Pada 31 Oktober malam, kebanyakan orang hanya akan mengabaikan sisi gelap Halloween. Namun semakin tahun semakin banyak mall-mall yang menghias dengan pernak-pernik dan tema-tema Halloween, film-film horor diputar di mana-mana, dan mungkin sebagian orang akan mengajak dan mendandani anak-anak mereka dengan kostum dan menghadiri pesta-pesta perayaan Halloween.

Tapi kebenarannya adalah bahwa malam Halloween merupakan salah satu malam terbesar dalam setahun bagi para penyihir, okultis, dan Satanis.

Di berbagai tempat di seluruh dunia, orang-orang yang mempraktekkan seni kegelapan akan menghubungi arwah orang mati, melepasakan mantra dan melakukan kurban-kurban darah. Ada alasan khusus mengapa tempat-tempat penampungan hewan di seluruh Amerika melarang adopsi kucing hitam pada waktu-waktu ini.

Beberapa tradisi Halloween yang paling “umum” seperti berdandan mengenakan kostum, mengukir labu lentera Halloween, berjalan keliling dari pintu ke pintu rumah untuk meminta permen sambil berkata “Trick or treat!” (ucapan semacam ancaman yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili”), kesemuanya memiliki akar pada praktek pagan kuno. Dan setiap tahun kostum untuk gadis-gadis muda menjadi semakin mengarah kepada sugesti seksual, film-film horor menjadi semakin iblisi, dan daya tarik masyarakat terhadap okultisme semakin berkembang. Ini benar-benar perayaan kematian, namun banyak orang tidak tahu akan hal itu dan tidak perduli.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak tahu dari mana asal perayaan ini. Kebenarannya adalah bahwa sejak lama, gereja Roma Katholik berusaha untuk “meng-Kristenkan” sebuah perayaan pagan kuno yang dikenal sebagai Samhain.

Fakta: Asal Usul Pagan Halloween

  • Nama “Halloween” berasal dari perayaan “All Saints Day” (Hari Seluruh Santo) dari gereja Kristen mula-mula, sebuah hari yang dikuduskan untuk peringatan para martir. All Hallows Eve, petang hari sebelum All Saints Day, memulai masa peringatan. “All Hallows Eve” akhirnya disingkat menjadi “Hallow-e’en,” yang menjadi “Halloween.”
  • Sementara Kekristenan meluas ke seluruh Eropa, itu berbenturan dengan budaya pagan pribumi dan bertentangan dengan adat istiadat yang sudah mapan. Hari-hari raya dan perayaan pagan begitu mengakar sehingga orang-orang yang baru bertobat mendapati bahwa itu menjadi batu sandungan bagi iman mereka. Untuk mengatasi masalah ini, organisasi gereja Vatican biasanya akan memindahkan perayaan khas Kristen ke suatu hari dalam kalender yang secara langsung akan menantang perayaan pagan. Tujuannya adalah untuk melawan pengaruh pagan dan memberikan alternatif Kristiani. Tetapi yang paling sering terjadi adalah bahwa gereja hanya berhasil “meng-Kristenisasi” ritual pagan – ritual itu masih bersifat pagan, namun bercampur dengan simbolisme Kristen. Ini yang terjadi pada All Saints Eve – itu hanyalah alternatif dari perayaan Halloween yang asli!
  • Orang Celtic di Eropa dan Inggris adalah kaum pagan Druid yang perayaan-perayaan utamanya ditandai oleh musim-musim. Pada akhir tahun di Eropa utara, orang-orang mengadakan persiapan untuk memastikan kelangsungan hidup di musim dingin dengan memanen hasil panen dan memilah ternak, dan menyembelih hewan-hewan yang dianggap lemah. Kehidupan menjadi lambat sementara musim dingin membawa kegelapan (siang hari lebih pendek dan malam hari yang lebih lama), tanah yang tandus, dan kematian. Gambaran kematian, dilambangkan dengan kerangka, tengkorak, dan warna hitam, sangat menonjol dalam perayaan-perayaan Halloween sekarang ini.
  • Perayaan pagan Samhain merayakan panenan terakhir, kematian, dan permulaan musim dingin, selama tiga hari – mulai 31 Oktober sampai 2 November. Orang-orang Celtic percaya bahwa tirai yang memisahkan orang-orang yang hidup dan orang-orang mati diangkat selama periode Samhain untuk memungkinkan roh-roh orang mati berjalan-jalan di antara yang hidup – hantu-hantu yang menghantui bumi.
  • Sebagian orang memanfaatkan musim hantu ini dengan melakukan praktek okultisme seperti ramalan dan berkomunikasi dengan roh-roh orang mati. Mereka memanggil roh-roh “ilahi” (setan-setan) dan roh-roh leluhur mereka menanyakan mengenai ramalan cuaca untuk tahun yang akan datang, panen yang diharapkan, dan bahkan prospek asmara. Tradisi “mencelupkan apel” adalah satu praktek pagan yang digunakan untuk meramal “berkat-berkat” dunia spiritual dalam kisah asmara pasangan.

