Dapatkah orang Kristen kehilangan keselamatannya?

Seperti kebanyakan orang Kristen pada hari-hari ini, Stephen Pippin sudah meyakini sejak lama ungkapan yang mengatakan “Sekali diselamatkan, tetap selamat.”

Pengajaran ini, yang sering disebut sebagai “hypergrace,” sering diajarkan di kalangan gereja – membuat banyak orang menyimpulkan bahwa tiket mereka masuk ke Surga sudah aman hanya dengan satu kali saja mengucapkan doa pengakuan dosa dan mengundang Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) masuk ke dalam hati mereka.

“Ketika seorang pengkhotbah berkata, ‘Percayalah kepada Yeshua (Yesus), dan engkau akan selamat,’ ketahuilah bahwa itu adalah suatu tindakan iman yang harus dipertahankan sepanjang umur hidup. Itu bukan hanya percaya satu malam saja,” demikian dikatakan Stephen Pippin, wakil pendeta Dodson Branch Communitay Church di Cookeville, Tennesee. Stephen Pippin adalah penulis buku Once Saved, Always Saved – Sekali Diselamatkan, Selamanya Selamat.

“Ini adalah kehidupan di dalam Kristus. Ini adalah relasi. Ini adalah persekutuan yang terus-menerus. Kristus adalah sahabatmu. Dia bukan cuma tiketmu ke Surga dan jalan keluar dari Neraka. Kasih Elohimlah yang membawa kita ke Surga. Namun Yeshua berkata bahwa banyak orang yang akan masuk Neraka. Berapa banyak yang sudah mengucapkan doa pertobatan dan beberapa tahun kemudian keadaannya tetap buruk, bahkan lebih buruk lagi? Bagaimana bisa seseorang jatuh ke dalam keadaan tak bermoral dan tetap berkata Yeshua adalah Tuhan dan Rajanya?”

Dalam bukunya, Once Saved, Always Saved, Stephen Pippin menjelajahi pertanyaan-pertanyaan penting ini, yang oleh para sarjana Alkitab direnungkan selama dua ribu tahun: Dapatkan orang Kristen kehilangan keselamatannya dan jalan masuk ke Surga?

Dalam buku itu, Pippin menyelidiki topik tentang apa yang harus dilakukan supaya aman di dalam Yeshua. Dia membagikan pemahamannya tentang keselamatan kekal dan dampaknya bagi seseorang yang tetap hidup di dalam dosa sesudah menerima keselamatan.

Perjalanan rohani Pippin dimulai pada umur 12 tahun ketika dia pertama kali menerima Tuhan Yeshua sebagai Juru Selamatnya. Selanjutnya, dia “menyala-nyala bagi Kristus selama tiga tahun,” tapi kemudian dia menjauh dan jatuh ke dalam kehidupan yang berdosa.

Setelah pulih dari obat-obatan terlarang, tenggelam ke dalam gemerlap budaya hip-hop diskotik dan hidup di dalam dosa, Pippin mendedikasikan kembali hidupnya kepada Yeshua di tahun 2012. Melalui pembelajaran yang hati-hati terhadap Kitab Suci, Pippin, sekarang 32 tahun, mulai menyampaikan dan bersuara terbuka tentang pandangannya apakah Surga itu diperuntukkan bagi semua orang Kristen.

Dalam bukunya, Pippin mengutip sejumlah ayat Alkitab untuk mendukung pandangan tentang keselamatan.

Berikut beberapa poin yang penting:

  1. Seseorang tidak dapat masuk ke Surga dengan usahanya sendiri

Menggugurkan pendapat yang menyatakan bahwa seseorang dapat berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk masuk ke Surga, Kitab Yesaya menyatakan:

Yesaya 64:6 (ILT) Namun kami semua menjadi seperti orang yang najis dan semua kebenaran kami seperti kain yang najis. Dan kami semua layu seperti daun, dan kejahatan kami seperti angin mengembus kami.

“Inilah mengapa Paulus sangat teguh tentang iman, iman, dan iman; karena itulah artinya tinggal di dalam iman, atau tetap percaya, itulah kuncinya. Itu bukan karena usaha kita. Kita tidak dapat berusaha sendiri menuju ke Surga. Tidak dengan perbuatan-perbuatan baik sekali pun.”

