Tidakkah menimbulkan banyak tanda tanya dari para penonton, bahwa tokoh “Beast” (Binatang) dalam film remake terbaru Disney “Beauty and the Beast” adalah manusia-kambing bertanduk sangat panjang yang sangat mirip dengan Baphomet? Dalam versi animasi Disney “Beauty and the Beast” tahun 1991, karakter ” Beast” tampak sangat mirip seperti seekor singa jinak. Ada beberapa tanduk kecil mencuat dari kepalanya, tetapi mereka dengan mudah bisa keliru dianggap sebagai jumbai-jumbai rambut.

Beauty-and-the-Beast-1991
Beauty and the Beast, 1991

Tapi kali ini, ” Beast” digambarkan sebagai makhluk hybrid manusia-kambing yang memiliki tanduk kambing besar mencuat dari kepalanya. Dan tentu saja siapa pun yang akrab dengan okultisme tentu sudah tahu bahwa manusia-kambing paling terkenal di seluruh dunia adalah Baphomet – simbol resmi Gereja Satan. Mungkinkah kesamaan antara “Binatang” dengan Baphomet ini lebih dari sekedar kebetulan?

Pada tahun 1856, Eliphas Levi melukis gambar terkenal dari manusia-kambing yang kemudian dikenal sebagai “Baphomet“. Sejak saat itu, gambarnya sangat erat dihubungkan dengan Satan, dan akhirnya itu bahkan diadopsi oleh Gereja Satan sebagai simbol resmi mereka.

samael-lilith-baphomet

Berikut kutipan dari Wikipedia

Kambing Pentagram yang asli pertama kali muncul dalam buku “La Clef de la Magie Noire” karya okultis Perancis, Stanislas de Guaita, pada tahun 1897. Simbol ini kemudian menjadi identik dengan Baphomet, dan sering disebut sebagai Kambing Sabbat. Samael adalah tokoh dalam kisah Talmud dan Lilith, Iblis perempuan dalam mitologi Yahudi. Samael, yang arti namanya adalah “Racun Elohim” merupakan penghulu malaikat penting dalam kisah Talmud, yang figurnya digambarkan sebagai pendakwa, pemikat, dan penghancur, dan dianggap sekaligus “baik dan buruk.” Tulisan-tulisan para rabbi menggambarkan Samael sebagai malaikat penjaga Esau (dan kekaisaran Romawi) dan pelindung bangsa Edom.

Lima huruf Ibrani pada lima sudut pentagram membentuk tulisan Leviathan, makhluk mistis dalam tradisi Yahudi. Simbol ini kemudian diadopsi oleh Gereja Satan pada tahun 1969 dan secara resmi diberi nama Sigil Baphomet.

Wikipedia menambahkan…

Baphomet lukisan Levi merupakan asal-usul gambar Iblis dari kartu Tarot dalam desain Rider-Waite. Konsep pentagram menunjuk ke bawah pada dahinya diperbesar oleh Levi dalam pembahasannya (tanpa ilustrasi) tentang Kambing Mendes yang ditata di dalam pentagram tersebut, yang dia kontraskan dengan manusia mikrokosmis yang ditata dalam pentagram serupa, tapi mengarah ke atas. Gambar asli dari kambing di dalam pentagram yang mengarah ke bawah pertama kali muncul dalam buku tahun 1897, La Clef de la Magie Noire (The Key to Black Magic) karya Stanislas de Guaita. Gambar inilah yang kemudian diadopsi sebagai simbol resmi – yang disebut Sigil Baphomet – Gereja Setan, dan masih terus digunakan di kalangan para pemuja Satan.

Seiring waktu, simbol Baphomet menjadi semakin menonjol dalam dunia okultisme.