apple-ducking

  • Bagi orang-orang lain, fokus terhadap kematian, okultisme, ramalan, dan pemikiran bahwa roh-roh datang  untuk menghantui orang-orang hidup, memicu kepercayaan takhayul dan ketakutan. Mereka percaya bahwa roh-roh itu tertahan di bumi sampai mereka mendapatkan ritual pemberangkatan yang layak dengan suguhan yang menyenangkan (“treat”) – harta benda, kekayaan, makanan, dan minuman. Roh-roh yang tidak mendapatkan “perlakuan” (“treat”) yang layak akan “memperdayai” (“trick”) orang-orang yang mengabaikan mereka. Rasa takut akan dihantui menjadi semakin berlipat ganda jika roh-roh itu dibuat marah selama masa ini.
  • Roh-roh yang memperdayai ini diyakini memiliki penampilan aneh. Beberapa tradisi berkembang, yang percaya bahwa mengenakan kostum supaya kelihatan menyerupai roh-roh ini akan menipu roh-roh gentayangan ini. Orang-orang lain percaya bahwa roh-roh tersebut dapat dihalau dengan mengukir wajah seram pada labu atau sayuran umbi (semacam lobak) dan meletakkan lilin di dalamnya – yang dikenal sebagai “jack-o-lantern” (Lentera Jack).

Asal-usul Halloween adalah tradisi Celtic dan yang berhubungan dengan melakukan kurban-kurban akhir musim panas kepada dewa-dewa dalam tradisi Druidic. Bagi orang-orang kuno yang sekarang menjadi Inggris dan Prancis, itu adalah awal tahun Celtic, dan mereka percaya Samhain, penguasa kematian, mengirimkan roh-roh jahat ke mana-mana untuk menyerang manusia, yang dipercayai hanya bisa lolos bila melakukan penyamaran dan tampil seperti roh-roh jahat itu sendiri. Menyusutnya sinar matahari dan datangnya kegelapan musim dingin membuat roh-roh jahat bergembira dan bermain-main dengan tipu muslihat. Sebagian besar tradisi-tradisi Halloween dapat ditelusuri kembali kepada ritual-ritual dan takhayul-takhayul pagan kuno ini.

Dalam kalender Wiccan, Samhain adalah salah satu titik terpenting dalam “roda tahun.” Penganut Wiccan percaya bahwa ini adalah hari ketika “Tuhan mati,” dan kemudian mereka merayakan kelahirannya kembali pada perayaan Yule (winter solstice; titik balik matahari musim dingin), yang kemudian diadopsi oleh gereja Kristen menjadi perayaan Natal.

Ini juga adalah waktu yang dipercayai bahwa tirai pemisah antara orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati menjadi paling tipis, dan ini menjadi waktu yang tepat bagi mereka untuk menghubungi orang-orang mati. Berikut ini kepercayaan Wicca tentang Samhain dari wicca.com:

31 Oktober – Malam Samhain

Juga dikenal sebagai: Malam November, Hari Raya Orang Mati, Hari Raya Apel, Hallows (Kuduskan) dan All Hallows Eve.

Mungkin perayaan terbesar dalam tahun para penyihir, Samhain adalah waktu untuk mengingat orang-orang yang telah mati, merayakan akhir musim panas dan bersiap menghadapi bulan-bulan musim dingin di depan. Dewa Matahari dan bumi jatuh tertidur, sementara malam semakin panjang dan musim dingin dimulai.

Samhain, (diucapkan SOW-in, SAH-vin, atau SAM-hayne) artinya “Akhir Musim Panas,” dan merupakan panenan ketiga dan terakhir. Musim dingin yang gelap setengah tahun dimulai pada Sabbat ini.

