Sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, begitu pula kedatangan Anak Manusia akan terjadi – Yeshua haMashiach, 33M

Bab 2 – Eksperimen Kejadian 6

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4]

Kejadian 6:1-4 (TB) Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2. maka anak-anak Elohim melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3. Berfirmanlah YAHWEH: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” 4. Pada waktu itu orang-orang raksasa (Ibrani: Nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Ayat ini menjelaskan apa yang disebut “Eksperimen Kejadian 6“. Bagian awal perikop tersebut menceritakan alasan mengapa Elohim memutuskan untuk menghancurkan dunia dengan Banjir Besar. Dikatakan bahwa malaikat Elohim kawin dengan para perempuan manusia dan melahirkan hybrid manusia super yang disebut Nephilim. Makhluk ini merusak seluruh bumi.

Sebelum kita berbicara lebih jauh, perlu diluruskan beberapa kesalahpahaman yang umum terjadi mengenai bagian Kitab Suci yang ini. Bagaimana kita tahu bahwa ayat ini berbicara tentang para malaikat? 

Banyak perdebatan yang diajarkan bahwa istilah, “anak-anak Elohim” adalah referensi kepada anak-anak Adam dari Seth (yang hidup benar) dan bahwa “anak-anak perempuan manusia” adalah referensi kepada anak-anak Adam (yang jahat), keturunan Kain.

Pertama-tama, bagaimana “Nephilim” (beberapa terjemahan menyebutnya “raksasa“) lahir dari manusia normal? Jika semua yang kita bicarakan di sini adalah perkawinan sedarah dari keturunan antara dua bersaudara, Kain dan Seth, bagaimana seseorang bisa menjelaskan kelahiran para raksasa – baik sebelum maupun sesudah Banjir Besar?

giantsleg1-600

Tulang Paha 47 inchi (1,2 m) ini milik seseorang yang tingginya antara 14 – 16 kaki (4,27-4,88 meter). Pada akhir tahun 1950-an, selama pekerjaan konstruksi jalan di tenggara Turki di Lembah Efrat, banyak makam yang berisi sisa-sisa raksasa ditemukan. Di dua situs, hasil pengukuran tulang-tulang kaki panjangnya kurang lebih 120 cm (47,24 inchi). Joe Taylor, Direktur Mt. Blanco Fossil Museum di Crosbyton, Texas, ditugaskan untuk memahat tulang kaki ini dalam skala ukuran dan anatomi yang akurat. “Raksasa” ini tingginya 14-16 kaki (4,27-4,88 meter), dan memiliki kaki sepanjang 20-22 inchi (50,8-55,9 cm). Ujung jari-jari tangannya, dengan lengan tergantung di sisinya, kira-kira 6 kaki (1,8 meter) tingginya dari tanah. Catatan Alkitab dalam Ulangan 3:11 menulis bahwa Ranjang Besi Og, raja Bashan panjangnya 9 hasta x 4 hasta. Bila menggunakan asumsi 1 hasta Ibrani = 25,025 inchi, maka ukuran tempat tidur orang itu lebih dari 18 kaki (5,4 meter) panjangnya!

Para sarjana Alkitab yang mengajarkan tentang teori ini tampaknya tidak memiliki masalah dengan kisah Alkitab tentang para raksasa yang harus diusir dari Tanah Kanaan oleh bangsa Israel. Jadi, bagaimana mereka bisa menjelaskan munculnya karakter seperti Og raja Bashan dan Goliath dari Gat yang memang raksasa dan entah bagaimana, cocok dengan sifat-sifat genetikNephilim dari Kejadian 6:4? Seberapa banyak pun mereka diberi makan, manusia normal tidak akan mungkin melahirkan raksasa setinggi 5,4 dan 3,6 meter.

Kedua, kata-kata yang diterjemahkan sebagai “anak-anak Elohim” di ayat ini berasal dari bahasa Ibrani “benei ha’Elohim“; yang berasal dari kata “ben” (H1121) dan “elohim” (H430).

Dalam kamus Brown-Driver-Briggs’ Hebrew Definition, kata “ben” (H1121) artinya: anak laki-laki, cucu, anak, anggota keluarga, bangsa (jamak), kaum, anggota.

Kata “ben” memiliki akar kata “banah” (H1129), yang artinya: membangun, mendirikan, mendirikan (keluarga), mendapatkan anak-anak.

