Alkitab mengajarkan kita tentang makhluk yang paling antagonis terhadap umat manusia dan Elohim. Ia adalah agen kejahatan dan sangat ingin menghancurkan umat manusia yang dibuat oleh Elohim dalam gambar-Nya. Alkitab jelas mengatakan bahwa makhluk yang kita kenal sebagai Satan ini, tidak setara dengan Elohim, tetapi adalah makhluk ciptaan Elohim yang memberontak. Tentu saja, Satan ingin kita percaya sebaliknya. Dia ingin kita berpikir bahwa dia setara dengan Elohim dalam Alkitab, Elohim Abraham, Ishak dan Yakub dan bahwa dia mungkin memenangkan peperangan yang saat ini sedang berkecamuk. Selama ribu-ribu tahun, Satan telah muncul dan dikenal dengan berbagai nama – bagi bangsa Sumeria kuno ia adalah Enlil, bagi orang Akkadia ia adalah Illil, bagi orang Yunani ia adalah Zeus yang membunuh ayahnya dan bagi orang-orang Romawi ia adalah Jupiter. Namun, Alkitab memberikan kisah nyata tentang asal-usul dan kejatuhannya, dan apa yang dapat ditemukan pada dasarnya adalah bayangan cermin dari kebudayaan-kebudayaan kuno lainnya. Jadi, kesaksian-kesaksian kuno itu relevan karena mereka memberi kita perspektif kebalikan tentang bagaimana Satan ingin dirinya dipandang. Bagaimanapun, hanya Alkitab yang memberi kita gambaran yang lengkap dan tepat tentang bagaimana ia muncul dan apa yang pada akhirnya akan menjadi kesudahannya.

Kita diberitahu tentang kejatuhan Satan dari surga dalam Yehezkiel pasal 28 dan Yesaya pasal 14. Ada beberapa petunjuk penting dalam teks-teks Alkitab yang menghubungkan kedua bagian itu, seperti dapat dilihat dalam perbandingan di bawah. Satan disebut sebagai Raja Tirus (perhatikan bahwa awal Yehezkiel 28 mengacu pada seorang pangeran dari Tirus). Dalam Yesaya ia disebut sebagai Raja Babel (contohnya, dalam Daniel pasal 10 seorang malaikat ditahan oleh Pangeran Persia dan raja-raja Persia, referensi untuk makhluk-makhluk setan). Kenyataannya dia adalah penguasa seluruh dunia ini.

Yehezkiel 28:

  1. Lalu datanglah firman YAHWEH kepadaku, dengan mengatakan,
  2. “Hai anak manusia, merataplah atas raja Tirus, dan engkau harus mengatakan kepadanya: Beginilah firman Tuhan YAHWEH: Engkaulah meterai kesempurnaan yang penuh hikmat dan seluruhnya indah.
  3. Engkau pernah berada di Eden, taman Elohim; setiap batu yang berharga menjadi selubungmu: yaspis merah, krisolit, dan berlian, batu pirus, krisopras, nefrit, lazurit, batu darah dan malakit, dan emas. Kepiawaian tamborinmu dan serulingmu telah dipersiapkan dalam dirimu pada hari engkau diciptakan.
  4. Engkau adalah kerub yang diurapi yang menudungi, dan Aku telah menempatkanmu di gunung kudus Elohim, tempat engkau berada. Engkau berjalan naik dan turun di tengah-tengah batu-batu api.
  5. Engkau sempurna di dalam jalanmu sejak hari engkau diciptakan, sampai kesalahan ditemukan di dalammu.
  6. Dengan banyaknya perdaganganmu, mereka memenuhimu dengan kekejaman, dan engkau telah berbuat dosa. Maka Aku melemparkan engkau dari gunung Elohim; Aku akan menghancurkanmu [abedkha אַבֶּדְךָ֙], hai kerub yang menudungi, dari tengah-tengah batu-batu api.
  7. Engkau menjadi tinggi hati karena keindahanmu; dan engkau merusak hikmatmu karena kemegahanmu. Aku telah mencampakkan engkau ke bumi. Dan Aku akan menaruh engkau di hadapan raja-raja, sehingga mereka dapat melihat engkau.
  8. Dengan banyaknya kesalahanmu, dan dengan kecurangan perdaganganmu, engkau telah mencemarkan tempat-tempat kudusmu; jadi Aku menyalakan api dari tengah-tengahmu; itu akan memakanmu, dan Aku menjadikan engkau abu di atas bumi, di hadapan semua yang melihat engkau.
  9. Semua yang mengenal engkau di antara bangsa-bangsa, akan tertegun terhadapmu; engkau akan menjadi kengerian, dan engkau akan lenyap untuk selamanya.”