Berbagai nama lain untuk Sabbat Besar ini adalah Panen Ketiga, Samana, Hari Orang Mati, Misa Kudus Kuno (Skotlandia/Celtic), Malam Berjaga-jaga Saman, Festival Bayangan (Strega), dan Samhuinn. Juga dikenal sebagai All Hallow’s Eve, (hari itu sebenarnya jatuh pada tanggal 7 November), dan Martinmas (yang dirayakan pada tanggal 11 November), Samhain sekarang umumnya dianggap sebagai Tahun Baru Sihir.

Hal ini umumnya dirayakan pada tanggal 31 Oktober, namun beberapa tradisi lebih memilih tanggal 1 November. Ini adalah salah satu dari dua “malam roh” pada setiap tahun, yang lainnya adalah Beltane (1 Mei). Ini adalah interval magis ketika hukum-hukum waktu dan ruang duniawi untuk sementara berhenti, dan Selubung Tipis di antara dua dunia diangkat. Berkomunikasi dengan nenek moyang dan orang-orang yang dicintai mudah dilakukan pada saat ini, karena mereka melakukan perjalanan melewati dunia ini dalam perjalanan mereka ke Summerland (negeri musim panas; surga kaum Wiccan). Ini adalah waktu untuk mempelajari Misteri-misteri Kegelapan dan menghormati Ibu Kegelapan dan Bapa Kegelapan, dilambangkan oleh Crone (nenek tua) dan pasangan tuanya.

Awalnya “Perayaan Orang Mati” dirayakan di negara-negara Celtic dengan menyediakan persembahan makanan di altar dan tangga-tangga rumah bagi “roh-roh orang mati yang bergentayangan.” Sampai sekarang ini masih sangat banyak orang-orang yang masih menjalankan tradisi itu. Sebuah lilin dinyalakan dan diletakkan di jendela untuk membantu membimbing roh-roh leluhur dan orang-orang tercinta untuk kembali ke rumah. Kursi-kursi tambahan disusun di meja dan di sekitar tungku perapian bagi tamu yang tidak kelihatan. Apel-apel dikubur di sepanjang pinggir jalan dan jalur-jalur bagi roh-roh yang tersesat atau tidak punya keturunan untuk menyediakan makanan bagi mereka. Lobak-lobak dilubangi dan diukir menyerupai roh-roh pelindung, karena ini adalah malam sihir dan kekacauan. Entitas-entitas spiritual menjadi sangat aktif, mengerjai manusia yang tidak menaruh curiga. Bepergian sesudah petang tidak disarankan. Orang-orang berpakaian putih (seperti hantu), mengenakan penyamaran yang terbuat dari jerami, atau berpakaian seperti lawan jenis untuk mengelabuhi roh-roh Alam.

Praktek-praktek kuno yang digambarkan dalam paragraf di atas sangat mirip dengan apa yang kita saksikan sekarang ini dalam banyak hal, meskipun beberapa tradisi telah berevolusi. Misalnya, ketimbang mengukir lobak, mereka yang merayakan Halloween sekarang ini mengukir labu.

Wicca sebenarnya adalah salah satu agama yang tumbuh paling subur di seluruh dunia. Dan pada tanggal 31 Oktober, orang-orang Wicca di seluruh penjuru negeri akan berkumpul untuk melakukan ritual dan melepaskan mantra. Berikut ini uraian Wikipedia tentang kepercayaan kaum Wicca tentang “sihir”:

Selama praktek-praktek ritual, yang seringkali dilakukan dalam lingkaran suci, penganut Wiccan melepasakan mantra-mantra atau “ritual-ritual” yang dimaksudkan untuk mewujudkan perubahan nyata dalam dimensi fisik. Mantra-mantra kaum Wiccan yang umum antara lain digunakan untuk penyembuhan, untuk perlindungan, kesuburan, atau untuk memusnahkan pengaruh negatif. [63] Banyak penganut Wiccan awal, seperti Alex Sanders, Sybil Leek dan Alex Winfield, menyebut sihir mereka sebagai “sihir putih”, yang kontras dengan “ilmu hitam”, yang terkait dengan kejahatan dan Satanisme. Sanders juga menggunakan istilah serupa “jalur tangan kiri” untuk menggambarkan sihir jahat, dan “jalur tangan kanan” untuk menggambarkan sihir yang dilakukan dengan niat baik; [64] istilah yang berasal dari okultis Helena Blavatsky di abad ke-19. Bagaimana pun beberapa penganut Wiccan modern telah berhenti melakukan dikotomi sihir putih-hitam dan jalur kanan-kiri, dengan alasan bahwa warna hitam seharusnya tidak selalu berasosiasi dengan kejahatan. [65]

