Seorang mantan investigator kriminal dan penganut Noahide, Jim Barfield, mempercayai bahwa dia telah memecahkan pesan misterius 2.000 tahun lalu yang dikenal sebagai Gulungan Tembaga Laut Mati, dan menyimpulkan bahwa itu adalah sebuah peta harta karun yang mengarah ke tempat persembunyian perabot-perabot Bait Suci yang hilang. Namun meskipun para ahli arkeologi setuju dengan teorinya, komplikasi situasi politik di wilayah tersebut tidak memungkinkan pembongkaran harta tersebut dalam waktu dekat.

Gulungan Tembaga, yang ditemukan pada tahun 1952 di dekat Khirbet Qumran di Gua nomer 3, di tepi Laut Mati, merupakan sebuah misteri arkeologi. Meskipun dianggap sebagai bagian dari Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati yang terkenal itu, Gulungan Tembaga berbeda karena ditemukan ‘in situ‘ – di lokasi aslinya, dan tidak seperti Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati lainnya yang ditulis pada lembaran papirus, Gulungan Tembaga, sesuai namanya, dituliskan di atas lembaran tembaga tipis. Tulisan Ibrani yang digunakan pada Gulungan Tembaga juga menunjukkan bahwa itu ditulis pada periode waktu lebih akhir dibandingkan Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati.

Qumran-no4
Gua Qumran nomor 4 (4Q): 90% Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati ditemukan di dalamnya.

Ada banyak kontroversi seputar Gulungan Tembaga. Sementara Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati lainnya berisi tulisan-tulisan religius dan Kitab Suci, Gulungan Tembaga hanya berisi daftar 64 lokasi dan jumlah emas dan perak di masing-masing lokasi.

Pendapat dominan menyatakan bahwa emas dan perak yang tercantum dalam Gulungan Tembaga itu merupakan uang yang dikumpulkan dari Pemberontakan Bar Kochba melawan Romawi setelah penghancuran Bait Suci Kedua. Tapi pendapat para ahli ini memiliki kelemahan besar: salah satu lokasi digambarkan menyimpan pakaian-pakaian imam.

Sepintas, Jim Barfield tampaknya bukan orang yang paling cocok membongkar misteri tempat persembunyiannya perabot-perabot Bait Suci. Dia bukan orang Yahudi, tidak berbicara bahasa Ibrani, dan dia bukan seorang arkeolog. Tapi pengalaman Barfield lainnya sebagai investigator kriminal memungkinkan dia mengungkap misteri yang telah membingungkan para arkeolog selama lebih dari lima puluh tahun.

Pada tahun 2006, Barfield berangkat untuk mencari kebenaran dari Gulungan Tembaga, mengikuti jejak Vendyl Jones, seorang pengkhotbah Texas yang beralih profesi menjadi arkeolog Alkitab. Jones meyakini Qumran merupakan tempat persembunyian perabot-perabot Bait Suci dan menghabiskan waktu 30 tahun untuk mencarinya. Menggunakan Gulungan Tembaga sebagai panduan, Jones menemukan botol kecil Minyak Persimmon yang digunakan untuk mengurapi raja-raja dan imam-imam besar dan sejumlah besar dari apa yang ia yakini sebagai dupa Bait Suci. Barfield berjumpa dengan Jones, yang sekarang sudah meninggal, dan mendiskusikan Gulungan Tembaga, lalu menerima tantangan selanjutnya.

Motivasi Barfield jauh dari sekedar keingin-tahuan belaka.

“Sama seperti Jones, aku seorang penganut Noahide (7 Hukum Nuh),” katanya. “Aku ingin mengembalikan artefak-artefak Bait Suci kepada bangsa Yahudi. Sudah waktunya.”

Barfield menyelidiki Gulungan Tembaga dengan metode investigasi, mencari reruntuhan yang cocok dengan ‘petunjuk-petunjuk’ dalam Gulungan Tembaga dan mencatat temuan-temuannya dalam laporan investigasi. Dengan cepat, ia mulai menemukan hasil.

Ketika masih muda, Barfield menjadi pilot helikopter di Angkatan Darat AS. Dia menggunakan keterampilannya membaca peta untuk melakukan triangulasi, menggunakan referensi-referensi yang tercatat dalam Gulungan Tembaga untuk menentukan titik lokasi di sekitar Qumran. Pada tahun 2007, ia pergi ke Qumran dan benar-benar menemukan lokasi-lokasi tersebut. Pada satu kasus, Gulungan Tembaga menjelaskan adanya anak tangga, sepanjang 40 hasta, menuju ke timur. Barfield benar-benar menemukan anak tangga seperti yang dideskripsikan Gulungan Tembaga. Dia juga menemukan sisa-sisa sebuah kolam, tepat 40 hasta panjangnya, persis sebagaimana Gulungan Tembaga mencatatnya. Namun karena keterbatasan izin pemerintah, dia tidak bisa melanjutkan lebih jauh lagi.