Yesaya 14:

  1. Dan kamu akan mengucapkan peribahasa ini melawan raja Babel, dan kamu akan mengatakan, “Betapa orang yang memeras telah berhenti, kegusaran telah berhenti!
  2. YAHWEH telah mematahkan tongkat orang fasik, cambuk pemerintah-pemerintah,
  3. yang memukul bangsa-bangsa dalam kegeraman, dengan pukulan yang tiada henti, yang memerintah bangsa-bangsa dalam murka dengan aniaya tanpa kekang.
  4. Seluruh bumi beristirahat, mereka telah menjadi tenang, mereka meneriakkan sorak-sorai.
  5. Ya, pohon-pohon sanobar bersukacita atasmu, pohon aras dari Libanon berkata: Karena engkau rebah maka penebang tidak akan naik kepada kami.
  6. Alam maut dari bawah bergejolak terhadap engkau, ketika menyambut kedatanganmu, dia membangunkan bagimu roh-roh yang mati [Rephaim], semua pemimpin bumi, dia membangkitkan dari takhta-takhta semua raja bangsa-bangsa.
  7. Mereka semua akan menjawab dan berkata kepadamu: Engkau juga telah dibuat lemah seperti kami! Engkau telah dijadikan serupa dengan kami.
  8. Keagunganmu telah diturunkan ke alam maut, juga kegaduhan suara gambus-gambusmu, belatung telah ditebarkan di bawahmu, dan cacing menjadi selimutmu.
  9. Betapa engkau telah jatuh dari surga, hai yang bersinar [heilel הֵילֵ֣ל], putra fajar [ben shakhar בֶּן־שָׁ֑חַר]! Engkau telah dihempaskan ke tanah, hai yang melemahkan bangsa-bangsa.
  10. Sebab engkau telah berkata dalam hatimu: Aku akan naik ke surga aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim. Dan aku akan duduk di gunung pertemuan, jauh di sebelah utara.
  11. Aku akan naik melebihi ketinggian awan-awan, aku akan menyamai Yang Mahatinggi.
  12. Namun, ke alam maut engkau akan turun, ke dalam dasar lubang itu.
  13. Mereka yang melihatmu akan menatap kepadamu, mereka akan mengamat-amatimu. Inikah orang yang menggetarkan bumi, yang mengguncangkan kerajaan-kerajaan?
  14. Namun engkau telah dibuang dari kuburmu, seperti tunas yang menjijikkan, seperti pakaian orang-orang yang terbunuh, yang tertikam oleh pedang, yang dicampakkan ke liang-liang batu, seperti mayat yang diinjak-injak.

Tabel di bawah ini meringkas persamaan antara dua bagian:

Tabel Perbandingan Deskripsi Satan sebagai Raja Tirus dan Raja Babel

Yehezkiel 28:12-19 (Raja Tirus); Yesaya 14:11-19 (Raja Babel)

  • Engkau pernah berada di Eden, taman Elohim (Yehezkiel 28:13)
  • tamborinmu dan serulingmu (Yehezkiel 28:13) ~ suara gambus-gambusmu (Yesaya 15:11)
  • Engkau menjadi tinggi hati karena keindahanmu; dan engkau merusak hikmatmu karena kemegahanmu (Yehezkiel 28:17) ~ Aku akan naik ke surga aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim. … aku akan menyamai Yang Mahatinggi. (Yesaya 15:13,14)
  • gunung kudus Elohim (Yehezkiel 28:14) ~ aku akan duduk di gunung pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku akan naik melebihi ketinggian awan-awan (Yesaya 15:13,14)
  • Engkau berjalan naik dan turun di tengah-tengah batu-batu api (Yehezkiel 28:14) ~ aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim (Yesaya 15:13)
  • Aku melemparkan engkau dari gunung Elohim; Aku akan menghancurkanmu, hai kerub yang menudungi (Yehezkiel 28:16) ~ Betapa engkau telah jatuh dari surga, hai yang bersinar putra fajar! (Yesaya 15:12)
  • engkau penuh dengan kekejaman, dan engkau telah berbuat dosa. Aku telah mencampakkan engkau ke bumi. (Yehezkiel 28:16,17) ~ Engkau telah dihempaskan ke tanah, hai yang melemahkan bangsa-bangsa (Yesaya 15:12)
  • Aku akan menaruh engkau di hadapan raja-raja, sehingga mereka dapat melihat engkau (Yehezkiel 28:17) ~ Mereka yang melihatmu akan menatap kepadamu, mereka akan mengamat-amatimu (Yesaya 14:16)
  • Semua yang mengenal engkau di antara bangsa-bangsa, akan tertegun terhadapmu (Yehezkiel 28:19) ~ Inikah orang yang menggetarkan bumi, yang mengguncangkan kerajaan-kerajaan? (Yesaya 14:16)
  • engkau akan menjadi kengerian, dan engkau akan lenyap untuk selamanya (Yehezkiel 28:19) ~ engkau telah dibuang dari kuburmu, seperti tunas yang menjijikkan (Yesaya 14:19)

