Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa yang dijelaskan Alkitab tentang Kembalinya Nephilim ke dalam dunia Pasca-Banjir Besar, perhatikan lagi teks dari Kitab Kejadian pasal 6:

Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika (Ibrani: asher; karena) anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim; para malaikat) menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak purbakala, orang-orang yang ternama.

Bab 4 – Kembalinya Nephilim Pasca-Banjir Besar

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6]

Dalam artikel sebelumnya di Bab 2 – Keturunan Malaikat yang Jatuh, sudah dibahas mengenai kata-kata Ibrani “benei ha’Elohim” yang diterjemahkan sebagai “anak-anak Elohim.” Dan dengan membandingkan ayat-ayat lain dalam Perjanjian Lama, nampak jelas bahwa itu merujuk kepada “para malaikat” dan bukan “anak-anak manusia” (Ibrani: benei ha’Adam).

Di dalam Gereja beredar pengajaran sesat yang disebut “Teori Seth” terhadap peristiwa di dalam Kejadian 6. Sebagian besar orang Kristen tidak tahu bahwa Gereja Roma Katholik memaksakan doktrin ini sekitar abad ke-3 M, di bawah ancaman hukuman mati. Ini secara efektif mematikan Teori Asli yang telah diajarkan selama berabad-abad di dalam sejarah umat manusia.

Teori Seth mengajarkan bahwa anak-anak Elohim di dalam Kejadian 6:1-4 adalah anak-anak Seth, dan anak-anak perempuan manusia itu adalah anak-anak perempuan Kain. Namun, nama Seth dan Kain sama sekali tidak muncul di mana pun di dalam Kejadian 6. Sebaliknya, pemahaman asli dari perikop ini yang membuat sebagian besar orang-orang Kristen pada masa itu merasa tidak nyaman.

Teori Aslinya adalah bahwa anak-anak Elohim itu adalah para malaikat, yang dikenal sebagai Malaikat Pengawas (Aramaic: ‘iyr), turun ke bumi dan menculik perempuan-perempuan manusia dengan tujuan menghasilkan keturunan hybrid (ras campuran), yang dikenal dengan nama Nephilim.

Teori (sesat) Seth bahwa anak-anak Elohim di dalam Kejadian 6:1-4 adalah anak-anak Seth yang hidup dalam kebenaran, diciptakan pada abad ke-1, namun tidak diterima secara luas oleh Gereja hingga abad ke-3. Teori Seth disahkan sebagai doktrin Gereja Roma Katholik. Namun banyak orang yang menolak hal tersebut sehingga Gereja Katholik menyatakan ajaran bahwa Malaikat kawin dengan anak-anak perempuan manusia itu bidat atau sesat. Dan setiap orang yang mengajarkan hal tersebut diancam hukuman mati.

Penyesatan Teori Seth ini juga tidak akan terjadi jika Gereja Roma Katholik tidak menyatakan Kitab Henokh sebagai bidat dan sesat, dan kemudian dilarang dibaca dan dimusnahkan. Henokh menuliskan secara gamblang kebenaran peristiwa perkawinan antara malaikat dengan anak-anak perempuan manusia.

Namun, terlepas dari semua bukti-bukti tersebut, Kitab Yashar (atau Kitab Orang Jujur) secara jelas-jelas memusnahkanTeori Seth” dengan pernyataan sebagai berikut:

Kitab Yashar 2:2-9

  1. Sheth hidup seratus lima tahun, dan dia memperanakkan seorang anak laki-laki. Sheth menyebut nama anaknya Enosh, katanya, “Karena pada waktu itu anak-anak manusia mulai berlipat ganda, dan menyusahkan jiwa dan hati mereka dengan melanggar dan memberontak melawan Elohim.”
  2. Dan semasa hidup Enoshlah, anak-anak manusia terus memberontak dan melawan YAHWEH, untuk menambahkan amarah YAHWEH terhadap anak-anak manusia.
  3. Maka anak-anak manusia pergi dan mereka melayani ilah-ilah lainnya, dan mereka melupakan YAHWEH yang telah menciptakan mereka di bumi. Pada waktu itu anak-anak manusia membuat patung dari tembaga dan besi, kayu dan batu, dan mereka bersujud dan melayani mereka.
  4. Setiap orang membuat ilahnya dan mereka bersujud kepadanya. Anak-anak manusia meninggalkan YAHWEH semasa hidup Enosh dan keturunannya. Dan amarah YAHWEH menyala-nyala karena perbuatan-perbuatan mereka dan kejijikan yang mereka lakukan di bumi.
  5. Maka YAHWEH membuat air sungai Gichon meluap untuk menenggelamkan mereka. Dia menghancurkan dan menghabiskan mereka, dan Dia menghancurkan sepertiga bumi. Meskipun demikian, anak-anak manusia tidak berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, dan tangan mereka terus melakukan hal-hal yang jahat di mata YAHWEH.
  6. Pada waktu itu tidak ada menabur maupun menuai di bumi. Tidak ada makanan bagi anak-anak manusia dan terjadi kelaparan sangat besar pada waktu itu.
  7. Benih yang mereka tabur pada waktu itu di tanah menjadi semak duri, tanaman duri dan onak. Karena sejak zaman Adam hal ini telah dinyatakan mengenai bumi, sebagai kutuk dari Elohim, karena Dia mengutuk bumi, karena dosa yang Adam perbuat di hadapan YAHWEH.
  8. Ketika manusia terus memberontak dan berdosa melawan Elohim, dan rusak jalan-jalannya, maka bumi juga menjadi rusak.

Mengenai hari-hari pada zaman Enos, Kitab Kejadian menyebutkan:

Kejadian 4:26 (ILT) Dan bagi Set, seorang anak laki-laki telah dilahirkan baginya juga, dan dia menyebut namanya Enos. Maka orang mulai berseru dalam Nama YAHWEH.

Dalam Bab 3 – Kembalinya Nephilim Pada Hari-hari Sebelum Banjir Besar Memusnahkan Bumi, sudah dibahas tentang pemberian nama-nama para bapa leluhur manusia Pra-Banjir Besar pada waktu kelahiran mereka, yang tertulis di dalam Kejadian 5, dimana sang penulis Kitab Suci menambahkan detail-detail tertentu mengenai pemberian nama seorang anak. Tapi jika Anda melihat lebih dalam apa yang sesungguhnya tertulis di situ, akan ditemukan bahwa arti nama Enos adalah “kematian.”

Ini nama yang sangat “aneh” untuk diberikan kepada seorang anak bukan? Menurut kamus Jone’s Dictionary of Old Testament Proper Names, nama Enos memiliki arti: “manusia lemah dan sengsara.”

Website abarim-publications.com memberi penjelasan lebih detail tentang asal usul akar kata dari nama Enos:

[Nama Enos berasal dari] kata kerja “anash,” yang artinya “putus asa, menyedihkan, sakit parah” (2Samuel 12:15, Ayub 34:6). Buku HAW Theological Wordbook of the Old Testament memberikan catatan tentang kata “anash” ini, “paling sering digunakan untuk menggambarkan suatu luka atau sakit yang tidak bisa disembuhkan… (Yeremia 15:18, 30:12)” Ini memberi gambaran penjelasan tentang Binatang Buas yang muncul dari laut yang luka parahnya telah sembuh – Wahyu 13:3; atau orang-orang yang penderitaan dan luka-lukanya disembuhkan oleh Kristus – Matius 8:17, Yesaya 53:4).

Seth (arti namanya: yang ditetapkan) memberi nama “Enos” kepada anaknya yang baru lahir untuk mengatakan “sesuatu” yang menunjukkan suatu kesedihan karena kematian dan kelemahan manusia. Apakah Enos itu anak yang sakit-sakitan dan lemah? Bagaimana para rabbi mengartikan ayat ini?

Kejadian 4:26 (TB) Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai (Ibrani: chalal; mulai) memanggil nama TUHAN.

Buku kamus Clarke’s Commentary on the Bible menuliskan tentang pemahaman tradisional dari Kejadian 4:26:

Orang mulai memanggil nama YAHWEH – pembacaan lainnya, “Kemudian mulailah manusia menamai diri mereka dengan nama Elohim;” kata-kata ini menegaskan bahwa pada zaman Enos, para pengikut Elohim yang sungguh-sungguh mulai memisahkan diri mereka dari yang lain-lainnya, dan dibedakan dari yang lain-lainnya, dengan sebutan “anak-anak Elohim“; mereka yang berasal dari keturunan Adam dari cabang yang lain, yang tidak menjalankan penyembahan Ilahi, dibedakan dengan sebutan “anak-anak manusia.” Banyak sarjana Alkitab terkemuka berpendapat bahwa kata Ibrani “huchal (chalal),” yang diterjemahkan “mulai,” seharusnya diterjemahkan “mulai menajiskan,” atau “kemudian kenajisan dimulai,” dan mulai dari saat itulah asal mulanya penyembahan berhala. Sebagian besar rabbi-rabbi besar Yahudi berpendapat demikian, dan Maimonides (Rabbi Moses ben Maimon, 1135-1204) menerangkan secara panjang lebar dalam bukunya “Risalah Penyembahan Berhala“; karena bagian ayat ini menimbulkan tanda-tanya, dan memberikan penjelasan yang paling masuk akal tentang asal-usul dan bertumbuh-pesatnya penyembahan berhala, akan saya kutip langsung di bawah ini: 

Pada hari-hari Enos, anak-anak Adam melakukan kesesatan yang sangat besar, dan nasihat orang-orang bijak pada zaman itu menjadi kasar, dan Enos sendiri adalah salah satu di antara mereka yang melakukan kesesatan. Kesesatan mereka seperti ini: mereka berkata, “Karena Elohim menciptakan bintang-bintang dan benda-benda langit ini untuk memerintah bumi, dan mendudukkan mereka di tempat tinggi, dan memberikan kehormatan kepada mereka, dan mereka adalah para pelayan yang melayani di hadapan-Nya, sudah sepatutnya manusia memuji, memuliakan, dan memberikan penghormatan kepada mereka. Karena ini adalah kehendak Elohim, supaya kita membesarkan dan menghormati barangsiapa yang Dia berikan kebesaran dan kehormatan, sama seperti seorang raja membuat orang-orang yang berdiri di hadapaannya mendapatkan kehormatan, dan inilah hormat dari raja itu sendiri.”

Ketika hal ini timbul dalam hati mereka, mereka mulai membangun kuil-kuil bagi bintang-bintang, dan mempersembahkan kurban kepada mereka, dan memuji dan memuliakan mereka dengan kata-kata, dan menyembah di hadapan mereka, supaya mereka dalam pengertian mereka yang jahat dapat memperoleh kemurahan dari sang Pencipta; dan ini adalah akar dari penyembahan berhala, dsb. Dan seiring berjalannya waktu, bangkitlah nabi-nabi palsu di antara anak-anak Adam, yang berkata bahwa Elohim telah memerintahkan dan berfirman kepada mereka, “Sembahlah bintang ini, atau semua bintang-bintang, dan persembahkanlah kurban kepada mereka begini dan begitu; dan bangunlah kuil bagi mereka itu, dan buatlah patung mereka, supaya semua orang, perempuan, dan anak-anak bisa menyembahnya.

Dan nabi palsu itu memperlihatkan kepada mereka patung yang telah pura-pura berasal dari hatinya, dan berkata itulah patung sebuah bintang, yang dinyatakan kepadanya melalui nubuat. Maka mereka mulai dengan cara ini membuat patung-patung di kuil-kuil, dan di bawah pohon-pohon, dan di atas puncak gunung-gunung dan bukit-bukit, dan berkumpul bersama dan menyembah mereka, dsb. Dan hal ini tersebar ke seluruh dunia, yakni melayani patung-patung dengan cara-cara ibadah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, untuk mempersembahkan kurban dan menyembah mereka. Jadi, dengan berjalannya waktu, Nama (Elohim) yang mulia dan menggentarkan dilupakan dari mulut semua makhluk yang hidup, dan hilang dari pengetahuan mereka, dan mereka tidak mengenal-Nya.

Dan tidak ditemukan seorang pun di bumi yang tahu apapun, kecuali patung-patung kayu dan batu, kuil-kuil batu, karena mereka telah dilatih sejak kecil untuk menyembah dan melayani, dan bersumpah demi nama-nama mereka. Dan orang-orang bijaksana yang ada di antara mereka, seperti para imam dan semacamnya, mengajar bahwa tidak ada Elohim kecuali bintang-bintang dan benda-benda langit, yang demi mereka dan dalam keserupaannya manusia membuat patung-patung yang menyerupai mereka. Tapi bagi Gunung Batu yang kekal, tidak ada seorang pun yang mengenal-Nya atau tahu akan Dia kecuali sedikit orang di bumi, seperti Henokh, Methushelah, Nuh, Shem, dan Heber. Dan dengan jalan inilah dunia berjalan dan berbincang-bincang sampai pilar dunia ini, Abraham bapa kita, dilahirkan.” – Maim. In Mishn, and Ainsworth in Ioco.

Clarke’s Commentary on the Bible – (Kejadian 4:26)

Di sini Maimonides, seorang filsuf Yahudi abad-12 yang sangat dihormati, salah seorang yang dianggap ahli Torah terbesar abad pertengahan mendukung apa yang dicatat alam kitab Ibrani kuno Yashar.

Interpretasi Maimonides ini sepertinya berasal dari apa yang telah kita pelajari tentang Nimrod, dalam Bab 3 – Manusia Dengan Banyak Nama,

Kejadian 10:8 (ILT) Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai (Ibrani: chalal) menjadi perkasa (Ibrani: gibborim) di bumi.

Kata Ibrani “chalal” (H2490) yang diterjemahkan “mulai” dalam perikop Nimrod berubah menjadi seorang perkasa atau raksasa, juga memiliki arti: menajiskan, melukai, mencemarkan, menghancurkan.

Kejadian 4:26 (ILT) Dan bagi Set, seorang anak laki-laki telah dilahirkan baginya juga, dan dia menyebut namanya Enos. Maka orang mulai (Ibrani: chalal) berseru dalam Nama YAHWEH.

Maka Kejadian 4:26 lebih tepat dapat dibaca:

Kejadian 4:26 (revisi) Dan bagi Set, seorang anak laki-laki telah dilahirkan baginya juga, dan dia menyebut namanya Enos. Maka orang mulai menajiskan dan mencemarkan Nama YAHWEH.

Hari-hari zaman Enos tidaklah menyenangkan, bahkan cenderung penuh pemberontakan. Tidak diketahui apakah Enos turut memberontak atau tidak.

Ayat ini sering dipakai oleh para pendukung “Teori Seth” (yang sesat) untuk menjelaskan perikop Kejadian 6:4, tentang “anak-anak Elohim” yang menghampiri “anak-anak perempuan manusia.”

Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) menghampiri anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam) dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa (Ibrani: gibborim) yang ada sejak lama, orang-orang yang ternama.

Mengulang penjelasan di atas, pendukung “Teori Seth” berpendapat bahwa “anak-anak perempuan manusia” dalam Kejadian 6:4 di atas adalah “anak-anak Kain yang fasik“; sedangkan “anak-anak Elohim” dalam ayat di atas adalah “anak-anak Seth yang saleh“, dengan menggunakan ayat Kejadian 4:26 dengan berkata, “Lihat, pada zaman Seth itu orang mulai berseru kepada Nama YAHWEH.”

Tapi ternyata, bukan itu yang terjadi. Tidak dikatakan bahwa “anak-anak Seth” mulai berseru kepada nama YAHWEH, tapi justru dikatakan bahwa orang “mulai menajiskan dan mencemarkan nama YAHWEH“. Jadi di sini lebih tepat memiliki arti hujatan – suatu tindakan menajiskan, mencemarkan, mengotori Nama YAHWEH – dan bukan suatu tindakan penyembahan.

Mungkin ada suatu masa pertobatan pada waktu Elohim menghakimi pemberontakan manusia ini, yang tercermin dari nama yang diberikan Enos kepada anaknya, Kenan, yang artinya adalah “sengsara” atau “dukacita.”