Sedangkan kata “elohim” (H430), artinya: (jamak) penguasa, hakim, yang ilahi, para malaikat, dewa-dewa; (singular) dewa, dewi, seperti Elohim, Elohim yang benar, pekerjaan-pekerjaan atau sifat-sifat Elohim, berkuasa.

Benei ha’Elohim adalah kombinasi kata-kata yang sama dengan yang digunakan dalam Ayub 1:6, Ayub 2:1 dan Ayub 38:7. Kata-kata “anak-anak Elohim” semuanya mengacu kepada malaikat.

Ayub 1:6 (ILT) Pada suatu hari, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) datang menghadap YAHWEH, dan Satan pun datang di antara mereka.

Ayub 2:1 (ILT) Dan suatu hari, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) datang menghadap YAHWEH, dan Satan pun datang di antara mereka menghadap YAHWEH.

Ayub 38:7 (ILT) ketika bintang fajar bernyanyi bersama-sama, dan semua anak Elohim (Ibrani: benei Elohim) bersorak-sorai dengan sukacita?

Ayat-ayat di Kitab Ayub tersebut menggambarkan peristiwa yang terjadi di Surga. Ayat-ayat itu tidak berbicara tentang anak-anak Set yang hidup bergaul dengan Satan dan para malaikat dalam sebuah pertemuan kecil.

Jadi dapat disimpulkan di sini bahwa “anak-anak Elohim” (benei ha’Elohim) di dalam Kejadian 6, sama seperti dalam Kitab Ayub, adalah “para malaikat.”

Sebagai hasil dari perkawinan para malaikat dengan perempuan manusia, seluruh ciptaan Elohim telah menjadi rusak, menyimpang, dimanipulasi dan berubah dari keadaan sebelumnya, yang telah Elohim katakan, “Semuanya sungguh sangat baik.” Hanya ada satu keluarga manusia yang tampaknya tidak terpengaruh oleh “gen buruk” ini dan itu adalah Nuh dan keluarganya.

Kejadian 6:9 (ILT) Inilah silsilah Nuh. Nuh adalah seorang pria yang benar, ia tidak bercela (Ibrani: tamim) di antara orang-orang sezamannya. Nuh hidup bergaul dengan Elohim.

Alkitab mengatakan bahwa Nuh adalah manusia yang “sempurna dalam generasinya“, yang secara harafiah berarti “murni” dalam genetikanya.

Kita bisa mengetahui hal ini karena kata yang digunakan ada “tamim” (H8549). Ini adalah kata yang sama yang digunakan ketika Elohim menyebutkan bahwa “lembu betina merah” itu harus “murni” secara fisik:

Bilangan 19:2 (ILT) “Inilah ketetapan hukum yang YAHWEH perintahkan dengan berfirman: Berbicaralah kepada bani Israel, dan biarlah mereka mengambil untuk engkau seekor lembu betina merah yang sempurna (Ibrani: tamim), yang tidak ada cacatnya, yang ke pundaknya kuk tidak pernah ditumpangkan.

Menurut Kitab Yashar, Nuh kawin dengan salah seorang anak perempuan Henokh. Dalam Kejadian 5:24, Alkitab mengatakan bahwa Henokh begitu benar di mata Elohim sehingga Dia mengambil Henokh ke Surga tanpa harus mengalami kematian. Jadi, adalah wajar untuk berasumsi bahwa anak perempuannya pasti tahu akan kebenaran dan telah menjadi kandidat istri yang baik bagi Nuh untuk dikawini. Dalam Kitab Henokh, juga disebutkan bahwa Henokh mengajar anak-anak manusia untuk hidup di dalam kebenaran. Dengan asumsi bahwa Nuh dan istrinya secara fisik murni genetikanya, tiga putra mereka, Yaphet, Shem dan Ham juga pasti murni genetikanya. Tapi itu bukan berarti istri mereka juga murni genetikanya.

