Seri artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai kembalinya Nephilim Pasca-Banjir Besar. Bagaimana mereka bisa muncul kembali ke bumi setelah Elohim membinasakan seluruh bumi dengan Air Bah. Ada dua teori besar tentang bagaimana mereka bisa muncul kembali.

Bab 1 – Serbuan Bertubi-tubi?

[<Back] [Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6]

Prinsip Occam’s Razor: jika berhadapan dengan dua hipotesis yang sama-sama kuat, pilihlah hipotesis yang memiliki asumsi paling sedikit.

Jika Alkitab tidak memberikan penjelasan yang jelas mengenai sesuatu hal, kita berada pada posisi dimana harus membuat asumsi mengenai teori untuk menjelaskan apa yang tidak secara literal dapat dibaca pada teks. Dalam hal ini, kita semua memiliki masalah yang sama. Karenanya, jika hendak membuat asumsi mengenai topik Alkitab, itu harus masuk akal berdasarkan interpretasi literal dari ayat Alkitab yang ada.

Dapatkah kita menemukan ayat lain yang berhubungan untuk mendukung hipotesa? Apa yang dikatakan Alkitab mengenai konteks pendukung dan bagian lainnya? Apa yang kita ketahui tentang budaya dan tulisan lain dari penulis Alkitab? Dapatkah kita menemukan petunjuk budaya eksternal dan referensi yang dikenal oleh para penulis Alkitab dan atau para pembacanya? Apakah Alkitab memberikan cukup informasi untuk menyusun kepingan-kepingan puzzle, tanpa harus membuat tebakan yang tidak jelas? Jika demikian, maka kita dapat membuat asumsi masuk akal tanpa membutuhkan untuk membuat asumsi baru untuk menunjang pandangan kita. Hal ini menjadi prinsip penting untuk memahami “Kembalinya Nephilim” – baik pada zaman ketika Alkitab ditulis, maupun pada zaman di mana kita hidup sekarang ini.

Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak lama, orang-orang yang ternama.

Kedatangan anak-anak Elohim ini menjadi penyebab lahirnya makhluk-makhluk hybrid (hybrid: campuran) najis yang disebut Nephilim. Mereka ini ras raksasa yang merusak seluruh dunia, dan menjadi penyebab YAHWEH Elohim harus memusnahkan seluruh makhluk hidup di bumi dengan Air Bah.

Namun sesudah peristiwa Air Bah, Alkitab mencatat bahwa Nephilim ini muncul kembali di dunia.

Note:

Teori Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi

Di kalangan para ahli Alkitab, ada pandangan umum yang dominan dan mayoritas mengenai apa penyebab kemunculan kembali raksasa Nephilim Pasca-Banjir Besar, yang disebut teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi.” Teori ini menjelaskan bagaimana para malaikat (Ibrani: benei ha’Elohim; anak-anak Elohim) datang kembali ke bumi dan kemudian mengawini lagi para wanita sesudah peristiwa Air Bah, dan menghasilkan kembali keturunan Nephilim.

Artikel ini akan menyajikan pandangan berbeda yang menunjukkan bahwa teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” ini sepertinya kecil kemungkinan terjadi. Kita akan melihat tulisan-tulisan Ibrani kuno untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di dunia pada zaman Pra-Banjir Besar mengenai peristiwa Kembalinya Nephilim.

Beberapa alasan kenapa teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” ini nampaknya tidak mungkin terjadi, karena:

1. Lucifer atau Satan telah menjalankan rencana itu sebelumnya dengan mengirimkan 200 pasukan Malaikat Pengawas dan mereka GAGAL TOTAL. Dapatkah Anda membayangkan dia mencoba meyakinkan “pasukan” malaikat yang lain untuk mencoba melakukan hal yang sama – khususnya setelah apa yang terjadi pada “mereka” yang melakukannya pertama kali? 200 malaikat yang turun di Gunung Hermon pada zaman Yared menerima penghukuman yang amat sangat berat dari Elohim:

a. Para Malaikat Pengawas dipaksa melihat anak-anak mereka (Nephilim) dihancurkan:

Henokh 10:9-10 Dan Elohim berfirman kepada Gabriel, “Pergilah kepada anak-anak haram dan kepada para buangan dan kepada anak-anak percabulan, dan hancurkan anak-anak percabulan dan anak-anak para Malaikat Pengawas dari antara manusia; kirimkan mereka keluar, dan biarkan mereka saling menghancurkan dan saling membunuh; karena hari-hari mereka tidak akan lama. 10. Dan mereka semua (yaitu ayah mereka – Malaikat Pengawas) akan memohon kepadamu, tetapi ayah mereka tidak akan mendapat apa-apa bagi mereka, meskipun mereka mengharapkan hidup yang kekal, tetapi masing-masing dari mereka akan hidup lima ratus tahun.”

b. Penghukuman mereka diumumkan:

Henokh 12:4-6 “Henokh, engkau juru tulis keadilan, pergi, beritahukan kepada malaikat penjaga surga, yang telah meninggalkan tempat tinggi di surga dan tempat kudus yang kekal, dan telah mencemarkan dirinya dengan perempuan, dan telah melakukan apa yang dilakukan anak-anak manusia, dan telah mengambil istri bagi diri mereka sendiri, dan telah melakukan pencemaran dan kerusakan yang besar di atas bumi. 5. Di atas bumi mereka tidak akan mendapatkan damai sejahtera ataupun pengampunan dosa; dan mereka tidak akan mendapat kebahagiaan dari anak-anak mereka. 6. Mereka akan melihat pembunuhan orang-orang yang dicintainya, dan mereka akan meratapi kehancuran anak-anak mereka (Nephilim), dan akan memohon di sepanjang kekekalan, tapi belas kasihan dan damai sejahtera tidak akan diberikan kepada mereka.”

c. Para Malaikat Pengawas memohon pengampunan dan meminta Henokh menjadi pembela mereka untuk mengajukan perkara mereka di hadapan Elohim. Tapi Elohim TIDAK memberikan kepada mereka belas kasihan.

Henokh 13:3-5 Dan kemudian aku (Henokh) berbicara kepada mereka semua (Malaikat Pengawas); dan mereka semua ketakutan, gentar dan gemetar. 4. Dan mereka memintaku untuk menulis sebuah surat permohonan bagi mereka agar mungkin mendapatkan pengampunan, dan membawa permohonan mereka di hadapan Elohim di surga. 5. Karena sejak saat itu mereka tidak dapat berbicara kepada Dia, ataupun mengangkat wajah mereka dan memandang ke surga karena rasa malu akibat dosa-dosa yang menyebabkan mereka dihukum.