Beberapa tahun terakhir ini, Kuil Satan telah menyedot perhatian berita-berita utama surat kabar nasional AS karena berusaha mendirikan patung Baphomet di beberapa kota besar …

Pada tahun 2014 Kuil Satan menempatkan patung Baphomet setinggi 2,6 meter berdiri di samping monumen Sepuluh Perintah Elohim di Oklahoma State Capitol. “Menghormati keragaman dan agama minoritas” dikutip sebagai alasan untuk mendirikan monumen tersebut. Setelah monumen Sepuluh Perintah Elohim dirusak, rencana untuk mendirikan patung Baphomet ditangguhkan karena Kuil Satan tidak ingin patung mereka berdiri sendirian di gedung Perwakilan Rakyat Oklahoma. Mahkamah Agung Oklahoma menyatakan semua simbol-simbol agama adalah ilegal dan pada 25 Juli 2015 patung itu didirikan di dekat sebuah gudang di Detroit, sebagai simbol pergerakan Satanis modern. Kuil Satan mungkin akan membawa patung itu ke Arkansas di mana monumen Sepuluh Perintah Elohim lainnya diusulkan untuk dibangun.

Anda bisa melihat patung Baphomet itu di bawah.

Jadi kenapa “Binatang” dalam film “Beauty and the Beast” dibuat menyerupai patung-patung ini?

Dalam versi-versi sebelumnya dari film “Beauty and the Beast,” tokoh “Binatang” tidak pernah digambarkan sebagai manusia-kambing.

Jadi, apakah produsen film secara sadar memilih Baphomet menjadi tokoh film, atau semua ini hanya kebetulan?

Dalam Alkitab, manusia-kambing Iblis disebut “Satyr” (Ibrani: sa’iyr), disebutkan dalam Kitab Imamat yang mencatat perzinahan bangsa Israel dengannya:

Imamat 17:7 (ILT) Dan mereka tidak akan lagi mengurbankan kurban-kurban mereka kepada kambing-kambing berhala (Ibrani: sa’iyr; berambut, kambing jantan, satyr, kambing Iblis), yang kepadanya mereka telah berbuat zina. Hal ini telah menjadi suatu ketetapan selamanya bagi mereka untuk generasi-generasi mereka.

Dalam Kitab Henokh tercatat bahwa salah satu pemimpin Malaikat yang Jatuh bernama Azazel (Ibrani: azazel; kambing hitam), tapi orang Yunani menyebut namanya Pan, dan digambarkan sebagai makhluk separuh manusia dan separuh kambing.

pan-3
Dewa Pan, Yunani

Kitab Henokh menyebutkan bahwa Elohim berfirman tentang Azazel, bahwa dari padanya “berasal segala dosa.”

Henokh 10:8 Dan seluruh bumi telah dicemarkan melalui contoh perbuatan dan ajaran Azâzêl; dari padanya berasal segala dosa.

Azazel juga dipercayai mempunyai serombongan setan-setan kambing jantan, yang dikenal sebagai se’irim (satyr), yang seperti para Malaikat Pengawas, bernafsu birahi kepada kaum perempuan. Mereka digambarkan berbentuk separuh manusia – separuh kambing jantan, berambut, dengan phallus (alat kelamin) yang ereksi permanen, dan melakukan hubungan seksual dengan kaum wanita penyembahnya pada hari Shabbat Penyihir.

Dalam gambaran Eliphas Levi, Baphomet sendiri adalah karakter androgyny yang memiliki karakteristik dari kedua jenis kelamin: payudara wanita dan tongkat yang mewakili phallus (alat kelamin laki-laki). Konsep androgeniety sangat penting dalam filosofi okultisme karena itu mewakili tingkat inisiasi tertinggi dalam upaya menjadi “satu dengan Elohim.”