Nama Satan

Arti nama Satan שָׂטַן dalam bahasa Ibrani adalah: musuh, lawan, penentang; berasal dari akar kata yang artinya menyerang, atau mendakwa. Tempat penting mula-mula untuk memahami Satan dan kejatuhannya, adalah namanya. Kata Ibrani untuk nama “Lucifer” (Latin) yang ditemukan dalam Yesaya 14:12 dalam beberapa terjemahan Alkitab, adalah Heilel (Hêlēl הֵילֵ֣ל). Dr. Bill Gallagher telah menunjukkan secara positif bahwa Heilel Ibrani identik dengan Ellil / Illil Akkadia dan Enlil Sumeria. Dalam artikelnya tentang Identitas Helel Ben Sahar dari Yesaya 14:12-15 ia menunjukkan bahwa Heilel Ibrani adalah ekuivalen fonetik dari Illil (atau Ellil) Akkadia. Dia menyatakan: “Seseorang dapat secara masuk akal menerima hll sebagai bentuk Illil dari Semitik Barat. Seperti yang ditunjukkan oleh tablet-tablet Ebla, Illil datang ke Semit Barat langsung dari Sumeria.” [i] Namun, perlu diperhatikan, bahwa ini tidak berarti bahwa Yesaya  “meminjam” konsep dari Sumeria dan Ashur, tetapi sebaliknya bahwa Elohim mengarahkannya untuk mengidentifikasi secara tepat siapa sesungguhnya dewa Sumeria kuno itu, yang kita kenal sebagai Satan atau Lucifer.

Setelah menjelaskan secara linguistik bagaimana Heilel Alkitab (Hélēl) ekuivalen dengan Illil Akkadia, Dr. Gallagher kemudian mencatat karakteristik-karakteristik serupa di antara keduanya. Dia pertama kali mencatat korelasi-korelasi fungsi astral antara keduanya:

Fungsi astral Illil disebutkan dalam berbagai sumber. […] Illil adalah dewa 33 “bintang” dimana rasi-rasi bintang dan satu planet dimaksudkan [catatan kaki: Jupiter] … Jadi Illil adalah penguasa wilayah yang sangat besar di langit. Illil juga memiliki jalan raya yang disebut “Jalan mereka (bintang-bintang) dari Illil.”

Angka 33 sangat menarik ketika kita mempertimbangkan bahwa menurut Wahyu 12:4 Satan menyeret 1/3 dari bintang-bintang (para malaikat/iblis) bersamanya ketika dia jatuh. Sepertiga tentu saja adalah 33/100 atau 33%. Kedua, kita perhatikan bahwa mereka adalah bintang-bintang – di dalam Alkitab “bintang-bintang” sangat sering merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan makhluk-makhluk malaikat – sehingga dia sebagai dewa 33 bintang sangat mirip dengan 1/3 dari bintang-bintang yang jatuh bersama Satan. [ii]

Dr. Gallagher kemudian mencatat “tujuh karakteristik yang membantu dalam mengidentifikasi Hélēl” dari Yesaya 14:12-15 dan mencatat bagaimana karakteristik-karakteristik ini dapat dibandingkan dengan Illil:

Uraian Yesaya

  1. Namanya adalah Hélēl (Yesaya 14:12)
  2. Dia adalah putra fajar (ayat 12)
  3. Dia menurunkan/melemahkan bangsa-bangsa (ayat 12)
  4. Dia bercita-cita untuk mendirikan tahtanya di atas bintang-bintang El (ayat 13)
  5. Dia bercita-cita untuk duduk di gunung pertemuan dan di Saphon (utara) (14:13)
  6. Dia bercita-cita menjadi seperti Yang Maha Tinggi (14:14)
  7. Dia jatuh ke bumi ke dasar lubang/sumur (Abyssos) (14:12, 15)

Deskripsi Illil

  1. hyll Ibrani ekuivalen dengan Illil
  2. Menyebabkan fajar [iii]
  3. Illil adalah seorang penghancur
  4. Fungsi astral Illil sangatlah besar
  5. Illil adalah salah satu anggota paling terkemuka di dalamnya (dalam majelis ilahi)
  6. Illil adalah dewa tertinggi di Mesopotamia hingga akhir milenium kedua
  7. Kejatuhan Illil ke dalam dunia bawah bumi dicatat dalam teks milenium pertama

Dr. Gallagher telah cukup menunjukkan paralel-paralel linguistik dan karakteristik-karakteristik antara Heilel Alkitab dengan Illil Akkadia untuk menyimpulkan bahwa mereka adalah satu tokoh dan sama. Kita perlu berhenti sejenak di sini dan memperhatikan bahwa hal ini tidak membuktikan bahwa nubuatan Yesaya bergantung kepada dokumen-dokumen Akkadia, seperti yang diduga banyak ahli Timur Dekat dan Alkitab. Apa yang dibuktikannya adalah bahwa Heilel dikenal sebagai dewa di luar Alkitab dan disembah secara luas. Makhluk yang kita kenal sebagai Satan memiliki banyak nama berbeda yang dicatat oleh Alkitab (Wahyu 12:9; 20:2) dan Illil / Heilel adalah salah satu dari nama-nama itu.