Ada peristiwa besar yang terjadi di dunia pada zaman Pra-Banjir Besar, dimana Sungai Gihon meluap dan menghancurkan sepertiga bumi. Ini tercatat dalam:

Kitab Yashar 2:

  1. Setiap orang membuat ilahnya dan mereka bersujud kepadanya. Anak-anak manusia meninggalkan YAHWEH semasa hidup Enosh dan keturunannya. Dan amarah YAHWEH menyala-nyala karena perbuatan-perbuatan mereka dan kejijikan yang mereka lakukan di bumi.
  2. Maka YAHWEH membuat air sungai Gichon meluap untuk menenggelamkan mereka. Dia menghancurkan dan menghabiskan mereka, dan Dia menghancurkan sepertiga bumi. Meskipun demikian, anak-anak manusia tidak berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, dan tangan mereka terus melakukan hal-hal yang jahat di mata YAHWEH.

Kira-kira, Elohim mengirimkan banjir peringatan. Ini mungkin adalah banjir yang menenggelamkan Atlantis. Dari catatan historis, kita pelajari bahwa Atlantis tidak tenggelam sekaligus, tetapi dalam beberapa tahapan bencana pada zaman es (termasuk pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan yang dulunya bergabung dengan benua Asia). Ada dataran rendah yang sekarang terendam yang dinamakan Laut Mediterania, yang kemungkinan adalah sepertiga dari tanah Eden. Juga Laut Hitam yang diperkirakan dulunya merupakan daratan, karena ditemukan sisa-sisa peradaban kuno di dasar lautnya. Peristiwa-peristiwa ini titik kulminasinya adalah peristiwa Air Bah pada zaman Nuh.

Baca: Siklus Bencana Atlantis, Banjir Besar, Tulah-tulah Eksodus, Naga Merah dan Penggenapan Kitab Wahyu

Tidak lama sesudah “penghakiman awal” ini terjadi kepada orang-orang fasik, terjadilah peristiwa Eksperimen Kejadian 6. Seperti telah dibahas pada bab sebelumnya, 200 malaikat dari kelompok Malaikat Pengawas mendarat di Gunung Hermon pada hari-hari zaman Yared. Mereka kawin dengan para wanita, dan menghasilkan keturunan raksasa yang dikenal sebagai Nephilim. Makhluk jahat ini saling membunuh dalam kurun waktu 500 tahun, lalu ayah mereka, para Malaikat Pengawas dihakimi. Selanjutnya, Henokh mendapatkan kesempatan sebentar untuk mengajarkan kebenaran kepada anak-anak manusia, kemudian dia terangkat ke surga (rapture). Suatu masa kedamaian tiba, inilah alasan kenapa Lamekh memberi nama anaknya, Nuh (artinya: “istirahat” atau “kelegaan“).

Kemudian dalam Bab 3 – Kembalinya Nephilim, Pada Hari-hari Sebelum Banjir Besar Memusnahkan Bumi, sudah dibahas bahwa pada hari-hari terakhir Methushelach, suatu kerusakan total terhadap segala makhluk hidup terjadi sebagai akibat eksperimen genetika yang dilakukan “para hakim dan penguasa” manusia yang melibatkan pencampuran berbagai spesies. Ini menyebabkan Elohim sangat murka dan amat berdukacita sehingga Dia menghancurkan secara total semua ciptaan-Nya yang semula Dia katakan “amat sangat baik.” Hanya 8 orang yang berhasil masuk ke dalam bahtera Nuh yang diselamatkan.

Kita lihat apa yang terjadi selanjutnya…

Dalam Bab 1 – Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi sudah dibahas bahwa tidak ditemukan bukti-bukti lebih lanjut bahwa terjadi lagi hubungan seksual antara Malaikat dengan para wanita, selain dari peristiwa yang pernah terjadi pada waktu Eksperimen Kejadian 6. Ini sesuai dengan apa yang dicatat dalam tulisan-tulisan Ibrani kuno dan Kitab Suci.

Bagi pembaca yang baru mengenal tentang hal ini, Anda tidak akan menemukan lagi referensi ayat-ayat Kitab Suci yang menceritakan bahwa para Malaikat kawin lagi dengan anak-anak perempuan manusia, selain dari yang tertulis di dalam Kejadian 6:4.

Kitab Suci mempunyai otentisitasnya sendiri, selalu meneguhkan dan menjelaskan dirinya sendiri. Itulah sifat Kitab Suci yang membedakannya dari tulisan-tulisan kuno (atau bahkan modern) lainnya. Dalam Bab 3 – Kembalinya Nephilim, Pada Hari-hari Sebelum Banjir Besar Memusnahkan Bumi, kutipan frase “bahkan juga sesudahnya” dari ayat Kejadian 6:4 menjelaskan secara detail kronologi peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman Pra-Banjir Besar, ketika Nephilim muncul kembali di bumi sebelum Air Bah memusnahkan segala sesuatunya.

Dalam Alkitab tidak ditemukan lagi ayat-ayat lain yang menceritakan tentang terulangnya peristiwa “anak-anak Elohim yang kawin dengan para wanita lagi dan lagi dan lagi” sesudah peristiwa Kejadian 6:4. Lalu bagaimana Alkitab menjelaskan tentang bagaimana Nephilim bisa muncul kembali ke dunia, sesudah peristiwa Air Bah?

Dengan menggunakan 66 buku Kitab Suci kanonik dan dengan pemahaman dasar bahwa Kejadian 6:4 berbicara tentang peristiwa “asal-usul” yang mempunyai dampak berkelanjutan dalam perikop-perikop Kitab Suci selanjutnya, kita akan mengupas sebuah konsep yang berdasarkan tafsir sesungguhnya dari Kitab Suci yang sama.

Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) menghampiri anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam) dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa (Ibrani: gibborim) yang ada sejak purbakala, orang-orang yang ternama.

Sesudah peristiwa Air Bah, anak-anak Nuh mulai mempunyai anak-anak keturunan. Perlu diperhatikan bahwa jika Roh Kudus menginspirasi penulis Kitab Suci untuk memberikan suatu catatan tambahan yang lebih detail terhadap seseorang atau suatu peristiwa, itu pasti ada alasan di belakangnya. Detail tambahan tersebut akan membantu kita melihat lebih jelas tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Detail-detail seperti ini muncul lebih sering – khususnya pada garis keturunan anak-anak Ham. Sebagai contoh Kejadian 9:

Kejadian 9:18 (TB) Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.

Kenapa Roh Kudus menginspirasi Musa untuk menuliskan detail tambahan “Ham adalah bapa Kanaan“? Padahal jika kita lihat pasal berikutnya, itu memperlihatkan daftar “Tabel Bangsa-bangsa” yang berasal dari anak-anak Nuh. Beberapa ahli berpendapat, Musa menambahkan keterangan itu untuk menjelaskan “insiden aneh” yang terjadi di tenda Nuh yang tercatat dalam Kejadian 9. Dalam insiden ini, sesungguhnya yang melakukan kesalahan adalah Ham, tetapi yang dikutuk oleh Nuh adalah anak Ham, yaitu Kanaan.

Kejadian 9: (TB-ILT)

  1. Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. (TB)
  2. Lalu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya dan muka mereka berpaling, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
  3. Dan setelah Nuh sadar dari mabuknya, dan mengetahui apa yang telah anaknya yang lebih muda perbuat kepadanya,
  4. maka berkatalah dia, “Terkutuklah Kanaan, dia akan menjadi budak dari para budak bagi saudara-saudaranya.”
  5. Dan dia berkata, “Diberkatilah YAHWEH, Elohim Sem, dan biarlah Kanaan menjadi budak baginya.
  6. Biarlah Elohim meluaskan tempat kediaman bagi Yafet, dan biarlah dia tinggal di dalam kemah-kemah Sem, tetapi biarlah Kanaan menjadi budak baginya.”

Apa yang kemungkinan terjadi antara Nuh dengan cucunya (Kanaan), sudah dibahas dalam Bab – Eksperimen Kejadian 6 dan Bab – Membangun Bangsa yang Murni. Hanya dari penjelasan Kitab Suci saja, tidak ditemukan petunjuk tentang peristiwa apa yang sesungguhnya terjadi di dalam tenda Nuh mengenai Ham dan Kanaan.

Selanjutnya, dalam Kejadian 10 disebutkan tentang “Tabel Bangsa-bangsa” (70 bangsa), yakni generasi anak-anak Nuh: Shem, Ham, dan Yafet.

Yepheth Cham Shem
1. Gomer 15. Kush 45. Elam
2. Magog 16. Mitsrayim 46. Asshur
3. Madai 17. Phut 47. Arpachshad
4. Yavan 18. Kanaan 48. Lud
5. Tubal 19. Seba 49. Aram
6. Meshech 20. Havilah 50. Uz
7. Tiras 21. Sabtah 51. Hul
8. Ashkenaz 22. Raamah 52. Gether
9. Riphath 23. Sabtecha 53. Mash
10. Togarmah 24. Sheba 54. Shelah
11. Elishah 25. Dedan 55. Eber
12. Tarshish 26. Nimrod 56. Peleg
13. Kittim 27. Ludim 57. Yoktan
14. Dodanim 28. Anamim 58. Almodad
29. Lehabim 59. Sheleph
30. Naphtuhim 60. Hazarmaveth
31. Patrusim 61. Yerah
32. Kasluhim 62. Hadroram
33. Kaphtorim 63. Uzal
34. Sidon 64. Diklah
35. Heth 65. Obal
36. Yebusite 66. Abimael
37. Amorite 67. Sheba
38. Girgashite 68. Ophir
39. Hivite 69. Havilah
40. Arkite 70. Yobab
41. Sinite
42. Arvadite
43. Zemarite
44. Hamathite

Musa menuliskan daftar anak-anak Yafet dan anak-anak Ham. Ham memperanakkan Kush tercatat di ayat 7. Lalu secara khusus Musa menyebutkan salah satu anak Kush yang sangat spesial: Nimrod. Musa kemudian menuliskan 5 ayat yang penuh dengan detail-detail mengenai Nimrod, sekaligus menarik perhatian pembaca untuk memberi perhatian khusus kepadanya sebagai seseorang yang benar-benar penting untuk diingat:

Kejadian 10: (ILT)

  1. Dan inilah silsilah anak-anak Nuh: Sem, Ham, dan Yafet; dan bagi mereka dilahirkanlah anak-anak lelaki sesudah air bah itu.
  2. Dan anak-anak lelaki Ham ialah Kush, dan Mesir (Ibrani: Mitsrayim), dan Put, dan Kanaan.
  3. Dan anak-anak lelaki Kush ialah Seba, dan Hawila, dan Sabta, dan Raema, dan Sabtekha. Dan anak-anak lelaki Raema ialah Sheba dan Dedan.
  4. Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai (Ibrani: chalal) menjadi (Ibrani: hayah) perkasa (Ibrani: gibbor; perkasa, raksasa) di bumi.
  5. Ia seorang pemburu yang perkasa (Ibrani: gibbor; perkasa, raksasa) di hadapan YAHWEH. Sebab itu dikatakan, “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang perkasa (Ibrani: gibbor; perkasa, raksasa) di hadapan YAHWEH.”
  6. Dan mula-mula kerajaannya terdiri atas Babel, dan Erekh, dan Akad, dan Kalneh, di Tanah Sinear.
  7. Dari negeri itu ia pergi ke Ashur, lalu mendirikan Nineweh, dan Rehobot-Ir, dan Kalakh,
  8. dan Resen yang terletak antara Nineweh dan Kalakh, itu adalah kota yang besar.

Ada kemungkinan Musa menambahkan detail-detail ini untuk mempersiapan pasal berikutnya, yang berpusat kepada Nimrod ini di tanah Sinear, yaitu peristiwa Menara Babel. Jadi intinya, tambahan detail-detail pada ayat ini sebagai dasar untuk memahami peristiwa masa depan.

Kejadian 10:8 (ILT) Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai (Ibrani: chalal) menjadi (Ibrani: hayah) perkasa (Ibrani: gibbor; perkasa, raksasa) di bumi.

Perhatikan ayat Kejadian 10:8, kata “mulai” menggunakan kata Ibrani “chalal” (H2490), yang artinya: mencemarkan, menajiskan, mengotori, merusakkan (diri sendiri) secara ritual maupun seksual, melanggar kehormatan, melukai, menusuk, melubangi.

Ayat ini memberikan indikasi Nimrod melakukan “penajisan” atau “pencemaran diri” baik secara “ritual maupun seksual” sehingga dia akhirnya menjadi seorang “gibbor” (H1368) yang memiliki arti: “perkasa” atau “raksasa“.

Dalam Bab 2 – Keturunan Malaikat yang Jatuh, ada tiga sudut pandang untuk memahami ayat ini:

  1. Nimrod menjadi orang yang kuat dan berkuasa (walaupun semua tradisi kebudayaan kuno menyebutkan bahwa Nimrod bukan sekedar menjadi orang perkasa, namun dia menjadi patron dewa-dewa kebudayaan kuno)
  2. Nimrod berubah menjadi seorang raksasa (melalui suatu metode ritual pencemaran seksual terhadap tubuhnya)
  3. Nimrod berubah menjadi seorang pemburu yang raksasa – atau seorang pemburu para raksasa

Kata “chalal” juga digunakan dalam berbagai ayat-ayat Kitab Suci, yang berhubungan dengan “menajiskan“, “mencemarkan” dan “melacurkan“. Alkitab terjemahan Septuaginta (LXX, PL bahasa Yunani) dengan jelas menyebutkan bahwa Nimrod itu seorang raksasa (Yunani: gigas).

Kejadian 10:8,9 (LXX) And Chus begot Nebrod: he began to be a giant (Yunani: gigas) upon the earth. He was a giant (Yunani: gigas) hunter before the Lord God; therefore they say, As Nebrod the giant (Yunani: gigas) hunter before the Lord.

Terjemahan: Kejadian 10:8 (LXX) Dan Chus memperanakkan Nebrod: dia mulai menjadi seorang raksasa di bumi. Dia seorang pemburu raksasa di hadapan YHWH Elohim; karena itu mereka berkata, “Seperti Nebrod pemburu raksasa di hadapan YHWH. 

Menurut banyak kebudayaan kuno, Nimrod (Lihat Bab – Manusia dengan Banyak Nama dan Menghidupkan Kembali Ras Rephaim… dan Raja Jurang Maut, Abaddon) sering digambarkan sebagai seorang pejuang perkasa, raksasa dan kemungkian dia juga seorang pemburu dan penakluk para raksasa. Faktanya, bahkan dicatat bahwa para raksasa membantu dia mendirikan Menara Babel.

Sebuah manuskrip Arab yang ditemukan di Baalbek, situs bangunan megalitik di Libanon menuliskan:

Sesudah Air Bah, ketika Nimrod memerintah atas Libanon, dia mengirimkan para raksasa untuk membangun kembali benteng Baalbek, demikian dinamakan untuk menghormati Baal, dewa orang Moab dan para penyembah matahari. – “Sejarah Baalbek” oleh Michael Alouf, halaman 41

Legenda lokal Baalbek menyebutkan:

“Orang-orang Romawi meninggalkan bagi kita banyak tulisan, tapi tidak satupun menggambarkan bagaimana mereka mendirikan bangunan ini. Namun, penduduk lokal Lembah Beqa’a memiliki pengetahuan mengenai asal-usulnya. Mereka mengatakan Kain, anak Adam, mendirikan sebuah kota di sana sebelum Air Bah. Tempat ini musnah ketika Banjir Besar, namun kemudian ras raksasa mendirikannya lagi. Pemimpin proyek ini adalah Nimrod, Raja Sinear yang disebutkan di Kitab Kejadian.”

Berdasarkan teks Ibrani dari Kejadian 10 dan banyaknya bukti-bukti eksternal lainnya, nampaknya benar untuk mengatakan bahwa Nimrod itu benar-benar seorang raksasa dan bahwa dia juga adalah penakluk ras raksasa.

Jika ini benar, artinya kita telah menemukan bukti-bukti keberadaan para raksasa dalam kurun waktu sekitar 350 tahun sesudah Air Bah!

Baalbek-Roman
Baalbek, Libanon

Perhatikan begitu besarnya ukuran batu-batu fondasi dan bangunan yang ditemukan di Baalbek. Kesimpulan paling masuk akal pastilah para raksasa yang memotong, memindahkan, dan mendirikan bangunan megalitik ini.

Kota kuno Baalbek adalah salah satu misteri arkeologi terbesar sepanjang masa. Terletak di sebelah timur Sungai Litani di Lembah Beqa’a, Lebanon, Baalbek terkenal di dunia karena terdapat reruntuhan kuil Romawi yang indah dan detail namun skalanya monumental. Di zaman Romawi, Baalbek dikenal sebagai Heliopolis (kota Dewa Matahari) dan itu merupakan salah satu kuil Romawi terbesar dan paling terkenal yang pernah dibangun.

