Setan-setan adalah salah satu topik yang paling kontroversial dalam Alkitab dan kedokteran modern. Ada banyak kepercayaan tentang setan-setan, tapi kebanyakan dibangun berdasarkan mitologi, legenda, dan kabar angin. Kata setan digunakan sebagai definisi yang mencakup semua yang termasuk:

  • Roh jahat
  • Roh najis

Dalam artikel ini, kita akan melihat secara mendalam asal usul setan-setan menurut Alkitab.

Asal usul Shed

Shed (jamak: Shedim) dikenal luas di seluruh Timur Tengah sebagai roh-roh yang sangat kuat. Kata shed pertama kali muncul dalam Alkitab sebagai referensi kepada bangsa Israel yang menyembah mereka.

Ulangan 32:17 (IMB) Mereka mempersembahkan kurban kepada setan-setan (shedim), bukan kepada Elohim, kepada ilah-ilah yang tidak mereka kenal, ilah yang baru (chadash) muncul, yang leluhurmu tidak gentar (sa’ar) kepadanya.

Ulangan 32:17 (AYT) Mereka memberikan persembahan kepada setan (shedim), yang bukan Elohim untuk allah yang sebelumnya tidak dikenal, allah-allah (elohim) baru (chadash) yang datang akhir-akhir ini yang tidak ditakuti (sa’ar) oleh nenek moyangmu.

Semakin dalam kita melihat kata-kata Musa, keseluruhan ayat itu menjadi semakin aneh. Hal pertama yang kita perhatikan adalah bahwa orang-orang Israel berkurban kepada Shed. Hal kedua dari skenario aneh ini adalah bahwa Musa menunjukkan bahwa mereka ini adalah elohim “baru” yang bahkan tidak ditakuti oleh bapa leluhur mereka. Untuk memahami perspektif, kita harus ingat bahwa orang-orang Israel baru saja dibebaskan dari Mesir, di mana mereka menyembah banyak ilah-ilah (elohim) yang berbeda-beda. Shed benar-benar berbeda dari dewa-dewa yang disembah di Mesir. Musa juga mengatakan bahwa mereka adalah “elohim baru yang baru muncul”.

  • Baru (Ibrani: chadash): hal baru, sesuatu yang baru.

Bukan saja orang-orang Ibrani mempersembahkan kurban kepada Shed ini, Musa menunjukkan bahwa nenek moyang mereka juga tidak gentar kepada Shed. Hal ini nampaknya menyiratkan bahwa orang-orang Israel mungkin benar-benar mengalami ketakutan terhadap Shed yang dulunya belum ada di generasi-generasi sebelumnya. Mari kita lihat kata yang digunakan untuk “takut” dalam bahasa Ibrani.

  • Takut (Ibrani: sa’ar): gemetar, menjadi sangat ketakutan, ngeri, bulu kuduk (dengan kengerian)

Orang-orang Israel lebih dari sekedar takut; kata yang setara dengan sa’ar adalah kengerian (terrified). Mereka tidak hanya ketakutan, tapi dari catatan kitab Mazmur kita dapat mengetahui betapa gentarnya mereka dan pengurbanan seperti bagaimana yang mereka lakukan untuk Shed.

Mazmur 106:37 (ILT) Bahkan mereka mengurbankan anak laki-laki dan anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat (shedim);

Orang-orang Israel sangat ketakutan sehingga mereka mulai mengurbankan putra dan putri mereka sendiri. Entitas seperti bagaimana yang membuat seseorang begitu takut sehingga mereka akan membunuh darah dan daging mereka sendiri dalam suatu pengurbanan? Sayangnya, Alkitab tidak memberi kita gambaran tentang entitas-entitas ini, namun ada kebudayaan kuno lain di wilayah tersebut, yang adalah para penyembah Shed dan menyimpan catatan yang sangat terperinci tentang mereka, termasuk patung-patung ukiran mereka dan gambar-gambarnya.

Orang-orang Ashur dan Babilonia menyembah makhluk-makhluk yang dikenal sebagai Shedu. Kedua kebudayaan tersebut saling terkait erat dan berbicara bahasa Semit, Akkadian, yang sangat mirip dengan bahasa Ibrani kuno. Menurut kepercayaan pada saat itu, Lamassu (perempuan) dan Shedu (laki-laki) adalah makhluk yang sama. Makhluk-makhluk ini digambarkan dengan cara berikut:

shedu

Menurut kebudayaan Ashur dan Babilonia, Shedu adalah makhluk-makhluk hibrid dengan tubuh seekor banteng, sayap-sayap elang, dan kepala seorang manusia. Cerita-cerita tentang makhluk-makhluk hibrid umumnya muncul dalam dua periode waktu: pada zaman purbakala dan waktu-waktu modern. Semakin kita menggali tentang asal usul setan-setan, kita akan melihat bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara setan-setan dengan makhluk-makhluk hibrid.

