas 20:36, Efesus 1:5, 1 Yohanes 3:2-3, 2 Korintus 5:17)

2 Korintus 5:17 (ILT) Jadi, jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; apa yang lama sudah berlalu, lihatlah, segala sesuatu telah menjadi baru.

Efesus 1:5 (AYT) Ia menetapkan kita dari semula untuk diangkat menjadi anak-anak-Nya melalui Kristus Yesus, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Lukas 20:36 (ILT) Sebab mereka tidak dapat mati lagi, karena mereka itu seperti malaikat, dan mereka adalah anak-anak Elohim (benei ha’Elohim), karena menjadi anak-anak kebangkitan.

Yohanes 1:12,13 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Elohim (benei ha’Elohim), yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Elohim.

Apa yang Elohim berikan kepada mereka? Kuasa untuk menjadi Benei Ha’Elohim (anak-anak Elohim).

Kapan? Pada saat mereka percaya dan menerima Yeshua haMashiach (Yesus Kristus). Bukan sebelumnya, tetapi pada saat mereka menerima-Nya.

Ketika seseorang diselamatkan, itu lebih dari sekedar dibasuh dosanya oleh darah Yeshua, pada saat itu Elohim menciptakan suatu roh yang baru dan memberikan kepadanya “kuasa untuk menjadi Benei Ha’Elohim (anak-anak Elohim).” Sebelum itu, tidak ada manusia yang memiliki kuasa ataupun hak untuk memperoleh itu. Anak-anak Adam itu sekarang telah menjadi Benei Ha’Elohim.

Benei Ha’Elohim (anak-anak Elohim) adalah ciptaan langsung oleh Elohim, bukan dihasilkan dari perkawinan antara laki-laki dan perempuan.

Anak-anak Adam, adalah anak-anak dari manusia. Seth bukanlah ciptaan langsung dari Elohim, sehingga dia tidak bisa disebut Benei Ha’Elohim ataupun melahirkan Benei Ha’Elohim.

Anak-anak perempuan manusia adalah istilah umum yang mempunyai arti yang sesungguhnya, dan tidak membedakan apakah itu anak-anak Kain, Seth, atau yang lainnya. Benoth ha’Adam adalah anak-anak perempuan Adam, manusia.

Teori (sesat Seth) bahwa anak-anak Elohim di dalam Kejadian 6:1-4 adalah anak-anak Seth yang hidup dalam kebenaran, diciptakan pada abad ke-1, namun tidak diterima secara luas oleh Gereja hingga abad ke-3. Teori Seth disahkan sebagai doktrin Gereja Roma Katholik. Namun banyak orang yang menolak hal tersebut sehingga Gereja Katholik menyatakan ajaran bahwa Malaikat kawin dengan anak-anak perempuan manusia itu bidat atau sesat. Dan setiap orang yang mengajarkan hal tersebut diancam hukuman mati.

Itu juga sebabnya, mengapa Kitab Henokh dinyatakan bidat dan sesat, kemudian dilarang dibaca dan dimusnahkan oleh Gereja Katholik, karena menuliskan secara gamblang kebenaran peristiwa perkawinan antara malaikat dengan anak-anak perempuan manusia. Jika Anda telah membaca artikel Arsitektur Cyclopean, Anda akan tahu alasan lain kenapa Gereja Roma Katholik memusnahkan Kitab Henokh.

Semua tulisan dan semua orang pada zaman Bapak-bapak Gereja mula-mula, Kitab Suci terjemahan Septuaginta (LXX), para sarjana Yahudi dan orang-orang bijak sejak zaman dahulu hingga pada masa itu, tetap berpegang kepada Teori Malaikat yang Jatuh yang kawin dengan anak-anak perempuan manusia.

Santo Augustine (354 – 430 M) juga berbicara mengenai peristiwa-peristiwa ini. Perlu dicatat bahwa Augustine bukanlah orang yang percaya kepada Teori Malaikat yang Jatuh. Dia percaya kepada doktrin (keliru) mengenai Teori Seth.

“Ada juga rumor yang sangat umum, dimana banyak yang sudah membuktikannya dengan pengalamannya sendiri, atau dimana orang yang dapat dipercaya mendengar pengalaman orang lain yang membenarkan, bahwa sylvan dan faun, yang secara umum disebut inkubi, seringkali menyerang kaum perempuan.” – St. Augustine, The City of God.

Note:

  • Sylvan: sejenis makhluk peri hutan.
  • Faun: atau satyr, makhluk setengah manusia setengah kambing (dari pinggang ke atas berbentuk manusia, bertanduk, dan pinggang ke bawah berbentuk kambing).
  • Inkubi: atau incubus, adalah iblis dalam bentuk tubuh laki-laki, yang suka meniduri wanita dengan tujuan melakukan aktivitas seksual dengan mereka.
  • Pasangannya, sukubi atau succubus, adalah iblis dalam bentuk tubuh wanita, yang melakukan aktivitas seksual dengan manusia laki-laki.

Thomas Aquinas (1225 – 1274 M) yang juga berpegang pada Teori Seth, merasa perlu untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa sejenis seperti yang terjadi di dalam Kejadian 6, yang dilaporkan terjadi pada zamannya. Sama seperti Augustine, banyaknya laporan-laporan tentang terjadinya hubungan seks antara makhluk supernatural dengan manusia, tidak dapat diabaikan. Ini memaksa dia menciptakan penjelasan ‘tak masuk akal’ yang tidak didasari Kitab Suci:

“Namun jika ada yang kadang-kadang dilahirkan dari Iblis, itu bukanlah berasal dari benih Iblis seperti itu, atau pun dari tubuh mereka, tetapi dari benih laki-laki yang diambil untuk tujuan itu; seperti ketika Iblis pertama-tama mengambil bentuk seorang wanita, dan sesudah itu seorang laki-laki; sama seperti mereka mengambil benih dari hal-hal lain untuk tujuan lainnya.” – Thomas Aquinus, Summa Theologica.