Tapi apa yang ada di bawah bangunan kuil-kuil Romawi ini jauh lebih penting. Kuil-kuil Romawi ini sebenarnya dibangun di atas platform purbakala seluas 5 juta kaki persegi yang terbuat dari beberapa batu terbesar yang pernah digunakan dalam proyek konstruksi manapun dalam sejarah bumi.

Bahkan, batu terbesar yang ditemukan di dekat reruntuhan Baalbek memiliki bobot sekitar 1200 ton dan panjangnya sekitar 19,5 meter. Untuk menggambarkan itu secara perspektif, kira-kira setara dengan sekitar 156 gajah Afrika ukuran besar.

Baalbek
Batu “Wanita Hamil” beratnya mencapai 1200 ton.

Bagaimana orang-orang pada zaman dahulu mampu memindahkan batu-batu raksasa seperti itu sepenuhnya merupakan misteri. Bahkan, batu-batu konstruksi raksasa ini disusun begitu rapat sehingga Anda bahkan tidak bisa menyelipkan selembar kertas pun di antara mereka. Banyak kecanggihan arsitektur yang ditemukan di Baalbek bahkan tidak bisa diduplikasi dengan teknologi modern abad ke-21.

Sebagai ilustrasi, lihat gambar di bawah, menunjukkan seberapa besar raksasa setinggi 10,8 meter dibandingkan manusia setinggi 1,8 meter yang berdiri di salah satu balok batu raksasa itu.

Arnold-Baalbek

Ras raksasa pada zaman Nimrod nampaknya lebih besar lagi. Namun walaupun cuma setinggi 10,8 meter pun kita dapat melihat betapa mudahnya batu-batu raksasa itu dipotong dan dipindahkan ke tempatnya oleh para raksasa itu. Bukti-bukti dari Kitab Suci sepertinya menunjukkan bahwa Nimrod nampaknya adalah pemimpin mereka!

Video bangunan megalitik Baalbek bisa Anda lihat di sini:

Bangunan megalitik terbesar di dunia ditemukan di Russia, dengan ukuran blok-blok batu seberat hingga 4000 ton.

Baca: Ditemukan Reruntuhan Megalitik Russia, Berisi Blok-blok Batu Terbesar di Dunia

Kembali kepada Kejadian 10, anak-anak keturunan Ham yang selanjutnya adalah Mesir atau Mitsrayim. Lagi-lagi Musa menambahkan detail tentang seseorang bernama: Kaftor.

Ayat ini cukup menarik, tergantung terjemahan Kitab Suci mana yang kita pakai.

Kitab Suci Terjemahan Indonesia Literal, King James Version dan beberapa terjemahan lain menuliskan sebagai berikut:

Kejadian 10:13-14 (ILT) Dan Mesir (Ibrani: Mitsrayim) memperanakkan orang Ludim, dan orang Anamim, dan orang Lehabim, dan orang Naftuhim, dan orang Patrusim, dan orang Kasluhim –mereka inilah asal mula orang Filistin— dan orang Kathorim.

Namun Alkitab Terjemahan Baru Indonesia, New Living Translation dan Bible Basic in English menuliskan sebagai berikut:

Kejadian 10:13-14 (TB) Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim, orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.

Kenapa ada dua perbedaan terjemahan? Mana yang benar? Dari masa asal-usul orang Filistin sesungguhnya: dari Kasluhim atau Kaftorim?

Dengan dalil bahwa Alkitab selalu menjelaskan dirinya sendiri, kita perlu bertanya, “Kenapa ayat tersebut memasukkan keterangan tambahan?” Sekali lagi Musa, sang penulis Kitab Kejadian sedang menarik perhatian kita untuk suatu alasan.

Jawaban tentang asal-usul orang Filistin di atas dapat ditemukan pada ayat berikut:

Yeremia 47:4 (ILT) Oleh karena hari itu telah tiba untuk menghancurkan semua orang Filistin; untuk melenyapkan dari Tirus dan Sidon, setiap penolong yang menolongnya. Sebab YAHWEH akan menggilas orang-orang Filistin, yakni sisa-sisa yang ada di pesisir Kaftor. 

dan

Amos 9:7 (ILT) “Bukankah kamu seperti keturunan Kushi bagi-Ku, hai umat Israel? Firman YAHWEH. Tidakkah Aku telah menuntun Israel keluar dari Tanah Mesir, dan orang-orang Filistin dari Kaftor, dan orang-orang Aram dari Kir?

Nampaknya cukup jelas. Kaftor adalah bapa leluhur orang-orang Filistin – sekelompok bangsa yang akan kita pelajari selanjutnya, dimana terdapat para raksasa di antara mereka. Perlu dicatat juga, bahwa banyak komentator dan penerjemah Alkitab yang menghubungkan negeri Kaftor dengan pulau Kreta.

Selanjutnya, Musa beralih menuliskan silsilah anak Ham yang bungsu, Kanaan dan keturunannya:

Kejadian 10: (ILT)

  1. Dan Kanaan memperanakkan Sidon –anak sulungnya– dan orang Het,
  2. dan orang Yebusi, dan orang Amori, dan orang Girgasi,
  3. dan orang Hewi, dan orang Arki, dan orang Sini,
  4. dan orang Arwadi, dan orang Semari, dan orang Hamati, dan kemudian terseraklah kaum-kaum Kanaan ini.
  5. Dan daerah perbatasan orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, dan Gomora, dan Adma, dan Zeboim sampai ke Lasa. 

Perhatikan baik-baik bangsa-bangsa yang berasal dari anak-anak keturunan Kanaan ini. Nama-nama yang tertulis di sini akan berulang kali muncul di dalam Kitab Suci – khususnya Kanaan, Het, Yebus, Hewi, dan Amori. Suku-suku ini sepertinya penuh dengan gen Nephilim sehingga Elohim melalui umat Israel akhirnya membinasakan mereka semuanya. Jadi, kita musti mencatat daftar itu baik-baik. Mengenai orang Amori, mereka muncul berulang-ulang kali di Kitab Suci. Orang Amori yang pertama kali muncul tercatat dalam Kejadian 13 bernama Mamre,

Kejadian 13:18 (ILT) Lalu Abram memindahkan kemahnya dan datang serta menetap di antara pohon-pohon tarbantin di Mamre yang ada di Hebron, dan di sana dia mendirikan sebuah mezbah bagi YAHWEH. 

Mamre adalah tokoh yang menarik dalam Kitab Suci. Mamre punya dua orang saudara, Eskol dan Aner. Ketiganya adalah teman sekutu Abram di tanah Kanaan.

Kejadian 14:13 (ILT) Dan salah seorang yang melarikan diri, datang dan menceritakan kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal di antara pohon tarbantin milik Mamre, orang Amori, saudara dari Eskol dan saudara dari Aner, dan mereka adalah teman sekutu Abram.

Arti nama-nama mereka menurut kamus J.B. Jackson’s, “A Dictionary of Scripture Proper Names” adalah:

  • Mamre: “menyebabkan kegemukan”
  • Eskol: “tandan” (seperti tandan anggur)
  • Aner: “lampu yang tersapu”

Ketiganya ini adalah keturunan pertama dari anak Kanaan yang bernama Amorreus, yang dari padanya berasal seluruh orang Amori.

Dalam bukunya Antiquities of the Jews 1.6.2, sejarawan Yahudi-Romawi abad pertama, Flavius Josephus, mencatat anak-anak Kanaan sebagai berikut:

Anak-anak Kanaan adalah: Sidonius, yang juga membangun sebuah kota menurut namanya; disebut oleh orang Yunani: Sidon Amathus, yang dihuni di Amathine, yang sekarang disebut Amathe oleh penghuninya, walaupun orang Makedonia menyebutnya Ephiphania, dari seorang keturunannya: Arudeus, yang menduduki pulau Aradus: Arucas menduduki Arce, di Libanus. Untuk tujuh lainnya, [Eueus], Chetteus, Jebuseus, Amorreus, Gergesus, Eudeus, Sineus, Samreus, kita tidak mendapati apa-apa dalam kitab-kitab suci hanya nama mereka, karena orang Ibrani menghancurkan kota-kota mereka, dan malapetaka datang atas mereka sesudahnya. – The Works of Flavius Josephus

Dalam artikel ini akan kita lihat lebih banyak lagi pembahasan tentang anak-anak Amorreus (orang-orang Amori). Dari seluruh anak-anak Kanaan, orang-orang Amori sangat dominan dalam Kitab Suci. Kita akan menyelidiki mereka dalam kronologi Pasca-Banjir Besar, untuk mengungkapkan secara jelas bahwa Kitab Suci menunjukkan keturunan langsung dari para raksasa sejak zaman Air Bah dan terus berlanjut sampai kepada zaman Daud.

Kembali kepada “Tabel Bangsa-bangsa,” Musa kemudian menuliskan tentang anak-anak Sem dalam Kejadian 10:21-31. Musa hanya memberikan tambahan detail kepada anak-anak Eber:

Kejadian 10: (ILT)

  1. Dan telah dilahirkan pula bagi Sem, bapak dari semua keturunan Eber, saudara Yafet yang tertua itu.
  2. Anak-anak lelaki Sem ialah Elam, dan Ashur, dan Arpakhsad, dan Lud, dan Aram.
  1. Dan Arpakhsad memperanakkan Sela, dan Sela memperanakkan Eber.
  2. Dan bagi Eber telah dilahirkan dua anak laki-laki, nama yang seorang Peleg –sebab dalam zamannya bumi terbagi– dan nama adiknya ialah Yoktan.

Nama Ibrani “Peleg” (H6389) memiliki arti “gempa bumi” atau “dibelah” atau “dipisahkan (dengan kekerasan)”. Akar kata “peleg” berhubungan dengan sesuatu yang berkenaan dengan air banjir: sungai, aliran air, kanal, saluran. Jadi, rupanya ada peristiwa besar yang terjadi dalam zamannya, bukan sekedar manusia dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok. Kenapa demikian? Ya, karena Eber tidak akan memberi anaknya nama: “dipisahkan secara kekerasan oleh gempa bumi dan banjir,” kecuali terjadi peristiwa yang sangat besar, yang membuat Eber ingin memberi nama anaknya seperti itu. Nama saudaranya adalah Yoktan, yang berasal dari akar kata “qaton,” yang artinya: dia akan dijadikan kecil, memudar, menjadi kecil, menjadi tidak berarti, berkurang secara signifikan.

Berdasarkan arti nama-nama itu, dapat simpulkan bahwa pada zaman anak-anak Eber, dunia benar-benar terbagi! Dan pembagian ini terjadi tidak lama sesudah peristiwa Air Bah.

Musa selanjutnya menuliskan garis keturunan Sem sampai kepada Abram, memudahkan pembaca untuk melacak garis waktunya. Diagram berikut menunjukkan umur Adam sampai Abraham, yang dilanjutkan sampai Eksodus dan Israel masuk ke Tanah Perjanjian.

Diagram-Umur-Patriarkh

Dari diagram di atas, bisa dilihat Nephilim berkuasa di bumi sekitar 1200 tahun sampai kepada peristiwa Air Bah, dan sesudah Banjir Besar mereka kembali ada di bumi dalam jangka waktu yang hampir sama! Kitab Suci mengungkapkan secara berurutan garis keturunan para raksasa ini sejak berakhirnya Banjir Besar sampai kepada zaman Raja Daud.

Dari seluruh bab yang sudah dibahas, kita telah mempelajari bahwa Nimrod berhubungan dengan berbagai karakter-karakter lain di dalam sejarah. Perlu dicatat, banyak diantara mereka digambarkan sebagai raksasa. Perhatikan lagi catatan Kitab Suci tentang Nimrod:

Kejadian 10:8-9 (ILT) Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai (Ibrani: chalal) menjadi perkasa (Ibrani: gibbor) di bumi. Ia seorang pemburu yang perkasa (Ibrani: gibbor) di hadapan YAHWEH. Sebab itu dikatakan, “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang perkasa (Ibrani: gibbor) di hadapan YAHWEH.”

Interpretasi yang benar dari kata “gibbor” dari ayat di atas ini adalah seorang “raksasa“, seperti halnya penggunaan kata “gibbor” dalam ayat-ayat:

Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa (Ibrani: gibbor) yang ada sejak purbakala, orang-orang yang ternama.

Ayub 16:14 (ILT) Dia merobek-robek aku menjadi robekan demi robekan, Dia berlari ke arahku seperti seorang yang gagah perkasa (Ibrani: gibbor).

1Samuel 17:51 (ILT) Lalu Daud berlari dan berdiri di atas orang Filistin itu, serta mengambil pedangnya; lalu ia mengeluarkannya dari sarungnya dan membunuhnya. Dan dia memenggal lehernya dengan pedang itu. Dan orang-orang Filistin melihat bahwa pahlawan (Ibrani: gibbor) mereka telah mati, dan mereka pun melarikan diri.

Musa tiga kali menggunakan kata “gibbor” dalam dua ayat yang menggambarkan tentang Nimrod tersebut. Nampaknya dia sungguh-sungguh ingin menegaskan maksudnya kepada pembaca.

Perlu diingat, di dalam Kitab Suci, para orang tua memberi nama anak-anaknya karena suatu alasan. Meskipun tidak disebutkan secara jelas di dalam ayat tersebut, Kush memberi nama anaknya, Nimrod yang artinya: pemberontak. Jadi, artinya Kush adalah orang yang menyatakan diri melalui penyebutan nama anaknya, “Kita akan memberontak!”

Jika peristiwa Menara Babel terjadi kurang dari 350 tahun Pasca-Banjir Besar, nampaknya Nimrod sudah cukup usia untuk merancang dan menjalankan semua rencana pemberontakan ini. Kitab Suci tidak mencatat waktu kelahiran Nimrod, namun bisa ditelusuri kelahirannya dari kitab-kitab Ibrani kuno diluar Kitab Suci. Sekitar 250 tahun atau lebih Pasca-Banjir Besar, Nimrod dilahirkan dan kemudian dia berubah menjadi seorang raksasa. Intinya, Nimrod sudah berubah menjadi seorang raksasa (atau Nephilim) sebelum dia membangun Menara Babel.

Jika legenda lokal tentang Baalbek itu benar, seperti sudah disebutkan di atas, maka para raksasa lainnya pasti juga sudah dilahirkan kurang lebih pada waktu yang sama. Bahkan, Amorreus, anak Kanaan, adalah sepupu dari Nimrod. Amorreus adalah bapa leluhur ras raksasa Amori.

Kembali kepada Kejadian 10, Musa menarik perhatian kita kepada paman Nimrod, yakni Mitsrayim  atau Mesir.

Kejadian 10: (TB)

  1. Keturunan Ham ialah Kush, Misraim (Ibrani: Mitsrayim; Mesir), Put dan Kanaan.
  1. Misraim (Ibrani: Mitsrayim; Mesir) memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim,
  2. orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.

Sebagai catatan: sangat menarik bahwa Mitsrayim dan semua anak-anaknya dicatat dengan akhiran kata Ibrani “im” yang artinya jamak maskulin (banyak). Apakah Mitsrayim itu anak kembar? Apakah semua anak-anaknya juga anak kembar?

Dalam artikel 100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi, ditemukan banyak hieroglif yang menggambarkan raksasa Mesir atau Mitsrayim.

Sepupu Nimrod lainnya, Kaftorim, adalah bapa leluhur dari orang-orang Filistin, yang belakangan lahirlah di antara mereka para raksasa, seperti Goliat dan saudara-saudaranya “anak-anak seorang raksasa di Gat.”

1Tawarikh 20: (ILT)

  1. Dan setelah itu terjadilah pertempuran lagi melawan orang Filistin di Gezer; kemudian Sibkhai, orang Husa, membunuh Sipai, seorang dari keturunan raksasa (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala), dan mereka ditaklukkan.
  2. Maka terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, dan Elhanan anak Yair membunuh Lahmi, saudara Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.
  3. Dan terjadi lagi peperangan di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangan dan kakinya masing-masing berjari enam, jadi jumlahnya dua puluh empat; ia juga lahir dari raksasa (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala).
  4. Dan dia mengutuk orang Israel. Maka Yonatan anak Simea, saudara Daud, membunuhnya.
  5. Mereka semua lahir dari raksasa (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala) di Gat; dan mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan hamba-hambanya.

Dalam artikel 100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi, ciri-ciri khusus tangan dan kaki masing-masing berjari enam, merupakan salah satu ciri khas dari keturunan Nephilim. Di seluruh dunia ditemukan legenda tentang raksasa berjari enam.