Asal Usul Sa’iyr

Sa’iyr adalah kelompok makhluk-makhluk spiritual yang sangat menarik karena, seperti halnya Shed, mereka juga dianggap sebagai makhluk-makhluk hibrid. Beginilah kamus Konkordansi Strong mendefinisikan kata Sa’iyr (H8163):

From H8175 (sa’ar); shaggy; as noun, a he goat; by analogy a faun: – devil, goat, hairy, kid, rough, satyr.

  • Sa’iyr (Ibrani): Satyr, Faun, Kambing jantan, Iblis, berambut (gimbal), berbulu

Asal kata Sa’iyr adalah sa’ar (menggigil, sangat ketakutan, ngeri), yang telah kita pelajari sebelumnya. Cerita-cerita tentang Faun dan Satyr paling menonjol ditemukan dalam mitologi-mitologi dan legenda-legenda kebudayaan kuno lain, namun di sini kita menemukan referensi untuk makhluk-makhluk yang sama tercatat di dalam Perjanjian Lama. Jadi makhluk apa sebenarnya Faun dan Satyr itu?

“Faun adalah makhluk separuh manusia – separuh kambing (dari kepala sampai ke pinggang berbentuk setengah manusia, tapi dengan tanduk-tanduk kambing di kepala) manifestasi dari roh-roh binatang dan hutan yang akan menolong atau memusuhi manusia dengan sesuka hati. Orang-orang Romawi percaya bahwa Faun membangkitkan ketakutan kepada orang-orang yang berkelana di tempat-tempat yang sepi, terpencil atau liar.”

satyr

Seperti yang telah kita lihat, asal usul kepercayaan Satyr memiliki akar kata dalam bahasa Ibrani sa’ar (menggigil, sangat ketakutan, ngeri). Lebih dari seribu tahun kemudian, orang-orang Romawi memiliki kepercayaan yang sama bahwa makhluk-makhluk hibrid ini menebar ketakutan di hati orang-orang yang bepergian sendirian. Orang-orang Ibrani gentar kepada makhluk-makhluk ini dan sebagai akibatnya, juga melakukan penyembahan dan mempersembahkan kurban-kurban darah dan daging kepada mereka.

Imamat 17:7 (ILT) Dan mereka tidak akan lagi mengurbankan kurban-kurban mereka kepada kambing-kambing berhala (sa’iyr), yang kepadanya mereka telah berbuat zina (zanah). Hal ini telah menjadi suatu ketetapan selamanya bagi mereka untuk generasi-generasi mereka.

Kata-kata yang digunakan Elohim saat berbicara kepada Musa dalam ayat di atas sangat menarik karena memberikan deskripsi hubungan antara Sa’iyr dan legenda lain di seputar makhluk-makhluk ini. Elohim menyebut orang-orang Israel “berzinah” dengan Sa’iyr. Kata Ibrani yang digunakan untuk zinah adalah zanah, yang diterjemahkan: pelacur, menjadi pelacur, melakukan pelacuran, melakukan percabulan, perzinahan, sundal bakti, prostitusi dalam Perjanjian Lama. Sebagian besar ajaran Gereja tentang percabulan telah bergeser hanya memiliki arti hubungan seks. Namun, di sepanjang Alkitab, ada hubungan yang kuat antara percabulan dengan penyembahan pagan. Dalam setiap legenda Faun dan Satyr, mereka sangat terkenal dengan petualangan seksual gila-gilaan mereka dengan para wanita manusia dan terkadang para pria.

“Satyr digambarkan sebagai makhluk yang nakal tetapi berhati lemah, pembuat onar dan berbahaya, namun pemalu dan pengecut. Sama seperti makhluk-makhluk Dionysiac mereka adalah pecinta anggur dan wanita, dan mereka siap sedia untuk segala kesenangan lahiriah.”

Di antara daftar perilaku-perilaku dalam mitologi Satyr, adalah hubungan mereka dengan musik, tari-tarian, kesuka-riaan, dan pesta pora seks. Perjanjian Lama bahkan mencatat referensi yang mengasosiasikan Satyr dengan tari-tarian.