Henokh 14:4-7 “Aku telah menulis permohonanmu (Malaikat Pengawas), dan dalam penglihatan tampak bagiku demikian, bahwa permohonanmu tidak akan dikabulkan di sepanjang hari-hari dunia, dan penghukuman telah dijatuhkan bagimu, dan permohonanmu tidak ada yang akan dikabulkan. 5. Dan mulai sekarang kamu (Malaikat Pengawas) tidak akan naik ke surga untuk selama-lamanya, dan di atas bumi, telah ditetapkan, mereka (Malaikat Penghukuman) akan mengikat kamu (Malaikat Pengawas) sepanjang hari-hari di dunia. 6. Tapi sebelum ini kamu akan melihat kehancuran anak-anakmu (Nephilim) yang kamu kasihi, dan kamu tidak akan dapat memiliki mereka, tetapi mereka (Nephilim) akan mati di depan matamu oleh pedang. 7. Permohonanmu bagi mereka (Nephilim) tidak akan dikabulkan bagimu, maupun bagi dirimu sendiri; dan selama kamu meratap dan berdoa, kamu tidak akan dapat berbicara satu patah kata pun dari tulisan yang aku tuliskan.”

d. Henokh kemudian dibawa melewati sebuah perjalanan ke dalam kedalaman Hades – ke dalam Tartarus, jurang Abyssos di dasar neraka, penjara kekal yang menunggu para Malaikat Pengawas. Setelah melihat kengerian dahsyat yang ada di tempat itu, Henokh ketakutan dan gemetar:

Henokh 21:7-10 Dan dari sana aku pergi ke tempat lain yang lebih mengerikan dari yang sebelumnya. Dan aku melihat hal yang mengerikan: lautan api besar ada di sana, yang terbakar dan bernyala-nyala dan terbagi dalam bagian-bagian; itu berbentuk jurang yang sangat dalam, kolom api besar turun ke dalamnya; luas dan ukurannya tidak bisa aku lihat, dan aku tidak bisa mengira (mengukur) ujung pangkalnya (dasarnya). 8. Saat itu aku berkata, “Sangat mengerikan tempat ini, dan menyakitkan untuk dilihat!” 9. Pada saat itu Uriel menjawab, salah satu malaikat kudus, yang bersamaku; dia menjawab dan berkata kepadaku, “Henokh, mengapa engkau takut dan gentar?” Jawabku, “Karena tempat yang mengerikan dan pemandangan yang sangat menyakitkan ini.” 10. Dan dia berkata kepadaku, “Ini adalah penjara para malaikat, dan di sini mereka dipenjara selama-lamanya.”

Ini adalah tempat yang dihuni para malaikat yang memilih untuk kawin dengan para wanita. Lucifer sudah 2 kali kalah, jadi apakah mungkin dia berani mengambil resiko kehilangan lebih banyak pasukannya di dalam penjara Tartarus?

Selain itu, berdasarkan apa yang dikatakan sepasukan roh-roh jahat (roh-roh yang keluar dari tubuh Nephilim yang mati) ketika mereka bertemu Tuhan Yeshua pada waktu mereka masih merasuki “orang gila dari Gadara,” tampaknya hampir mustahil Lucifer akan menemukan para “sukarelawan baru” lagi. Roh-roh jahat itu sangat tahu kengerian “Abyssos“, jurang maut:

Lukas 8:30-31 (ILT) Dan YESHUA menanyainya dengan berkata, “Siapakah namamu?” Dan dia berkata, “Legion,” (Yunani: legeon; pasukan berjumlah 6826 orang) sebab banyak roh jahat merasuk kepadanya. 31. Dan mereka memohon kepada-Nya supaya Dia jangan memerintahkan kepada mereka untuk pergi ke abyssos (jurang maut).

e. Bahkan sebelum para Malaikat Pengawas melakukan pemberontakan mereka, Semjaza, pemimpin mereka sudah tahu bahwa apa yang mereka perbuat itu salah dan harga yang harus dibayar akan sangat mahal. Itu sebabnya mereka semua melakukan sumpah kutuk.

Henokh 6:3-6 Dan Semjâzâ, pemimpin mereka, berkata kepada mereka, “Aku takut bahwa mungkin kamu tidak bersedia melakukan perbuatan ini, dan aku sendiri akan menderita karena dosa besar ini.” 4. Kemudian semua menjawab dia dan berkata, “Kita semua akan bersumpah, dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan, bahwa kita tidak akan membatalkan rencana ini, tapi akan menjalankan rencana ini.” 5. Kemudian mereka semua bersumpah bersama-sama, dan mengikatkan diri satu sama lain dengan kutukan; mereka semuanya ada dua ratus malaikat. 6. Dan mereka turun di Ardîs, yaitu puncak Gunung Hermon; dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah di atasnya dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan.

Gunung Hermon dari bahasa Ibrani “Chermon“; artinya dikhususkan, dikuduskan, terkutuk, dikhususkan untuk dimusnahkan. Chermon akar katanya “charam“; artinya terlarang, dikhususkan untuk dimusnahkan sama sekali.

f. Penghakiman Elohim ini begitu mengerikan sehingga bahkan penghulu malaikat Michael gemetar dan hatinya meleleh ketakutan karena sangat beratnya penghukuman ini.

Henokh 68:2-5 Dan pada hari itu Michael yang kudus menjawab, berkata kepada Rufael (atau Raphael), “Kuasa roh memaksa aku dan menjadikan aku gemetar, oleh karena begitu beratnya penghakiman rahasia, penghakiman atas para malaikat; siapakah yang dapat bertahan dengan beratnya penghakiman yang telah dijalankan, yang dihadapannya mereka gemetar ketakutan?” 3. Dan Michael yang kudus menjawab dan berkata lagi kepada Rufael, “Siapakah dia yang hatinya tidak menjadi lunak karena hal ini, dan yang tidak terguncang oleh perkataan ini? Penghakiman telah datang atas mereka oleh karena orang-orang yang telah mereka sesatkan.” 4. Dan saat dia berdiri di hadapan TUHAN segala Roh, Michael yang kudus berbicara kepada Rufael, “Aku tidak akan mengambil bagian atas mereka di hadapan mata Tuhan, karena TUHAN segala Roh murka kepada mereka, karena mereka bertindak seolah-olah mereka adalah dewa-dewa. 5. Karena itu penghakiman yang tersembunyi datang atas mereka, untuk selamanya. Oleh karena itu, tidak ada malaikat atau manusia yang akan menerima bagian mereka, tetapi mereka sendiri akan menerima penghakiman mereka untuk selamanya.”