Raksasa Kandahar, Afganistan, yang dibunuh oleh pasukan khusus Amerika Serikat pada tahun 2002, juga memiliki tangan dan kaki masing-masing berjari enam, jadi jumlahnya dua puluh empat. Baca kisahnya di sini.

Catatan penting: Dari semua raksasa yang muncul di dunia Pasca-Banjir Besar, mereka selalu berasal dari keturunan ras raksasa (Refaim) sebelumnya – tidak seperti Nephilim, keturunan langsung dari anak-anak Elohim yang lahir sebagai hasil dari perkawinan antara para Malaikat yang Jatuh dengan anak-anak perempuan manusia. Ini adalah fakta Kitab Suci!

Dalam “Tabel Bangsa-bangsa” di Kejadian 10, Musa menyebutkan sepupu-sepupu Nimrod yang lain dari keturunan Kanaan – sekelompok bangsa-bangsa yang selalu dimusuhi Elohim (Anda dapat mengenali mereka sebagai bagian dari Nephilim).

Ulangan 7:1 (ILT) “Bilamana YAHWEH, Elohimmu, membawa engkau masuk ke negeri yang ke sana engkau memasukinya untuk memilikinya, dan Dia menghalau (Ibrani: nashal; membersihkan, mencabut, mengusir, menghalau, memusnahkan sama sekali) banyak bangsa dari hadapanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu;

Ulangan 20:17 (ILT) Tetapi, engkau harus menumpas (Ibrani: charam) mereka dengan tuntas, yaitu orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang telah YAHWEH, Elohimmu, perintahkan kepadamu,

Kata “menumpas tuntas” dalam ayat di atas mengunakan kata Ibrani “charam” yang diulang dua kali oleh Musa: “hacharem tacharimem“, yang artinya dimusnahkan sama sekali!

Kata Ibrani “charam” (H2763), artinya: dikhususkan untuk dimusnahkan, dihancurkan sama sekali, dikhususkan untuk kehancuran, dimusnahkan, dibasmi, dilarang ada, dibelah, digorok, dimutilasi.

Kita bandingkan sekali lagi dengan anak-anak Kanaan:

Kejadian 10: (ILT)

  1. Dan Kanaan memperanakkan Sidon –anak sulungnya– dan orang Het,
  2. dan orang Yebusi, dan orang Amori, dan orang Girgasi,
  3. dan orang Hewi, dan orang Arki, dan orang Sini,
  4. dan orang Arwadi, dan orang Semari, dan orang Hamati, dan kemudian terseraklah kaum-kaum Kanaan ini.

Tujuh bangsa yang diperintahkan Elohim untuk dimusnahkan Israel adalah: orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus.

Jika Kanaan adalah bapa dari semua orang-orang raksasa ini, artinya banyak sepupu-sepupu raksasa Nimrod yang harus dia kuasai!

Sepertinya, mereka bisa lahir dari perempuan normal; mereka awalnya lahir dengan ukuran bayi normal dan kemudian bertumbuh menjadi raksasa besar sesudahnya. Ini mungkin bisa terjadi karena hilangnya atau matinya “gen penghambat pertumbuhan” akibat proses hybridisasi. Hal ini akan dijelaskan lebih detail pada bab selanjutnya.

Nampaknya, para raksasa ini “bertumbuh besar” bersama-sama, dan sampai suatu titik, Nimrod naik ke posisi terkemuka di dalam kekuasaan, otoritas dan kehormatan – bahkan di antara mereka yang belakangan bertumbuh lebih besar badannya dibanding Nimrod – sehingga Nimrod dapat memerintah sebagai Penguasa tunggal di dalam Tatanan Dunia Baru (pada zaman itu) yang dipenuhi oleh para raksasa ini.

Teks Kitab Suci menunjukkan bahwa Nimrod itu seorang raksasa… demikian juga banyak di antara sepupu-sepupunya – setidaknya dari garis keturunan anak-anak Kanaan, anak Ham, cucu Nuh.

Dalam Kejadian 11, nama Abram disebutkan untuk pertama kalinya. Dia lahir sekitar 290 tahun Pasca-Banjir Besar. Kemudian Elohim memanggil Abram keluar dari Ur-Kasdim dan selanjutnya dia pergi dengan iman, sampai Elohim menghentikan dia di Sikhem. Perhatikan apa yang tercatat dalam Alkitab:

Kejadian 12:6 (ILT) Dan Abram melintas melalui tanah itu sampai ke tempat di Sikhem, sampai ke pohon tarbantin Moreh. Dan pada masa itu orang-orang Kanaan berdiam di tanah itu.

Musa mengatakan bahwa negeri itu dihuni oleh orang-orang Kanaan. Dan Moreh mungkin salah satu dari antara orang-orang Kanaan itu. Para raksasa (orang Amori) sering dibandingkan ukuran tubuhnya dengan pohon aras (dalam hal tingginya) dan pohon tarbantin (dalam hal kekuatannya). Para raksasa ini sepertinya suka berada di antara pepohonan itu. Moreh dan Mamre keduanya adalah pemilik kebun atau hutan tarbantin. Arti nama Moreh adalah “guru” atau “hujan awal.”

Lokasi pohon tarbantin Moreh berada di dekat Gunung Ebal dan Gerizim, tempat orang-orang Israel harus mengucapkan berkat dan kutuk ketika mereka memasuki Tanah Perjanjian.

Terlepas dari semuanya, dalam kurun waktu 100 tahun Pasca-Banjir Besar, anak-anak Kanaan (Sidon, Het, Yebusi, Amori, Girgasi, Hewi, Arki, Sini, Arwadi, Semari, Hamati) mulai menetap, berkembang biak dan memenuhi negeri itu dan menyandang namanya, negeri Kanaan.

Dalam Kejadian 13, Musa sekali lagi menarik perhatian kita untuk melihat penduduk negeri di mana para gembala Abram dan Lot mengalami insiden pertengkaran di antara Betel dan Ai:

Kejadian 13:7 (ILT) Maka terjadilah perselisihan di antara mereka yang menggembalakan ternak Abram dan mereka yang menggembalakan ternak Lot. Pada waktu itu orang-orang Kanaan dan orang-orang Feris juga diam di negeri itu.

Orang-orang Feris adalah sekelompok orang-orang “baru” yang tidak tercatat dalam daftar keturunan anak-anak Kanaan (Lihat Kejadian 10:15-18). Siapakah orang-orang Feris ini? Arti nama “Feris” adalah “tinggal di desa-desa“. Dalam penjelasannya, buku Gill’s Exposition of the Entire Bible mengatakan:

Orang-orang Kanaan, meskipun itu merupakan sebutan umum bagi semua orang-orang di negeri itu, namun hanya diberikan secara khusus kepada suatu kaum yang tinggal di dalamnya, yang berasal dari bapa leluhurnya, yaitu Kanaan, anak Ham. Orang-orang Feris adalah kaum atau suku lain dari bangsa yang sama, yang mendapatkan nama mereka dari “sebuah desa“; mereka ini kaum pagan, penyembah berhala atau orang-orang pedalaman, tinggal di gubuk-gubuk, atau rumah-rumah, atau kemah-kemah yang tersebar di tempat-tempat yang tinggi maupun dataran rendah di lembah-lembah, dan mereka ini sejenis orang-orang yang kasar, biadab, bengis, bukan manusia (inhuman), dan tidak bersosialiasi.

Orang-orang Feris dan Kanaan sering disebutkan bersamaan dalam Kitab Suci. Kejadian 13:7 menunjukkan mereka tinggal bersama-sama di dekat Betel dan Ai. Dalam Yosua 11:3, kita lihat mereka tinggal dengan orang-orang Yebus di daerah perbukitan.

Yosua 11:3 (ILT) sampai pada daerah Kanaan di sebelah timur, dan di sebelah barat, serta daerah orang Amori, dan orang Het, dan orang Feris, dan orang Yebus di dataran-dataran tinggi, dan daerah orang Hewi di kaki Gunung Hermon, di Tanah Mizpa.

Selanjutnya Yosua 17:15, kita lihat suku Yusuf menduduki negeri orang Refaim (raksasa) dan Feris.

Yosua 17:15 (ILT) Dan Yoshua berkata kepada mereka, “Jika kamu adalah bangsa yang berjumlah besar, pergilah naik ke hutan bagi dirimu sendiri, dan tebanglah bagimu sendiri di sana di negeri orang Feris, dan negeri orang raksasa (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala), jika Pegunungan Efraim terlalu sempit bagimu.”

Suku Yehuda dan Simeon menyerang dan mengalahkan orang-orang Feris dan Kanaan untuk menguasai wilayah Yehuda, menawan Raja Adonibezek dan memotong jari-jari tangan dan kakinya. Mereka juga ada di antara sisa-sisa yang masih tertinggal di negeri itu pada zaman Ezra.

Ezra 9:1 (ILT) “Dan pada akhir semuanya ini para pemimpin mendekati aku untuk mengatakan: Orang-orang Israel dan para imam, serta orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari bangsa-bangsa negeri-negeri itu, seperti terhadap berhalanya, dan bahkan terhadap orang-orang Kanaan, orang-orang Het, orang-orang Feris, orang-orang Yebus, orang-orang Amon, orang-orang Moab, orang-orang Mesir dan orang-orang Amori.

Penjelasan Gill’s Exposition of the Entire Bible tentang orang-orang Feris bahwa mereka ini “orang-orang yang kasar, biadab, bengis, bukan manusia” tentu membuat kita berpikir, makhluk-makhluk semacam apakah mereka ini? Mungkin ayat-ayat berikut ini bisa memberikan gambaran:

1Tawarikh 11:22 (ILT) Benaya anak Yoyada, anak seorang pemberani yang besar perbuatannya dari Kabzeel, ia telah membunuh dua orang Moab yang seperti singa (Ibrani: ariel; manusia singa). Dan dia telah turun dan membunuh seekor singa di dalam lubang pada musim salju.

Hakim 1:36 (ILT) Dan daerah orang Amori itu mulai dari pendakian Akrabim (Ibrani: ma’aleh aqrabbim), dari batu karang dan terus ke atas.

Pendakian Akrabim, dalam bahasa Ibrani: “ma’aleh aqrabbim“, memiliki arti: Pendakian Skorpio atau kalajengking. Dalam mitologi dunia kuno dikenal keberadaan Manusia Skorpio, yang sepintas sudah dibahas dalam artikel: Manusia dengan Banyak Nama.

Imamat 17:7 (ILT) Dan mereka tidak akan lagi mengurbankan kurban-kurban mereka kepada kambing-kambing berhala (Ibrani: sa’iyr; berambut, satyr), yang kepadanya mereka telah berbuat zina. Hal ini telah menjadi suatu ketetapan selamanya bagi mereka untuk generasi-generasi mereka.

Kambing-kambing berhala, dalam bahasa Ibrani: “sa’iyr” atau “satyr” adalah makhluk kambing Iblis berwujud separuh badan ke atas berbentuk manusia bertanduk, dan separuh badan ke bawah berbentuk kambing berbulu. Perhatikan baik-baik: ayat di atas jelas-jelas menyatakan bahwa orang-orang ini kawin dengan satyr.

Satyr-faun
Satyr

2Tawarikh 11:15 (ILT) Dan dia mengangkat imam-imam bagi dirinya untuk tempat-tempat pemujaan, untuk kambing-kambing jantan (Ibrani: sa’iyr; berambut, satyr), serta anak-anak lembu jantan yang telah dia buat.

Dalam terjemahan lain, “kambing-kambing jantan” atau “satyr” disebut sebagai Iblis.

Yesaya 13:21-22 (ILT) Namun binatang liar dari gurun akan berbaring di sana, dan rumah-rumah mereka akan dipenuhi dengan binatang-binatang yang melolong, dan burung-burung unta akan berdiam di sana dan kambing jantan (Ibrani: sa’iyr; berambut, satyr) akan melompat-lompat di sana; dan serigala-serigala melolong di tempat yang ditinggalkannya, dan anjing-anjing liar (Ibrani: tanniyn; naga) dalam istana kesenangan; dan waktu kedatangannya sudah dekat, dan hari-harinya tidak akan diperpanjang.”

Dalam ayat di atas, “anjing-anjing liar” nampaknya bukan terjemahan yang akurat, karena bahasa aslinya adalah “tanniyn” (H8577), yang artinya: naga, monster laut.

Terjemahan Alkitab King James Version lebih akurat:

Yesaya 13:21,22 (KJV) But wild beasts of the desert shall lie there; and their houses shall be full of doleful creatures; and owls shall dwell there, and satyrs shall dance there. And the wild beasts of the islands shall cry in their desolate houses, and dragons in their pleasant palaces: and her time is near to come, and her days shall not be prolonged. 

Terjemahan: Yesaya 13:21,22 (KJV) Namun binatang liar dari gurun akan berbaring di sana, dan rumah-rumah mereka akan dipenuhi dengan makhluk-makhluk yang muram, dan burung-burung unta akan berdiam di sana, dan satyr (Ibrani: sa’iyr; berambut, satyr) akan menari-nari di sana. Dan binatang-binatang liar dari pulau-pulau akan melolong di rumah-rumah mereka yang rusak, dan naga-naga (Ibrani: tanniyn; naga) dalam istana-istana kesenangan mereka; dan waktunya sudah dekat dan akan tiba, dan hari-harinya tidak akan diperpanjang.”

Terjemahan Alkitab versi Septuaginta (LXX) dari ayat Yesaya ini sangat menarik dan perlu diperhatikan:

Yesaya 13:21,22 (LXX) But wild beasts shall rest there; and the houses shall be filled with howling; and monsters shall rest there, and devils shall dance there, and satyrs shall dwell there; and hedgehogs shall make their nests in their houses. It will come soon, and will not tarry.

Terjemahan: Yesaya 13:21,22 (LXX) Namun binatang-binatang liar akan beristirahat di sana; dan rumah-rumah akan dipenuhi dengan suara melolong; dan monster-monster (Ibrani: benot ya’anah; anak perempuan burung hantu) akan beristirahat di sana, dan iblis-iblis (Ibrani: sa’iyr; berambut, satyr) akan menari-nari di sana, dan para satyr akan berdiam di sana; dan landak-landak akan membuat sarang-sarangnya dalam rumah-rumah mereka. Itu akan datang segera, dan tidak akan berlambat-lambat.

Azazel, salah satu pemimpin Malaikat yang Jatuh, dipercayai sebagai pemimpin dari kawanan kambing iblis Satyr ini.

Baca: Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

Yesaya 34:14 (AYT) Binatang-binatang gurun akan bertemu dengan serigala, dan kambing liar akan memanggil kawan-kawannya. Lilith (Ibrani: liyliyth; hantu malam, burung hantu malam) akan tinggal di sana dan akan menemukan tempat beristirahat.

Dalam beberapa terjemahan Alkitab dari ayat Yesaya 34:14, disebutkan tentang “Lilith“, yang bahasa Ibrani aslinya adalah “liyliyth” (H3917), nama dewi perempuan yang dikenal sebagai hantu malam yang berkeliaran di tempat-tempat terpencil di Edom. Kata Ibrani “liyliyth” (H3917) sering diterjemahkan “binatang malam“, “hantu malam“, “monster malam“, “burung hantu“, dan digambarkan sebagai perempuan yang sangat jahat, penuh gairah seksual, dan suka menculik bayi-bayi di waktu malam. Lilith dikenal dalam mitologi Yahudi dan agama Mesopotamia, serta ditemukan dalam cuneiform Sumeria, Akkadia, Ashur, dan Babel.

ishtar400
Dewi Lilith, juga dikenal sebagai Ishtar, Inanna, Astarte, Asytoret, Diana, Isis, Ratu Surga, dan lain sebagainya.

Dalam cerita rakyat Yahudi kuno, Lilith dikenal sebagai istri Adam yang pertama, yang diciptakan pada waktu bersamaan (Rosh Hashanah) dan dari debu tanah sama seperti Adam (Bandingkan Kejadian 1:27). Ini berbeda dengan Hawa, yang diciptakan dari tulang rusuk Adam (Bandingkan Kejadian 2:22). Legenda ini berkembang pesat selama Abad Pertengahan, dalam tradisi Haggadah, Zohar, dan mistik Yahudi. Sebagai contoh, dalam tulisan-tulisan abad ke-13 dari Isaac ben Jacob ha-Chen, disebutkan bahwa Lilith meninggalkan Adam sesudah dia menolak untuk tunduk kepadanya dan kemudian tidak mau kembali ke Taman Eden sesudah dia kawin dengan penghulu malaikat Samael. Samael, arti namanya adalah “obat bius Elohim“, atau “racun Elohim“, adalah penghulu malaikat kegelapan, malaikat penjaga bangsa Edom dan Amalek (keduanya keturunan Esau), musuh bebuyutan bangsa Israel.