Yesaya 13:21 (KJV) Namun binatang liar dari gurun akan berbaring di sana, dan rumah-rumah mereka akan dipenuhi dengan binatang-binatang yang melolong, dan anak perempuan burung-burung hantu akan berdiam di sana dan kambing jantan (sa’iyr) akan menari-nari (raqad; menari, melompat-lompat) di sana;

Kata yang diterjemahkan sebagai kambing jantan (sa’iyr) dalam ayat di atas adalah kata yang sama yang diterjemahkan sebagai kambing Iblis (sa’iyr) dalam Imamat 17:7. Ini membawa kita kembali kepada pertanyaan, “Apakah cerita-cerita tentang makhluk-makhluk ini lebih dari sekadar mitologi dan legenda?” Sementara kita terus menggali tentang Sa’iyr, kita akan bertemu dengan tokoh yang secara khusus dikatakan sebagai asal usul kata Inggris “pandemonium” (kekacauan, hiruk pikuk, keributan) .

“Pan membantu saudara angkatnya dalam pertempuran melawan para Titan (raksasa) dengan mengeluarkan suara jeritan mengerikan dan mencerai-beraikan mereka dalam ketakutan.”

Menurut legenda, teriakan Pan inilah yang menyebabkan pan-demonium (kekacauan) di antara musuh-musuhnya. Kata Yunani daimonium mengacu kepada: “di bawah pengaruh iblis.” Pandemonium secara harfiah diterjemahkan sebagai “di bawah kontrol Iblis Pan”. Cerita tentang Pan terkait dengan pertempuran besar untuk surga dalam kebudayaan Yunani, namun ketika kita melihat lebih dalam ke dalam kebudayaan Ibrani, kita menemukan kisah serupa tentang malaikat yang jatuh yang bernama Azazel. Nama Azazel digunakan dalam film berjudul Fallen, yang dibintangi Denzel Washington. Dalam film tersebut, Azazel dipresentasikan sebagai setan hutan yang memiliki kekuatan untuk merasuki tubuh manusia dan binatang. Anehnya, kita menemukan penyebutan Azazel di dalam Alkitab dalam hubungan antara dosa dan kambing.

Imamat 16:8 (ILT) Dan Harun harus membuang undi atas kedua kambing itu, satu undi bagi YAHWEH dan satu undi lagi untuk Azazel.

Penting untuk dicatat bahwa kambing ini bukanlah malaikat yang jatuh yang kita bicarakan. Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “kambing hitam” adalah Azazel, yang berarti, “kambing yang telah tersesat.” Kisah Azazel sebenarnya adalah kepercayaan Ibrani yang sangat kuno yang tidak berasal dari Alkitab, namun dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum banjir Nuh.

“Azazel tercatat dalam Kitab Henokh sebagai salah satu dari para pemimpin Malaikat Pengawas pemberontak pada zaman sebelum Air Bah; dia mengajar laki-laki tentang seni peperangan, membuat pedang, pisau, perisai, dan baju zirah, dan mengajar wanita seni muslihat dengan menghiasi tubuh, mewarnai rambut, dan menghiasi wajah dan alis, dan juga mengungkapkan kepada manusia rahasia-rahasia sihir dan merusak perilaku mereka, memimpin mereka ke dalam kejahatan dan kenajisan; hingga pada akhirnya dia, atas perintah YAHWEH, diikat tangan dan kakinya oleh pemimpin malaikat Raphael dan dirantai ke batu-batu kasar dan tajam di [Ha] Duduael (=Beth Hadudo), di mana dia harus tinggal di dalam kegelapan sampai Hari Besar Penghakiman, ketika dia akan dilemparkan ke dalam api untuk dibakar selamanya.”

Catatan samping:

  • Dudael (Beth Hadudo) terletak kira-kira tiga mil tenggara Yerusalem, tempat di mana kambing Azazel dilemparkan ke dalam jurang yang sangat dalam (menyerupai abyss), sehingga ia tidak bisa berhubungan kembali dengan lingkungan manusia (Yoma 67b; Targum Pseudo Jonathan 14:10 dan Targum Onkelos Imamat 14:10).
  • Di bagian padang belantara inilah dipercayai sebagai tempat kediaman setan-setan. Di dekat wilayah inilah Yeshua dicobai oleh Iblis (Matius 4:1-11). Tempat ini adalah bagian dari sistem drainase Wadi en-Nar yang merupakan perluasan dari Lembah Ben Hinnom (Gehinnom).

Kepercayaan khusus ini berasal dari Kitab 1 Henokh, yang disembunyikan di Qumran, beserta kitab-kitab lain dari Alkitab. Kitab 1 Henokh juga terdapat dalam Alkitab Etiopia dan banyak terjemahan-terjemahan awal lainnya. Kitab itu juga merupakan buku yang sangat populer selama periode Bait Suci ke-2, dan direferensikan oleh Petrus dan Yudas. Meskipun tidak dianggap kitab suci, baik orang-orang Yahudi maupun Kristen awal menganggap kitab ini sebagai buku yang sangat penting yang mencerminkan kepercayaan awal tentang banjir Nuh.