Faktanya adalah bahwa hal-hal semacam ini adalah sangat nyata. Sisi kegelapan juga memiliki kekuatan, dan mereka yang telah keluar dari ilmu sihir dapat memberi tahu Anda kesaksian kebenaran.

Kaum Wicca menganggap diri mereka “baik”, dan karena itu mereka cenderung menolak kurban-kurban darah dan hal-hal semacam itu.

Sedangkan bagi mereka yang mendalami okultisme, kurban-kurban darah adalah bagian penting dari Halloween. Karena hubungannya dengan ilmu sihir, kucing-kucing hitam seringkali dimutilasi secara ritual pada Halloween.

Ini mungkin sulit dipercayai, tapi binatang-binatang dibunuh dan penganiayaan seksual anak-anak kecil (pedofilia) akan terjadi pada malam Halloween. Berikut ini kutipan Beth, mantan penyihir yang menceritakan pengalaman penganiayaan seksual yang terjadi kepadanya pada saat Ritual Satanik Halloween:

Orang tuaku memberitahuku sebelum kami berkeliling ke tetangga, kami pergi mengunjungi gereja (Gereja Mormon) untuk mendapat banyak permen di sana. Gereja itu sangat dekat dengan rumah nenekku, dan aku tahu karena sering pergi.

Kami pergi ke gereja dan apa yang terjadi selanjutnya membuat darahku mengental. Aku diberi permen, tapi itu hanya permulaan dari pelecehan seksual yang akan terjadi dalam ritual satanik. Pada Halloween, para pemuja Satan memakai anak-anak kecil, seperti aku, sebagai berhala-berhala seksual untuk disembah. Anak-anak lain mengalami nasib yang jauh lebih buruk. Kematian! Aku tahu bagi sebagian orang hal ini lebih daripada yang dapat bisa Anda pikir untuk dipercayai, tapi ini memang kebenaran. Aku hampir-hampir tidak bisa menuliskan kata-kata ini karena rasa sakit oleh karena kebenaran lebih daripada yang dapat aku tanggung. Jika bukan karena kasih karunia dan kasih Yesus Kristus, aku bahkan tidak akan di sini menuliskan ini sama sekali.

Ritual Satanik bukanlah hal baru bagi dunia kita. Mereka telah ada selama ribuan tahun, dan mereka dibicarakan di dalam Alkitab, ketika orang-orang mengorbankan anak-anak mereka kepada dewa Molokh. Molokh adalah dewa kurban manusia, dan dia sangat disembah dalam sekte-sekte satanik, bersama dengan banyak dewa dan dewi lainnya. Molokh adalah iblis, bukan dewa, dan dia dikendalikan oleh Satan sendiri. Pada zaman kuno ritual-ritual satanik dilakukan di tempat-tempat terbuka dimana orang-orang bisa menyaksikannya. Mereka tidak disembunyikan. Tapi waktu telah berubah dan ritual-ritual itu belum berhenti, mereka hanya dipindahkan ke tempat-tempat yang tidak akan terdeteksi.

Molokh (Ibrani: molek; artinya raja), berasal dari akar kata Ibrani melek (artinya: raja): dewa orang Amon dan Phoenicia yang kepadanya orang-orang Israel mengurbankan bayi-bayi mereka di lembah Ben Hinnom.

2Raja 21:6 (ILT) Dan dia membuat anaknya melewati api, menggunakan ramalan, dan menggunakan telaah, dan berhubungan dengan para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal; ia memperbanyaknya dengan melakukan yang jahat di mata YAHWEH sehingga dia membangkitkan murka-Nya.