Juga disebutkan dalam ayat 5 bahwa penghakiman para Malaikat Pengawas ini sangat khusus sehingga tidak ada malaikat lain atau manusia yang akan menerima hukuman seberat itu. Ini juga disinggung oleh Rasul Petrus dalam suratnya:

2Petrus 2:4 (ILT) Sebab, jika Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang telah berdosa, sebaliknya, Dia telah menyerahkan ke dalam belenggu-belenggu kegelapan dengan melemparkannya ke dalam tartarus untuk ditahan sampai penghakiman;

Dari semua hal-hal tersebut di atas, rasanya sangat tidak masuk akal bahwa akan ada malaikat-malaikat surgawi lainnya atau sekutu Lucifer yang akan berani, atau bahkan berpikir untuk melakukan apa yang sudah dilakukan saudara-saudara mereka sebelumnya, para Malaikat Pengawas. Ini juga bagi Lucifer sendiri.

Kita tahu bahwa YAHWEH itu benar, kudus dan tidak berubah. Karenanya, jika di atas itu sudah digambarkan hukuman atau vonis kekal yang dijatuhkan kepada para Malaikat yang Jatuh karena melakukan kejahatan (dosa) seperti yang mereka perbuat dalam Kejadian 6:1-4, Elohim tidak bisa disebut adil jika Dia membiarkan terjadi “serbuan” lain oleh para malaikat lain dan Dia tidak memberlakukan penghukuman yang sama bagi mereka yang melakukannya.

Satan atau Lucifer tidak (belum) diikat dengan rantai belenggu (menunggu Akhir dari Zaman ini, Wahyu 20:2-3). Lucifer masih bebas bepergian ke mana-mana di bumi (Ayub 1:7) – dan sepertinya masih punya akses ke Surga dimana dia disebut “pendakwa saudara-saudara kita” yang mendakwa manusia siang dan malam di hadapan Tuhan (Wahyu 12:10). Lucifer tidak akan punya akses ke Surga jika dia melakukan hal yang sama seperti yang diperbuat para Malaikat Pengawas. Dia akan “dirantai dengan belenggu abadi di bawah dunia kegelapan untuk selamanya” (Yudas 1:6) seperti Semjâzâ dan kawan-kawannya, para Malaikat Pengawas lainnya. Bagaimana mungkin Lucifer punya kuasa untuk bekerja dengan bebas di bumi ini, dan menjadi “penguasa di udara” jika dia dibelenggu dengan rantai abadi di dalam bawah dunia kegelapan?

Karena itu, rasanya sangat tidak masuk akal jika Lucifer atau Malaikat lainnya mencoba mengulangi “Eksperimen Kejadian 6.”

Beberapa ahli Alkitab mencoba mengajukan bukti-bukti kasus dimana orang-orang lelaki Sodom hendak kawin dengan 2 orang malaikat yang datang ke rumah Lot sebagai bukti terjadinya hubungan seks malaikat Pasca-Banjir Besar.

Kejadian 19:4-5 (ILT) Dan, sebelum mereka duduk makan, pria-pria dari kota itu, yaitu pria-pria Sodom, mulai dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruhnya tanpa terkecuali, mengepung rumah itu. 5. Dan mereka berseru kepada Lot dan berkata kepadanya, “Di manakah orang-orang (Ibrani: iysh; makhluk seperti manusia, manusia laki-laki) yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami dapat menggauli mereka.”

Sebagai catatan, ayat tersebut hanya menunjukkan bahwa:

  1. Mereka “berusaha” melakukannya, tidak dikatakan bahwa mereka “melakukannya
  2. Bahkan jika para lelaki itu berhasil kawin dengan malaikat (yang juga laki-laki) itu, mereka tidak dapat menghasilkan keturunan Nephilim.

Jadi, argumen ini tidak benar dan tidak mendukung teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi.”

Sekarang setelah menyebutkan semua hal-hal di atas, kita tidak boleh melupakan kata-kata Tuhan Yeshua:

Matius 24:37 (AYT) Sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, begitu pula kedatangan Anak Manusia akan terjadi.

Kitab Henokh mencatat hal yang mengerikan:

Henokh 10:12 Setelah semua anak-anak mereka saling membunuh satu sama lain, dan mereka melihat kehancuran orang-orang yang dikasihinya, ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya.

Ini dibahas secara mendalam dalam artikel Nimrod dan Koneksi Roswell dan Gunung Hermon: Alien adalah Iblis.

Gunung Hermon adalah lokasi di mana 200 Malaikat Pengawas turun ke bumi pada zaman Yared, kakek Henokh. Sedangkan Roswell, Arizona, Amerika Serikat adalah lokasi jatuhnya pesawat UFO Alien ke bumi pada tahun 1947.

alien-body
Mayat Alien Grey dalam insiden Roswell

Secara ringkas, jika didefinisikan 1 generasi = 70 tahun (sesuai Mazmur 90:10), maka 70 generasi x 70 tahun = 4.900 tahun… Dan 4.900 tahun jika dihitung dari waktu penghukuman para Malaikat Pengawas akan membawa kita tepat pada awal abad ke-20! Jadi, jika benar-benar akan terjadi “serbuan kedua“, itu sepertinya benar-benar akan terjadi pada zaman di mana sekarang ini kita hidup! Dan jika itu benar, hari-hari dimana kita sekarang ini hidup akan benar-benar samaseperti pada hari-hari zaman Nuh“!

Dengan kata lain, para Malaikat Pengawas (dan Nephilim) yang turut serta dalam Eksperimen Kejadian 6 dapat “kembali” untuk melakukan “tahap kedua” dari penghancuran mereka; dan kita akan mendapati diri kita “berhadapan langsung” dengan “makhluk-makhluk yang sama” yang mencemarkan para wanita pada hari-hari zaman Nuh, pada masa Pra-Banjir Besar! (Anda mungkin mau membaca kalimat ini sekali lagi!)

Baca:

Yang perlu digarisbawahi adalah penghukuman bagi Malaikat Pengawas itu amat sangat berat. Lucifer tahu dia sudah tertinggal 2:1. Karenanya, sebagai ahli strategi yang mendedikasikan dirinya untuk melawan segala hal yang baik, sangat tidak masuk akal dia akan mengambil resiko kehilangan lebih banyak pasukan malaikatnya supaya masuk ke dalam penjara Abyssos, jurang maut. Itu strategi militer yang payah dipandang dari sudut pandang umum. Setiap komandan militer yang memutuskan berperang melawan musuh yang lebih superior sementara sudah tertinggal 2:1 akan memilih strategi yang lebih baik untuk meningkatkan peluang kemenangannya. Dan karena Lucifer itu lebih pintar dari manusia yang tidak mau kehilangan pasukan yang berharga dalam situasi seperti ini, sangat tidak masuk akal bila dia mengambil resiko itu kembali. Sebaliknya, sebagai ahli strategi yang pintar dia akan memaksimalkan sisa pasukannya dan mencari cara paling efektif untuk mendapatkan keuntungan yang dapat direbutnya dengan menggunakan sumber daya yang dia miliki.