Henokh 8:1. Dan Azâzêl mengajari manusia membuat pedang dan pisau dan perisai dan baju zirah, dan memperkenalkan logam-logam di bumi dan mengajari mereka seni melakukan pekerjaan logam: gelang dan ornamen, cara menggunakan antimoni, dan cara mempercantik alis mata, dan segala jenis batu-batu berharga dan semua zat pewarna. 2. Dan ada kejahatan yang besar dan banyak percabulan, dan mereka berdosa, dan semua jalan hidup mereka rusak.

Henokh 9:6. Lihat apa yang telah dilakukan Azâzêl, bagaimana dia telah mengajarkan segala hal yang jahat di bumi dan telah menyingkapkan rahasia kekal yang tersimpan di surga.

Henokh 10:4. Dan lagi Tuhan berfirman kepada Rufael, “Ikat tangan dan kaki Azâzêl, lemparkan dia ke dalam kegelapan; belahlah gurun pasir yang di Dudâêl, dan campakkan dia di sana. 5. Dan timbunilah dia dengan batu-batu kasar dan tajam, dan selubungi dirinya dengan kegelapan supaya dia tetap ada di sana selamanya, dan selubungi wajahnya sehingga dia tidak dapat melihat cahaya! 6. Dan pada hari besar penghakiman dia akan dilemparkan ke dalam api. 7. Dan pulihkanlah bumi yang telah dicemarkan para malaikat, dan umumkanlah pemulihan atas bumi supaya Aku memulihkannya, agar tidak semua anak-anak manusia akan dihancurkan melalui segala hal rahasia yang telah diperkenalkan oleh para malaikat pengawas dan telah diajarkan kepada anak-anak mereka. 8. Dan seluruh bumi telah dicemarkan melalui contoh perbuatan dan ajaran Azâzêl; dari padanya berasal segala dosa.”

Henokh 13:1. Dan Henokh pergi dan berkata kepada Azâzêl, “Engkau tidak akan mendapatkan damai sejahtera; hukuman yang berat telah dijatuhkan atasmu, dan dia [Rufael] akan mengikat engkau. 2. Engkau tidak akan mendapatkan keringanan ataupun belas kasihan, dan permohonanmu tidak akan dikabulkan, karena engkau telah mengajarkan penindasan, dan karena semua perbuatan kejam, penindasan, dan dosa yang engkau tunjukkan kepada anak-anak manusia.”

Apakah penciptaan Satyr dimulai dengan malaikat yang jatuh yang memberontak melawan Elohim? Meskipun kita tidak bisa mengatakan dengan pasti, nampaknya ini sesuai dengan motif malaikat yang jatuh yang ingin merusak semua ciptaan Elohim.

Aku Akan Menyamai Yang Mahatinggi

Bagi mereka yang telah mengkondisikan seluruh hidupnya untuk mempercayai bahwa makhluk-makhluk hibrid hanyalah dongeng mitologi yang dibuat-buat, informasi di atas mungkin tidak banyak artinya. Nampaknya bahwa makhluk-makhluk hibrid ini diciptakan tanpa alasan. Sebenarnya ada alasan yang sangat valid bagi malaikat yang jatuh, terutama Lucifer, untuk mencoba menciptakan makhluk hibrid.

Yesaya 14:13-14 (ILT) Sebab engkau telah berkata dalam hatimu: Aku akan naik ke langit aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim. Dan aku akan duduk di bukit pertemuan di sebelah utara. Aku akan naik melebihi ketinggian awan-awan, aku akan menyamai Yang Mahatinggi.

Ambisi Lucifer adalah menjadi seperti Elohim dalam segala hal. Untuk mencapai tujuan ini, penting baginya untuk meniru apa yang telah Elohim ciptakan. Masalah dengan makhluk-makhluk hibrid bukanlah bahwa mereka itu muncul di seluruh dunia dalam mitologi-mitologi dan legenda-legenda kebudayaan-kebudayaan kuno lain, namun mereka ini muncul di dalam Alkitab sebagai penjaga-penjaga takhta Elohim. Ada kemungkinan bahwa Satan mencoba untuk meniru makhluk-makhluk yang dibuat oleh Elohim.

Yehezkiel 1:5-10 (ILT) Dan dari tengah-tengahnya ada rupa empat makhluk hidup, dan inilah tampilan-tampilan mereka: pada mereka ada rupa manusia, dan pada masing-masing ada empat wajah, dan pada masing-masing ada empat sayap milik mereka; dan kedua kaki mereka itu kaki yang lurus, dan telapak kedua kaki mereka seperti telapak kaki anak lembu, dan seperti kilau tembaga polesan yang bercahaya. Dan di bawah sayap-sayap mereka, pada keempat sisinya, ada sepasang lengan manusia. Dan pada keempatnya, ada wajah-wajah mereka dan sayap-sayap mereka. Yang menyatukan satu terhadap lainnya adalah sayap-sayap mereka. Saat mereka berjalan, mereka tidak terputar-putar, mereka masing-masing berjalan lurus ke depan mereka. Dan rupa wajah mereka keempatnya adalah wajah manusia dan wajah singa di sebelah kanan, keempatnya juga ada wajah lembu di sebelah kiri serta wajah rajawali, itulah keempatnya.