Karakteristik Umum Lebih Lanjut dari Heilel dan Illil

Dengan identitas yang jelas sebagai Heilel, kita dapat menyelidiki lebih lanjut tentang dewa ini. Apa yang kita temukan sangat mencerahkan dan sekali lagi menegaskan kesimpulan Dr. Gallagher tentang identitas Heilel. Micha F. Lindemans dalam Encyclopedia Mythica menulis tentang Enlil yang merupakan ekuivalen Sumeria untuk Ellil / Illil:

Dalam mitologi kuno Sumero-Babelia, Enlil (“dewa angin”) adalah dewa udara, angin dan badai. Enlil adalah dewa terpenting dari pantheon Mesopotamia, dan kadang-kadang disebut sebagai Kur-Gal (“gunung besar”). Dalam kosmologi Sumeria ia lahir dari penyatuan An Surga dan Ki Bumi. Di sini dia berpisah, dan dia merebut bumi sebagai bagiannya. Di kemudian hari dia menggantikan Anu sebagai pemimpin dewa.

Enlil menggenggam kepemilikan Loh-loh Takdir yang memberinya kekuasaan atas seluruh kosmos dan urusan-urusan manusia. [iv] […] Enlil digambarkan mengenakan mahkota dengan tanduk, simbol kekuasaannya. Padanannya adalah dewa Akkadia, Ellil. [v]

Enlil-with-Horns-and-Sumeri
Meterai Silinder Sumeria: Enlil, dewi bersayap Inanna, dewa matahari Utu. Di kanannya adalah Enki, dewa Abzu, dan sebelah kanannya adalah Isimud.

Tidak hanya Enlil digambarkan mengenakan mahkota bertanduk, tetapi jumlahnya berkisar antara delapan dan sepuluh tanduk. Sebuah mahkota dengan sepuluh tanduk dapat dilihat pada cetakan meterai silinder pada gambar di atas. [vi]

Pengamatan ini dikonfirmasi oleh beberapa ahli lain juga. Kramer menegaskan bahwa An (dewa pencipta) menguasai surga sementara Enlil menguasai bumi dan seolah-olah menjalankan sebagian besar kekuasaan An. Selain itu, Enlil juga diagungkan sebagai “bapa para dewa, raja surga dan bumi,” “raja dari semua negeri”. [vii] Ia menambahkan, bahwa Enlil juga dikenal sebagai yang “menyebabkan fajar”. [viii] Alfred Jeremias membahas bagaimana Enlil berasimilasi ke utara “Kutub Ekliptika”. [ix] Colombia Encyclopedia mencatat bagaimana Enlil kadang-kadang disebut sebagai dewa “Bel.” [x] Terakhir, ensiklopedia Britannica menambahkan pemahaman berikut ke dalam karakteristik Enlil: “Meskipun An adalah dewa tertinggi dalam pantheon Sumeria, Enlil memiliki peranan yang lebih penting sebagai perwujudan energi, kekuatan, dan otoritas.” [xi]

Meringkas karakteristik Illil/Enlil kita menemukan gabungan berikut yang sangat mirip dengan gambaran Alkitab yang kita miliki tentang Satan – dan itu tidak hanya berasal dari Yesaya 14 sebagaimana yang ditunjukkan oleh Dr. Gallagher kepada kita pada awalnya, tetapi dari seluruh Alkitab.

Karakteristik Enlil / Ellil / Illil

Dewa 33 bintang

  • Dan ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan dia melemparkan mereka ke bumi. (Wahyu 12:4)

Dewa udara / atmosfer

  • YAHWEH akan menghukum tentara langit di tempat tinggi, (Yesaya 24:21)
  • penghulu otoritas angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara anak-anak durhaka (Efesus 2:2)
  • Sebab, perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, melainkan melawan penguasa-penguasa, melawan otoritas-otoritas, melawan penghulu-penghulu kegelapan di dunia ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Efesus 6:12)

Dikenal sebagai Gunung Besar

  • Dan aku akan duduk di gunung pertemuan jauh di sebelah utara. (Yesaya 14:13)
  • Engkau adalah kerub yang diurapi yang menudungi, dan Aku telah menempatkanmu di gunung Elohim yang kudus, tempat engkau berada. (Yehezkiel 28:14)