Karena itu, nampaknya Nephilim muncul kembali ke dunia dengan cara berbeda…

2. Jika kita percaya bahwa Alkitab selalu meneguhkan dan menjelaskan dirinya sendiri, maka perlu dicatat bahwa tidak ada ayat Alkitab lainnya yang mendukung terulangnya kembali peristiwa Kejadian 6:4 yang secara spesifik mencatat bahwa para Malaikat “kawin lagi” dengan para wanita Pasca Banjir-Besar. Tidak ada. Bahkan, kita tidak mendapatkan bukti-bukti lain terjadinya kejadian seperti itu dalam tulisan-tulisan pendukung Kitab Suci Ibrani lainnya – setidaknya dari Kitab Yashar, Kitab Yobel, Kitab Henokh dan Kitab Para Raksasa; empat buku yang selama ini mencatat bukti-bukti detail yang melimpah mengenai “aktivitas para Malaikat yang Jatuh.” Bahkan sejarawan Yahudi-Romawi abad pertama, Flavius Josephus, juga tidak memberikan informasi sama sekali mengenai terjadinya peristiwa “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” dalam semua tulisan-tulisannya sepanjang sejarah orang Yahudi.

Namun, ada banyak ayat Alkitab yang mendukung teori bahwa SEMUA raksasa Nephilim yang muncul kembali Pasca-Banjir Besar adalah keturunan dari ras raksasa sebelumnya – sebagian besar berasal dari garis keturunan anak Nuh, Ham.

Dr. Judd Burton, serajawan, arkeolog dan direktur Institut Anthropologi Alkitab, penulis buku “Interview With The Giant” menjelaskan mengenai teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” dalam email newsletter Pelajaran Bab 5 berjudul “Dan Juga Sesudahnya: Raksasa Perjanjian Lama.” Berikut kutipannya:

Jika Nephilim binasa pada waktu peristiwa Air Bah, bagaimana mereka bisa muncul kembali di bagian lain dari kisah-kisah Perjanjian Lama? Bagian dari ayat Kejadian 6:4 memberikan jawabannya.

Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, – bahkan juga sesudahnya – ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya;

Di sini frase kata “bahkan juga sesudahnya” menunjukkan peristiwa sesudah Banjir Besar, dan kalimat itu menunjukkan bahwa para Malaikat Pengawas tidak hanya “menyerang” (mengawini) sebelum Banjir Besar, tapi juga sesudahnya, ketika para Malaikat Pemberontak itu kawin dengan perempuan manusia dan menghasilkan keturunan raksasa.

Perlu dicatat disini bahwa kesimpulan ini murni spekulasi dari Dr. Burton – dan dia tidak sendirian dalam pandangan ini. Pada kenyataannya, hampir semua pandangan mayoritas dan para peneliti Alkitab setuju dengan pendapat Dr. Burton. Tapi pandangan ini murni berdasarkan spekulasi, mengemukakan pendapat dari bukti-bukti yang tidak ada dalam Alkitab.

Mereka yang menganut teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” berpendapat bahwa ayat Kejadian 6:4 tertulis,

…para raksasa (Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika (Ibrani: asher) anak-anak Elohim menghampiri (lagi dan lagi dan lagi dan lagi) anak-anak perempuan manusia…

Kata “ketika” dalam ayat di atas menggunakan kata Ibrani “asher” (H834), dan ini adalah kata kunci yang menimbulkan pertanyaan. Dalam Alkitab, kata “asher” diterjemahkan dengan kata “ketika“. Namun “asher” (H834) juga bisa diterjemahkan “karena.”

Satu kata “asher” ini telah menimbulkan terbentuknya dua kelompok besar peneliti Alkitab yang berusaha menjelaskan fakta keberadaan raksasa (Nephilim) Sebelum-Banjir Besar dan Sesudah-Banjir Besar.

Dalam bagian lain Dr. Burton juga menyinggung mengenai terjadinya peristiwa “serbuan kedua.” Di kalangan para peneliti yang meyakini teori “Serbuan Bertubi-tubi,” alasan yang dikemukakan mengenai terjadinya “serbuan lain” ini secara umum berhubungan dengan usaha Satan untuk mencegah terjadinya kelahiran Messias.

Namun, jika memang benar-benar terjadi “serbuan lagi” oleh para Malaikat yang Jatuh Pasca-Banjir Besar, muncul pertanyaan lain yang harus dijawab adalah: Kenapa “serbuan berikutnya” ini HANYA berpusat kepada anak-anak Ham – padahal Messias dilahirkan dari garis keturunan Shem? Jika tujuan mereka adalah menghancurkan rencana Elohim supaya Messias tidak dapat dilahirkan, kenapa para Malaikat yang Jatuh hanya merusak garis keturunan Ham yang tidak ada hubungannya dengan garis keturunan Messias?

Dr. Burton menjelaskan:

Para raksasa berkembang biak dan menguasai Timur Tengah untuk menyingkirkan orang Israel, untuk mencemarkan dan menghancurkan (dalam zaman Daud) garis keturunan Messias, untuk menindas dan menyesatkan orang Yahudi. Dalam hal budaya, telah terbukti bahwa para raksasa menjadikan bapa leluhur mereka, Malaikat Pengawas dan Nephilim, sebagai dewa-dewa dalam kepercayaan dunia kuno.

Strategi ini terbukti dalam hal membangun sistem politheisme (penyembahan dewa-dewa), yang akhirnya membawa seluruh dunia kepada penyembahan ilah palsu. Topik ini akan dibahas lebih lanjut dalam seri artikel YAHWEH vs Dewa-dewa.

Dr. Burton melanjutkan:

Seluruh kebudayaan di muka bumi ini dibangun dalam usaha untuk mencegah kedatangan Messias.

Baiklah, namun jika tujuannya adalah mencegah kedatangan Messias, kenapa para Malaikat yang Jatuh ini tidak sepenuhnya memusnahkan bangsa-bangsa yang sedang bertambah-tambah dengan cara mencemari genetika dalam garis keturunan Shem? Kenapa hanya berfokus kepada Ham, seperti dibuktikan dengan banyaknya keturunan Nephilim dari garis keturunannya?

Kenapa mereka tidak mencemari semua perempuan-perempuan Shem, berhubungan seks dengan mereka dan selesai sudah semuanya? Atau kenapa tidak mencemari ketiga anak Nuh? Bukankah Nephilim telah menguasai seluruh bumi seperti yang terjadi pada zaman sebelum Air Bah, hanya saja kali ini mencegah seseorang untuk membangun bahtera?