Meskipun bukan deskripsi akurat tentang Shedu yang disembah oleh orang-orang Ashur, ada beberapa kesamaan yang menonjol:

  • Kaki Anak Lembu
  • Banyak Sayap
  • Wajah Manusia

Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau apakah ini bukti bahwa makhluk-makhluk hibrid mitologi berawal dari usaha Lucifer untuk “menyamai Yang Mahatinggi”? Di sinilah peperangan rohani melintas hingga ke dimensi alam fisik. Sangat mungkin bahwa ketika kita melihat patung ukiran Shedu, kita melihat kembali ke periode sejarah di mana kejijikan-kejijikan timbul dalam pikiran Lucifer dan malaikat-malaikat jatuh lainnya, benar-benar hidup di atas Bumi. Yang lebih meresahkan lagi adalah bahwa ilmu pengetahuan modern secara aktif mengejar penciptaan hibrid manusia-hewan seperti yang disebutkan dalam mitologi-mitologi dan legenda-legenda kuno di sepanjang sejarah.

Kerasukan Setan dan Eksorsisme

Ada banyak misteri di seputar praktek kuno Alkitab dalam melakukan eksorsisme (pengusiran setan). Film-film Hollywood telah mengkomersialisasikan praktek tersebut sehingga banyak orang tidak lagi percaya. Meskipun ada orang-orang di zaman modern yang tidak percaya akan roh-roh jahat yang merasuki tubuh manusia, namun itu diyakini secara luas di dunia kuno. Ada juga banyak cara yang dipercayai kebudayaan-kebudayaan ini dalam menjalankan praktek eksorsisme:

  • Nama Yesus
  • Eksorsisme/pengusiran setan
  • Minyak Yang Diberkati
  • Air Suci
  • Salib
  • Musik
  • Puasa
  • Doa

Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang eksorsisme berasal dari film-film berbasis Katholik, yang biasanya terdiri dari ritual-ritual eksorsisme panjang yang tidak dilakukan di dalam Alkitab. Salib, Minyak yang Diberkati, dan Air Suci mungkin tidak efektif melawan setan-setan dalam situasi nyata, tapi pastinya itu kelihatan sangat meyakinkan di film-film. Namun, menghardik setan dalam nama Yesus, berpuasa, dan berdoa diketahui berhasil jika orang yang melakukan eksorsisme itu sudah diselamatkan. Namun orang yang belum diselamatkan mungkin berada pada posisi yang sama seperti tujuh anak laki-laki Skewa (Kisah 19:16). Eksorsisme telah menjadi bagian dari eksistensi umat manusia sejak segera sesudah banjir Nuh.

Di sepanjang sejarah, musik menjadi salah satu cara tradisional untuk menenangkan dan mengusir roh-roh yang jahat. Catatan pertama dalam Alkitab tentang ini ditemukan ketika Daud memainkan musik untuk Saul dalam 1Samuel 16:23.

1Samuel 16:23 (ILT) Dan terjadilah, ketika roh ilah-ilah itu ada pada Saul, maka Daud segera mengambil harpa dan memainkan dengan tangannya. Lalu ada kelegaan bagi Saul, dan keadaannya menjadi baik, dan roh yang jahat itu pergi dari padanya.

Referensi tertua untuk menghardik setan-setan dalam nama YAHWEH ditemukan dalam Zakharia 3:2 dan Yudas 1:9, keduanya mengacu langsung untuk menentang Satan.

Zakharia 3:2 (ILT) Lalu berkatalah Malaikat YAHWEH kepada Satan, “Biarlah YAHWEH menghardik engkau, hai Satan! Dan biarlah YAHWEH yang memilih Yerusalem, menghardik engkau! Bukankah dia ini sepotong ranting yang direnggut dari api?”

Yudas 1:9 (ILT) Namun demikian Mikhael, penghulu malaikat, ketika bertengkar karena berselisih dengan si jahat mengenai mayat Musa, dia tidak berani menimpakan penghakiman berupa hujatan, sebaliknya dia berkata, “Kiranya YAHWEH menghardik engkau!”