Malam Halloween adalah malam penuh ritual-ritual, tetapi juga sihir. Para penyihir dan Satanis dari segala macam berkumpul bersama dalam kelompok-kelompok dan melakukan ritual-ritual dan juga melakukan mantra-mantra dan perjalanan astral. Ini berarti bahwa malam Halloween begitu penuh dengan sihir sehingga pada dasarnya tidak mungkin untuk tidak merasakan efeknya. Kebanyakan orang tidak mengerti seperti bagaimana rasanya sihir itu, jadi mereka tidak tahu. Ada banyak sihir yang terjadi pada malam itu sehingga itu mengambil alih seluruh dunia. Itu berarti bahwa setiap orang yang berpartisipasi dalam segala jenis kegiatan Halloween pada malam Halloween sebenarnya sepakat dengan segala ritual-ritual dan sihir.

Perjalanan astral atau proyeksi astral: pengalaman keluar dari tubuh, dimana jiwa seseorang berpisah dari tubuh fisiknya dan melakukan perjalanan ke dimensi astral. Dengan meninggalkan tubuh fisik, tubuh astral dapat melayang dan mengamati lingkungan sekitar bahkan melakukan tindakan-tindakan tertentu, atau mengembara melintasi bumi di luar rentang waktu ke tempat di mana pun intuisi menghendakinya.

Para pemuja Setan benar-benar mencintai Halloween. Berikut kutipan dari situs resmi Gereja Satan:

Satanisme merangkul perayaan ini sebagaimana itu telah menjadi, dan tidak merasa perlu untuk terikat pada praktek-praktek kuno. Malam ini, kami tersenyum pada para penjelajah amatir kegelapan batin mereka sendiri, karena kami tahu bahwa mereka menikmati penyelaman singkat mereka ke dalam kolam “dunia bayangan”. Kami mendorong fantasi-fantasi gelap mereka, kesenangan manis, dan pembangkitan estetika kami yang luas (sambil menoleransi beberapa versi murahan), meskipun itu hanya sekali setahun. Untuk waktu lainnya, ketika orang-orang yang bukan dari suku kami menggelengkan kepala karena keheranan pada kami, kami dapat menunjukkan bahwa mereka dapat menemukan beberapa pemahaman dengan memeriksa semua perbuatan-perbuatan All Hallows Eve mereka sendiri, namun pada umumnya kami mendapati lebih mudah mengatakan: “Pikirkan Keluarga Addams dan Anda akan mulai melihat tentang apakah kami.”

Para Satanis menganggap Halloween sebagai salah satu “perayaan” paling penting dalam setahun. Di halaman 96 dari Satanic Bible, Anton LaVey menulis berikut ini:

“Selain ulang tahun seseorang, dua hari raya Satanik utama adalah Walpurgisnacht (1 Mei) dan Halloween.”

Anton LaVey, pendiri Gereja Satan, berkata:

“Aku senang bahwa para orang tua Kristen membiarkan anak-anak mereka menyembah Satan setidaknya satu malam dalam setahun. Selamat datang di Halloween.”

Pastor Jamie Morgan membuat pernyataan tentang bagaimana seharusnya orang-orang Kristen menanggapi perayaan ini.

Mengkhususkan satu hari untuk merayakan kejahatan, kegelapan, sihir, ketakutan, kematian dan iblis merupakan penghinaan kepada Tuhan. Titik. Orang Kristen yang merayakan Halloween akan sama seperti seorang pemuja Satan yang memasang dekorasi Natal sambil bernyanyi, “Selamat Ulang Tahun, Yesus!” Keduanya tidak dapat dipersatukan. Yesus tidak memiliki kesamaan dengan Satan (2 Korintus 6:14), dan demikian juga seharusnya kita.

John Ramirez, seorang mantan Satanis menceritakan kesaksiannya tentang Halloween:

Pikiranku teringat kembali ke malam 31 Oktober 1987, saat aku menjalani pernikahan paling iblisi di planet ini. Tunanganku dan aku memutuskan untuk menikah pada Halloween, dalam ritual iblisi yang berlangsung sepanjang malam, dengan lonceng-lonceng pernikahan yang terdengar turun sampai ke pintu-pintu gerbang neraka.

Sebagai pemuja Iblis, Halloween sangat spesial bagi kami, dan kami menantikan untuk merayakannya karena kami tahu implikasi-implikasinya dan kekuatan gelap di belakang malam hari itu. Ini malam yang sangat berbeda daripada malam-malam lainnya di dunia sihir. Itu sama seperti aku berkata kepada orang-orang Kristen hari ini, “Seberapa penting bagi Anda merayakan Paskah dan Minggu Kebangkitan?” Halloween memiliki bobot dan arti penting seperti itu bagi mereka yang tinggal di sisi kegelapan.