Baphomet-Goat-Mendes

Manly P. Hall, seorang okultis visioner menjelaskan tentang arti simbol Baphomet:

Kambing Mendes atau Baphomet, yang kepadanya para Ksatria Templar dituduh menyembahnya, adalah dewa berkepala kambing, yang dibentuk dari prinsip laki-laki dan perempuan, dengan sebatang tongkat Caduceus Mercury yang menggantikan Phallus-nya. Satu lengan menunjuk ke atas dan satu ke bawah, dengan tulisan bahasa Latin ‘Solve et Coagula’ tertulis di atasnya (artinya: ‘aliran dan surut’). Ini BUKAN gambar Iblis Kristen tapi simbol Alchemists kuno yang mewakili Alam dan kodrat Tuhan sebagai Kombinasi & Keseimbangan antara kekuatan Laki-laki dan Perempuan, terang dan gelap, kelembaban dan kekeringan. Prinsip Hermes Trismegitus: “Seperti di Atas Demikian di Bawah” (As Above So Below) adalah apa yang dilambangkan oleh Baphomet. – Manly P. Hall

LGBTQ – Hari-hari Zaman Lot

Sampai sekarang, kontroversi terbesar film “Beauty and the Beast” adalah mengenai fakta bahwa ini adalah film Disney pertama yang menonjolkan “momen eksklusif gay (homoseksual)“, dan ini mendorong Pendeta Franklin Graham dan banyak pemimpin agama lainnya menyerukan boikot.

Sayangnya, boikot ini tidak banyak berdampak karena Beauty and the Beast meraup hasil menakjubkan US$ 350.000.000 di seluruh dunia selama akhir pekan penayangan perdananya …

Beauty and the Beast meraup US$ 180.000.000 secara internasional dengan tambahan US$ 170.000.000 di box office domestik, pencapaian yang bagus untuk film beranggaran US$ 160.000.000. Sebagai tanda popularitasnya, Beauty and the Beast menduduki puncak box office di hampir setiap pasar di mana itu ditayangkan. Film dongeng asmara ini memperoleh US$ 44.800.000 di China, meraup US$ 22.800.000 di Inggris, meraih US$ 11.900.000 di Korea Selatan, menjaring US$ 10.700.000 di Jerman dan mendapatkan US$ 7.600.000 di Italia. Beauty and the Beast bahkan tampil baik di Russia, di mana pembukaannya dibayang-bayangi kontroversi seputar masuknya karakter gay. Pemerintah Russia memberikan film ini rating lebih tinggi untuk membatasi akses bagi penonton muda. Russia memiliki sejumlah undang-undang anti-LGBT yang berlaku.

Tentu saja komunitas LGBTQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer) melihat hal ini sebagai kemenangan besar bagi perjuangan mereka. Berikut ini kutipan dari situs pembela gay terkemuka …

Ini adalah pembukaan akhir pekan terbesar yang pernah dicapai untuk sebuah film rated-PG dan untuk film live-action Disney, melebihi Maleficent, The Jungle Book, dan Cinderella. Para ahli memperkirakan bahwa, pada tingkat ini, Beauty and the Beast bisa mencapai US$ 1 miliar dalam penjualan tiket.

GLAAD, sebuah organisasi media LGBT, sangat gembira dengan keberhasilan box-office ini. “Cerita inklusif yang berhasil,” tweet CEO Sarah Kate Ellis.

“Ini akan membantu mengirimkan pesan kepada anak-anak LGBTQ bahwa mereka adalah penting,” demikian pernyataan kelompok ini di media sosial, bersamaan dengan hashtag #TeamLeFou, menunjukkan solidaritas kepada karakter gay Disney yang pertama.

Film ini tidak akan meraup begitu banyak uang jika jutaan keluarga Kristen yang percaya Alkitab tidak berbondong-bondong untuk pergi menontonnya.

Ini adalah kemurtadan yang dinubuatkan Alkitab akan terjadi pada hari-hari Akhir, namun tetap saja masih mengejutkan untuk disaksikan.

2Tesalonika 2:3 (TB) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa…

Apa yang dimasukkan ke dalam pikiran seseorang akan menentukan menjadi seperti apa orang itu pada akhirnya. Jadi, bila kita dengan senang hati menyerap ribuan jam “pemrograman pikiran” yang terus-menerus ditayangkan perusahaan-perusahaan media besar, kita tidak harus terkejut bahwa budaya kita sekarang mencerminkan sistem nilai-nilai mereka.