Tampaknya ini strategi yang lebih tepat dan efisien, walaupun kemungkinannya kecil. Tapi mereka tidak dapat melakukan hal tersebut karena tampaknya, entah bagaimana para Malaikat yang Jatuh tidak dapat atau tidak bersedia mengulangi apa yang pernah dilakukan rekan-rekan mereka dalam Kejadian 6.

3. Teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” ini memiliki banyak kekurangan dan hanya berdasarkan spekulasi. Teks Alkitab maupun kitab-kitab Ibrani kuno lainnya tidak mencatat peristiwa ketika para malaikat kawin lagi dengan anak-anak perempuan manusia Pasca-Banjir Besar. Tidak ada satu pun ayat Alkitab yang mendukung teori ini, karena itu kembalinya Nephilim Pasca-Banjir Besar pasti terjadi dengan jalan lain…

Jika keterangan yang diberikan Henokh (dan tulisan kuno lain) sepenuhnya benar, keturunan pertama – generasi pertama Nephilim – benar-benar adalah makhluk RAKSASA BESAR! Lebih dari 300 hasta atau lebih (~135 meter).

Henokh 7:2 Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells.

Dr. A. Nyland menafsirkan 3000 ells sebagai 300 hasta dalam bukunya, Complete Books of Enoch halaman 20. Namun jika kita menggunakan patokan ukuran Alkitab Ibrani dan Talmud, 1 ells setara dengan 45-52 cm. Jadi raksasa setinggi 3000 ells = sekitar 1350 meter. Amat sangat besar!

Ini yang mendasari mitologi Yunani tentang dewa-dewa Titan (Raksasa), dan mitologi Jain India yang mencatat tinggi badan Rishabha (Dewa Pengajar) pertama pada zaman Avasarpani adalah 500 dhanusa (busur panjang).

Kitab Henokh 7:1-6 Dan mereka mengambil bagi diri mereka sendiri istri, dan masing-masing memilih untuk dirinya sendiri seseorang, dan mereka mulai mendekati perempuan-perempuan itu, dan bersetubuh dengan mereka, dan mengajari mereka mantera dan ilmu sihir, dan memperkenalkan mereka cara pemotongan akar-akaran dan kayu-kayuan. 2. Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells. 3. Mereka ini melahap semua hasil jerih payah manusia sampai-sampai manusia tidak dapat bertahan lagi. 4. Kemudian para raksasa berbalik menyerang manusia untuk memakan mereka. 5. Dan mereka mulai berbuat dosa kepada burung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya. 6. Dan bumi mengeluh karena kejahatan mereka.

chronos
Chronos, dewa Titan
kraken
Kraken: Clash of The Titans

Alkitab sepertinya membenarkan ukuran raksasa dari makhluk hybrid ini (hybrid: campuran) – bahkan Alkitab mendeskripsikan ukuran raksasa Amori yang ada Sesudah-Banjir Besar:

Amos 2:9 (AYT) Akulah yang membinasakan dari hadapan mereka orang Amori (keturunan Kanaan, anak Ham), yang tingginya seperti pohon Aras (Cedar) dan kuat seperti pohon Tarbantin (Oak), Aku telah membinasakan buahnya dari atas dan akar-akarnya dari bawah.

Banyak orang berpikir Nephilim Pasca-Banjir Besar itu raksasa setinggi 2,5-5,5 meter. Tapi YAHWEH, melalui Nabi Amos menunjukkan raksasa itu setinggi pohon cedar!

cedruslibani
Cedrus Libani, aras Libanon

Pernah melihat pohon cedar? Sangat besar. Faktanya, “Cedar (Aras) Libanon” sering disebutkan Alkitab karena terkenal dengan tingginya. Pohon ini bisa tumbuh sampai setinggi 30 meter! Namun cedar normalnya tumbuh antara 9-15 meter. Dan raksasa dengan ukuran sebesar ini sepertinya dijumpai orang-orang Israel pada waktu itu. Raksasa dengan tinggi 9-30 meter tampaknya menjelaskan laporan mata-mata Israel ketika mereka pertama kali mengintai negeri Kanaan:

Bilangan 13:27-33 (ILT) Dan mereka melaporkan kepadanya serta mengatakan, “Kami sudah datang ke negeri tempat engkau telah mengirim kami, dan memang ia berlimpah-limpah susu dan madunya; dan inilah buahnya. 28. Namun, yang tinggal di negeri itu adalah bangsa yang kuat, dan kota-kotanya sangat besar, sulit ditembus. Dan lebih lagi, kami sudah melihat orang-orang Enak (Anaq) di sana. 29. Orang Amalek (Amaleq) tinggal di Tanah Negeb, dan orang Het (Chitti), dan orang Yebus (Yebusi), dan orang Amori (Emori) tinggal di bukit. Dan orang-orang Kanaan (Kena’ani) tinggal dekat laut, dan pada sisi Sungai Yordan.” 30. Namun Kaleb menenangkan bangsa itu di hadapan Musa serta berkata, “Kita pasti akan maju dan memiliki negeri itu, karena kita sanggup menguasainya.” 31. Tetapi orang-orang yang telah pergi ke sana bersama-sama dengannya berkata, “Kita tidak sanggup untuk maju melawan bangsa itu, karena dia lebih kuat daripada kita.” 32. Mereka juga menyampaikan kabar buruk kepada bani Israel tentang negeri yang telah mereka intai, dengan mengatakan, “Negeri yang telah kami lintasi untuk mengintai di dalamnya, adalah negeri yang memakan mereka yang mendiaminya (kanibal). Dan semua orang yang telah kami lihat di tengah-tengah mereka adalah orang-orang yang tinggi. 33. Dan di sana kami telah melihat raksasa-raksasa (Nephilim), keturunan Enak (Anaqim), yang berasal dari para raksasa (Nephilim). Maka di mata kami, kami menjadi seperti belalang, dan demikian pulalah kami di mata mereka.”

Tinggi badan mata-mata Israel yang kecil dibandingkan raksasa setinggi 7-11 meter tentu akan membuat mereka merasa minder dan membandingkan dirinya sendiri sebagai “belalang.”