Aku ingat hari-hari menjelang Halloween, kami pemuja Iblis mendapat instruksi-instruksi dari dunia Iblis tentang apa yang harus dilakukan, dan kami tahu ini akan menjadi malam yang panjang. Aku akan tidur sepanjang siang untuk beristirahat dan bersiap untuk tengah malam supaya aku bisa melepaskan neraka ke atas bumi menjelang dini hari.

Kita dengan cepat melangkah buru-buru dan menghormati Iblis dengan berbagai cara. Kita melihat tidak ada salahnya dengan Halloween, karena kita pikir itu menyenangkan. Kita melukisi wajah kita, kita memakai kostum-kostum, kita mendekorasi pintu-pintu kita – bahkan gereja-gereja memasangi jalan masuk mereka dengan labu pada Halloween. Tindakan-tindakan ini seperti memberi ijin bagi Iblis, dengan berkata, “Ini gerejaku, kamu boleh menguasainya.”

Kita berpikir bahwa karena kita tidak melakukan ritual-ritual iblisi atau pengorbanan manusia, kita berada di tempat yang aman, tapi tahukah Anda bahwa segera setelah Anda berdandan, baik Anda mewarnai diri sendiri atau mengenakan kostum, musuh telah memiliki Anda? Karena dengan berbuat demikian, Anda telah menyerahkan hak-hak legal Anda, dan Anda telah mendedikasikan diri Anda dan anak-anak Anda untuk merayakan hari raya Iblis. Anda baru saja membuat perjanjian dengan musuh, dan Anda sudah mengorbankan anak-anak Anda secara spiritual dengan mendandaninya dan mengubah identitas mereka.

Kebenarannya adalah bahwa Elohim menghendaki kita sama sekali tidak berurusan dengan praktek-praktek okultisme sejak awal.

Ulangan 18:9-13 (ILT) “Apabila engkau datang ke negeri yang YAHWEH, Elohimmu, berikan kepadamu, janganlah belajar melakukan menurut tindakan kejijikan dari bangsa-bangsa itu. Janganlah didapati di antaramu seseorang yang membuat anak laki-lakinya atau anak perempuannya melintas di atas api, sebagai seorang peramal ramalan, seorang pelihat, atau seorang penenung, atau seorang penyihir, atau seorang pengucap mantera, atau seorang yang bertanya kepada arwah atau seorang ahli nujum atau seorang yang mencari petunjuk kepada yang mati. Sebab, semua orang yang melakukan hal-hal ini adalah kejijikan bagi YAHWEH. Dan karena perbuatan kejijikan inilah YAHWEH, Elohimmu, menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu. Engkau harus menjadi sempurna di hadapan YAHWEH, Elohimmu.

Akan ada banyak orang yang tidak akan perduli dengan semua ini. Namun perlu dipahami bahwa terlibat dalam praktek-praktek kegelapan akan membuka pintu gerbang menuju kegelapan spiritual bagi diri sendiri dan seluruh keluarga.

Jika Anda termasuk orang-orang yang melakukan itu, maka itu adalah pilihan Anda… tapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YAHWEH.

…hari ini pilihlah bagi dirimu, kepada siapa kamu akan beribadah –apakah kepada elohim yang leluhurmu beribadah di seberang sungai, atau kepada elohim orang Amori yang di dalam negerinya kamu tinggal– tetapi mengenai aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YAHWEH.” Yosua 24:15

Referensi:

Satanist-Turned-Evangelist Says Halloween ‘Honors the Devil,’ is Full of ‘Dark Power’

Why Christians Absolutely Should Not Celebrate Halloween

Is Halloween Evil? Why Witches, Occultists and Satanists Celebrate Halloween and Why You Should Not

What Are the Pagan Roots of Halloween?

Why Christians Must Resist the Demonic Pull of Halloween

History of Halloween Christian Perspective

Christians and Halloween

What is Halloween and should Christians celebrate it?

Former Satan Worshipper: I’m Shocked Christians Celebrate Halloween

I Was Abused In A Satanic Halloween Ritual

Church of Satan

The Pagan Roots Of Halloween

Iklan