  1. Pentingnya ketaatan kepada Elohim

Roma 16:25 (ILT) Dan, bagi Dia yang sanggup meneguhkan kamu sesuai dengan injilku dan pemberitaan tentang YESHUA HaMashiakh, sesuai dengan penyingkapan misteri yang telah didiamkan pada waktu-waktu yang kekal, tetapi yang sekarang telah dinyatakan juga melalui kitab-kitab nubuat, sesuai dengan perintah Elohim yang kekal, yang telah diperkenalkan kepada segala bangsa untuk ketaatan iman

Lebih lanjut, Yeshua berkata:

Lukas 6:46 (ILT) Dan mengapa kamu memanggil Aku Tuhan, Tuhan, tetapi kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

“Ada ungkapan populer di tengah-tengah angkatan yang suam-suam ini, “Setiap orang menginginkan Juru Selamat, tetapi tidak ada yang menginginkan TUHAN.” Tidak ada orang yang ingin ke Neraka, tapi juga tidak ada orang yang ingin mentaati Elohim. Namun Yeshua berkata, “Akulah Tuhanmu.” Dia mengatakan kepada kita apa yang harus diperbuat. Kita mentaati Dia, dan bukan menuruti keinginan kita sendiri. Kita bukan milik kita sendiri.”

Roma 8:9 (ILT2) Dan kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Elohim tinggal di dalam kamu; tetapi jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukanlah milik-Nya.

1Korintus 6:19,20 (ILT) Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuh kamu adalah tempat suci bagi Roh Kudus yang ada di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Elohim, dan kamu bukanlah milik kamu sendiri? Sebab, kamu telah dibeli dengan sebuah harga, karena itu, muliakanlah Elohim dengan tubuhmu dan dengan rohmu yang adalah milik Elohim.

“Pada dasarnya, intinya adalah: tinggallah di dalam Kristus. Satu kata saja untuk menggambarkan seluruh kehidupan Kekristenan: “ketaatan.” Jadilah taat. Itu bukanlah suatu ketaatan yang sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna. Itu adalah hati yang hancur yang datang bersamaan dengan keselamatan di dalam Messias Yeshua.”

“Dalam perumpamaan anak yang hilang, sang ayah berkata,

Lukas 15:24 (AYT) “Karena anakku ini telah mati, tetapi sekarang hidup kembali! Ia telah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan!”

Ini artinya pada saat dia meninggalkan ayahnya, dia dianggap sudah mati dan terhilang. Dia sudah tidak lagi dianggap anak Bapa. Dia diperhitungkan sebagai milik dunia – artinya, jika seseorang hidup dalam dunia, dia akan mati bersama-sama dengan dunia ini.”

1 Yohanes 2:15-17 (ILT2) Janganlah mengasihi dunia ataupun hal-hal yang di dalam dunia. Jika seseorang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada padanya. 16. Sebab segala sesuatu yang di dalam dunia: keinginan (Yunani: epithumia) daging dan keinginan (Yunani: epithumia) mata dan keangkuhan hidup, tidaklah berasal dari Bapa, melainkan berasal dari dunia. 17. Dan dunia sedang berlalu, juga keinginannya (Yunani: epithumia; hasrat, keinginan yang menggebu-gebu, hasrat terlarang, hawa nafsu), tetapi siapa yang melakukan kehendak Elohim, ia tinggal (Yunani: meno; tinggal tetap, tidak binasa, bertahan, tidak berubah, selamat) sampai selamanya.

Roma 12:2 (ILT) Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu diubah oleh pembaruan pikiranmu (Yunani: nous; pikiran, pertimbangan, akal, intelek), agar kamu membuktikan (Yunani: dokimazo; menguji, memeriksa dengan teliti, membuktikan itu palsu atau benar, mengenali yang asli sesudah pemeriksaan untuk membenarkan, menganggap layak) apa itu kehendak Elohim, yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

Keinginan Elohim hanya selalu ingin mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10). Proses pertobatan dapat dideskripsikan sebagai berikut:

Elohim tidak menghendaki untuk menghukum orang-orang berdosa. Dia ingin mereka berbalik dari jalan-jalannya yang jahat supaya mereka tidak perlu harus dihukum. Berbalik dari kejahatan disebut “pertobatan.” Dalam Bahasa Ibrani, kata “bertobat” itu “shuv,” artinya “putar balik.” Pertobatan (kata kerjanya “teshuvah“) adalah prinsip dasar dalam Kitab Suci. Itu artinya “balik kembali.” Tidak seperti dalam bahasa Yunani (metanoeo) yang berarti perubahan pikiran, “teshuvah” artinya “putar balik dan kembali ke arah yang berlawanan.” Bertobat artinya “berhenti berbuat dosa, putar balik dan mulai berbuat baik.” Itu lebih dari sekedar berubah pikiran; “teshuvah” perlu sebuah perubahan tingkah laku. Semuanya ini tentang memulai sesuatu yang baru dan mencoba untuk bertindak lebih baik.