Berasimilasi ke Kutub Utara Ekliptika

  • Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Elohim, dan aku hendak duduk di atas gunung pertemuan, jauh di sebelah utara.  (Yesaya 14:13)
  • Keindahannya menjulang tinggi, kegembiraan atas seluruh bumi, ialah gunung Zion, di sebelah utara kota raja yang agung. (Mazmur 48:2). [Kerajaan Elohim yang sejati]
  • Memisahkan surga dan bumi
  • Menguasai bumi sebagai bagiannya
  • Menggantikan Anu sebagai dewa kepala
  • Merupakan perwujudan energi, kekuatan, dan otoritas
    • Sekali lagi, si iblis membawa Dia ke sebuah gunung yang sangat tinggi dan menunjukkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dan kemuliaannya, dan dia berkata kepada-Nya, “Aku akan memberikan semua ini kepada-Mu, jika Engkau bersembah sujud kepadaku.” (Matius 4:8-9)
    • Sekarang adalah penghakiman atas dunia ini, sekarang penguasa dunia [kosmos κόσμος] ini akan diusir ke luar. (Yohanes 12:31)
    • karena penguasa dunia ini sedang datang, dan dia tidak memiliki apa pun dalam Aku. (Yohanes 14:30)
    • karena penguasa dunia ini telah dihukum.  (Yohanes 16:11)
    • untuk membuka mata mereka agar berbalik dari kegelapan kepada terang, dan dari kuasa Satan kepada Elohim… (Kisah 26:18)
    • ilah zaman [aion αἰών] ini telah membutakan pikiran mereka (2 Korintus 4:4)
    • Dia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Putra-Nya yang terkasih; (Kolose 1:13)
    • Kamu berasal dari Elohim, hai anak-anak, dan kamu telah menaklukkan mereka, karena Dia yang ada di dalam kamu lebih besar daripada dia yang ada di dalam dunia. (1 Yohanes 4:4)
    • Kita tahu, bahwa kita berasal dari Elohim dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. (1 Yohanes 5:19)

Memegang Loh-loh Takdir memberinya otoritas atas kosmos dan umat manusia

  • Dan aku melihat di sebelah kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah kitab yang ditulisi di bagian dalam dan luarnya, yang telah dimeteraikan dengan tujuh meterai. (Wahyu 5:1)
  • Dan seorang dari antara para tua-tua itu berkata kepadaku, “Janganlah menangis. Lihatlah! Singa yang berasal dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang untuk membuka kitab itu dan melepaskan ketujuh meterainya.” (Wahyu 5:5)

Memakai mahkota bertanduk

  • seekor naga merah besar yang mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk (Wahyu 12:3)
  • Dan aku melihat seekor binatang buas yang muncul dari laut, yang memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk (Wahyu 13:1)
  • Dia berbeda dengan semua binatang yang terdahulu dan dia mempunyai sepuluh tanduk (Daniel 7:7)

Menyebabkan fajar

  • hai yang bersinar, putra fajar! (Yesaya 14:12)

Disebut sebagai Bel

  • Dewa Bel telah tunduk, dewa Nebo membungkuk, berhala-berhala mereka… (Yesaya 46:1)
  • Katakanlah: Babel telah direbut, Bel menjadi malu, dan Merodakh hancur berkeping-keping. (Yeremia 50:2)
  • Aku akan menghukum Bel di Babel, dan Aku akan mengeluarkan dari mulutnya apa yang telah dia telan. (Yeremia 51:44)

Dibuang ke dunia bawah bumi

  • Betapa engkau telah jatuh dari surga, hai yang bersinar, putra fajar! Engkau telah dihempaskan ke tanah, hai yang melemahkan bangsa-bangsa. (Yesaya 14:12)
  • Maka Aku melemparkan engkau dari gunung Elohim; Aku akan menghancurkanmu, hai kerub yang menudungi. (Yehezkiel 28:16)

Bapa para dewa, raja surga dan bumi

  • Sebab engkau telah berkata dalam hatimu: Aku akan naik ke surga.
  • Aku akan menyamai Yang Mahatinggi (Yesaya 14:13-14)

Setelah menganalisa perbandingan di atas, tidak ada keraguan bahwa Enlil Sumeria dan Ellil / Illil Akkadian adalah satu dan sama dengan Heilel dari Yesaya 14:12. Jadi, komposit yang kita dapatkan dari Satan sangat menarik – Illil Sumeria/Akkadia pada dasarnya adalah bayangan cermin dari apa yang kita temukan di dalam Alkitab. Sedangkan Elohim mengusirnya karena dia berusaha (dan gagal) untuk naik ke ketinggian surga dan menjadi seperti Elohim dalam Alkitab, dalam tradisi Sumeria/Akkadia disebutkan bahwa dia telah mencapai hal-hal itu. Ia dikenal sebagai “bapa para dewa, raja surga dan bumi” – persis seperti apa yang selalu diinginkannya. Sedangkan Satan ingin berada di puncak gunung Elohim, dalam tradisi Sumeria/Akkadia dia dikenal sebagai Gunung Besar. Dalam Alkitab Heilel adalah putra fajar dan sedangkan Illil dia menyebabkan fajar.

