Seri artikel ini berhubungan dengan raksasa yang sudah ada sejak hari-hari zaman Nuh. Dalam Matius 24:37 Yeshua berkata, “Sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, begitu pula kedatangan Anak Manusia akan terjadi.” Satu hal yang membedakan antara hari-hari zaman Nuh dengan waktu-waktu yang lain dalam sejarah manusia adalah pencampuran benih malaikat dengan ras manusia. Menurut Kejadian 6, ini menghasilkan makhluk yang dikenal sebagai Nephilim.

Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak purbakala, orang-orang yang ternama.

Bab 1 – Pendahuluan

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4]

Kejadian 6:4 berbicara mengenai para raksasa (Nephilim) yang hidup di muka bumi, baik sebelum maupun sesudah Banjir Besar pada zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.” Pernyataan itu nampaknya mengacu kepada banyak karakter dalam mitologi Yunani dan mitologi dari berbagai kebudayaan purba lainnya yang berbicara tentang ras manusia perkasa setengah dewa dan raksasa. Seri artikel ini akan berfokus kepada seseorang yang nampaknya merupakan tokoh paling terkenal di antara mereka semuanya.

Banyak sarjana Alkitab dan para peneliti yang sudah mengungkapkan hal ini sebelumnya. Banyak yang bisa dipelajari dari mereka. Sumber-sumber tulisan mereka juga akan disebutkan dalam artikel ini.

Artikel ini tidak mengklaim sebagai yang paling benar, jadi Anda bisa mengambil bagian yang menurut Anda penting, sekaligus mendorong Anda menjadi “orang Berea yang baik” dan mempelajari lagi hal ini lebih dalam. Berdoalah dan lihat apakah Roh Kudus meneguhkan hal ini.

Secara khusus kami menyatakan ini sebagai “pembelaan” sebelum mengatakan hal yang selanjutnya.

Kami percaya Kitab Suci diinspirasi oleh Elohim sendiri dan ditulis oleh manusia, namun kami tidak berpatokan bahwa hanya 66 kitab yang sekarang ini dimiliki oleh orang Kristen (Protestan) adalah satu-satunya yang diinspirasi secara Ilahi dari antara kitab-kitab kuno.

Ada banyak buku yang disebutkan di dalam Alkitab yang tidak dimasukkan di dalam apa yang sekarang ini kita sebut sebagai “kanon Alkitab.” Sepanjang sejarah, orang-orang telah memasukkan dan mengeluarkan kitab-kitab dari Alkitab kita. Sebagai contoh, versi King James yang asli dari Alkitab edisi tahun 1611, sebenarnya berisi 80 kitab, dan bukan 66 kitab seperti yang sekarang ini Anda pegang.

Tuhan Yeshua dan murid-murid-Nya secara terang-terangan berpikir bahwa beberapa kitab yang tidak ditemukan di dalam Alkitab kita sekarang ini layak untuk dipelajari dan dikutip. Bapa-bapa Gereja Mula-mula kita berpendapat bahwa ada lebih dari 66 kitab yang diilhami oleh Elohim. Gereja Roma Katholik, beberapa ratus tahun kemudian, sepertinya berpikir sebaliknya dan mulai menyingkirkan beberapa kitab dari apa yang mereka sebut “kanon.” Selanjutnya, orang Kristen Protestan juga melakukan tindakan yang sama, dengan menyingkirkan kitab-kitab yang mereka anggap “tidak diinspirasi.” Karena itu, mengklaim bahwa Alkitab “kita” (Protestan) hanya terdiri dari kumpulan 66 kitab yang diinspirasi secara Ilahi oleh Elohim, kami kira itu pandangan yang kurang tepat.

Firman Elohim tidak akan saling bertentangan. Jadi jika kita melihat “kebenaran” yang lain – seperti dari sumber di luar Alkitab – itu tidak akan bertentangan dengan Kitab Suci. Tulisan Kitab Suci tidak akan bertentangan satu dengan yang lainnya dan Kitab Suci akan selalu menilai dirinya sendiri. Karena itu, jika sepertinya ada hal yang kontradiksi, carilah terus. Karena di tempat lain ada bukti tulisan lain yang akan mendukung, mempertegas dan memperjelas dari bagian sebelumnya. Itu sebabnya Paulus dengan yakin memerintahkan Timotius,

2 Timotius 3:16 (ILT) Seluruh kitab (Yunani: graphe; tulisan, kitab suci, isi kitab suci, bagian kitab suci) diilhami Elohim, dan bermanfaat untuk pengajaran, untuk teguran, untuk perbaikan, untuk pendidikan dalam kebenaran,

Kitab Suci berkata di berbagai tempat bahwa oleh keterangan dua atau tiga orang saksi, suatu perkara dapat dinyatakan benar. Kami percaya ini “benar” untuk tiga kitab yang kami pakai: Kitab Henokh, Kitab Yashar dan Kitab Yobel.