Berita Injil Kerajaan Elohim yang pertama kali diberitakan oleh Yeshua haMashiach di bumi adalah: “Bertobatlah (teshuvah) dan percayalah kepada Injil!”

Markus 1:14,15 (ILT) Dan setelah Yohanes ditangkap, datanglah YESHUA ke Galilea untuk memberitakan injil kerajaan Elohim dan berkata, “Saatnya sudah digenapi dan kerajaan Elohim sudah mendekat. Bertobatlah (Yunani: metanoeo; Ibrani: teshuvah) dan percayalah kepada Injil itu!”

Berbuat dosa dengan sengaja

Dalam Kitab Ibrani, dituliskan:

Ibrani 10:26,27 (AYT) Sebab, jika dengan sengaja kita tetap berbuat dosa sesudah mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi kurban untuk menghapus dosa-dosa itu. Yang ada hanyalah penantian yang menakutkan akan penghakiman dan kobaran api yang akan membinasakan musuh-musuh Elohim.

“Banyak orang-orang percaya yang ‘setiap kali kembali kepada kebiasaan lama.’

2Petrus 2:20 (ILT) Sebab, jika setelah meluputkan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, melalui pengenalan penuh akan Tuhan dan Juruselamat, YESHUA HaMashiakh, namun terjerat kembali oleh hal-hal ini, mereka telah dikalahkan; bagi mereka keadaan yang terakhir menjadi lebih buruk daripada yang pertama.

Ini seperti mengenakan kembali manusia lama. Ini terjadi bila seseorang kehilangan persekutuannya dengan Elohim, ketika dia kehilangan kebenciannya terhadap dosa. Kita berbuat dosa setiap hari, tetapi jika kita kehilangan rasa bersalah, teguran Roh Kudus, maka orang itu sangat membutuhkan pertobatan.

Bagaimana seorang bisa menjadi pelayan Elohim – yang artinya Elohim tinggal di dalamnya, menegornya dan menjadi Tuhannya – jika dia tidak bisa mendengar suara-Nya? Yeshua berkata, ‘Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.'”

Banyak orang yang berpikir bahwa Yeshua haMashiach memikul salib bagi kita. Tapi bukan itu yang Yeshua katakan. Yeshua berkata kepada semua orang,

Lukas 9:23 (ILT) “Jika seseorang ingin mengikuti-Ku, biarlah dia menyangkal dirinya, dan memikul salibnya setiap hari, lalu mengikut Aku.”

Matius 10:38 (ILT) Dan siapa yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidaklah layak bagi-Ku.

“Menyangkal dunia, menyangkal diri sendiri, menyangkal segala sesuatu bagi Yeshua.

Yeshua berkata kepada orang muda yang kaya itu,

“… pergilah, juallah apa yang menjadi milikmu dan berikanlah kepada orang miskin, dan engkau akan memperoleh harta di surga, dan marilah, ikutlah Aku!” Matius 19:21 (ILT)

… artinya, milikilah sebuah hati untuk mengikuti Yeshua.

Tuhan mengerti bahwa tidak ada orang yang sempurna, namun terlalu sedikit orang percaya hari-hari ini yang berusaha sungguh-sungguh berjuang untuk hidup kudus – dan menyerah kepada godaan duniawi.”

Panggilan Elohim kepada umat-Nya, Orang percaya

Inilah panggilan YAHWEH Elohim kepada Abram:

Kejadian 17:1 (ILT) Ketika Abram berusia sembilan puluh sembilan tahun, YAHWEH menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya, “Akulah El-Shadday, hiduplah di hadapan-Ku dan jadilah sempurna (Ibrani: tamim; tidak bercela, tidak bercacat, tidak bersalah, benar, integritas, hidup dalam kebenaran).”

Dan panggilan YAHWEH Elohim kepada Israel:

Ulangan 18:13 (ILT) Engkau harus menjadi sempurna (Ibrani: tamim) di hadapan YAHWEH, Elohimmu.

Dan panggilan Yeshua kepada murid-murid-Nya:

Matius 5:48 (ILT) “Oleh karena itu, hendaklah kamu menjadi sempurna (Yunani: teleios; genap, sempurna, integritas, benar, dewasa rohani), sebagaimana Bapamu yang di surga adalah sempurna (Yunani: teleios).”

“Adalah munafik untuk mengatakan bahwa kita adalah orang yang telah sempurna. Namun tinggallah di dalam Kristus. Itu perjuangan melawan dosa dan kedagingan. Jangan hanya menyerah dan jatuh kepada godaan dunia dan berpikir bahwa takdir hidup kekalmu sudah dipastikan. Kita semuanya berdosa di hadapan Elohim. Ikutilah teladan Paulus, yang pada akhir hidupnya, dia berkata bahwa dia telah mempertahankan iman, artinya dia tidak kehilangan imannya. Itulah intinya, menjadi hancur hati karena Kristus, berkorban demi Kristus.”