Dewa Dunia ini dan Loh-loh Takdir

Penjelasan tentang pemisahan surga dan bumi juga sangat menarik dan tampaknya ada kebenaran di dalamnya, meskipun itu adalah pembelokan dari peristiwa yang sebenarnya. Apa yang bisa kita kumpulkan dari itu adalah bahwa surga (tempat kediaman Elohim) dan bumi (tempat kediaman manusia) dahulunya terhubung, dan sebagai hasil dari perbuatan-perbuatan Satan dan kejatuhan manusia, surga dan bumi terpisah. Tuhan Pencipta (An) mengambil surga (berdiam di sana sampai sekarang) dan Satan (Enlil) merebut bumi. Inilah sebabnya mengapa Satan dapat menawarkan bumi kepada Tuhan Yesus ketika Dia datang karena Satan benar-benar memegang gelar (legal) terhadap bumi (lihat perbandingan di atas untuk referensi). Namun Wahyu 21 menunjukkan bahwa tempat kediaman Elohim akan turun ke bumi dan selamanya terhubung dengan tempat kediaman manusia. Sebaliknya, Satan mengatakan kepada umat manusia bahwa Tuhan Pencipta (An) tidak tertarik terhadap urusan-urusan manusia – bahwa Dia terlalu sibuk dan suka menyendiri dan oleh karena itu dia, Enlil, mengambil kedudukan sebagai Tuhan.

Selain itu, Alkitab menegaskan bahwa Satan adalah dewa/ilah dunia ini (untuk saat ini). Sebagai Illil, dia memegang Loh-loh Takdir yang memberinya otoritas atas kosmos dan urusan-urusan manusia. Dalam Wahyu pasal 5 kita melihat pemandangan luar biasa di ruang takhta Surga; di sana kita menemukan sebuah gulungan dengan tulisan di bagian dalam dan di bagian luarnya yang tidak ada seorang pun yang bisa membukanya.

Dan aku melihat di sebelah kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah kitab yang ditulisi di bagian dalam dan luarnya, yang telah dimeteraikan dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang kuat yang memberitakan dengan suara yang keras, “Siapakah yang layak untuk membuka kitab itu dan melepaskan meterai-meterainya?” Dan tidak seorang pun yang ada di dalam surga, atau di atas bumi, ataupun di bawah bumi, sanggup untuk membuka kitab itu ataupun melihatnya. Dan seorang dari antara para tua-tua itu berkata kepadaku, “Janganlah menangis. Lihatlah! Singa yang berasal dari suku Yehuda, Tunas Daud, telah menang untuk membuka kitab itu dan melepaskan ketujuh meterainya.” (Wahyu 5:1-3,5)

Akhirnya hanya satu yang didapati layak untuk membukanya – Singa Yehuda yang “telah menaklukkan.” Namun, timbul pertanyaan: menaklukkan apa? Mengingat bahwa ketika meterai-meterai dari gulungan kitab dua sisi ini mulai dibuka, malapetaka-malapetaka mulai terjadi di bumi, oleh karena itu masuk akal untuk menganggap bahwa gulungan itu adalah perbuatan-perbuatan bumi atau “loh-loh takdir.” Pendeta Chuck Smith mengomentari Wahyu pasal lima dengan baik :

Gulungan kitab ini tidak lain adalah sertifikat hak milik atas bumi. Di bawah hukum Yahudi, setiap kali Anda menjual properti, di dalam akta itu selalu ada klausul penebusan. Anda selalu memiliki hak untuk membeli kembali properti itu dalam jangka waktu tertentu dengan syarat Anda dapat memenuhi syarat-syarat dan tuntutan-tuntutan yang tertulis di dalam akta.

Jadi di mana pun ada penjualan properti, selalu ada dua akta yang dibuat. Satu akta dimeteraikan dan disimpan dalam safe deposit/brankas. Akta yang lainnya tetap terbuka dan disimpan oleh orang yang menjual properti. Dan pada saat penebusan, Anda akan membawa kedua akta, yang terbuka dan yang dimeteraikan. Dan dengan akta terbuka Anda akan membuktikan bahwa Anda adalah orang yang memiliki hak untuk menebusnya. Dan dalam menebusnya, Anda akan menyobek segel-segel dari akta yang ditutup dan kemudian Anda akan memenuhi persyaratan-persyaratan di dalamnya, dan dengan demikian, properti itu akan kembali menjadi milik Anda. [xii]

Yesus menaklukkan Satan dan maut dengan jalan kematian-Nya di kayu salib, dan pemandangan di Surga itu adalah waktu di mana pada akhirnya Dia mengambil kepemilikan atas apa yang telah Ia taklukkan. Sementara Ia mengklaim atas apa yang merupakan milik-Nya, kerajaan lama dari Satan tua mulai runtuh dan hancur. Waktu kehancuran inilah yang dikenal sebagai Masa Kesengsaraan Besar.

Mengapa Satan Jatuh

Satu pertanyaan terakhir untuk dipertimbangkan dalam penelitian tentang asal-usul Satan adalah mengapa ia jatuh pada awalnya. Dari semua yang telah dicatat dalam Alkitab mengenai Gambar Elohim dan seperti apa penampilannya dan bagaimana wujud para malaikat, kita mungkin bisa sedikit berspekulasi. Kita tahu dari Yehezkiel 28 bahwa Satan, kerub yang diurapi, adalah meterai kesempurnaan, penuh kebijaksanaan dan sempurna dalam keindahan; dan kejatuhannya adalah karena keindahannya yang luar biasa.