Sepanjang pengetahuan kami, Kitab Yashar dipandang sebagai “Kitab Suci” oleh orang Yahudi. JewishEncyclopedia.com mengatakan Kitab Yashar adalah “Salah satu karya terakhir dari midrash Haggadah.” Kata “Yashar” bukan nama orang, tapi judul yang mempunyai arti “betul, benar dan atau kisah yang benar.

Dalam bukunya Fallen Angels, The Watchers and the Origin of Evil, Joseph Lumpkin mengatakan Kitab Yashar itu bisa berarti “kitab yang jujur” atau “catatan yang sebenarnya.” Seperti bagaimana kita memandang karya Flavius Josephus, sejarawan Yahudi abad pertama, sebagai “laporan yang benar” dari sejarah kuno yang ditulis pada abad pertama, orang-orang Yahudi tampaknya juga menganggap Kitab Yashar dengan penilaian yang sama. Bukan Kitab Suci, tetapi laporan yang benar dan akurat dari sejarah dari waktu Penciptaan sampai kepada kematian Yoshua. Nama Kitab Yashar disebutkan dua kali di dalam Kitab Suci: dalam Yosua 10:13 dan 2 Samuel 1:18. Dalam 2 peristiwa itu kita lihat Elohim secara Ilahi menginspirasi penulis Kitab Suci untuk mengambil referensi dari Kitab Yashar itu sebagai sumber yang kredibel.

Yosua 10:13 (ILT) Dan diamlah matahari, dan bulan pun diam, sampai bangsa itu selesai membalaskan dendamnya atas musuh-musuhnya. Bukankah hal itu tertulis di dalam Kitab Orang Jujur (Ibrani: Sepher haYashar)? Ya, matahari diam di tengah-tengah langit, dan tidak cepat-cepat terbenam untuk sehari penuh.

2Samuel 1:18 (ILT) dan dia memerintahkan untuk mengajarkan kepada keturunan Yehuda nyanyian ratapan ini; lihatlah, hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur (Ibrani: Sepher haYashar):

Dalam kisah tentang Yoshua memerintahkan matahari dan bulan berhenti bergerak, itu sepertinya Roh Kudus berkata kepada sang penulis, “Gunakan referensi Kitab Yashar untuk membuatmu dapat dipercaya!” Itu peristiwa yang sangat luar biasa sehingga penulis kitab Yoshua menuliskannya, dengan menambahkan, Bukankah hal itu tertulis di dalam Kitab Orang Jujur (Ibrani: Sepher haYashar)? di dalam dialog itu, penulis membuktikan kejadian itu dengan menggunakan sumber lain – yang sepertinya Elohim sendiri mendukungnya. Kami percaya kitab ini seharusnya masuk perhatian kita juga.

Lebih lanjut kita lihat contoh lain dalam Kitab Suci yang sepertinya mendukung tulisan “di luar Alkitab.” Misalnya dalam 2Timotius 3:7-9, Rasul Paulus menulis kepada anaknya rohaninya, Timotius, mengenai dua tokoh yang berasal dari masa Eksodus/Keluaran. Dia menulis tentang Yannes dan Yambres sebagai dua orang yang menentang Musa. Mereka ini dipercayai sebagai dua kepala imam dari Firaun yang bersaing dengan Musa dan Harun ketika mereka melakukan beberapa “tanda dan keajaiban” di hadapan raja. Perhatikan bahwa dua nama itu dikenal baik oleh Paulus maupun pembaca suratnya (Timotius). Tapi dua nama itu tidak akan Anda temukan di manapun di dalam “kanon Kitab Suci” kita.

2Timotius 3:8 (ILT) Dan seperti cara Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian pula mereka ini menentang kebenaran, sebagai orang-orang yang telah dirusak pikirannya, yang tidak tahan uji berkenaan dengan iman.

Mereka ini tokoh-tokoh yang berasal dari midrash, Talmud dan Targum Yahudi. Dengan kata lain, mereka tidak ada di dalam Alkitab, tapi dapat ditemukan dalam tulisan lain seperti Kitab Yashar.

Kitab Yashar 79:27-28 Setelah mereka pergi Par’oh mengirim orang kepada Bileam tukang sihir dan kepada Yannes dan Yambres putranya, dan kepada seluruh tukang sihir dan ahli tenung dan para penasihat raja. Mereka semuanya datang dan duduk di hadapan raja. 28. Raja mengatakan kepada mereka semua perkataan yang Mosheh dan saudaranya Aharon ucapkan kepadanya. Para tukang sihir itu berkata kepada raja, “Tapi bagaimana orang-orang ini bisa datang kepadamu, walaupun ada singa-singa yang berjaga di pintu gerbang?”