Yohanes 15:4 (ILT) Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu; sama seperti ranting tidak dapat menghasilkan buah dari dirinya sendiri jika dia tidak tinggal di dalam pokok anggur, demikian pula kamu tidak dapat, jika kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Roma 8:13,14 (ILT) Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan segera mati, tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan tubuh, kamu akan hidup. Sebab siapa saja yang dipimpin oleh Roh Elohim, mereka adalah anak-anak Elohim.

Galatia 5:16 (ILT) Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Perbuatan-perbuatan daging

Lebih jauh Paulus mengatakan bahwa kita harus mematikan perbuatan-perbuatan daging.

Galatia 5:19-21 (ILT) Perbuatan-perbuatan daging itu nyata, yaitu:

  1. Perzinahan (Yunani: moicheia; perzinahan, hubungan intim antara perempuan yang sudah menikah dengan laki-laki yang bukan suaminya).
  2. Percabulan (Yunani: porneia; hubungan intim di antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah, homoseksual, lesbian, hubungan intim dengan binatang (bestial), hubungan intim dengan kerabat dekat, hubungan intim dengan laki-laki dan perempuan yang telah bercerai, penyembahan ilah lain).
  3. Kenajisan (Yunani: akatharsia; kenajisan lahiriah, kenajisan moralitas).
  4. Sensualitas/rangsangan badani (Yunani: aselgeia; nafsu yang tidak terkendali, cabul, tidak senonoh, membangkitkan birahi).
  5. Penyembahan berhala (Yunani: eidololatreia; penyembahan ilah-ilah palsu, penyembahan berhala, mempersembahkan kurban kepada ilah lain, keserakahan (seperti cinta kepada Mammon), kejahatan yang timbul karena penyembahan ilah lain).
  6. Sihir (Yunani: pharmakeia; penggunaan obat-obat bius/halusinogen, hal-hal yang meracuni, ilmu sihir, ilmu gaib/okultisme yang biasanya berhubungan dengan penyembahan berhala, penyesatan dan godaan penyembahan berhala, jimat).
  7. Permusuhan (Yunani: echthra; permusuhan, perseteruan, kebencian, menyebabkan permusuhan).
  8. Perbantahan (Yunani: eris; pertikaian, perdebatan, perbantahan, percekcokan, pertengkaran).
  9. Iri hati (Yunani: zelos; panas hati, iri hati, cemburu, dengki, dendam, benci, hasrat, gairah).
  10. Amarah (Yunani: thumos; hawa nafsu, kemarahan, panas hati, gairah, kemarahan yang menyala-nyala, ganas, geram, kejengkelan, kedongkolan, murka).
  11. Persaingan (Yunani: eritheia; tipu daya untuk mendapatkan kedudukan, persekongkolan, perpecahan, sikap berat sebelah, memihak, perbantahan, hasrat untuk menonjolkan diri).
  12. Perselisihan (Yunani: dichostasia; pertikaian, perselisihan, perpecahan, terpecah-belah, hasutan).
  13. Sekte-sekte (Yunani: hairesis; bidat, sekte, kelompok yang mengikuti prinsipnya sendiri).
  14. Kedengkian (Yunani: phthonos; iri hati, kecemburuan, dengki, sakit hati, dendam, fitnahan, umpatan).
  15. Pembunuhan (Yunani: phonos; membunuh, membantai).
  16. Kemabukan (Yunani: methe; kemabukan, keadaan mabuk (khususnya alkohol)).
  17. Pesta-pora (Yunani: komos; pesta-pora, kesuka-riaan yang gaduh, huru-hara).

…dan sebagainya. Tentang hal-hal itu aku mengatakan sebelumnya kepadamu sebagaimana pula telah kukatakan sebelumnya, bahwa mereka yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan mewarisi kerajaan Elohim.