Engkau menjadi tinggi hati karena keindahanmu; dan engkau merusak hikmatmu karena kemegahanmu. Aku telah melemparkan engkau ke bumi. Dan Aku akan menaruh engkau di hadapan raja-raja, sehingga mereka dapat melihat engkau. (Yehezkiel 28:17)

Ketika manusia memandang malaikat, mereka kewalahan. Baik Daniel dan Yohanes jatuh tersungkur ke tanah dan tubuh mereka menjadi begitu lemah sebagai akibatnya.

Maka aku tinggal seorang diri dan melihat penglihatan yang besar itu, tetapi tidak ada lagi kekuatan tersisa padaku. Sebab kekuatanku berubah sama sekali dan aku tetap tidak punya kekuatan. Namun aku mendengar suara perkataannya. Dan ketika aku mendengar suara ucapannya, maka aku jatuh tertelungkup, pingsan; dan mukaku menghadap ke tanah. Lihatlah, sebuah tangan menyentuh aku dan menegakkan aku dengan menggoncangkan lutut dan telapak tanganku. (Daniel 10:8-10)

Yohanes begitu kewalahan sehingga pada dua kesempatan dia mulai menyembah malaikat yang dengan cepat menolaknya untuk tidak melakukan itu.

Dan aku tersungkur di hadapan kakinya untuk menyembah kepadanya, tetapi dia berkata padaku, “Awas! Jangan! Aku adalah sesama hamba denganmu dan saudara-saudaramu yang memiliki kesaksian Yeshua. Menyembahlah kepada Elohim, karena kesaksian Yeshua adalah roh nubuat!” (Wahyu 19:10)

Dan aku, Yohanes, melihat dan mendengar semua ini. Ketika aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur menyembah di kaki malaikat yang memperlihatkan semua ini kepadaku. Dan ia berkata kepadaku, “Jangan lakukan itu, sebab aku ini hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu para nabi, serta mereka yang memelihara perkataan-perkataan Kitab ini. Sembahlah Elohim!” (Wahyu 22:8,9)

Bukan hanya bahwa Yohanes kewalahan oleh malaikat yang berdiri di hadapannya, tetapi dalam penglihatannya dia juga telah melihat YHWH sendiri. Oleh karena itu kita dapat menduga bahwa Satan pastilah sangat luar biasa dalam kemegahan (setidaknya secara lahiriah) dan sangat mirip dalam penampilan terhadap Elohim, sehingga ia mulai membandingkan dirinya dengan Elohim dan tidak dapat melihat perbedaan kualitatif, “Engkaulah meterai kesempurnaan penuh hikmat dan sempurna dalam keindahan.” (Yehezkiel 28:12). Tentu saja, tidak peduli betapa mulianya dia tampil secara lahiriah, Satan akan selalu menjadi makhluk ciptaan. Keberadaannya adalah karunia dari Yang Maha Kuasa dan oleh karena itu dia tidak akan pernah mulai benar-benar menjadi seperti Elohim – dia hanyalah makhluk ciptaan. “Engkau sempurna di dalam jalanmu sejak hari engkau diciptakan” (Yehezkiel 28:15). Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa karena secara lahiriah ia mulia seperti Elohim, ia tampaknya percaya bahwa dirinya setara (atau mendekati) terhadap Elohim dan kemudian berusaha untuk naik ke tempat di mana Elohim berada. “Sebab engkau telah berkata dalam hatimu: Aku akan naik ke surga, aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Elohim. Dan aku akan duduk di gunung pertemuan jauh di sebelah utara. (Yesaya 14:13). Ketika Satan berusaha membesarkan dirinya ke tingkatan Elohim, Elohim mencampakkannya “sebagai sesuatu yang cemar [vaekhalelkha וָאֶחַלֶּלְךָ] dari gunung Elohim,” (Yehezkiel 28:16). Selanjutnya, Elohim berkata:

Aku akan menghancurkanmu, hai kerub yang menudungi, dari tengah-tengah batu-batu api. Engkau menjadi tinggi hati karena keindahanmu; dan engkau merusak hikmatmu karena kemegahanmu. Aku telah melemparkan engkau ke bumi. Dan Aku akan menaruh engkau di hadapan raja-raja, sehingga mereka dapat melihat engkau. Dengan banyaknya kesalahanmu, dan dengan kecurangan perdaganganmu, engkau telah mencemarkan [khilalta חִלַּלְתָּ] tempat-tempat kudusmu; (Yehezkiel 28:16b-18a).

Tampaknya Elohim, dalam suatu cara yang tidak sepenuhnya dipahami, kemudian mengambil (menyebabkan keluar) api yang ada di dalam Satan (sebagai malaikat yang diciptakan menurut gambar Elohim):

Jadi Aku menyalakan api dari tengah-tengahmu; itu memakan engkau, dan Aku menjadikan engkau abu di atas bumi, di hadapan semua yang melihat engkau. Semua yang mengenal engkau di antara bangsa-bangsa, akan tertegun terhadapmu; engkau akan menjadi kengerian, dan engkau akan lenyap untuk selamanya.” (Yehezkiel 28:18b-19).