Bagian final yang mengakhiri perdebatan mengenai sebutan “Benei ha’Elohim“, dapat ditemukan dalam literatur Yahudi: Mishneh Torah atau Yad haChazakah: Yesodei haTorah. Benei ha’Elohim sebenarnya adalah salah satu golongan malaikat di dalam Yudaisme. Orang Yahudi tidak menyebut nama-nama itu dengan sembarangan. Berikut ini hirarki malaikat menurut Yudaisme, mulai dari tingkatan yang paling tinggi:

  • Chayot HaKodesh (“makhluk hidup” dengan empat wajah, enam sayap; Yehezkiel 1:5)
  • Ophanim (roda-roda; Yehezkiel 1:15)
  • Erelim (Ariel, pahlawan; Yesaya 33:7)
  • Hashmallim (amber, berkilauan; Yehezkiel 1:4)
  • Seraphim (ular berapi; Yesaya 6:2-6)
  • Malakim (utusan atau malaikat, Kejadian 16:9, 19:1, 22:11, 28:12, 31:11-13, Keluaran 33:2, Bilangan 22:31)
  • Elohim (makhluk Ilahi)
  • Benei Elohim (anak-anak Elohim, Kejadian 6:2, Ayub 1:6, 38:7)
  • Cherubim (kerub; Yesaya 37:16)
  • Ishim (makhluk seperti manusia, Kejadian 18:2, Daniel 10:5)

Orang Babylonia Setuju dengan Hal ini

Anak-anak Elohim disembah oleh umat manusia di sepanjang sejarah sebagai “dewa-dewa.” Agama pagan yang menyembah kepada ilah-ilah atau dewa-dewa ini merupakan kesaksian lain bahwa “anak-anak Elohim” (malaikat) adalah dewa-dewa dalam mitologi, dan mereka ada di sini, di Bumi, sebelum Air Bah.

“Dewa-dewa gentar kepada Air Bah” – Gilgamesh XI, 113

Kesaksian ke-3 berasal dari penglihatan Daniel: patung raja Nebukadnezar.

Daniel 2:32,33,42,43 (ILT) Kepala patung itu terbuat dari emas tempaan, dada dan lengannya dari perak, perut dan pahanya dari perunggu, kakinya bagian atas dari besi, kakinya bagian bawah sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. 33. Dan jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu sebagian kuat dan sebagian rapuh. 42. Dan seperti yang engkau lihat, besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti “mereka akan bercampur melalui perkawinan. 43. Namun “mereka tidak akan melekat satu dengan yang lain, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Ayat 43: mereka akan bercampur melalui perkawinan, namun “mereka tidak akan melekat satu dengan yang lain… Ini juga menimbulkan pertanyaan yang sama: Siapakah “mereka” yang bercampur melalui perkawinan di sini? Jawabannya juga sama.

Kesimpulan

Yeshua merujuk kepada malaikat dan manusia, kawin dan dikawinkan pada zaman Nuh. Zaman Nuh menyebutkan malaikat kawin-mengawin dengan perempuan manusia dan memiliki keturunan. Malaikat-malaikat ini disembah sebagai dewa-dewa di sepanjang sejarah. Orang Babylonia percaya dewa-dewa ada di Bumi sebelum Banjir Besar, dan gentar kepada Air Bah itu.

Sekarang kita tahu siapakah yang dimaksud dengan “mereka” di dalam pernyataan Yeshua. Kita punya tiga kesaksian dari Alkitab. Matius 24:36 berbicara mengenai manusia dan malaikat. Kejadian 6:1,2 menyebutkan manusia dan malaikat.

Perkawinan antara anak-anak Elohim dengan anak-anak perempuan Adam menghasilkan keturunan raksasa yang dikenal dengan nama Nephilim. Nephilim (Naphal) adalah kata Ibrani yang berarti “[mereka] yang jatuh”, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai Gigantes (diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai Giant; raksasa). Gigantes berasal dari kata Yunani ‘Gigas‘ yang artinya “dilahirkan di Bumi.”

Kedatangan Nephilim membawa kehancuran atas seluruh Bumi oleh Air Bah. Jika Elohim tidak memperpendek hari-hari zaman Nuh, maka tidak ada makhluk yang akan selamat. Hal yang sama akan terjadi kembali pada hari-hari Anak Manusia sekarang ini. Hanya saja kali ini Elohim akan menghancurkan Bumi bukan dengan Air, tetapi dengan Api.

2 Petrus 3:6,7 (ILT) Olehnya bumi pada waktu itu telah musnah ketika dibanjiri oleh air. 7. Namun sekarang, oleh firman yang sama langit dan bumi sedang disimpan untuk api, sambil dipelihara sampai pada hari penghakiman dan pemusnahan orang-orang fasik.

Referensi:

Pengajaran Yesus tentang 7 Meterai Kitab Wahyu: Akhir Zaman

Who Are The Sons of God? – Evidence From Judaism

“Eve”

The Sons of Seth – False Teachers Without Answers

10 Biblical Facts That Prove The Sethite Theory Is A Lie

The Return of The Nephilim and The False Teaching of “Business as Usual”

Fallen Angels Have Attempted to Censor Biblical History

Iklan