Kejadian 36:24 (ILT) Dan inilah anak-anak Zibeon: Ayah dan Anah. Anah inilah yang telah menemukan mata air panas (Ibrani: Yemim; keledai) di padang gurun, ketika dia sedang menggembalakan keledai jantan Zibeon, ayahnya.

Sekali lagi Musa, penulis Kitab Kejadian menambahkan detail kepada seseorang bernama Anah.  Musa ingin menarik perhatian kita kepada suatu peristiwa khusus yang terjadi kepada Anah anak Zibeon pada waktu itu. Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia di atas sepertinya kurang akurat, karena kata-kata yang diterjemahkan sebagai “mata air panas” itu bahasa Ibrani aslinya adalah Yemim, sejenis makhluk hybrid (setengah manusia setengah binatang); diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai keledai atau bagal; diterjemahkan dalam Alkitab versi Septuaginta (LXX) sebagai Yamin. Ini diteguhkan oleh Kitab Yashar yang memberikan penjelasan sebenarnya, apa yang dijumpai oleh Anah, cucu Seir, dari bani Esau.

keephas-600

Kitab Yashar 36:28-33

  1. Ini adalah Anah yang menemukan Yemim di padang belantara ketika dia memberi makan keledai-keledai Zibeon ayahnya.
  2. Sementara dia memberi makan keledai-keledai ayahnya, dia membawa mereka ke padang belantara pada waktu yang berbeda untuk memberi mereka makan.
  3. Pada suatu hari dia membawa mereka ke salah satu padang gurun di tepi pantai, di seberang padang belantara orang-orang itu. Dan sementara dia sedang memberi mereka makan, lihatlah, suatu badai yang besar datang dari seberang lautan dan turun ke atas keledai-keledai yang sedang makan di sana. Mereka semuanya diam berdiri.
  4. Sesudah itu kira-kira seratus dua puluh binatang yang besar dan mengerikan keluar dari padang belantara dari seberang lautan, dan mereka semuanya datang ke tempat di mana keledai-keledai itu berada, dan mereka berdiam di sana.
  5. Binatang-binatang itu, dari bagian tengah ke bawah, berbentuk anak-anak manusia. Dan dari bagian tengah ke atas, beberapa memiliki keserupaan dengan beruang, beberapa memiliki keserupaan dengan keephas, dengan ekor di bagian belakang mereka dari antara bahu sampai mencapai ke tanah, seperti ekor dari ducheephath. Binatang-binatang ini datang dan naik dan menunggangi keledai-keledai ini, dan membawa mereka pergi. Mereka pergi sampai hari ini.
  6. Salah satu binatang ini mendekati Anah dan memukul dia dengan ekornya, dan kemudian melarikan diri dari tempat itu.

Makhluk-makhluk dari seberang lautan itu ada kemungkinan berasal dari Kreta, pusat kebudayaan Yunani yang penuh dengan dewa-dewa (Nephilim) dan makhluk-makhluk hybrid.

Ya, Kitab Suci penuh dengan banyak hal-hal yang misterius di dalamnya! Faktanya, semakin digali, semakin didapati bahwa kebenaran itu jauh lebih aneh dibandingkan fiksi – dan seringkali apa yang dianggap hanya sebagai mitos atau fiksi, ternyata terbukti benar di dalam Kitab Suci! Demikian juga halnya dengan orang-orang Feris, yang dideskripsikan sebagai orang-orang “biadab dan bukan manusia“.

Pada bagian akhir Kejadian 13, Abram memindahkan perkemahannya ke Hebron – sebuah kota yang dulunya dinamai Kiryat-Arba (artinya: Kota Arba).

Arba adalah bapa leluhur raksasa yang sangat besar dari orang-orang Enak (Ibrani: Anakim).

Suatu peristiwa yang sangat menarik terjadi pada pasal berikutnya, Kejadian 14, yang yang bisa disebut: “Peperangan Raksasa Kejadian 14“.

Kejadian 14: (ILT)

  1. Dan pada masa Amrafel menjadi raja Sinear; Ariokh, raja Elasar; Kedorlaomer, raja Elam; dan Tidal, raja Goyim,
  2. mereka berperang dengan Bera, raja Sodom; dan dengan Birsha, raja Gomora; Shinab, raja Adma; dan Shemeber, raja Zeboim, dan raja Bela, yakni Zoar.
  3. Mereka semua ini telah bersekutu di Lembah Sidim, yakni Laut Asin.
  4. Mereka telah melayani Kedorlaomer dua belas tahun, tetapi pada tahun ketiga belas mereka memberontak.

Nama Amrafel (Ibrani: Amraphel), artinya: “pengucap kata-kata kegelapan“, atau “dia yang mengucapkan hal-hal rahasia” atau “pemantera“. Menurut kamus Smith’s Bible Dictionary, Amraphel artinya: penjaga dewa-dewa.

Kamus Jewish Encyclopedia menyebutkan bahwa identitas raja Amrafel dari Shinar itu adalah Nimrod!

Hukuman yang dijatuhkan kepada orang-orang yang membangun Menara Babel tidak membuat Nimrod mengubah perilakunya; dia tetap seorang penyembah berhala. Dia terus-menerus menganiaya Abraham, dan memerintahkan untuk melemparkan dia ke dalam perapian yang menyala-nyala [Bandingkan Kitab Yashar pasal 12]. Dan karena perbuatan ini, menurut suatu pendapat, Nimrod disebut “Amrafel” (artinya: “dia berkata, campakkan“) – Targum pseudo-Jonathan to Gen. xiv. 1; Gen. R. xlii. 5; Cant. R. viii. 8.

Rabbi Shlomo Yitzhak, yang juga dikenal sebagai ahli Torah besar dengan julukan “Rashi” setuju dengan pendapat tersebut.

Identitas Nimrod sebagai Amraphel juga diteguhkan oleh Kitab Yashar:

Kitab Yashar 11:6. Nimrod tinggal di Babel, dan di sana dia membaharui kekuasaannya atas sisa-sisa rakyatnya, dan dia memerintah dengan aman. Rakyat dan para pemuka Nimrod menyebut namanya Amraphel, katanya, “Di menara itu para pemuka dan orang-orangnya jatuh karena niatnya.”

Kitab Yashar 27:2. Dan Nimrod raja Babel, yang juga bernama Amraphel, juga sering pergi bersama orang-orang gagah perkasanya (Ibrani: gibborim) untuk berburu di padang, dan berjalan-jalan bersama mereka pada waktu hari sejuk.

Jadi dari berbagai sumber, kita menemukan di dalam Alkitab, kemunculan pertama Nimrod sesudah insiden Menara Babel!

Menurut kamus Jackson’s, Dictionary of Scripture and Proper Names, nama Amrafel artinya “seorang pemantera kegelapan.” Pemantera kegelapan ini bersekutu dengan seorang raja bernama Ariokh, yang arti namanya adalah “seperti singa“. Apakah Ariokh ini adalah bapa leluhur raja kuno “manusia singa” (Ariel) dari Moab seperti tercatat dalam 1Tawarikh 11:22 di atas? Mungkin saja.

Amrafel dan Ariokh bergabung bersama raja Kedorlaomer, yang arti namanya “berkas gandum” dan Tidal yang arti namanya “kamu akan dicampakkan dari atas“. Dari nama-nama ini tampak jelas bahwa mereka adalah segerombolan tokoh kegelapan (Nephilim?). Dan seperti yang ditulis Musa tentang peristiwa Pertempuran Raksasa Kejadian 14, Nimrod dan kelompok penjahatnya menang melawan keturunan para raksasa yang lain!

Kejadian 14: (ILT)

  1. Dan pada tahun yang keempat belas, Kedorlaomer dan raja-raja yang bersamanya datang dan memukul orang Refaim (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala) di Ashterot-Karnaim, dan orang Zuzim di Ham, dan orang Emim di Shaweh-Kiryataim,
  2. dan orang Hori di perbukitan mereka, Seir, sampai ke El-Paran yang di tepi padang gurun.
  3. Dan mereka pulang kembali dan tiba di En-Mispat, yakni Kadesh, dan mereka memukul seluruh perkampungan orang Amalek dan juga orang Amori yang tinggal di Hazezon-Tamar.
  4. Dan keluarlah raja Sodom, dan raja Gomora, dan raja Adma, dan raja Zeboim dan raja Bela, yakni Zoar, dan mereka mengatur barisan perang bersama mereka di Lembah Sidim,

Sebagai tambahan dari nama-nama di atas, perhatikan pasukan raja-raja musuh yang berasal dari: Sodom, Gomora, Adma, Zeboim dan Bela. Dengan perkecualian Bela (atau Zoar yang artinya: “kota yang kecil“), kota-kota itu semuanya adalah daerah yang didiami anak-anak Kanaan. Perhatikan Kejadian 10:15-19:

Kejadian 10:19 (ILT) Dan daerah perbatasan orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, dan Gomora, dan Adma, dan Zeboim sampai ke Lasa.

Jadi, seluruh gerombolan raksasa ini adalah keturunan Kanaan, anak Ham, cucu Nuh!

Perhatikan: tidak ada keterlibatan para Malaikat yang Jatuh dalam seluruh kemunculan gerombolan ras raksasa ini. Dalam Pertempuran Raksasa Kejadian 14, semuanya berhubungan dengan cucu Nuh, yakni anak-anak Kanaan; dalam kasus ini Nimrod atau Amrafel adalah keturunan Kush, anak Ham.

Kejadian 14: (ILT)

  1. melawan Kedorlaomer, raja Elam; Tidal, raja Goyim; Amrafel, raja Sinear; dan Ariokh, raja Elasar, empat raja melawan lima raja.
  2. Dan Lembah Sidim itu penuh dengan sumur-sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, maka jatuhlah mereka ke dalamnya, dan mereka yang tersisa melarikan diri ke perbukitan.

Ini peperangan yang luar biasa. Beberapa orang mungkin menyebutnya Perang Para Raksasa yang Pertama. Ini terjadi hanya dalam kurun waktu 350 tahun Pasca-Banjir Besar. Peperangan ini adalah pertempuran antara raksasa-raksasa dewasa. Bagaimana kita tahu hal tersebut?

Perhatikan apa yang dikatakan Musa tentang ras-ras raksasa ini:

  • Refaim (Ibrani: Raphaim; ras raksasa purbakala)

Dalam Alkitab, sebutan “Refaim“, yang sering diterjemahkan juga sebagai “orang-orang raksasa” muncul 25 kali di dalam Perjanjian Lama. Refaim adalah ras raksasa purbakala.

  • Zuzim (Ibrani: Zuziym; makhluk-makhluk pengembara atau gelisah)

Banyak sarjana Kitab Suci menyebut Zuzim adalah singkatan dari Zamzumim:

Ulangan 2: (ILT)

  1. Negeri ini pun dikira orang negeri raksasa (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala), karena dahulu manusia raksasa (Ibrani: Raphaim; Refaim, ras raksasa purbakala) diam di sana, tetapi orang Amon menyebut mereka orang Zamzumim,
  2. yaitu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, dan tinggi seperti orang Enak (Ibrani: Anakim; literal: leher panjang, ras raksasa purbakala keturunan Anak), tetapi YAHWEH telah memusnahkan mereka dari hadapannya dan mereka mengambil alih serta mendiami sebagai gantinya,
  3. sebagaimana telah Dia lakukan terhadap bani Esau yang diam di Seir, ketika Dia memusnahkan orang Hori (Ibrani: choriy; penghuni gua-gua) dari hadapan mereka, dan mereka menghalau orang Hori itu, dan mendiami negeri mereka sampai hari ini.
  4. Juga orang Awi (Ibrani: avviy; penggoda) yang diam di desa-desa sepanjang Gaza, orang Kaftor (bapa leluhur bangsa Filistin) yang berasal dari Kaftor (Pulau Kreta), mereka telah memusnahkannya, lalu mereka mendiami sebagai gantinya.

Perhatikan Ulangan 2:20, dalam terjemahan lain dituliskan:

Ulangan 2:20 (TB) –Negeri inipun [negeri bani Amon] dikira orang negeri orang Refaim. Dahulu orang Refaim diam di sana, tetapi orang Amon menyebut mereka orang Zamzumim,

Ras raksasa purbakala Refaim sebelumnya mendiami negeri bani Amon. Ini menunjukkan bahwa raksasa-raksasa itu telah tersebar “sejak zaman dahulu.” Musa menuliskan ini pada akhir pengembaraan mereka di padang belantara sesudah bangsa Israel Eksodus dari Mesir, kira-kira 850 tahun Pasca-Banjir Besar. Musa melihat kembali pada hari-hari “zaman lampau” dan mencatat berapa lama ras raksasa itu telah berkeliaran di sana.

Ulangan pasal 2 ini sangat menarik karena menunjukkan rangkaian penaklukkan. Raksasa Zamzumim sangat besar badannya dan banyak jumlahnya dan tinggi seperti para raksasa Enak. Orang-orang Enak sebelumnya juga ditaklukan oleh Elohim sendiri beberapa waktu sebelumnya. Orang Zamzumim menggantikan orang Enak (yang adalah orang Amori). Selanjutnya Elohim menolong anak-anak Esau seperti Dia menolong anak-anak Yakub. Elohim memusnahkan orang Hori dan anak-anak Esau menduduki negeri mereka. Akhirnya, kita lihat orang-orang Kaftor (yang adalah raksasa), datang dari Kreta, menghancurkan orang Awi dan menduduki negeri mereka.

Para raksasa Zamzumin dijelaskan dalam kamus Gill’s Exposition of the Entire Bible, sebagai berikut:

Zamzumim, mereka diduga sama dengan Zuzim di Kejadian 14:5. Nama mereka, seperti diduga Hillerus, berasal dari kata Ibrani “mezuzah,” artinya: palang pintu, karena badannya yang tinggi besar, setinggi palang pintu; dan dengan alasan yang sama, Saf si raksasa, mendapatkan namanya, 2 Samuel 21:18. Kata Zamzumim, menurut dia, menunjukkan mereka ini perancang kejahatan dan hal-hal mengerikan, mereka penemu hal-hal kejahatan, licik dan lihai dalam menjalankan kejahatan dan rencana-rencana jahat, yang menimbulkan kengerian kepada orang-orang, dan membuat mereka tampak hebat di hadapan mereka. Ulangan 2:10 Dahulu orang Emim tinggal di sana. Suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak. Tetapi Elohim menghancurkan mereka dari hadapannya, menghancurkan orang Zamzumim di hadapan bani Amon; karena jika tidak, mereka akan menjadi terlalu kuat, dan sangat banyak, dengan badan yang sangat-sangat besar.

Perhatikan referensi kepada Enak, anak Arba dalam ayat ini. Mereka ini sangat tinggi dan sangat banyak jumlahnya di negeri itu.

  • Emim (Ibrani: eymiym; teror)

Ulangan 2:10-11 (ILT) Dahulu orang Emim tinggal di sana. Suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak. Mereka itu pun dikira raksasa (Ibrani: Raphaim), seperti orang Enak, tetapi orang Moab menyebut mereka orang Emim.

Kamus Gill’s Exposition of the Entire Bible menjelaskan tentang orang Emim sebagai berikut:

Orang Emim mendapatkan nama mereka dari rasa takut dan kengerian yang mereka timbulkan kepada manusia, karena postur tubuh raksasa dan kekuatan mereka. Mereka mungkin adalah keturunan Ham.

  • Hori (Ibrani: choriy; penghuni gua-gua)

Ulangan 2:12 (ILT) Dan, dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memusnahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di tempat mereka, seperti yang telah orang Israel lakukan terhadap negeri miliknya yang telah YAHWEH berikan kepada mereka. 

  • Amori: orang-orang Amori yang awal, disebut sangat tinggi dalam kitab Amos:

Amos 2:9 (ILT) Dan Aku telah membinasakan orang Amori dari hadapan mereka, yang tingginya seperti tinggi pohon-pohon aras, dan dia kuat seperti pohon-pohon raksasa. Dan Aku merusakkan buahnya dari atas, dan akar-akarnya dari bawah.