Bersangkutan dengan film Beauty and the Beast, pertimbangkan sistem nilai-nilai yang diyakini sang sutradara. Kutipan berikut ini berasal dari Olive Branch Report

Sutradara Beauty and the Beast, Bill Condon, 61 tahun, lahir di New York City dan dibesarkan di sebuah keluarga Katholik Irlandia, yang secara terbuka mengaku homoseksual dan memiliki kebencian mendalam terhadap Kekristenan.

Pete Baklinski melaporan untuk LifeSiteNews, 17 Maret, 2017, bahwa dalam sebuah wawancara tahun 2007 dalam majalah Paspor Magazine, sutradara Bill Condon mengatakan dia berharap dia bisa “merobek-robek halaman-halaman Alkitab” saat ia menginap di kamar-kamar hotel.

“Aku berharap aku bisa berkata, ‘Aku seperti Ian McKellen, dan segera merobek-robek halaman-halaman dari Alkitab,’ tetapi tampaknya tidak ada lagi Alkitab di kamar-kamar hotel aku tinggal di hari-hari ini.”

Ian McKellen, yang juga secara terbuka mengaku homoseksual, adalah tokoh Gandalf dalam trilogi Lord of the Rings, mengaku biasa merobek-robek bagian Alkitab yang mengutuk homoseksualitas (Imamat 18:22), setiap kali dia menemukan Alkitab dalam kamar hotelnya.

Imamat 18:22 (ILT) Engkau tidak boleh berbaring dengan seorang laki-laki, seperti layaknya berbaring dengan wanita; itu adalah suatu kejijikan.

“Aku tidak bangga merusak Alkitab,” kata Ian McKellen menegaskan, “tapi itu adalah pilihan antara menyingkirkan halaman-halaman itu atau membuang seluruh Alkitab.”

LifeSiteNews melanjutkan:

Bill Condon, sutradara gay ini sedang diboikot oleh kelompok-kelompok Kristen dan Konservatif setelah ia mengungkapkan bahwa film ini berisi apa yang dia sebut “momen eksklusif gay.”

Le Fou adalah seseorang yang pada satu hari ingin menjadi Gaston dan pada hari lain ingin mencium Gaston,” kata Condon dalam wawancara 1 Maret dengan Attitude.

Ketika jutaan dollar dipertaruhkan, sangat sedikit terjadi hal-hal hanya secara “kebetulan”.

Seseorang perlu bertanya kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas produksi film ini mengapa karakter “Binatang” terlihat begitu mirip dengan Baphomet.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak akan peduli bahkan jika diberitahu bahwa hal-hal itu dilakukan dengan suatu tujuan, dan ini adalah indikasi lain seberapa jatuhnya masyarakat dunia sekarang, yang semakin siap untuk menyambut kedatangan “Binatang” yang sebenarnya.

Baca:

Kebangkitan Abaddon | Memanggil Keluar Para Iblis Purbakala dari Perut Bumi

Bangkitnya Babel | Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir, Kebangkitan Kembali Anti-Kristus

Pintu Gerbang Neraka, Pan, dan Gereja Yesus

Referensi:

Baphomet

Who is Baphomet?

The Satanic Temple

Beauty and the Beast’s Box Office Is a Rosy Victory for Gay Visibility

Homosexual Director of ‘Beauty and Beast’ Wants to Rip the Bible to Pieces

Beauty and the Beast director: ‘I wish I could say I…rip pages out of the Bible’

Why Does the Beast in ‘Beauty and the Beast’ Look Eerily Similar to Baphomet?

Why Does The Beast In ‘Beauty And The Beast’ Look Eerily Similar To Baphomet?

You’ll Never Believe What ‘Beauty And The Beast’ Director Wants To Do To Every Bible He Finds

Don’t Like Something in the Bible? Just Rip it Out!

Ian McKellen vs. Hotel Bibles

Iklan