Pada tahun 2007, Barfield bertemu dengan direktur Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA), Shuka Dorfman. Pada awalnya Dorfman menanggapinya dengan dingin, tetapi sementara Barfield membeberkan bukti-bukti, menjelaskan rambu-rambu yang digambarkan dalam Gulungan Tembaga, Dorfman menjadi antusias dan mengatur pertemuan dengan arkeolog veteran, Yuval Peleg.

Peleg juga skeptis pada awalnya, menjelaskan bahwa ia sudah akrab dengan situs di Qumran. Tapi setelah mempelajari hasil kerja Barfield, ia pun akhirnya diliputi rasa ingin tahu. Dia setuju untuk menggali beberapa lubang eksplorasi di situs Qumran bersama Barfield. Kurang dari satu jam setelah memulai lubang uji sumur dangkal, Peleg mendapatkan telepon misterius. Tanpa penjelasan apapun, Peleg menghentikan penggalian.

qumran-map
Peta gua-gua Qumran dan kemungkinan lokasi harta karun Bait Suci (Image: Jim Barfield)

Namun upaya itu tidak sia-sia. Barfield mengambil sebongkah kecil dari apa yang dia pikir adalah mortar dari suatu formasi batuan yang tidak alami di sekitar area yang ia percayai sebagai pintu masuk ke dalam gua. Dia beralasan bahwa jika harta terbesar Bait Suci ini disembunyikan bagi generasi-generasi masa depan, mereka yang menyembunyikannya akan sangat berhati-hati dalam menyegelnya supaya bertahan melalui ujian waktu. Barfield mengirim bongkahan batu tak dikenal ini untuk diuji. Hasil laboratorium menegaskan bahwa sampel batu itu tidak alami, namun memang mortar buatan manusia.

Temuan ini sangat sesuai dengan deskripsi dari Kitab 2 Maccabee, yang menjadi bagian dari kitab-kitab yang kita kenal sebagai Deuterokanonika (kanon kedua). Teks Yunani abad kedua ini menceritakan pemberontakan terhadap Antiochus Epiphanes. Kitab ini menceritakan Nabi Yeremia, dengan bantuan lima orang, menyembunyikan benda-benda kudus Bait Suci untuk melindunginya dari penghancuran Babel, “menyegel gua itu dengan seksama” dan mencatat lokasi-lokasinya pada selembar Gulungan Tembaga.

2Maccabee 2:5  Dan Yeremia datang dan menemukan sebuah gua di batu karang, dan di sana ia membawa masuk tabernakel, dan tabut perjanjian, dan mezbah dupa; dan dia memeteraikan pintu masuknya.

Barfield mengajukan permintaan untuk memindai area tersebut dengan detektor logam besar yang dapat mendeteksi logam hingga kedalaman 50 kaki, tapi permintaannya ditolak. Sementara metode investigasi konvensional lainnnya tidak menjawab keraguan apakah teori Barfield itu benar, IAA secara rutin menolak setiap permintaan untuk menyelidiki Area Qumran. Meskipun frustrasi, Barfield memahami posisi mereka.

“Sebagaimana kondisi yang sedang terjadi hari-hari ini, jika kita benar-benar menemukan sesuatu yang berharga, apakah itu hal-hal yang bernilai uang atau spiritual, akan ada upaya segera untuk merampasnya dari Israel,” kata Barfield menjelaskan. “Yordania akan segera mengklaim tanah yang dulunya mereka kuasai, orang-orang Palestina akan mengklaim bahwa mereka sudah ada di sana duluan sebelum orang-orang Yahudi datang sehingga perabot-perabot Bait Suci akan diakui sebagai milik mereka. Dan dunia akan mempercayai mereka. Dan bahkan Mesir mungkin akan datang dan mengklaim bahwa emas dan perak itu adalah hasil rampasan orang-orang Yahudi pada waktu peristiwa Eksodus. Dengan menjaganya tetap berada dalam tanah, pemerintah Israel sedang melindunginya.”

Untuk saat ini, penyelidikan Barfield terhenti, menunggu izin pemerintah. Membangun Bait Suci Ketiga merupakan isu politik yang mudah meledak, dan penemuan perabot-perabot Bait Suci yang asli akan mendorong isu-isu ini ke garis terdepan. Dengan jawaban yang begitu dekat dan menggoda, Barfield percaya opini publik dapat membalikkan timbangan dan membantu meredakan oposisi.

Dengan semakin banyaknya orang-orang yang mengunjungi Gunung Bait Suci bersamaan dengan Sanhedrin yang menjalankan kembali peraturan-peraturan Bait Suci dengan mentahbiskan Kohanim (para imam), tampaknya hal ini hanya tinggal masalah waktu saja.

Referensi:

Copper Scroll Project

Copper Scroll

The Copper Scroll of Treasures

The Copper Scroll treasure

Secret of Dead Sea Copper Scroll Unlocked, Revealing Location of Lost Temple Treasures

The Dead Sea Scrolls

Iklan