Dari ayat-ayat pendukung di atas, Pertempuran Raksasa Kejadian 14 sesungguhnya adalah peperangan antara ras raksasa keturunan Ham. Tentang peristiwa ini, Josephus, sejarawan Yahudi Romawi abad ke-1 mencatat:

Raja-raja ini telah menjadikan seluruh Syria puing-puing, dan menghancurkan keturunan para raksasa. Ketika mereka pergi melawan Sodom, mereka mendirikan perkemahan mereka di lembah bernama Sumur-sumur Aspal, karena waktu itu ada sumur-sumur di sana. Tapi sekarang, dengan kehancuran kota Sodom, lembah itu menjadi Danau Aspal, seperti itu disebut. – The Works of Flavius Josephus, Antiquities 1.9

Dalam bukunya Antiquities of the Jews, Josephus juga mengidentifikasi Syria dengan keturunan Ham:

Anak-anak Ham mendiami daerah Syria dan Amanus, dan pegunungan Libanus, menguasai semua yang ada di tepi pantai, dan sejauh lautan, dan menguasainya seperti miliknya sendiri. – The Works of Flavius Josephus, Antiquities 1.6.2

Ini juga tercatat dalam Kejadian 14:5 ketika Musa menulis tentang “Orang Zuzim di Ham“:

Kejadian 14:5-6 (ILT) Dan pada tahun yang keempat belas, Kedorlaomer dan raja-raja yang bersamanya datang dan memukul orang Refaim (Ibrani: Raphaim; ras raksasa purbakala) di Ashterot-Karnaim, dan orang Zuzim di Ham, dan orang Emim di Shaweh-Kiryataim, dan orang Hori di perbukitan mereka, Seir, sampai ke El-Paran yang di tepi padang gurun.

Jadi inilah, hanya sekitar 350 tahun Pasca-Banjir Besar, Kitab Suci mencatat terjadinya peperangan habis-habisan antara anak-anak manusia melawan keturunan para raksasa!

Musa berulang-ulang menyatakan bahwa para raksasa itu orang-orang yang sangat besar dan banyak jumlahnya dan tinggi seperti orang Enak. Orang Enak (Ibrani: Anakim) adalah keturunan Enak, yang adalah anak Arba, yang adalah anak Amorreus, yang adalah anak Kanaan, yang adalah anak Ham.

Diagram keberadaan para raksasa dari zaman Air Bah, sampai zaman Abraham.

Nephilim-post-flood

Elohim memakai Nabi Musa untuk menuliskan secara spesifik nama-nama ini secara kronologis, supaya bisa dilihat dengan jelas apa yang terjadi di tanah Kanaan. Melihat Kejadian 12-15, bisa dilihat kronologi paralel dari para raksasa.

Dalam Kejadian 15, Musa menceritakan perjanjian Elohim dengan Abraham.

Kejadian 15: (ILT)

  1. Ketika matahari mulai terbenam, maka rasa kantuk yang sangat berat menggelayuti Abram. Dan sungguh rasa takut terhadap kegelapan yang dahsyat meliputi Abram.
  2. Dan Dia berfirman kepada Abram, “Ketahuilah dengan sungguh-sungguh, bahwa benihmu akan menjadi pengembara di negeri yang bukan kepunyaannya, dan mereka akan melayani bangsa itu; sebaliknya bangsa itu akan memperbudak mereka selama empat ratus tahun.
  3. Dan bangsa itu, yang akan mereka layani, Aku juga akan menghukumnya; dan sesudah itu, mereka akan keluar dengan harta kekayaan yang besar.
  4. Dan engkau sendiri akan pulang kepada leluhurmu dengan damai, engkau akan dikuburkan pada waktu rambutmu telah benar-benar putih.
  5. Namun, generasi yang keempat akan kembali ke sini, karena sampai di situ kejahatan orang Amori belum genap.”
  6. Dan terjadilah, matahari telah terbenam dan hari telah menjadi gelap, dan tampaklah sebuah perapian yang berasap dan sebuah suluh yang berapi melintas di antara potongan-potongan daging itu.
  7. Pada hari itulah YAHWEH telah membuat sebuah perjanjian dengan Abram, dengan berfirman, “Aku telah memberikan negeri ini kepada benihmu, mulai dari Sungai Mesir sampai ke Sungai Besar, yakni Sungai Efrat:
  8. tanah orang Keni, dan orang Kenis, dan orang Kadmon,
  9. dan orang Het, dan orang Feris, dan orang Refaim,
  10. dan orang Amori, dan orang Kanaan, dan orang Girgasi, serta orang Yebus.” 

Tiga nama yang pertama: Keni, Kenis, dan Kadmon, berdasarkan penjelasan kamus Barnes Notes on the Bible tentang mereka dituliskan:

Di sini sepuluh bangsa besar yang menghuni wilayah itu disebutkan. Lima di antaranya orang Kanaan, dan lainnya bukan. Tiga nama yang pertama itu baru buat kita, dan nampaknya menduduki bagian terluar daerah yang disebutkan di sini. Orang Keni tinggal di negeri yang berbatasan dengan Mesir dan selatan Palestina, di mana orang Amalek juga tinggal (Bilangan 24:20-22, 1 Samuel 15:6). Mereka tinggal di antara orang Midian, seperti Hobab yang juga orang Midian dan orang Keni (Bilangan 10:29, Hakim-hakim 1:16, Hakim-hakim 4:11). Mereka bersekutu dengan Israel, bahkan beberapa diantara mereka mengikuti Israel dan tinggal di sana (1Tawarikh 2:55). Orang Kenis sepertinya tinggal di daerah yang sama, mempunyai pertalian dengan orang Hori, dan juga Edom dan Israel (Kejadian 36:11, Kejadian 36:20-23, Yosua 15:17, 1Tawarikh 2:50-52). Orang Kadmon sepertinya di sebelah Timur, dan karenanya menguasai perbatasan terluar dari tanah perjanjian, ke arah Tadmor dan Phrat. Tiga suku ini sepertinya berhubungan dengan Abraham, dan karenanya adalah keturunan Shem. Tujuh suku lainnya (Het, Feris, Refaim, Amori, Kanaan, Girgasi, Yebus) telah kita pelajari sebelumnya.

Tujuh suku lain ini sudah kita pelajari di atas. Di sini Elohim mengatakan kepada Abram, bahwa Dia akan memberikan kepadanya negeri para raksasa – tetapi hanya sesudah empat generasi mereka beranak-cucu. Nampaknya, inilah yang dimaksudkan Elohim ketika berfirman kepada Abram, “karena kejahatan orang Amori belum genap.”

Kejahatan” apa yang perlu digenapkan terlebih dahulu? Nampaknya “kejahatan” itu adalah penyebaran benih Nephilim selama empat generasi.

Kejadian 15:16 (ILT) Namun, generasi yang keempat akan kembali ke sini, karena sampai di situ kejahatan orang Amori belum genap.”

Beberapa pandangan menyatakan, empat generasi yang dimaksud di sini merujuk kepada keturunan Abraham. Tapi masalahnya, itu berarti akan ada tujuh generasi sebelum seseorang kembali ke Tanah Perjanjian sesudah waktu perbudakan mereka. Karena itu nampaknya, empat generasi di sini merujuk kepada keturunan orang Amori, bukan kepada keturunan Abraham.

Arba

Siapakah Arba?” Pertanyaan ini sering muncul ketika membaca bagian ini. Rupanya Arba hidup sezaman dengan Abraham. Raksasa ini merupakan figur yang signifikan karena dia adalah bapa dari Enak (Ibrani: Anak), yang daripadanya berasal orang-orang Enak (Ibrani: Anakim), yang adalah ras raksasa yang banyak disebutkan dan diperbandingkan di tanah Kanaan. Ini tercatat dalam Kitab Yosua:

Yosua 15:13 (ILT) Dan dia memberikan suatu bagian kepada Kaleb anak Yefune di antara keturunan Yehuda itu, sesuai perintah YAHWEH kepada Yoshua, yakni Kota Arba, bapak Enak; itulah Hebron.

Kiryat-Arba (Hebron)

Pada zaman itu, kota Hebron dinamai sesuai namanya dan dikenal sebagai Kiryat-Arba, artinya Kota Arba. Ketika Abraham pertama kali datang ke situ, Musa mencatatnya sebagai Hebron. Apakah Hebron adalah nama aslinya atau bukan, masih menjadi perdebatan. Tapi pada saat Sara mati, tempat itu dikenal sebagai Kiryat-Arba:

Kejadian 23:2 (ILT) Dan Sara mati di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di Tanah Kanaan. Dan Abraham masuk untuk meratapi Sara dan menangisinya.

Baca: Gua Makhpelah: Mengungkap Rahasia Ruangan Tersembunyi Gua Bapa Leluhur, Makam Abraham

Nama Kiryat-Arba tetap ada sampai zaman Yosua:

Yosua 14:15 (ILT) Dan nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba –dia itu adalah seorang raksasa di antara orang Enak. Dan negeri itu telah berhenti dari peperangan.

Nama Arba, dalam bahasa Ibrani artinya “empat.” Dalam ensiklopedia The International Standard Bible Encyclopedia, dinyatakan:

ARBA: Ar’-ba (‘arba`, “empat”): sering digambarkan sebagai “orang yang paling besar di antara orang Enak” (Yosua 14:15), “bapa orang Enak” (Yosua 15:13, Yosua 21:11). Jadi dia dianggap sebagai bapa leluhur orang Enak, dan pahlawan paling terkenal diantara ras raksasa itu. Dia adalah pendiri yang kenamaan dari kota yang disebutkan dengan namanya, di mana kota Hebron didirikan (Yosua 21:11).

Kamus Clarke’s Commentary on the Bible memberikan penjelasan:

Nama Hebron sebelumnya Kiryath-Arba – yaitu, Kota Arba, atau, kota dari empat, jadi Kiryat-Arba mungkin diterjemahkan secara transliteral. Nampaknya kota ini mendapatkan namanya dari empat orang Enak, orang-orang raksasa yang sangat berkuasa, kemungkinan bersaudara, yang mendirikan atau menaklukkannya. Dugaan ini diperkuat oleh Yosua 15:14, dimana dikatakan Kaleb mengusir dari Hebron tiga orang anak Enak, Sesai, Ahiman, dan Talmai: jadi sangat mungkin nama asli Hebron adalah Kiryath-Arba, kota empat, dari tiga orang anak ini dan ayah mereka, yang adalah manusia dengan ukuran badan dan kemampuan yang luar biasa dan menjadikan mereka terkenal karena perbuatannya, kekuatannnya dan pengaruhnya di negeri itu. Itu nampak dari Yosua 15:13 sepertinya Arba adalah nama yang benar, karena dia disebut bapa orang-orang Enak.

Yosua 15:14 (ILT) Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak.

Tentang Yosua 14:15, kamus Clarke’s Commentary on the Bible menuliskan:

Sarah mati di Kiryath-Arba – Secara lahiriah di kota empat. Beberapa orang mengira tempat ini disebut kota empat karena itu adalah makam Adam, Abraham, Ishak, dan Yakub. Yang lain, karena menurut pendapat para rabbi, Hawa dikubur di situ, bersama Sarah, Ribkah, dan Lea. Tapi nampaknya dapat dibuktikan, nama itu berasal dari seorang Kanaan, seorang dari orang Enak, namanya Arba. 

Arba digambarkan sebagai bapa orang-orang Enak dan orang Kanaan. Tidak mengherankan. Kanaan adalah benar-benar bapa dari begitu banyak ras para raksasa. Nampaknya, Arba adalah keturunan langsung dari anak Kanaan, Amorreus, yang daripadanya berasal bangsa Amori – jika bukan karena alasan lain bagaimana Alkitab secara konsisten menggambarkan sekelompok orang-orang yang sangat besar ini, juga setiap ras raksasa selalu dibandingkan dengan kaum ini (Arba dan Enak). Juga, sepertinya Hebron senantiasa punya hubungan yang erat dengan orang Amori.

Amorite-Map

Kamus Barnes Notes on the Bible mencatat tentang orang-orang Amori:

Orang-orang Amori – adalah yang paling kuat di antara suku-suku Kanaan, menurut Musa. Musa, ketika menasihati bangsa Israel tentang kebaikan Elohim dan pemberontakan mereka, mengingatkan mereka, bagaimana dia berkata: Dan aku berkata kepadamu: Kamu sudah sampai di pegunungan orang Amori, yang telah YAHWEH, Elohim kita, berikan kepada kita. Ulangan 1:27; dan mereka, menggunakan kata-kata yang sama, berkata, “Karena bencinya YAHWEH kepada kita, maka Dia telah membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke tangan orang Amori, untuk memusnahkan kita. Ulangan 1:27

Yosua yang telah tua, ketika menasihati orang Israel tentang perbuatan Elohim yang besar bagi Israel, pertama-tama berbicara mengenai kehancuran Amori di hadapan mereka, menggunakan kata-kata yang sama, “Aku membawa kamu ke negeri orang Amori yang tinggal di seberang Yordan – dan Aku menghancurkan mereka di hadapanmu.” Orang Amori adalah keturunan ke-4 dari Kanaan. (Kejadian 10:16).

Pada penyerbuan Kedorlaomer, sebagian dari mereka (orang Amori) berdiam di Hazezon-Tamar atau Engendi, setengah jalan di barat Laut Mati, dan Hebron ada di dekatnya (Kejadian 14:7, Kejadian 14:13), (bandingkan Kejadian 13:18, 2Tawarikh 20:2). Kerusakan mereka belum sampai genap, dan kembalinya orang Israel ditunda empat ratus tahun kemudian, “karena kejahatan orang Amori belum genap” (Kejadian 15:16). 

Ketika Israel kembali, orang Amori (bersama dengan orang Het dan Yebus) menduduki daerah perbukitan (Bilangan 13:29, Ulangan 1:7, Ulangan 1:44), Yerusalem, Hebron, Gibeon (2Samuel 21:2), dan kaki pegunungan sebelah barat Yarmuth, Lachish, dan Eglon (Yosua 10:3, Yosua 10:5). Mereka tinggal di sebelah barat Yordan (Yosua 5:1), berdampingan dengan dua kerajaan yang mereka bentuk di timur Yordan, sampai ke Gunung Hermon (Ulangan 3:8) dan Bashan sampai ke atas sampai wilayah Damaskus. Namun sekelompok kecil sisa-sisa tetap ada di sebagian Dan, dan di bagian terluar Yehuda, mulai selatan Laut Mati, Maaleh Akrabbim (Jalan Tanjakan Skorpio) dan Petra (Hakim-Hakim 1:35,36). 

Mereka yang di dekat Idumea mungkin masuk ke Edom, dan sisa-sisa di Dan, setelah ditaklukkan Efraim (Hakim-hakim 1:35-36), kehilangan kebangsaannya mungkin di antara orang-orang Filistin.

Hakim 1:35,36 (ILT) Namun orang Amori bersikukuh untuk tinggal di Har-Heres, di Ayalon, dan di Saalbim, walaupun kaum keturunan Yusuf (Efraim) menekan mereka dan menjadikannya pembayar upeti. Dan daerah orang Amori itu mulai dari pendakian Akrabim (Ibrani: Maaleh Akrabbim; Jalan Tanjakan Skorpio), dari batu karang (Ibrani: Selah; Petra) dan terus ke atas.

Hanya ada satu kutipan pada zaman Samuel setelah kekalahan orang Filistin, “ada perdamaian antara Israel dengan orang Amori” (1Samuel 7:14). 

Orang-orang yang tingginya seperti tinggi pohon aras – Anak-anak raksasa Enak berada di antara orang Amori di Hebron (Bilangan 13:22), dahulu disebut Kiryat-Arba (Yosua 14:15, Yosua 15:13-14) yang berasal dari ayah mereka yang raksasa. “Debir, Anab, dan pegunungan Yehuda dan Israel  (Yosua 11:21).

Yosua 11:21,22 (ILT) Pada saat itu Yoshua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, dari Debir, dari Anab, dan dari seluruh Pegunungan Yehuda, juga dari seluruh Pegunungan Israel. Yoshua sepenuhnya memusnahkan mereka dengan kota-kota mereka. Tidak ada lagi satu pun orang Enak yang masih ada di negeri bani Israel; hanya beberapa tinggal di Gaza, di Gat, dan di Asdod.