Ketika Yeshua datang ke dunia, Dia memerintahkan setan-setan untuk keluar dari orang-orang dengan otoritas dan memberikan kepada murid-murid-Nya otoritas untuk mengusir mereka di dalam nama-Nya (Lukas 10:17).

Lukas 10:17-19 (ILT) Dan ketujuh puluh orang itu kembali dengan sukacita, sambil berkata, “Tuhan, bahkan roh-roh jahat pun tunduk kepada kami dalam Nama-Mu.” Dan, Dia berkata kepada mereka, “Aku melihat Satan jatuh dari langit seperti kilat. Lihatlah, Aku memberikan kepadamu otoritas untuk menjejakkan kaki di atas ular dan kalajengking dan atas segala kuasa musuh, dan bahkan tidak ada sesuatu pun yang dapat melukai kamu.”

Sesudah suatu peristiwa dimana para murid-Nya kembali sesudah gagal mengusir setan, Yeshua mengungkapkan bahwa beberapa jenis eksorsisme memerlukan puasa dan doa (Markus 9:29). Sayangnya, Alkitab tidak memberikan rincian tentang jenis roh-roh seperti bagaimana yang kebal terhadap mematuhi nama Kristus dan kenapa dibutuhkan keterlibatan peperangan rohani yang lebih berat melawan mereka melalui puasa dan doa. Fakta ini sendiri harus membuat kita membuka mata dan menjalankan peperangan rohani dengan sangat serius.

Kerasukan Setan atau Sakit Mental

Banyak orang non-Kristen berargumen bahwa kerasukan setan hanyalah sekedar sakit jiwa. Alkitab nampaknya membuat perbedaan antara kerasukan setan dengan sakit jiwa.

Matius 4:24 (IMB) Maka kabar tentang Dia menyebar sampai ke seluruh Siria. Mereka membawa kepada-Nya semua orang yang menderita (kakos) berbagai penyakit (nosos) dan tersiksa (basanos), dan mereka yang kerasukan roh jahat (daimonizomai), dan yang menderita sakit ayan (seleniazomai), dan yang lumpuh (paralutikos), lalu Dia menyembuhkan mereka.

Mathew 4:24 (KJV) And his fame went throughout all Syria: and they brought unto him all sick (kakos) people that were taken with divers diseases (nosos) and torments (basanos), and those which were possessed with devils (daimonizomai), and those which were lunatick (seleniazomai), and those that had the palsy (paralutikos); and he healed them. 

Di dalam Injil Matius, jika kita membaca dengan seksama, kita melihat bahwa orang-orang yang menderita berbagai (banyak macam) penyakit dan siksaan, orang-orang yang kerasukan, orang-orang yang gila (lunatik), dan orang-orang yang lumpuh dibawa kepada Yeshua untuk memperoleh penyembuhan. Orang-orang Yunani membuat perbedaan yang sangat jelas antara kelemahan-kelemahan fisik dengan kerasukan setan. Inilah kata-kata dan maknanya dalam bahasa Yunani:

  • Menderita (kakos): sengsara, sakit, buruk, menyedihkan, malang, kurang sehat, tidak enak badan
  • Penyakit (nosos): penyakit, kelemahan
  • Tersiksa (basanos): siksaan (fisik atau mental)
  • Kerasukan roh jahat (daimonizomai): di bawah kuasa setan/roh jahat
  • Ayan (seleniazomai): secara harfiah artinya “di bawah kontrol bulan (selene)”. Juga memiliki arti: gila, lunatik, epilepsi.
  • Lumpuh (paralutikos): lumpuh, tungkai lemah

Dapat kita lihat dari daftar di atas bahwa semuanya itu tidak hanya dikategorikan dirasuk setan. Alkitab dengan jelas membedakan antara orang-orang yang sakit secara fisik, tersiksa (secara fisik maupun mental), penyakit jiwa, kelumpuhan, dan dirasuk setan.

Ini hanya sedikit “amunisi” bagi Anda yang mungkin berhadapan dengan argumen bahwa orang-orang kuno pada zaman itu tidak tahu perbedaan antara dirasuk setan dan sakit jiwa. Mereka benar-benar mengetahuinya.

Ke Mana Setan-setan Pergi?

Dari mana setan-setan terus berdatangan?