Komentator Alkitab David Guzik mempunyai pendapat berbeda dengan memberikan penjelasan tentang mengapa Satan jatuh. Dia berpendapat bahwa Satan memberontak ketika diperhadapkan dengan prospek harus melayani manusia, yang ada di bawah tingkatannya dalam kemuliaan dan kekuasaan:

Mungkin karena ia menolak rencana Elohim untuk menciptakan suatu tatanan makhluk-makhluk yang dibuat menurut gambar-Nya (Kejadian 1:26), yang ada di bawah para malaikat dalam hal martabat (Ibrani 2:6-7a; 2 Petrus 2:11), namun akan dilayani oleh para malaikat di masa sekarang (Ibrani 1:14; 2:7-8; Mazmur 91:11-12) dan yang pada suatu hari akan diangkat dalam kehormatan dan status di atas para malaikat (1 Korintus 6:3; 1 Yohanes 3:2). Satan ingin menjadi yang tertinggi di antara semua makhluk, setara dengan Elohim dalam kemuliaan dan kehormatan, dan rencana untuk menciptakan manusia pada akhirnya akan menempatkan manusia di atas para malaikat. Dia rupanya mampu membujuk sepertiga dari makhluk-makhluk malaikat surgawi untuk bergabung bersamanya dalam pemberontakannya (Wahyu 12:3-4, 7, dan 9). Jika memang benar seperti ini kasusnya, ini menjelaskan strategi Satan saat ini melawan manusia: untuk mengaburkan gambar Elohim di dalam manusia dengan mendorong perbuatan-perbuatan dosa dan pemberontakan, untuk membuat manusia melayani dirinya, dan untuk mencegah pemuliaan final manusia, (Komentar Guzik tentang Seluruh Alkitab, Yesaya 14).

Setelah jatuh dari hadirat Elohim, Satan kemudian menipu manusia yang diciptakan dalam gambar dan keserupaan Elohim dan yang di dalamnya Elohim telah menghembuskan nafas kehidupan. Sebagai akibatnya, Elohim berfirman tentang Benih Wanita yang akan menyelamatkan umat manusia, dan benih Satan yang akan meremukkan tumit sang Penebus, tetapi yang pada akhirnya akan dihancurkan. Dengan firman ini dalam pikirannya, Satan bertindak untuk menghindari penghakiman yang akan ia hadapi dengan merusakkan benih manusia, yang melaluinya sang Penebus Yang Dijanjikan itu akan datang.

Referensi:

[i] W.R. Gallagher, UF 26 (1994) hal 131-146.

[ii] Angka ini juga menunjukkan 33 derajat Freemasonry yang anggota-anggota tertingginya secara sadar melayani Lucifer.

[iii] Poin ini dibahas dalam Kramer, Samuel Noah The Sumerian The University of Chicago Press, Chicago, 1963. hal. 37-41.

[iv] “Enlil membuat Anzu mendapat takdir ekstra dan menunjuknya sebagai penjaga kamar-kamarnya. Ini termasuk menjaga Loh-loh Takdir, yang memberi Enlil kekuatan untuk menjatuhkan takdir. Loh-loh ini mengidentifikasi Enlil sebagai kepala pantheon saat itu dan bukan dewa surga. Dewa udara tampaknya telah menggantikan An, atau Anu (nama Akkadianya), sekitar tahun 2500 SM. Meskipun kisah-kisah sebelumnya menceritakan Loh-loh Takdir yang memberikan Anu kekuasaan, loh-loh di sini dikatakan memberi Enlil kekuasaan.” http://lost-history.com/apocrypha6.html

[v] http://www.pantheon.org/articles/e/enlil.html 23 Mei 2010

[vi] Enlil di sini diidentifikasi oleh Sitchin 1983, The Stairway to Heaven, hal 114. http://sumerianshakespeare.com/373712.html

[vii] Kramer, Samuel Noah The Sumerian The University of Chicago Press, Chicago, 1963. hlm. 37-41.

[viii] Ibid. Hal 42.

[ix] Jeremias, Alfred 1913. Handbuch der altorientalischen Geisteskultur. Leipzig. p. 74.

[x] The Columbia Encyclopedia, Edisi Keenam 2008.The Columbia Encyclopedia, Edisi Keenam. Hak Cipta 2008 Columbia University Press.

[xi] http://www.britannica.com/EBchecked/topic/58985/Enlil 23 Mei 2010

[xii] Smith, Chuck 1986 Melalui The Bible C-2000 Series, Wahyu 5, theWord Bible.

Satan’s Origin and Fall

HOW DID LUCIFER FALL AND BECOME SATAN?

Story of Lucifer

Sejarah Rahasia Satan, Peradaban Pra-Adam dan Monumen Mars

Kitab Henokh: Kisah Nyata Malaikat dan Asal-usul Setan

Iklan