Kitab Orang Jujur
Kitab Yashar menyebutkan bahwa Methushelach memiliki saudara bernama Eliakim yang memiliki tiga orang anak perempuan. Nuh memilih mereka sebagai istri bagi tiga anak-anaknya. Pernyataan Kitab Suci ini juga memiliki arti bahwa semua manusia kecuali Nuh, keluarganya dan Methushelach, telah menyimpang dari Elohim (termasuk ayah Nuh, Lamekh). Jika hal ini benar, adalah wajar untuk berasumsi bahwa Eliakim jatuh ke dalam kategori orang-orang yang mengikuti jalan hidup yang jahat, yang bisa berarti bahwa putrinya kemungkinan juga telah menjadi rusak oleh “Eksperimen Kejadian 6“. Hal ini menjelaskan bagaimana para raksasa (Nephilim) bisa muncul kembali “sesudahnya” (Banjir Besar).

Kami mempercayai penjelasan Alkitab yang membuktikan bahwa setidaknya salah satu istri anak-anak Nuh memiliki darah Nephilim yang mengalir dalam pembuluh darahnya. Orang itu adalah istri Ham. Hal ini beralasan karena dari garis keturunan Ham secara lahiriah dipenuhi dengan banyak keturunan raksasa! Tidak terlihat adanya bukti nyata dalam garis keturunan Shem atau garis keturunan Yaphet, tetapi dari empat anak-anak Ham, setidaknya tiga orang melahirkan para raksasa… dan sangat banyak raksasa!

Dalam Kejadian 10, kita membaca bahwa Ham memperanakkan Kush, Mitzraim (Mesir), Phut dan Kanaan. Karena Alkitab menyebutkan Kanaan sebagai yang pertama (dalam Kejadian 9), mari kita mulai melihat kepada dia dan kemudian melihat mundur ke belakang.

Ada teori tentang Kanaan berdasarkan situasi aneh yang dijelaskan dalam Kejadian 9:20-25. Dalam bagian Alkitab itu, Ham mendapati ayahnya telanjang dan Nuh mengutuk cucunya, Kanaan. Mengapa? Alkitab diam, tapi sepertinya ada sesuatu yang benar-benar salah dengan dia (Kanaan).

Pertama-tama, narasi Alkitab menyiratkan bahwa Kanaan harus berada di sana ketika Nuh mengutuknya. Itu berarti ia lahir di dalam bahtera atau segera sesudahnya. Dugaannya adalah bahwa ia mungkin lahir dengan enam jari tangan dan enam jari kaki, yang merupakan karakteristik penting dari raksasa Nephilim. Jika ini benar, maka ketika Kanaan lahir, Nuh tentu melihat cucunya dan mungkin berkata, “Aduh, kok bisa muncul lagi?!”

polydactyl

Baca: Pasukan AS Membunuh Raksasa (Kanibal) Kandahar, Afganistan

Keturunan Kanaan tinggal di tanah yang dinamai sama dengan namanya, Tanah Kanaan. Dan kita membaca dari Alkitab bahwa Kanaan penuh dengan raksasa (Nephilim). Setelah Eksodus, para mata-mata Israel pergi mengintai tanah itu dan melihat diri mereka sama seperti belalang jika di pemandangan penduduk asli Tanah Kanaan. Yosua dan anak buahnya harus membersihkan tanah raksasa ini dan mereka melakukannya! Ini semua adalah ras-ras raksasa yang harus orang-orang Israel musnahkan dalam Perjanjian Lama (orang Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feris, Hewi, Yebus).

Ulangan 7:1-2 (ILT) “Bilamana YAHWEH, Elohimmu, membawa engkau masuk ke negeri yang ke sana engkau memasukinya untuk memilikinya, dan Dia menghalau banyak bangsa dari hadapanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu; 2. dan YAHWEH, Elohimmu, menyerahkan mereka ke hadapanmu, maka engkau harus menghantam mereka, engkau harus sungguh-sungguh menumpas (Ibrani: charam) mereka, engkau tidak boleh mengadakan perjanjian dengan mereka atau menunjukkan kemurahan kepada mereka.

Kata “menumpas” di sini menggunakan bahasa asli “charam” (H2763) yang artinya: dihancurkan sama sekali, dikhususkan untuk kehancuran, dibinasakan, dikhususkan untuk dibinasakan, terlarang, dimutilasi, dibelah, dibagi.