“Sangatlah sulit untuk tidak berdosa – mencoba hidup kudus dan sempurna dengan usaha sendiri. Jawabannya adalah hiduplah di dalam Roh, pelajarilah Alkitab setiap hari, lakukan yang terbaik, berilah makan orang-orang miskin, milikilah hati bagi Yeshua dan berdoalah senantiasa. Jangan suam-suam kuku. Dalam Kitab Wahyu, Tuhan Yeshua menegur jemaat di Laodikia, gereja yang secara lahiriah kaya dan tidak kekurangan apa-apa. Namun di hadapan Tuhan, mereka adalah orang yang malang dan menyedihkan dan miskin dan buta dan telanjang. Maka Yeshua berkata,

Wahyu 3:16 (ILT) Jadi, karena engkau itu suam-suam, tidak dingin tidak pula panas, Aku akan segera memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Itu artinya seseorang yang tadinya ada di dalam diri-Nya, sekarang telah Dia keluarkan dari tubuh-Nya, Dia muntahkan keluar. Orang yang suam-suam kuku itu bukan lagi milik kepunyaan-Nya.”

Yohanes 15:6 (ILT) Jika seseorang tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting itu, dan dia menjadi kering, dan mereka mengumpulkannya, dan mereka melemparkannya ke dalam api, dan dia dibakar.

Lebih lanjut Yeshua berkata kepada jemaat Laodikia,

Wahyu 3:18,19 (ILT) Aku menasihatkan kepadamu supaya membeli dari pada-Ku: emas yang telah dibakar oleh api agar engkau menjadi kaya, dan jubah-jubah putih agar engkau berpakaian dan rasa malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan oleskanlah salep pada matamu agar engkau dapat melihat. Siapa saja yang Aku kasihi, Aku tegur dan Aku hajar, karena itu giatlah dan bertobatlah.

  1. Emas yang dibakar oleh api berbicara mengenai iman yang dimurnikan melalui “api penderitaan” atau pengujian (1 Korintus 3:11-15).

1Korintus 3:13 (ILT) tiap-tiap pekerjaan akan menjadi nyata, karena Hari itu akan membuatnya jelas, sebab ia akan disingkapkan oleh api, dan api akan membuktikan pekerjaan masing-masing, apa pun macamnya itu.

Matius 3:11b (ILT) Dia akan membaptis kamu dalam Roh Kudus dan api.

  1. Jubah-jubah putih berbicara mengenai perbuatan kebenaran dari orang-orang kudus.

Wahyu 19:8 (ILT) Dan kepadanya dikaruniakan agar memakai kain linen yang halus, bersih dan bercahaya; karena kain linen yang halus adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”

  1. Salep untuk mengoles mata berbicara mengenai pengurapan Roh Kudus yang mengajar tentang segala sesuatu (1 Yohanes 2:27).

1 Yohanes 2:20,27 (ILT) Dan kamu memiliki urapan dari Yang Kudus, dan kamu telah mengetahui segala sesuatu. 27. Namun kamu, urapan yang telah kamu terima dari Dia, itu tetap tinggal di dalam kamu, dan kamu tidak mempunyai kebutuhan agar seseorang mengajari kamu, sebaliknya, sebagaimana urapan yang sama mengajari kamu tentang segala sesuatu dan itu adalah benar bahkan bukanlah dusta, maka sebagaimana Dia telah mengajari kamu, kamu pun akan tetap tinggal di dalam Dia.

“Kita kadang akan berbuat dosa, kadang terpeleset. Itu sudah pasti, tetapi berjuanglah melawannya. Larilah kepada Elohim. Setiap kali, berlarilah kembali ke kaki Yeshua di kayu salib. Berjuanglah bersama Kristus. Dia tahu kelemahan-kelemahan kita. Tidak ada satu pun rasul-rasul yang sempurna. Mereka manusia sama seperti kita, diliputi kelemahan-kelemahan daging, tetapi mereka berjuang melawan dosa. Tetap percaya di dalam Kristus akan membawa kita ke dalam hidup yang kekal.”

Lukas 13:24 (ILT) “Berjuanglah (Yunani: agonizomai; bertanding dalam pertandingan, berjuang, berebut, berusaha keras, bersusah-payah melalui kesulitan dan bahaya) untuk masuk melalui pintu yang sempit. Sebab Aku berkata kepadamu, banyak orang akan berusaha masuk, dan mereka tidak akan berhasil.”

Sebagai penutup dalam bagian terakhir Kitab Wahyu, dalam janji kedatangan-Nya yang kedua kali, Yeshua haMashiach berkata bahwa Dia datang untuk membalas setiap orang sesuai dengan pekerjaan atau perbuatannya.

Wahyu 22:12 Dan lihatlah, Aku datang segera! Dan upah-Ku ada bersama-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan pekerjaan (Yunani: ergon; perbuatan, pekerjaan, usaha, jerih payah, kerja keras)-nya.

Referensi:

Once Saved, Always Saved – Stephen Pippin

4 Hypergrace Fallacies

Once Saved Always Saved? The Debate Continues

First Fruit of Zion: Torah Club, Volume 1

Iklan