Lembah Refaim (2Samuel 5:18), atau Lembah Para Raksasa di barat daya Yerusalem, menghubungkan ras raksasa (Refaim) ini dengan orang Amori, demikian juga fakta bahwa Og, raja Amori di Basan, adalah “sisa-sisa orang Refaim (Raksasa)” (Ulangan 3:11, Yosua 12:4, Yosua 13:19).

2Samuel 5:18 (ILT) Dan orang-orang Filistin datang, dan tersebar di Lembah Refaim (Ibrani: Raphaim; raksasa).

Basan dan Argob, pada zaman Musa, masih disebut “negeri orang Refaim (Raksasa)” (Ulangan 3:13). Orang Refaim, dan Feris, masih tinggal di hutan pegunungan dekat Efraim. Yang karena keluhan dari anak-anak Yusuf mengenai sempitnya tanah mereka, Yosua meminta sukunya untuk mengusir mereka (Yosua 17:15, Yosua 17:18). 

Orang Refaim disebutkan di antara orang Feris dan Amori (Kejadian 15:20-21), dalam janji pertama Elohim mengenai negeri perjanjan ini kepada keturunan Abraham, dan mungkin pencampuran ras mengakibatkan orang Amori memiliki badan yang tinggi besar. Jelas sekali dalam kitab Amos bahwa laporan para mata-mata, “semua orang yang kami lihat di sana tinggi besar” (Bilangan 13:12), bukanlah dibesar-besarkan, demikian juga Yosua dan Kaleb tidak menyangkal hal “ini.” Nama Amori mungkin berhubungan dengan “pemerintah,” menggambarkan sifat-sifat nenek moyang mereka, yang diturunkan kepada anak-anaknya. 

Yang tingginya seperti tinggi pohon aras – Tinggi badan raksasa kadang disebabkan karena kelemahan. Amos dan juga Hosea menggabungkan penggambaran khusus mengenai keagungan dan kekuatan. Pohon aras sangat ideal di timur karena tingginya (Yesaya 2:13, Yehezkiel 17:22, Yehezkiel 31:1, 1Raja-raja 4:33, 2Raja-raja 14:9), menjulurkan cabang-cabangnya sebagai perlindungan, “Pohon ini tumbuh sangat tinggi, dan semakin bertambahnya waktu semakin menjulang tinggi.” Tarbantin mendapatkan namanya dari kata Ibrani yang berarti “kekuatan“. Semakin agung dan tinggi dan kuat orang Amori, semakin nyata bahwa orang Israel “menduduki tanah itu bukan karena pedang mereka sendiri” (Mazmur 44:3), yang memandang diri mereka sendiri, di pemandangan orang Amori, “seperti belalang” (Bilangan 13:33). Elohim, yang memberi mereka kekuatan, mengambilnya kembali, seperti dikatakan, “akar dan cabangnya,” tidak ada yang ditunjukkan di atas, dan tidak ada harapan kembali hidup di bawahnya (lihat Hosea 9:16, Ayub 18:16, Yehezkiel 17:9). 

Membandingkan tiap orang Amori dengan sebatang pohon yang besar, Dia membandingkan pemusnahan seluruh bangsa dengan pemotongan sebatang pohon, sangat cepat, seluruhnya, tidak dapat dipulihkan lagi. Namun kehancuran orang Amori, suatu kasih karunia bagi Israel dalam tujuan Elohim, adalah sebuah peringatan kepada Israel, jika mereka berubah menjadi seperti orang-orang Amori itu. Kengerian dari Elohim adalah belas kasihan bagi orang-orang yang bertobat; belas kasihan Elohim adalah kengerian bagi mereka yang tidak bertobat. “Dan kamu harus tetap berpegang pada ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku. Dan kamu tidak boleh melakukan dari setiap kejijikan itu” adalah syarat bagi mereka untuk menduduki tanah YAHWEH, “supaya jangan negeri itu memuntahkan kamu ketika kamu mencemarkan negeri itu, sebagaimana Dia telah memuntahkan bangsa yang di depanmu” (Imamat 18:26,28). – Barnes Notes on the Bible, mengomentari Amos 2:9

Ada banyak bukti untuk menunjukkan fakta bahwa “Arba dan kroni-kroninya” adalah keturunan Amori. Dari seluruh anak-anak Kanaan, orang Amori paling sering disebut dalam Kitab Suci. Dan dari semua keluarga raksasa yang disebut, keluarga Arba dan Enak adalah yang paling terkenal. Lihatlah yang dikatakan mata-mata Israel menggambarkan apa yang mereka lihat ketika memasuki tanah Kanaan:

Bilangan 13:33 (ILT) Dan di sana kami telah melihat raksasa-raksasa (Ibrani: Nephilim), keturunan Enak, yang berasal dari para raksasa (Ibrani: Nephilim). Maka di mata kami, kami menjadi seperti belalang, dan demikian pulalah kami di mata mereka.” 

Satu hal yang harus diperhatikan adalah, Musa mencatat bahwa Nephilim yang mereka jumpai di tanah Kanaan adalah raksasa-raksasa yang berasal dari para raksasa Nephilim. Musa sama sekali tidak menyebutkan terjadinya kembali peristiwa perkawinan antara para Malaikat yang Jatuh dengan anak-anak perempuan, yang menghasilkan keturunan hybrid raksasa yang mereka lihat di tanah Kanaan, sekitar 850 tahun Pasca-Banjir Besar. Raksasa Nephilim ini adalah anak-anak raksasa Nephilim lainnya yang bernama Enak.

Enak, seorang raksasa besar yang memperanakkan ras raksasa Enak, juga diperanakkan oleh seorang raksasa bernama Arba. Arba artinya empat. Jadi apakah ini artinya dia empat bersaudara? Kita tidak tahu. Tapi lihat apa yang terjadi jika ditarik garis waktu dari empat generasi Amorreus sekaligus:

  • Amorreus: Bapa orang Amori adalah anak Kanaan dan sekaligus sepupu langsung dari Nimrod, Kaftor dan cucu Sem, Selah. Ini menempatkan kelahirannya sekitar 35-70 tahun Pasca-Banjir.
  • Arba: seorang Amori dan sezaman dengan Abraham, Arba mungkin lahir sekitar 150-350 tahun Pasca-Banjir Besar.
  • Enak: Arba punya anak bernama Enak yang seharusnya lahir kurang lebih sekitar waktu Yusuf dijual sebagai budak atau pada waktu keluarga Yakub pindah ke Mesir. Keturunannya memenuhi seluruh tanah Kanaan ketika orang Israel ada di Mesir.
  • Anak-anak Enak: Segera setelah Eksodus dari Mesir, mata-mata Ibrani menggambarkan anak-anak Enak seperti makhluk yang begitu besar sehingga mereka merasa seperti belalang jika dibandingkan. Jika anak-anak Enak, yang adalah anak Arba demikian besar, gen ini pasti diturunkan langsung dari kakek buyutnya, Amorreus, yang adalah keturunan langsung dari Kanaan.

Lihat tabel silsilah ini untuk memudahkan memahami:

tabelketurunansemham

Tidak diketahui secara pasti kapan Arba dilahirkan, karena Kitab Suci tidak menyebutkan apa-apa. Dia hidup pada masa ketika manusia normal telah hidup antara 200 tahun (generasi Terah) dan 450 tahun sesudah Banjir-Besar. Melihat garis waktu di atas, nampaknya ada dugaan kuat bahwa dalam Pertempuran Raksasa Kejadian 14, Abraham dan raja-raja  itu berperang melawan pasukan Arba atau salah satu dari generasi ayahnya. Satu hal yang pasti, Arba sudah ada pada zaman Abraham, karena ada sebuah kota yang dinamai sesuai namanya, Kiryat-Arba, pada saat Sara mati.

Sebelumnya, kota itu dikenal sebagai Hebron dan secara khusus, di daerah pohon-pohon tarbantin di Mamre.

Mamre, cukup menarik, karena nampaknya dia adalah “orang Amori yang baik.” Jika benar, ini pertama kalinya ada seorang keturunan Nephilim yang baik. Ataukah ini kesimpulan yang terlalu jauh? Yang pasti Kitab Suci mencatat, Mamre dan saudara-saudaranya dianggap sekutu oleh Abram.

Kejadian 14:13 (ILT) Dan salah seorang yang melarikan diri, datang dan menceritakan kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal di antara pohon tarbantin milik Mamre, orang Amori, saudara dari Eskol dan saudara dari Aner, dan mereka adalah teman sekutu Abram

Di sekitaran waktu itu, Arba (yang mungkin adalah saudara dekat Mamre) punya anak bernama Enak, yang seharusnya dikenal oleh anak-anak Abraham, karena mereka hidup sezaman. Bahkan, jika garis waktu ini akurat, nampaknya ada hubungan paralel secara langsung antara anak-anak Enak yang adalah keturunan Nephilim dengan anak-anak Yakub yang adalah keturunan Abraham. Ras pilihan Elohim yang anak-anaknya akan menduduki Tanah Perjanjian telah dilahirkan. Dan hubungan paralel ini luar biasa, sehingga mungkin bisa menjelaskan bagaimana mata-mata Israel (yang adalah keturunan keempat dari Yakub) mengenali para raksasa (Nephilim) yang mereka lihat tinggal di negeri Kanaan itu. Mereka mungkin telah mendengar cerita turun-temurun dari Abraham, Ishak dan Yakub, bapa leluhur mereka tentang raksasa-raksasa itu. Perhatikan ayat berikut:

Bilangan 13:33 (ILT) Dan di sana kami telah melihat raksasa-raksasa (Ibrani: Nephilim), keturunan Enak, yang berasal dari para raksasa (Ibrani: Nephilim). Maka di mata kami, kami menjadi seperti belalang, dan demikian pulalah kami di mata mereka.” 

Dalam Bab 1 – Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi, mata-mata Israel melihat para raksasa yang tingginya lebih dari 9 meter sehingga mereka merasa seperti “belalang” jika dibandingkan.

Yang menarik, ukuran para raksasa ini kemudian dibandingkan dengan ukuran buah anggur yang dipikul dua orang mata-mata Israel. Ini dijelaskan pada bagian Kitab Suci:

Bilangan 13:23 (ILT) Maka sampailah mereka di Aliran Sungai Eskol, dan mereka memotong satu cabang yang memiliki satu tandan buah anggurnya di sana. Lalu mereka memikulnya berdua dengan kayu usungan; mereka juga membawa beberapa dari buah delima dan dari buah ara.

Perhatikan juga, anggur-anggur ini berasal dari lembah Eskol. Eskol adalah saudara Mamre – orang Amori itu, yang beserta Aner, adalah teman sekutu Abram. Bukan kebetulan saja Elohim memberikan detail-detail ini untuk diperhatikan, yang menunjukkan hubungan demi hubungan, membuat kita dapat melihat “gambaran” besar.

Perhatikan bahwa ukuran buah anggur ini sesuai dengan ukuran para raksasa yang memakannya.

Melihat gambar di atas, dapat dilihat bahwa manusia setinggi 1,8 meter tidak kesulitan membawa tandan buah anggur yang lebih kecil dari yang dimakan oleh raksasa setinggi kurang dari 9 meter. Tapi jika ukurannya lebih besar dari itu, dapat dilihat kenapa dibutuhkan dua orang untuk membawa satu tandan buah anggur dengan menggunakan kayu usungan.

Jadi, ukuran buah anggur ini menunjukkan fakta-fakta lapangan bahwa para raksasa ini benar-benar besar, setidaknya lebih besar dari 9 meter tingginya. Dan fakta-fakta ini diteguhkan oleh Firman Elohim yang ditulis oleh Nabi Amos, yang  menggambarkan ukuran orang-orang Amori ini tingginya setinggi pohon aras:

Amos 2:9 (ILT) Dan Aku telah membinasakan orang Amori dari hadapan mereka, yang tingginya seperti tinggi pohon-pohon aras (Ibrani: erez; cedar), dan dia kuat seperti pohon-pohon raksasa (Ibrani: allon; oak). Dan Aku merusakkan buahnya dari atas, dan akar-akarnya dari bawah. 

Para mata-mata Israel mengenali penduduk negeri Kanaan itu sebagai anak-anak Enak, yang berasal dari Nephilim. Bagaimana mereka mengetahuinya? Pastinya, mereka punya ingatan masa lampau tentang ukuran tubuh anak-anak Enak. Ini akan membuat kita berpikir bahwa generasi Ishak atau Yakub nampaknya tahu siapa Enak itu.

Perhatikan lagi apa yang dikatakan Amos tentang bagaimana Elohim menghancurkan orang-orang Amori dari hadapan Israel. Ini sesungguhnya berbicara tentang ukuran ras raksasa-raksasa Amori itu.

Faktanya, “Cedar (Aras) Libanon” sering disebutkan Alkitab karena terkenal dengan tingginya. Pohon aras ini bisa tumbuh sampai setinggi 30 meter! Namun pohon aras normalnya tumbuh antara 9-15 meter. Dan raksasa dengan ukuran sebesar ini sepertinya dijumpai orang-orang Israel pada waktu itu. Raksasa dengan tinggi 9-30 meter tampaknya menjelaskan laporan mata-mata Israel ketika mereka pertama kali mengintai negeri Kanaan.

Cedrus Libani, aras Libanon

Coba bayangkan ras raksasa yang dilihat oleh mata-mata Israel itu, tingginya antara 9-15 meter, seukuran tinggi pohon aras kecil. Dan mereka ini adalah cucu dan cicit generasi keempat dari Enak, mungkinkah generasi-generasi sebelumnya berukuran lebih besar lagi? Bisa jadi! Tapi perhatikan raksasa yang 9 meter dulu; ini benar-benar lawan yang berat! Dan melihat skala perbandingan dari gambar di bawah, sangat mudah untuk memahami kenapa para mata-mata ini membawa “kabar buruk.” Tetapi Kaleb punya iman, dan apa yang dia katakan itu luar biasa!

Bilangan 13: (ILT)

  1. Namun Kaleb menenangkan bangsa itu di hadapan Musa serta berkata, “Kita pasti akan maju dan memiliki negeri itu, karena kita sanggup menguasainya.”
  2. Tetapi orang-orang yang telah pergi ke sana bersama-sama dengannya berkata, “Kita tidak sanggup untuk maju melawan bangsa itu, karena dia lebih kuat daripada kita.”
  3. Mereka juga menyampaikan kabar buruk kepada bani Israel tentang negeri yang telah mereka intai, dengan mengatakan, “Negeri yang telah kami lintasi untuk mengintai di dalamnya, adalah negeri yang memakan mereka yang mendiaminya (kanibal). Dan semua orang yang telah kami lihat di tengah-tengah mereka adalah orang-orang yang tinggi.
  4. Dan di sana kami telah melihat raksasa-raksasa (Ibrani: Nephilim), keturunan Enak, yang berasal dari para raksasa (Ibrani: Nephilim). Maka di mata kami, kami menjadi seperti belalang, dan demikian pulalah kami di mata mereka.”

Kaleb punya iman yang besar dan teguh! Mungkin dia memahami arti mendalam yang terkandung di dalam nama-nama para pengintai Israel. Ingat, di dalam Kitab Suci, nama menunjukkan makna. Perhatikan nama-nama mata-mata Israel yang tercatat di Kitab Suci. Daftarnya bisa dilihat di Bilangan 13:4-16.