Sebagai ilustrasi, perhatikan berbagai ukuran manusia jika berdiri bersisian:

Sebagai tambahan dari tulisan Musa dalam Bilangan 13, pertimbangkan juga ketika mata-mata Israel pergi ke tanah Kanaan, mereka membawa pulang satu tandan buah anggur yang begitu besar sampai-sampai butuh dua orang untuk memikulnya dengan tongkat. Jika kita menerima ayat Kitab Suci secara lahiriah, dan menggambarkan satu tandan buah anggur yang kita beli di supermarket, gambar berikut ini mengilustrasikan perkiraan ukuran buah anggur dan ukuran raksasa yang memakannya:

anggur-kanaan

Manusia setinggi 1,8 meter tidak akan kesulitan membawa setandan anggur yang dimakan raksasa setinggi kurang dari 9 meter. Jadi, dari ukuran buah anggur yang harus dipikul 2 orang mata-mata Israel, kita bisa membayangkan bahwa raksasa Kanaan paling tidak tingginya antara 9-10,8 meter. Dan tidak diragukan lagi, 10,8 meter itu sangat besar. Namun bahkan bila orang Amori tingginya mencapai 30-45 meter, menurut ukuran tinggi pohon cedar Libanon, ini hanya seperempat ukuran Nephilim generasi pertama Pra-Banjir Besar pada zaman Yared sampai Nuh. Ingat, Henokh berkata hybrid Nephilim generasi pertama ini tingginya 3000 ells atau 300 hasta, sekitar 135 meter – ukuran yang sama dengan panjang Bahtera Nuh, menurut Alkitab!

Kenapa ukurannya menyusut drastis? Jika malaikat + manusia = hybrid 135 meter, kenapa kita tidak melihat bukti-bukti keberadaan makhluk-makhluk raksasa sebesar ini di dunia Pasca-Banjir Besar?

Jika teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” itu benar, mestinya ada kawanan raksasa setinggi 135 meter. Tapi Alkitab kenyataannya tidak menggambarkan seperti itu. Karenanya, Nephilim muncul kembali dengan cara yang lain…

4. Menurut perhitungan, Nephilim Pra-Banjir Besar ada di bumi sekitar 1200 tahun sebelum Air Bah memusnahkan mereka. Perhatikan apa yang mampu mereka perbuat dalam kurun waktu 1200 tahun itu! Jika memang terjadi “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi,” kita umat manusia pastinya sudah tidak akan ada lagi hari ini – karena bumi ini dikuasai Nephilim kanibal selama hampir 5000 tahun!

Menurut Henokh, generasi pertama Nephilim Pra-Banjir Besar hanya hidup 500 tahun. Namun berdasarkan tulisan-tulisan Yahudi maupun tulisan sejarah kuno lainnya, nampaknya ada generasi kedua, ketiga dan generasi lainnya yang hidup di bumi dalam satu bentuk ke bentuk lainnya dengan total sekitar 1200 tahun, mulai dari zaman Yared sampai kepada Air Bah. Selama kurun waktu itu, kitab Kejadian menjelaskan kepada kita apa yang mampu mereka perbuat untuk merusak seluruh makhluk hidup, manusia dan binatang.

Kejadian 6:12 (KJV) Maka Elohim menilik bumi, dan lihatlah, dia telah rusak, karena seluruh makhluk hidup (Ibrani: basar; daging, makhluk hidup) telah rusak jalannya di bumi.

Kitab Kejadian, Kitab Henokh, Kitab Yobel, Kitab Yashar, Kitab Para Raksasa semuanya setuju, bahwa seluruh bumi dan segala makhluk hidup yang ada diatasnya telah benar-benar rusak “tercemar” oleh dampak Eksperimen Kejadian 6. Kondisinya begitu parah sampai-sampai satu-satunya hal yang dapat dilakukan Elohim hanyalah menghapuskan segala sesuatu yang ada dan memulai segala sesuatunya dari permulaan kembali!

Jika dilihat dari sudut pandang strategis, ini bisa dikatakan operasi militer yang sangat efektif yang dilancarkan para Malaikat yang Jatuh! Jika tujuan Lucifer adalah menghapuskan benih manusia, dia melakukan pekerjaan yang mengagumkan hanya dengan 200 malaikat dalam kurun waktu 1200 tahun!

Namun jika 200 malaikat Lucifer + manusia = strategi kerusakan total yang sangat berhasil, dan jika dia dapat melanjutkan strategi itu Pasca-Banjir Besar (dengan malaikat tidak terbatas, sejumlah 1/3 pasukan Surga yang dia bawa), bayangkan bagaimana akibatnya?

Pendukung teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” mengatakan seperti itu. Jadi pertanyaan selanjutnya, kenapa seluruh bumi tidak menjadi “benar-benar rusak” lagi dan lagi dan lagi dan lagi?

Mereka punya waktu 5 kali lipat sejak Air Bah, seperti yang mereka lakukan sebelum Air Bah, untuk melanjutkan rencana mereka yang efektif. Jadi apa yang terjadi? Kenapa mereka tidak terus melanjutkannya? Kenapa mereka terpaksa harus mengambil jalan lain seperti melalui eksperimen medis dan “Alien Greys” dan semacamnya? Kenapa tidak disebutkan lagi adanya raksasa sejak zaman Daud di Alkitab? Jika mereka memiliki kemampuan – atau kemauan – untuk terus melakukan hubungan seks dengan para wanita seperti yang mereka lakukan dalam Kejadian 6, bagaimana kita menjawab pertanyaan itu? Bagaimana bisa menjelaskan kurangnya bukti-bukti dan dukungan Kitab Suci tentang hal itu?

Karenanya, Nephilim pasti muncul kembali dengan cara yang lain…

Kitab Henokh 15:6-12 menjelaskan bahwa roh-roh yang keluar dari tubuh Nephilim yang mati binasa itu menjadi apa yang kita kenal sebagai “roh-roh jahat” (atau lebih dikenal dengan “iblis”).

Henokh 15:6-12 Kamu tadinya roh, menjalani hidup yang kekal tanpa kematian sepanjang seluruh generasi dunia. 7. Oleh karena itulah Aku tidak menetapkan bagimu istri-istri, karena makhluk rohani bertempat kediaman di surga. 8. Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. 9. Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat. 10. Tapi roh-roh yang ada di surga memiliki tempat kediaman di surga, dan roh-roh yang ada di bumi, yang lahir di bumi, memiliki tempat kediaman di bumi. 11. Dan roh-roh para raksasa, yang mencampakkan diri mereka sendiri ke awan-awan, akan dihancurkan dan jatuh, dan akan berperang dan menyebabkan kehancuran di bumi, dan melakukan kejahatan; mereka tidak akan memakan apa pun, ataupun mereka akan menjadi haus, dan mereka akan tidak kelihatan. 12. Dan roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan melawan perempuan, karena dari pada merekalah roh-roh ini berasal. Pada hari-hari pembunuhan dan penghancuran.

alien-grey2
Alien Greys

Menurut para peneliti Alkitab “Alien Greys” tidak lain adalah tubuh biologis – atau tubuh jasmani – tempat di mana roh-roh yang keluar dari tubuh Nephilim (atau iblis) dapat tinggal di dalamnya. Roh-roh para raksasa ini begitu menginginkan tubuh untuk didiami. Sejak zaman Kristus, mereka telah menjadi takluk kepada otoritas-Nya dan orang-orang-Nya yang percaya. Kita dapat mengusir mereka keluar dari tubuh. Jadi karenanya, mereka menciptakan tubuh lain melalui material genetik dan mendiaminya sebagai tubuh fisik supaya mereka dapat berinteraksi dengan dunia fisik 3 dimensi dimana kita tinggal di bumi.