Hal semacam ini sepertinya muncul cukup sering dalam Kitab Suci kanonik kita. Kami selalu tertarik dengan hal-hal seperti demikian, dan tidak habis berpikir, jika Paulus diperbolehkan mengambil referensi dari “tulisan-tulisan non-Alkitab”, kenapa kita (sepertinya) tidak boleh mengintip atau membacanya sendiri bagi diri kita?

Dengan mengatakan seperti demikian, kami tetap akan menggunakan apa yang disebut “kanon Kitab Suci” sebagai dasar yang dengannya kita bisa menilai kebenaran dari apa yang disebut “sumber di luar Alkitab” yang mungkin kami kutip di tempat lain. Dengan kata lain, sumber-sumber di luar Alkitab hanya bisa dipercayai selama tidak bertentangan dengan Kitab Suci yang ada. Jika tidak bertentangan, bahkan memperjelas atau menguraikan tulisan kanon yang sudah ada, maka akan kami kategorikan sebagai “informasi yang perlu diketahui” dan menunjukkannya di sini. Kami akan menganggapnya sebagai pengetahuan yang bernilai untuk mengokohkan kisah Alkitab.

Sedangkan untuk Kitab Henokh, meskipun orang-orang Yahudi memang memandangnya sebagai Kitab Suci, mereka tidak memasukkannya ke dalam kanon Tanakh (PL), karena isinya bersifat “di luar Hukum Musa” dan memberikan kesaksian yang sangat gamblang tentang Anak Manusia. Tuhan Yeshua, Petrus, Paulus, Yudas, semuanya mengambil referensi secara tidak langsung dari Kitab Henokh. Bahkan, di dalam Perjanjian Baru saja ada ratusan pernyataan penting yang merupakan kutipan dari apa yang ada tertulis di dalam Kitab Henokh, dan tidak ditemukan di dalam kitab yang lain.

Sejak Konsili Laodikia tahun 363 Masehi, Kitab Henokh dikeluarkan dari kanon Alkitab Kristen dan sekarang ini Kitab Henokh hanya diterima sebagai kitab suci oleh Gereja Kristen Orthodox Ethiopia, Gereja Orthodox Eritraea dan Beta Israel. Dalam Konsili Laodikia inilah otoritas gereja Roma Katholik meng-Iblis-kan Kitab Henokh dengan menyatakannya sebagai bidat, sesat dan memusnahkan kitab ini dari peredaran, dan melarang orang membacanya dengan ancaman hukuman mati.

Satu hal yang benar-benar menarik tentang Kitab Henokh adalah, bahwa kitab itu sendiri menyatakan dengan jelas, bahwa itu tidak ditulis bagi generasi pada zaman itu (zaman Henokh), tetapi bagi generasi terkemudian yang akan datang (generasi masa depan), yang akan ada di dalam Masa Kesusahan!

Henokh 1:1. Kata-kata berkat Henokh dengan mana dia memberkati orang-orang pilihan dan orang-orang benar, yang akan ada (yang hidup) pada hari kesusahan (Masa Kesusahan) ketika semua orang jahat dan orang fasik akan disingkirkan.

Dengan kata lain: Kitab Henokh yang ditulis ribuan tahun yang lampau ini, ditujukan kepada orang-orang benar dan orang-orang kudus yang hidup di Akhir Zaman, sebelum kedatangan Messias Yeshua yang kedua kalinya! Bahkan nubuat tertua yang tertulis di dalam Alkitab “kanon” kita, diambil dari Kitab Henokh, berbicara tentang “Kedatangan Messias“!

Henokh 1:9. Dan lihatlah, Dia datang dengan beribu-ribu para kudus (malaikat-Nya) untuk menjalankan penghakiman atas mereka, dan akan menghancurkan orang fasik, dan akan menuntut pertanggungjawaban dari orang-orang berdosa dan orang-orang fasik yang telah dilakukan mereka terhadap Dia.

Ini tertulis dalam Kitab Yudas:

Yudas 1:14-15 (ILT) Dan juga kepada mereka ini, Henokh, generasi ketujuh dari Adam, bernubuat sambil mengatakan, “Lihatlah, YAHWEH datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya (Yunani: hagios; para kudus/malaikat), untuk melakukan penghakiman terhadap semua orang, dan mempersalahkan semua orang fasik dari antara mereka, berkenaan dengan segala perbuatan fasik mereka yang telah mereka lakukan dengan fasik, dan berkenaan dengan segala kekasaran yang telah mereka, orang-orang berdosa (Yunani: hamartolos; pendosa, pengabdi kepada dosa, pendosa pada umumnya, kafir, hidup dalam dosa) yang fasik itu, ucapkan terhadap Dia.”