Suku Ruben Lihatlah, seorang anak laki-laki
Pengintai Shamua dengar baik-baik
Nama ayah Zakur ingat
Suku Simeon mendengarkan
Pengintai Safat hakim
Nama ayah Hori yang mulia
Suku Yehuda dia akan dipuji
Pengintai Kaleb sepenuh hati
Nama ayah Yefune dia akan berbalik/bersiap-siap
Suku Isakhar dia akan membawa upah
Pengintai Yigal dia akan menebus
Nama ayah Yusuf biarlah Dia menambahkan
Suku Efraim aku berbuah berlipat ganda
Pengintai Hosea menyelamatkan
Nama ayah Nun hidup kekal
Suku Benyamin anak laki-laki tangan kananku
Pengintai Palti meloloskan
Nama ayah Rafu disembuhkan
Suku Zebulon tempat tinggal
Pengintai Gadiel Elohim keberuntunganku
Nama ayah Sodi orang kepercayaan
Suku Yusuf biarlah Dia menambahkan
Suku Manashe menyebabkan lupa
Pengintai Gadi penjajahku/pasukanku/keberuntunganku
Nama ayah Susi kudaku
Suku Dan hakim
Pengintai Amiel umat Elohim
Nama ayah Gemali untaku
Suku Asher gembira
Pengintai Setur tersembunyi
Nama ayah Mikahel siapa seperti Elohim?
Suku Naftali pergumulanku
Pengintai Nahbi persembunyianku
Nama ayah Wofsi ke mana kamu lenyap?
Suku Gad pasukan/penjajah/keberuntunganku
Pengintai Guel tinggikan Elohim
Nama ayah Makhi kemiskinanku
Suku Musa diambil dari
Pengintai Hosea menyelamatkan
Nama ayah Yosua YAH adalah keselamatan

Jika arti nama-nama ini dibaca dari atas, diterjemahkan secara kasar, akan berbunyi:

Lihat seorang Anak laki-laki! Dengar dan ingat!
Dengarkan hakimku yang mulia.
Dia akan dipuji sepenuh hati. Dia akan dipersiapkan.
Dia akan membawa upah, Dia akan menebus. Biarlah Dia bertambah-tambah.
Karena Dia akan berbuah berlipat ganda untuk menyelamatkan sampai kekal.
Anak laki-laki tangan kananku, dia akan lolos dan disembuhkan.
Tinggal dalam Elohim, keberuntungan-Nya, orang kepercayaanku.
Biarkan Dia menambahkan lupa akan penjajahku di atas kudaku.
Hakim umatku dari Elohim. Untaku
gembira dan tersembunyi. Siapa seperti Elohim?
Pergumulanku. Persembunyianku. Ke mana kamu lenyap?
Keberuntunganku adalah meninggikan Elohim dalam kemiskinanku.
Diambil untuk diselamatkan… YAH adalah keselamatan! (YEHOSHUA: Nama Yeshua atau Yesus)

Apakah Kaleb mengetahui dan merenungkan semuanya ini ketika dia pergi memata-matai tanah Kanaan? Daftar arti nama-nama pengintai Israel ini sangat menarik dan profetik. Yang pasti, Kaleb punya iman untuk menaklukkan para raksasa dan menduduki negeri yang telah dijanjikan Elohim.

Kitab Suci ternyata mendokumentasikan dengan sangat baik tentang eksistensi bapa leluhur para raksasa yang melahirkan ras raksasa-raksasa Kanaan, hampir segera sesudah Banjir Besar. Ini berlanjut sampai orang Israel kembali ke tanah Kanaan – sesudah “kejahatanempat generasi orang Amori genap. Jadi, dalam kurun waktu seratus tahun Pasca-Banjir Besar (mulai dari Amorreus anak Kanaan), menara Babel, sampai peristiwa laporan 12 pengintai Israel di Bilangan 13 menyusul Eksodus bangsa Israel dari Mesir, kita dapat menelusuri 800-900 tahun garis keturunan raksasa.

Semuanya ini didokumentasikan dengan jelas dan merupakan fakta Alkitabiah. Kitab Suci juga mencatat “hubungan generasi raksasa” ini berlanjut sampai kepada zaman Daud.

Karena orang-orang Israel kurang beriman seperti halnya iman Kaleb dan Yosua, dan tidak percaya Elohim sanggup menyerahkan para raksasa itu ke dalam tangan mereka, bangsa Israel harus mengembara di padang belantara selama 40 tahun sampai seluruh generasi Israel berumur 20 tahun ke atas itu mati. Pada saat mereka siap kembali ke negeri para raksasa itu, Kaleb dan Yosua sudah berusia 80 tahun. Tetapi ketika mereka berperang melawan raja-raja Amori, seperti Raja Sihon dan Og dari Bashan, para raksasa yang mereka hadapi ternyata hanya separuh ukuran dari yang mereka temui 40 tahun sebelumnya! Apa yang terjadi?

Amos 2:9 (ILT) Dan Aku telah membinasakan orang Amori dari hadapan mereka, yang tingginya seperti tinggi pohon-pohon aras, dan dia kuat seperti pohon-pohon raksasa. Dan Aku merusakkan buahnya dari atas, dan akar-akarnya dari bawah.

Keluaran 23:20 (ILT) “Lihatlah, Aku akan mengutus seorang malaikat ke hadapanmu untuk menjagamu dalam perjalanan dan untuk membawamu ke tempat yang telah Aku persiapkan.

Keluaran 33:1 (ILT) Dan berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah engkau bawa keluar dari Tanah Mesir, ke negeri yang Aku telah bersumpah kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub, dengan mengatakan: Aku akan memberikan negeri itu kepada keturunanmu. 2. Dan Aku akan mengutus seorang malaikat untuk ada di depanmu. Aku akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, dan orang Het, dan orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus; 3. ke negeri yang berlimpah susu dan madunya. Sebab, Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, agar Aku tidak membinasakan engkau di jalan.”

Ulangan 7:1 (ILT) “Bilamana YAHWEH, Elohimmu, membawa engkau masuk ke negeri yang ke sana engkau memasukinya untuk memilikinya, dan Dia menghalau banyak bangsa dari hadapanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu; 2. dan YAHWEH, Elohimmu, menyerahkan mereka ke hadapanmu, maka engkau harus menghantam mereka, engkau harus sungguh-sungguh menumpas mereka, engkau tidak boleh mengadakan perjanjian dengan mereka atau menunjukkan kemurahan kepada mereka.

Nampaknya Elohim, walaupun muak dan capek menghadapi “orang-orang Israel yang tegar tengkuk”, masih memberikan kebaikan untuk menduduki negeri itu. Mereka jelas kurang iman untuk menghadapi raksasa sebesar 9 meteran. Jadi nampaknya Elohim menaklukkan raksasa yang besar-besar itu dan menyisakan yang kecil-kecil – 4,5 sampai 5,4 meteran – bagi mereka yang memiliki iman Yosua dan Kaleb untuk mengalahkannya. Dan itu yang benar-benar mereka lakukan.

Ingat, Elohim berjanji kepada Abraham untuk memberikan negeri orang Keni, Kenis, Kadmon, Het, Feris, Refaim, Amori, Kanaan, Girgasi, dan Yebus (Kejadian 15:17-21). Namun Elohim nampaknya telah memusnahkan sebagian besar orang Amori. Dan, di antara suku-suku raksasa yang masih tersisa, tinggal enam kelompok bangsa yang disebutkan di Perjanjian Lama: Het, Feris, Amori, Hewi, Kanaan, dan Yebus.

Enam bangsa ini tercatat di dalam Keluaran 3:8,17, 13:5 (kecuali Feris), 23:23, 33:2 dan 34:11, Ulangan 20:17,Yosua 9:1,12:8 dan Hakim-hakim 3:5.

Keluaran 3:8 (ILT) Dan Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan Mesir, dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya; ke tempat orang Kanaan, dan orang Het, dan orang Amori, dan orang Feris, dan orang Hewi serta orang Yebus.

Keluaran 3:17 (ILT) Dan Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, dan orang Amori, dan orang Feris, dan orang Hewi, dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madunya.

Keluaran 13:5 (ILT) Dan akan terjadi, ketika YAHWEH membawa engkau masuk ke negeri orang Kanaan, dan orang Het, dan orang Amori, dan orang Hewi, dan orang Yebus, yang telah Dia janjikan dengan sumpah kepada leluhurmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah susu dan madu;

Keluaran 23:23 (ILT) Sebab, malaikat-Ku ada di depanmu, dan dia akan membawa engkau ke negeri orang Amori, dan orang Het, dan orang Feris, dan orang Kanaan, orang Hewi, dan orang Yebus, dan Aku akan menghapuskan mereka.

Keluaran 33:2 (ILT) … Aku akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, dan orang Het, dan orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus;

Keluaran 34:11 (ILT) … Lihatlah, Aku akan menghalau dari hadapanmu orang Amori, dan orang Kanaan, dan orang Het, dan orang Feris, dan orang Hewi, dan orang Yebus.

Ulangan 20:17 (ILT) Tetapi, engkau harus menumpas mereka dengan tuntas, yaitu orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang telah YAHWEH, Elohimmu, perintahkan kepadamu,

Yosua 9:1 (ILT) Dan terjadilah, ketika semua raja yang ada di seberang Sungai Yordan di pegunungan, dan di dataran rendah, dan di sepanjang pesisir pantai Laut Besar di depan Libanon, mendengar hal itu, yakni raja orang Het, dan orang Amori, dan orang Kanaan, dan orang Feris, dan orang Hewi, dan orang Yebus,

Yosua 12:8 (ILT) di pegunungan, dan di dataran-dataran rendah, dan di Araba, dan di lereng-lereng, dan di padang-padang belantara, dan di Negeb –daerah orang Het, orang Amori, dan orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus:

Hakim 3:5 (ILT) Demikianlah bani Israel hidup di tengah-tengah orang Kanaan, orang Het, dan orang Amori, dan orang Feris, dan orang Hewi, dan orang Yebus.

Ada daftar pendek yang meliputi: Het, Kanaan, Hewi hanya di Keluaran 23:28.

Keluaran 23:28 (ILT) Dan Aku akan mengirimkan tabuhan di depanmu dan akan menghalau orang Hewi, orang Kanaan, dan orang Het, dari hadapanmu.

Dan beberapa daftar ayat menambahkan Girgasi kepada enam bangsa lainnya (total tujuh bangsa), seperti Ulangan 7:1, Yosua 3:10,24:11, Nehemia 9:8 (tanpa Hewi).

Ulangan 7:1 (ILT) …dan Dia menghalau banyak bangsa dari hadapanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu;

Yosua 3:10 (ILT) … dan Dia pasti akan menghalau dari hadapanmu orang Kanaan, dan orang Het, dan orang Hewi, dan orang Feris, dan orang Girgasi, dan orang Amori, serta orang Yebus.

Yosua 24:11 (ILT) … Dan para penguasa Yerikho berperang melawan kamu, orang Amori dan orang Feris, dan orang Kanaan, dan orang Het, dan orang Girgasi, orang Hewi, dan orang Yebus; dan Aku menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.

Nehemia 9:8 (ILT) Dan Engkau mendapati bahwa hatinya setia kepada-Mu dan Engkau membuat perjanjian dengan dia untuk memberikan tanah orang Kanaan, orang Het, orang Amori, dan orang Feris, dan orang Yebus, dan orang Girgasi, bahkan memberikan kepada keturunannya. Dan Engkau telah menepati kata-kataMu karena Engkau benar.

Jadi jelas, masih banyak yang harus mereka lakukan!

Untuk dapat menduduki negeri yang dijanjikan Elohim kepada nenek moyangnya, Abraham, Ishak dan Yakub, orang Israel harus sepenuhnya membersihkan negeri itu dari benih-benih Nephilim. Dan untuk bagian yang terbesar, mereka melakukannya dengan cukup baik. Tapi Yosua dan saudara-saudaranya gagal untuk memusnahkan Nephilim secara total. Sesudah sejumlah kemenangan dalam peperangan, Kitab Suci melaporkan tentang raksasa anak-anak Enak yang masih tersisa:

Yosua 11:22 (ILT) Tidak ada lagi satu pun orang Enak yang masih ada di negeri bani Israel; hanya beberapa tinggal di Gaza, di Gat, dan di Asdod.

Dan selama 400 tahun lebih, sisa-sisa para raksasa penyembah dewa-dewa palsu (para Malaikat yang Jatuh, bapa leluhur mereka) ini, secara konstan mengancam dan menjadi masalah bagi anak-anak Israel – khususnya Filistin (yang adalah keturunan Mitsrayim (Mesir) anak Kaftor dari Kreta). Para raksasa dan keturunannya ini bahkan lebih sering disebutkan dalam Kitab Suci dibanding orang Amori. Filistin menjadi salah satu musuh utama Israel dan disebutkan di 270 bagian di dalam Kitab Suci. Mereka menjadi masalah terus-menerus bagi orang-orang pilihan Elohim. Tapi kemudian muncullah seorang anak gembala, yang dipenuhi Roh Kudus dan api dari Elohim yang mengalir di dalam dirinya.

1Samuel 17:4 (ILT) Dan seorang petarung muncul dari perkemahan Filistin, namanya Goliat dari Gat; tingginya enam hasta dan satu jengkal.

1Samuel 17:36 (ILT) Hambamu ini telah memukul baik singa maupun beruang, dan orang Filistin yang tak bersunat itu akan menjadi seperti salah satu dari mereka, karena dia telah mengejek pasukan Elohim yang hidup.”

Kita semua tahu bagaimana peperangan ini berlangsung. Daud membunuh raksasa Goliat. Selanjutnya orang-orang perkasa Raja Daud membunuh saudara-saudara Goliat. Jadi, pembersihan negeri itu berlanjut sesudah Yosua berhenti.

1Tawarikh 18:1 (ILT) Dan terjadilah sesudah itu, Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka, lalu merebut Gat dan kota-kotanya dari tangan orang Filistin.

1Tawarikh 20: (ILT)

  1. Dan setelah itu terjadilah pertempuran lagi melawan orang Filistin di Gezer; kemudian Sibkhai, orang Husa, membunuh Sipai, seorang dari keturunan raksasa (Ibrani: Raphaim), dan mereka ditaklukkan.
  2. Maka terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, dan Elhanan anak Yair membunuh Lahmi, saudara Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.
  3. Dan terjadi lagi peperangan di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangan dan kakinya masing-masing berjari enam, jadi jumlahnya dua puluh empat; ia juga lahir dari raksasa (Ibrani: Raphaim).
  4. Dan dia mengutuk orang Israel. Maka Yonatan anak Simea, saudara Daud, membunuhnya.
  5. Mereka semua lahir dari raksasa di Gat; dan mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan hamba-hambanya.

Bertahun-tahun kemudian, Raja Uzia melanjutkan usaha menghapuskan mereka dari Asdod dan tempat lain…

2Tawarikh 26:6 (ILT) Dan dia maju, dan dia berperang melawan orang Filistin, dan merobohkan tembok Gat, dan tembok Yabne, dan tembok Asdod, lalu membangun kota-kota di sekitar Asdod, dan di antara orang-orang Filistin.

Beberapa waktu setelah itu, Raja Hizkia berperang melawan Filistin di Gaza:

2Raja 18:8 (ILT) Dia mengalahkan orang Filistin sampai ke Gaza dan perbatasannya, dari menara-menara penjagaan sampai kota-kota yang berkubu.

Dari dua kejadian terakhir, kita tidak melihat disebutkan adanya raksasa di antara orang Filistin. Nampaknya Daud dan orang-orang perkasanya telah menghancurkan sisa-sisa mereka dari negeri itu.

Kesimpulan

Kitab Suci memberikan banyak informasi mengenai Kembalinya Nephilim, Ras Raksasa Purbakala, Sesudah Banjir Besar Menghancurkan Bumi.

Tetapi Kitab Suci tidak menyebutkan lagi terjadinya peristiwa perkawinan antara para Malaikat (anak-anak Elohim) dengan para wanita yang menghasilkan keturunan raksasa, SESUDAH peristiwa Air Bah. Namun Kitab Suci memberikan sangat banyak bukti ayat-ayat, yang menyebutkan bahwa para raksasa ini adalah keturunan anak-anak Ham, segera sesudah peristiwa Air Bah dan berlanjut hingga 1200 tahun kemudian sampai kepada zaman Raja Daud. Dalam setiap kasus ini, Kitab Suci menyebutkan bahwa para raksasa Pasca-Banjir Besar ini adalah keturunan dari raksasa sebelumnya.. bukan merupakan anak-anak keturunan langsung dari para Malaikat yang Jatuh atau Malaikat Pengawas.

Renungkan juga perkataan Tuhan Yeshua mengenai perumpamaan lalang dan gandum. Keduanya tumbuh bersama-sama sampai kepada masa penuaian, Akhir Zaman.

Matius 13:30 (ILT) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai masa penuaian. Dan pada saat penuaian, aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah pertama-tama lalang itu dan ikatlah semua ke dalam berkas-berkas untuk membakarnya; tetapi kumpulkanlah gandum ke dalam lumbungku!”

Bab selanjutnya akan sangat menarik, kita akan melihat Kembalinya Nephilim ke Dalam Dunia Pasca-Banjir Besar dari sudut pandang tulisan-tulisan Ibrani kuno di luar Alkitab.

Next: Bab 5 – Kebangkitan Manusia-X

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6]

Referensi:

100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi

Arsitektur Cyclopean: Bangunan Peninggalan Nephilim Pra-Banjir Besar

Menghidupkan Kembali Ras Rephaim… dan Raja Jurang Maut, Abaddon

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

The name Enosh in the Bible

Remains found at bottom of the Black Sea indicate that Noah’s Flood was real

Baalbek

Lilith

Iklan