Ini pertanyaan yang sulit dijawab. Berikut ini beberapa ayat untuk kita perhatikan:

Matius 8:28-32 (ILT) Adapun Dia, setelah tiba di seberang, di wilayah orang Gergesa, datanglah menemui-Nya dua orang yang dirasuk roh jahat, yang keluar dari pekuburan dengan sangat ganas, sehingga tidak seorang pun mampu untuk lewat melalui jalan itu. Dan lihatlah, mereka berteriak sambil berkata, “Ada apakah dengan kami dan Engkau, hai YESHUA Putra Elohim? Apakah Engkau datang ke sini untuk menyiksa kami sebelum saatnya?” Dan jauh dari mereka terdapat sekawanan babi yang banyak jumlahnya sedang digembalakan. Dan roh-roh jahat itu meminta kepada-Nya, katanya, “Jika Engkau mengusir kami, izinkan kami pergi ke dalam kawanan babi itu.” Dan Dia berkata kepada mereka, “Pergilah!” Dan setelah keluar, mereka pergi ke dalam kawanan babi itu. Dan lihatlah, seluruh kawanan babi itu berebutan turun ke jurang, ke dalam danau dan mereka mati di dalam air!

Setan-setan tahu bahwa mereka memiliki waktu yang ditentukan untuk mengalami siksaan. Yang lebih menarik lagi adalah fakta bahwa mereka tahu bahwa waktunya belum tepat untuk siksaan mereka. Sebelum diusir, mereka menegosiasikan transfer ke dalam kawanan babi.

Mengapa Yeshua mengabulkan permintaan ini?

Kita tidak tahu kenapa Yeshua tidak menyingkirkan mereka ke dalam Abyssos (jurang maut).

Lukas 8:30-31 (ILT) Dan YESHUA menanyainya dengan berkata, “Siapakah namamu?” Dan dia berkata, “Legion,” sebab banyak roh jahat merasuk kepadanya. Dan mereka memohon kepada-Nya supaya Dia jangan memerintahkan kepada mereka untuk pergi ke abyssos.

Kita bisa berasumsi bahwa ini berkaitan dengan waktu penghakiman mereka yang belum tiba, dan sifat pengampunan-Nya. Begitu setan-setan merasuki kawanan babi, mereka lari dari tebing jurang dan membunuh mereka.

Kenapa mereka membunuh babi?

Kita tidak memiliki jawaban yang pasti. Namun kita bisa berasumsi bahwa mereka ingin membinasakan tubuh-tubuh itu dengan cara yang paling merusak semaksimal mungkin (Yohanes 10:10). Namun masih ada pertanyaan yang lebih penting dalam skenario ini:

Kemana setan-setan pergi sesudah itu?

Kita bisa berasumsi bahwa mereka mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari tempat perhentian lain yang bisa dihuni (Matius 12:43), namun Alkitab tidak menjawab pertanyaan itu. Ini membawa kita kepada pokok permasalahan dari tulisan ini.

Darimana setan-setan berasal?

Banyak dari kita percaya bahwa setan-setan adalah roh-roh tanpa tubuh dari Nephilim yang telah mati. Kepercayaan kuno ini tercatat dalam Kitab Henokh:

Henokh 15:8. Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. 9. Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat. 10. Tapi roh-roh yang ada di surga memiliki tempat kediaman di surga, dan roh-roh yang ada di bumi, yang lahir di bumi, memiliki tempat kediaman di bumi. 11. Dan roh-roh para raksasa akan menyengsarakan, menindas, menghancurkan, menyerang, berperang, dan mengerjakan kerusakan di bumi, dan menyebabkan kesusahan: mereka tidak memakan apa pun, namun demikian lapar dan haus, dan menyebabkan kejahatan. 12. Dan roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan melawan perempuan, karena dari pada merekalah roh-roh ini berasal. Pada hari-hari pembunuhan dan penghancuran.

Henokh 16:1. Dan mengenai kematian para raksasa, ketika roh keluar dari tubuh mereka, daging mereka akan membusuk tanpa penghakiman; demikian mereka akan dihancurkan sampai hari penghakiman besar atas seluruh dunia telah genap atas para malaikat penjaga dan orang-orang fasik.

Jika itu benar, kita boleh berasumsi bahwa Nephilim pra-banjir besar jumlahnya jutaan. Demikian juga kemudian ditambah oleh Nephilim pasca-banjir besar, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar karena ditahan di sepanjang waktu oleh campur tangan Elohim melalui bangsa Israel.

Di sinilah masalahnya muncul. Gereja secara tradisional mengajarkan bahwa setan-setan dapat dikirim ke jurang maut dengan ditengking atau eksorsisme. Mari kita asumsikan sejenak bahwa mereka dapat dikirim ke Abyssos dengan cara ini:

Dari mana mereka masih terus berdatangan?

Jika cerita-cerita dari kebudayaan-kebudayaan pagan itu benar, itu mungkin menjelaskan kenapa kita terus mendapatkan pasokan setan-setan secara konstan yang berkeliaran di muka bumi. Jika Anda membaca artikel Kembalinya Nephilim, keturunan malaikat yang jatuh ini tidak pernah berhenti menculik orang-orang dan memproduksi hibrid (Daniel 2:43). Sebagian besar mitologi kuno hanya melaporkan penculikan beberapa individu dalam satu waktu, dan bukannya secara besar-besaran seperti serbuan para malaikat pada zaman pra-banjir besar.