Dan sebentar lagi Anda akan melihat, bahwa kita adalah generasi masa depan itu! Jika Anda mengkombinasikan Kitab Henokh, Kitab Yashar, Kitab Yobel dan Kitab Suci, suatu kisah yang sangat menarik dan detail akan muncul. Kisah tentang hari-hari pada zaman Nuh dan bagaimana hubungannya dengan Hari-Hari Terakhir ini. Inilah kisah mengenai para raksasa atau Nephilim.

Referensi:

Catatan:

Kitab-kitab yang “dibuang”

Gereja Kristen Orthodox di Ethiopia dan Erithraea memasukkan Kitab Henokh dan Kitab Yobel ke dalam kanon resminya. Jika Anda pergi ke gereja Kristen Orthodox di Ethiopia, Anda akan mendapati Kitab Henokh ada di dalam Alkitab mereka. Lihat perbandingan “kanon” Alkitab dari berbagai golongan Kristen di seluruh dunia. Jika dibandingkan dengan aliran Kristen yang lain di seluruh dunia (Kristen Othodox Timur, Kristen Orthodox Oriental, Kristen Orthodox Nestorian), maka Kristen Protestan Barat (Western Catholic Tradition) termasuk di Indonesia, memiliki Alkitab yang “paling tipis,” karena banyak kitab-kitab yang tidak dimasukkan ke dalam “kanon.”

Kitab Suci yang digunakan pada zaman Tuhan Yeshua adalah Septuaginta (LXX), yaitu Kitab Suci (Perjanjian Lama) dalam terjemahan bahasa Yunani, yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani (Tanakh) oleh 70 ahli Torah yang diselesaikan pada tahun 132 SM di Alexandria, Mesir.

Di dalam Septuaginta terdapat Kitab-kitab Deuterokanonika (Kanon Kedua). Kitab Suci Perjanjian Lama versi Septuaginta inilah yang digunakan sebagai rujukan oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru, para rasul dan orang-orang Kristen pada abad pertama.

Tahun 1851, Septuaginta diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Brenton (versi Brenton Septuagint).

Kitab-kitab Deuterokanonika pada mulanya dimasukkan di dalam Kitab Suci. Alkitab Terjemahan Vulgata (Latin) dan Septuaginta (Yunani) memuat kitab-kitab ini. Alkitab King James edisi pertama tahun 1611 memuat kitab-kitab ini. Tapi karena pengaruh “otoritas gereja” pada masa itu, kitab-kitab ini “dibuang.” Alkitab King James cetakan tahun 1684 sudah tidak lagi memuatnya. Berikut kitab-kitab tersebut:

  1. 1 Esdras
  2. 2 Esdras
  3. Tobit
  4. Yudit
  5. Tambahan Ester
  6. Kebijaksanaan Salomo
  7. Ben Sira, juga disebut Sirakh atau Ecclesiasticus
  8. Barukh
  9. Surat Yeremia (Tambahan Yeremia)
  10. Kisah Susana dan Daniel
  11. Dewa Bel dan Naga Babel
  12. Doa Azarya dan Nyanyian Tiga Pemuda
  13. Doa Manasye
  14. 1 Makabe
  15. 2 Makabe

Sebagian buku-buku yang disebutkan tetapi tidak ada di dalam Alkitab antara lain:

  1. Kitab Peperangan Tuhan (Bilangan 21:14)
  2. Kitab Yehu (2 Tawarikh 20:34) 
  3. Risalah Kitab Raja-raja (2 Tawarikh  24:27) 
  4. Kitab Sejarah (Ester 2:23) 
  5. Kitab Sejarah Ahasyweros (Ester 6:1) 
  6. Kitab Riwayat Salomo (1 Raja-raja 11:41)
  7. Kata-kata Hozai (2 Tawarikh 33:19)
  8. Kitab Sejarah Raja Daud (1 Tawarikh 27:24)
  9. Kitab Riwayat Samuel, Natan, Gad (1 Tawarikh 29:29) 
  10. Kitab Samuel (1 Samuel 10:25) 
  11. Kitab Riwayat Nabi Natan (2 Tawarikh 9:29) 
  12. Kitab Nabi Ahia orang Silo (2 Tawarikh 9:29)
  13. Kitab Sejarah Nabi Ido (2 Tawarikh 13:22)
  14. Kitab Orang Jujur (Sepher haYashar, Yosua 10:13; 2Samuel 1:18)

Next: Eksperimen Kejadian 6

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4]

Baca:

Kebangkitan Abaddon | Menghidupkan Kembali Ras Rephaim dan Raja Jurang Maut, Abaddon

100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi

Jejak Kaki Raksasa yang Ditemukan di Seluruh Dunia

Arsitektur Cyclopean | Bangunan Peninggalan Raksasa Nephilim Pra-Banjir Besar

Iklan