alien-grey
Alien Greys

5. Ada sangat banyak bukti-bukti yang mendukung fakta yang disebut “program pembiakan-hybrid-alien-manusia” yang sangat nyata dan sedang terjadi di dunia sekarang ini. Ini karena Satan dan malaikatnya tidak dapat melakukan apa yang mereka perbuat dalam Kejadian 6. Jika para Malaikat yang Jatuh dapat secara langsung mengawini perempuan dan melahirkan hybrid Nephilim, fenomena kemunculan “Alien Greys” tidak akan kita hadapi dalam hari-hari ini. Juga tidak membutuhkan Ritual Penyiksaan Satanic (Satanic Ritual Abuse – SRA) untuk menciptakan “portal dimensi” atau aktivitas Satanic lainnya yang kita lihat hari-hari ini. Semuanya itu merupakan taktik yang harus dilakukan Satan pada hari-hari ini untuk mengulang kembali apa yang dilakukan dalam Eksperimen Kejadian 6.

Peristiwa dalam Kejadian 6 merupakan tindakan langsung Satan sebagai respon dari nubuat Elohim di dalam Kejadian 3:15.

Kejadian 3:15 (ILT) Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (Satan) dengan wanita ini, dan antara keturunanmu (Nephilim) dengan keturunannya (Yeshua). Dia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Sejak saat itu, Satan berusaha merusak benih wanita itu supaya Messias tidak dapat dilahirkan. Namun dia gagal melakukannya karena Elohim menyelamatkan Nuh yang masih murni, dan melalui garis keturunan Shem, Messias dapat dilahirkan dan melaksanakan apa yang menjadi tujuan kelahiran-Nya. Jadi rencana Satan menjadi sia-sia. Para malaikat tidak mendapatkan pengampunan dosa. Mereka tahu Penghakiman seperti apa yang menanti mereka di Akhir Zaman. Jadi, apakah roh-roh jahat ini berusaha mendapatkan penebusan dengan jalan menjadi “manusia”? Kita tidak tahu, tapi yang pasti usaha “pembiakan” sudah terjadi, dan menurut peneliti fenomena Alien dan UFO seperti Dr. David Jacobs, tujuan akhir mereka adalah menciptakan makhluk hybrid yang benar-benar sama seperti manusia.

marzulli

LA Marzulli, seorang peneliti Nephilim, UFO dan Alien, menyatakan mendapatkan “implan Alien” yang asli. Dalam DVD “Watchers“-nya, dia menunjukkan “alat-alat implan” yang berhasil diambil dari tubuh orang-orang yang mengaku pernah mengalami peristiwa penculikan oleh makhluk Alien-UFO. Dia percaya implan tersebut berhubungan langsung dengan semacam hybridisasi, program perkawinan silang. Dia melanjutkan pendapatnya dengan mengatakan bahwa “implan Alien” ini kemungkinan berhubungan langsung dengan “Tanda Binatang” yang ditulis Rasul Yohanes di Kitab Wahyu.

alien-implant-4
Dr. Roger Leir

Dalam salah satu wawancara, LA Marzulli menceritakan pengalamannya bersama seorang dokter bernama Dr. Roger Leir yang melakukan operasi mengeluarkan “implan Alien” yang ditanam di dalam tubuh seseorang yang mengaku mengalami penculikan oleh “Alien-UFO.” Yang menarik dari penemuan ini adalah implan tersebut diselubungi dengan membran yang bisa menyatu dengan jaringan tubuh manusia. Dalam penyelidikan lebih lanjut ditemukan bahwa implan tersebut sebelum diambil dari tubuh manusia, mengeluarkan gelombang radio frekuensi sebesar 137,72926 Mhz dan 516,812 Ghz atau sekitar 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan frekuensi prosesor tercepat yang dibuat oleh manusia (prosesor produksi tercepat yang dibuat oleh IBM clock speednya 5,5 Ghz). Implant ini terbuat dari “carbon nano tubes” yang tidak ditemukan di alam. Menurut pendapat Dr. Leir, implan ini ada kemungkinan digunakan untuk mengubah DNA seseorang.

alien-implant-10
Alien Implan

Semua bukti-bukti hybridisasi ini nampaknya lebih mengarah kepada eksperimen laboratorium ketimbang hubungan seksual antara malaikat dengan manusia. Karena itu, bukti-bukti ini justru berlawanan dengan teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi.”

Program pembiakan hybrid-alien-manusia” yang ramai dibicarakan orang-orang berhubungan langsung dengan fenomena “penculikan Alien-UFO” dan secara dominan tidak melibatkan kawin atau hubungan seks. Itu melibatkan penculikan dan ekstraksi sel telur dan sperma dan penanaman janin ke dalam rahim melalui operasi yang dilakukan Alien. Satan atau Malaikat yang Jatuh tidak perlu melakukan ini jika mereka bisa langsung menculik para wanita, berhubungan seks dengan mereka dan menghasilkan bayi-bayi Nephilim seperti yang mereka perbuat pada zaman Yared.

Mungkin ini juga arti sesungguhnya dari perkataan Daniel tentang peristiwa-peristiwa Akhir Zaman ketika dia menafsirkan mimpi patung Raja Nebukadnezar:

Daniel 2:42-43 (ILT) Dan jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu sebagian kuat dan sebagian rapuh. 43. Dan seperti yang engkau lihat, besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti “mereka” akan bercampur melalui perkawinan. Namun “merekatidak akan melekat satu dengan yang lain, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Terjemahan bahasa Indonesia dari ayat ini kurang jelas, jadi kita lihat terjemahan aslinya:

Daniel 2:43 (KJV) And whereas thou sawest iron mixed with miry clay, “they” shall mingle themselves with the seed of men (“mereka” akan menyatukan / mencampurkan diri “mereka” dengan benih / keturunan manusia): but “they” shall not cleave one to another, even as iron is not mixed with clay.

Daniel 2:43 (LITV) And as you saw the iron mixed with the clay of the clay, “they” shall be mixed with the seed of men (“mereka” akan bercampur dengan benih / keturunan manusia). But “they” shall not adhere to one another (Tapi “mereka” tidak akan menyatu satu sama lain), even as iron does not mix with clay.

Perhatikan bahwa Daniel menggunakan kata “mereka“. “Mereka” di sini adalah kata ganti personal, yang artinya, dalam konteks pernyataan Daniel, “mereka” ini sesuatu yang berbeda dari benih/keturunan manusia.