Ayat di atas tentang Yeshua yang mengirim setan-setan ke jurang maut diyakini oleh banyak orang Kristen sebagai dasar kepercayaan mereka bahwa kita memiliki  kuasa yang sama. Kita masih belum bisa mengetahui apakah ini tradisi atau fakta. Jika kita mempertimbangkan semua tengkingan dan pengusiran setan di sepanjang sejarah umat manusia, jumlah setan-setan yang berkeliaran di atas Bumi seharusnya bisa semakin sedikit. Namun apakah benar demikian?

Apakah mereka mempunyai agenda tersembunyi?

Nampaknya mungkin saja mereka menunggu sesuatu yang besar, yang akan terungkap pada hari-hari akhir di masa Kesusahan Besar.

2Tesalonika 2:9-12 (IMB) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Satan, yang disertai dengan segala kuasa, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu. Dengan tipu daya kefasikan, ia menipu mereka yang akan binasa karena mereka menolak dan tidak mencintai kebenaran yang akan menyelamatkan mereka. Karena itulah Elohim akan membiarkan mereka tersesat, sehingga mereka percaya pada kebohongan, supaya mereka yang menyukai kejahatan dan tidak percaya kepada kebenaran akan dihukum.

Rincian

Roh-roh jahat memainkan peran yang sangat penting di sepanjang kitab suci, sebagai musuh umat manusia. Dimulai dengan Musa, setan-setan dipandang sebagai musuh spiritual yang hanya berhasrat menyesatkan dan menghancurkan umat manusia. Mereka berbohong tentang siapa diri mereka, mencuri penyembahan dari Elohim, dan mendiami tubuh manusia tanpa izin. Banyak penyakit jiwa nampak seolah-olah benar-benar bisa jadi merupakan kasus kerasukan setan, namun di sisi lain, banyak yang diyakini sebagai kerasukan setan, mungkin saja hanya menderita gangguan jiwa.

Meskipun orang-orang di zaman modern ini banyak yang sudah tidak percaya eksistensi setan-setan, ayat berikut ini menunjukkan bahwa penyembahan kepada roh-roh jahat itu eksis sampai kepada Akhir Zaman.

Wahyu 9:20 (ILT) Namun sisa manusia yang tidak terbunuh oleh bencana-bencana itu, mereka bahkan tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan tangan mereka, bahwa mereka tidak boleh menyembah roh-roh jahat (daimonion), dan berhala-berhala emas, dan perak, dan perunggu dan batu dan kayu yang bahkan tidak mampu baik untuk melihat, maupun mendengar ataupun berjalan.

  • Daimonion (Yunani): kuasa ilahi, dewa, ilah, ilahi, roh, makhluk jahat atau kejam, makhluk yang inferior terhadap Elohim tetapi superior terhadap manusia, roh-roh jahat atau utusan-utusan atau pelayan-pelayan Iblis. Akar kata daimonion adalah daimon.

Dua ayat berikut ini menunjukkan bahwa setan-setan akan memainkan peranan krusial di Akhir Zaman, untuk menyesatkan seluruh dunia.

Wahyu 16:13 (ILT) Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang buas dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis (akathartos; najis, iblisi, kotor) serupa katak, 14 untuk pergi kepada raja-raja di bumi dan seluruh penduduk bumi guna mengumpulkan mereka ke dalam peperangan hari itu (Har-Mageddon), hari besar Elohim Penguasa Semesta, karena mereka adalah roh-roh (pneuma) jahat (daimon) yang mengadakan tanda-tanda.

  • Daimon (Yunani): setan, iblis, roh jahat

Kamus Thayer’s Greek Definitions mendefinisikan  daimon: dewa atau dewi, ilah yang inferior, roh jahat.

Next:

Perbedaan Malaikat Yang Jatuh dan Setan-setan

Asal-usul Roh-roh Jahat

Referensi:

Kitab Henokh

Bab 1 – Kembalinya Nephilim | Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi?

Bab 2 – Kembalinya Nephilim | Keturunan Malaikat yang Jatuh

Bab 3 – Kembalinya Nephilim, Pada Hari-hari Sebelum Banjir Besar Memusnahkan Bumi

Bab 4 – Kembalinya Nephilim, Ras Raksasa Purbakala ke Dalam Dunia Pasca-Banjir Besar Menghancurkan Bumi

Rapha: Post Flood Nephilim Giants In The Old Testament

The Lake of Fire: Where Is it Located?

Demons In The Bible: The Complete Guide To Evil and Unclean Spirits

Shedim

DEMONOLOGY