Raksasa-raksasa penduduk Kanaan ini sangat besar. Bangsa Israel bahkan sesumbar tentang ukuran tinggi badan salah seorang dari mereka –  seorang laki-laki bernama Og raja Bashan. Menurut Patrick Heron, dalam bukunya The Nephilim and the Pyramid of the Apocalypse, dengan asumsi 1 hasta Ibrani adalah 25,025 inchi, ia membuat catatan bahwa tempat tidur orang itu lebih dari 18 kaki (5,4 meter) panjangnya, menyiratkan bahwa ukuran manusia raksasa itu sendiri hampir sama tingginya! Jadi, kita bisa melihat bahwa Kanaan pasti memiliki gen Nephilim yang sangat kuat!

Bagaimana dengan anak-anak Ham lainnya? Alkitab tidak memberi kita banyak informasi tentang raksasa dalam garis keturunan Phut ini. Tapi dalam garis keturunan Mitzraim (Mesir), kita dapat menemukan sesuatu yang menakjubkan, dengan implikasi yang sangat besar. Salah satu putranya adalah seorang laki-laki bernama Kaphtor (Kreta).

Kejadian 10:13-14 (TB) Mitzraim (Mesir) memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naphtuhim, 14. orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaphtorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.

Kejadian 10:14 mengatakan bahwa orang Filistin datang dari Kaphtorim (Kreta). Kita tahu bahwa setidaknya ada 5 raksasa yang berasal dari orang Filistin: Goliath dan empat saudara-saudaranya. Dan dari deskripsi Goliath, dia hanyalah seorang “kerdil” di antara para raksasa – tingginya hanya antara 3-3,6 meter menurut sebagian ahli. Dia dan saudara-saudaranya adalah yang terakhir dari para raksasa (di tanah Kanaan) pada zaman Daud.

david-goliath
David dan Goliath

Mari kita lihat sedikit lebih dalam seorang laki-laki yang bernama Kaphtor. Dalam Kejadian 10:14, orang Kaphtorim dikatakan menjadi bapa leluhur dari bangsa Filistin. Menurut Yeremia 47:4 dan Amos 9:7, orang Filistin datang dari Kreta – suatu tempat yang dijelaskan dalam beberapa terjemahan sebagai “negeri Kaftor” karena di situlah ia menetap di beberapa tempat Pasca-Banjir Besar.

Yeremia 47:4 (TB) Sungguh, YAHWEH akan membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor.

Amos 9:7 (ILT) “Bukankah kamu seperti keturunan Kush (Ethiopia) bagi-Ku, hai umat Israel? Firman YAHWEH. Tidakkah Aku telah menuntun Israel keluar dari Tanah Mesir, dan orang-orang Filistin dari Kaftor, dan orang-orang Aram dari Kir?

Mengapa hal ini begitu penting? Karena pulau Kreta adalah tempat di mana semua mitologi Yunani berasal!

greek-gods
Pantheon dewa-dewi Yunani

Mitologi dewa-dewa Yunani yang terkenal dapat ditelusuri kembali secara harafiah ke suatu masa sesudah Banjir Besar Nuh. Dewa-dewa ini berasal dari pulau Kreta. Selanjutnya, jika Anda mempelajari sejarah Kreta, Anda akan menemukan bahwa sebagian besar dari apa yang sekarang kita sebut “Eropa” biasanya membayar upeti ke pulau kecil di Laut Aegea itu. Mereka harus mengirimkan perawan muda, laki-laki dan perempuan kepada Minotaur dari Labyrinth sebagai upeti kepada Raja Minos. Bagaimana begitu banyak daerah di Eropa bisa ditaklukkan kepada sebuah pulau kecil benar-benar tidak masuk di akal, kecuali Anda menyadari bahwa dewa-dewa kuno itu mungkin benar-benar ada. Alkitab mengatakan kepada kita siapa mereka sebenarnya dan dari mana mereka berasal. Ini adalah ras Nephilim Pasca-Banjir Besar yang muncul melalui garis keturunan Ham.

Selanjutnya, mari kita lihat anak Ham, Kush. Alkitab mengatakan Kush memperanakkan Nimrod.

Kejadian 10:8 (ILT) Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai menjadi perkasa di bumi.

Next: Manusia Dengan Banyak Nama

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4]

Baca:

100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi

Jejak Kaki Raksasa yang Ditemukan di Seluruh Dunia

Arsitektur Cyclopean | Bangunan Peninggalan Raksasa Nephilim Pra-Banjir Besar

Iklan