Karena ayat itu jelas mengacu kepada pencampuran benih, kita tahu arti kata “tidak akan melekat satu dengan yang lainnya” adalah ungkapan Yahudi untuk pernikahan, ritual yang puncaknya adalah hubungan seksual. Dengan jalan ini, dua orang akan menjadi satu daging.

Kejadian 2:24 (ILT) Itulah sebabnya, seorang pria akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu padu dengan istrinya dan mereka menjadi satu daging. 

Dengan mengatakan mereka “tidak akan melekat satu dengan yang lainnya,” Daniel dengan jelas menyatakan meskipun benihnya bercampur, itu tidak terjadi melalui hubungan seksual. Jadi, itu harus terjadi dengan jalan yang lain. Dr. David Jacobs, ilmuwan yang menyelidiki puluhan ribu kasus penculikan Alien, memberikan kesaksian asli yang diungkapkan korban-korban yang “diculik Alien.” Keturunan Nephilim hybrid dihasilkan melalui eksperimen ilmiah, bukan hubungan seksual dengan malaikat. Bahkan ahli sekuler teori dan tulisan kuno Sumeria menyebutkan tentang Alien Purbakala – Anunnaki, dewa-dewa Sumeria kuno – turun dari langit dan secara genetika memanipulasi DNA untuk menciptakan manusia modern.

Semua bukti-bukti yang melimpah, baik dari sekuler maupun catatan Alkitab (termasuk Daniel 2:43) tampaknya mendukung konsep eksperimen ilmiah dengan tujuan “menghasilkan” hybrid Nephilim – bertentangan dengan teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi.”

Tulisan-tulisan kuno dari berbagai peradaban dunia menceritakan tentang “dewa-dewa” yang kawin dengan wanita. Baik Kitab Henokh maupun tulisan Petrus dan Yudas mengindikasikan bahwa hanya ada “satu kali serbuan” dan para malaikat yang terlibat perkawinan dengan para wanita ini sudah dihakimi dengan keras dan diikat dengan “belenggu rantai kegelapan yang kekal” di dalam jurang yang mengerikan bernama Tartarus.

Henokh 10:4-5, 13-14 Dan lagi Tuhan berfirman kepada Rufael, “Ikat tangan dan kaki Azâzêl, lemparkan dia ke dalam kegelapan; belahlah gurun pasir yang di Dudâêl (artinya: kawah Elohim), dan campakkan dia di sana. 5. Dan timbunilah dia dengan batu-batu kasar dan tajam, dan selubungi dirinya dengan kegelapan supaya dia tetap ada di sana selamanya, dan selubungi wajahnya sehingga dia tidak dapat melihat cahaya! 13. Dan pada hari-hari itu mereka akan dibawa ke dalam jurang api, dalam siksaan dan penjara, mereka akan terkunci selama-lamanya. 14. Dan dia akan terbakar dan dimusnahkan; mereka akan dibakar bersama-sama dari sekarang sampai akhir dari semua generasi.

Semua bukti-bukti “hybridisasi alien-manusia” ini mengarah kepada manipulasi DNA dan bukan hubungan seksual. Bahkan tulisan Sumeria kuno mencatat Annunaki sebagai “dewa-dewa” yang merupakan produk dari “dewa-dewa yang lebih tinggi” yang ada sebelumnya – konsep ini mendukung pemikiran bahwa Anunnaki bukanlah Malaikat yang Jatuh, tapi keturunannya (Nephilim). Dan Annunaki tercatat dalam tulisan-tulisan Sumeria kuno sebagai arsitek yang secara genetika merancang kehidupan di bumi.

Karenanya, Nephilim Pasca-Banjir Besar pasti muncul kembali dengan cara yang lain…

Bagaimana Nephilim bisa muncul kembali? Dalam artikel “Eksperimen Kejadian 6“, sudah disinggung kemungkinan bahwa benih Nephilim diturunkan melalui salah satu (atau dua) orang istri anak-anak Nuh.

Bagaimana ini bisa terjadi? Jika Elohim menghancurkan seluruh dunia dengan Air Bah karena apa yang diperbuat para Malaikat Pengawas dan anak-anaknya yang menyebabkan seluruh makhluk ciptaan-Nya menjadi benar-benar rusak dan tercemar, lalu kenapa Dia mengijinkan hal yang sama terulang kembali? Kita tidak tahu.

Mungkin jawabannya ada dalam perumpamaan Tuhan Yeshua tentang benih lalang dan benih gandum.

Matius 13:24-30 (ILT) Dia memaparkan sebuah perumpamaan yang lain kepada mereka, sambil mengatakan, “Kerajaan surga diumpamakan dengan seorang yang menabur benih yang baik di ladangnya. 25. Namun sementara orang-orang itu tidur, datanglah musuhnya dan menaburkan benih lalang ke tengah-tengah gandum itu, dan dia pergi. 26. Dan ketika tunas bertumbuh dan menghasilkan bulir, lalu tampaklah juga lalang itu. 27. Dan seraya mendekat, hamba-hamba majikan itu berkata kepadanya: Tuan, bukankah engkau menaburkan benih yang baik di ladangmu? Dari manakah kemudian dia menghasilkan lalang? 28. Dan dia berkata kepada mereka: Seorang musuh (Satan) telah melakukannya. Maka para hamba itu berkata kepadanya: Jadi, maukah engkau kami pergi untuk mengumpulkannya? 29. Namun dia berkata: Tidak, jangan-jangan dengan mengumpulkan lalang itu, kamu akan mencabut gandum itu bersamanya! 30. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai masa penuaian (Akhir Zaman). Dan pada saat penuaian, aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah pertama-tama lalang itu dan ikatlah semua ke dalam berkas-berkas untuk membakarnya; tetapi kumpulkanlah gandum ke dalam lumbungku!”

Pada bab selanjutnya kita akan melihat lebih dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman Pra-Banjir Besar.

Next: Kembalinya Nephilim | Keturunan Malaikat Yang Jatuh

[<Back] [Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6]

Baca:

Kitab Henokh: Kisah Nyata Malaikat dan Asal-usul Setan

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

Koneksi Roswell dan Gunung Hermon: Alien adalah Iblis

UFO, Alien dan Anti-Kristus: Konspirasi Malaikat dan Penyesatan Akhir Zaman

Alien dan UFO di Dalam Alkitab | Bersiaplah Untuk Penyesatan Besar Akhir Zaman

Hari-hari pada Zaman Nuh adalah Hari-hari pada Zaman Nephilim: Itu Akan Terjadi Kembali

Kembalinya Nephilim, Tanda Khusus Kedatangan Yesus

Kebangkitan Abaddon | Menghidupkan Kembali Ras Rephaim dan Raja Jurang Maut, Abaddon

Referensi:

Kitab Henokh, Kitab Yobel, Kitab Yashar

Iklan