Ketika orang merasa bahwa hari kematian mereka masih jauh, mereka merasa mudah untuk bersikukuh bahwa tidak ada Tuhan. Mereka dapat menikmati kenikmatan dunia ini dan segala jenis pemikiran yang sesat untuk mempromosikan ketidakpercayaan mereka. Tetapi sangat menarik untuk mengetahui apa yang dikatakan beberapa orang dari antara para skeptis terkenal di dunia, saat mereka terbaring di ranjang kematian mereka, tepat sebelum mati.

Berikut ini ucapan terakhir beberapa orang yang menolak atau meninggalkan Yesus, di ranjang kematian mereka:

Caesar Borgia: “Ketika aku hidup, aku mempersiapkan segala sesuatu kecuali kematian; sekarang aku harus mati, dan aku tidak siap untuk mati.”

Thomas Hobbs, filsuf politik: “Aku katakan sekali lagi, jika aku memiliki seluruh dunia yang aku inginkan, aku akan memberikannya untuk hidup satu hari. Aku segera akan melompat ke dalam kegelapan.”

Thomas Paine, penulis atheis terkemuka di koloni-koloni Amerika: “Tinggallah bersamaku, demi Tuhan; aku tidak tahan ditinggal sendirian, ya Tuhan, tolong aku! Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan sehingga begitu menderita? Apa yang akan terjadi kepadaku setelah ini? Aku akan memberikan dunia jika aku memilikinya, bahwa ‘The Age of Reason’ tidak pernah dipublikasikan. Ya Tuhan, tolong aku! Kristus, tolong aku! … Tidak, jangan pergi; tetaplah bersamaku! Kirimkan bahkan seorang anak kecil untuk tinggal bersamaku; karena aku ada di bibir Neraka di sini sendirian. Jika Iblis sungguh memiliki agen, akulah yang telah menjadi agen itu.”

Sir Thomas Scott, Kanselir Inggris: “Sampai saat ini aku pikir tidak ada Tuhan atau neraka. Sekarang aku tahu dan merasakan bahwa keduanya ada, dan aku telah divonis kepada kebinasaan oleh penghakiman yang adil dari Yang Mahakuasa.”

Voltaire, atheis anti-Kristen yang terkenal: “Aku ditinggalkan oleh Tuhan dan manusia; aku akan memberi Anda separuh dari milikku jika Anda memberi aku hidup enam bulan.” (Dia mengatakan ini kepada dr. Fochin, yang mengatakan kepadanya bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan.) “Kalau begitu aku akan mati dan pergi ke neraka!” (Perawatnya berkata: “Untuk seluruh uang di Eropa, aku tidak ingin melihat lagi orang yang tidak percaya mati! Sepanjang malam dia menangis meminta pengampunan.”)

Robert Ingersoll: “Ya Tuhan, jika ada Tuhan, selamatkanlah jiwaku, jika aku punya jiwa, dari neraka, jika ada neraka!”

David Hume, filsuf atheis yang terkenal dengan filosofi empirisme dan skeptisnya tentang agama, dia berteriak-teriak di ranjang kematiannya, “Aku terbakar di tengah-tengah api!” Dikatakan bahwa “keputusasaannya menjadi pemandangan yang mengerikan”.

Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis, yang sama seperti Adolf Hitler, membunuh jutaan orang untuk memuaskan ambisinya yang serakah, gila kekuasaan, dan egois untuk penaklukan dunia: “Aku mati sebelum waktuku, dan tubuhku akan diserahkan kembali ke tanah. Begitulah nasib dari dia yang disebut Napoleon yang agung. Betapa ada jurang yang besar antara kesengsaraanku yang mendalam dan kerajaan Kristus yang kekal!”

Sir Francis Newport, kepala klub Atheist Inggris berkata kepada mereka yang berkumpul di sekitar ranjang kematiannya: “Anda tidak perlu memberi tahu aku bahwa tidak ada Tuhan karena aku tahu Dia ada, dan bahwa aku ada di hadapan-Nya! Anda tidak perlu memberi tahu aku bahwa tidak ada neraka. Aku merasakan diriku sendiri sudah tergelincir. Sial, berhentilah bicara omong kosong bahwa ada harapan bagiku! Aku tahu aku terhilang selamanya! Oh, api itu! Oh, kesakitan neraka yang tak tertahankan! … Oh, sekiranya aku dapat berada selama seribu tahun di dalam api yang tidak pernah padam, untuk membeli kemurahan Tuhan dan dipersatukan kembali kepada-Nya. Tapi itu adalah harapan mustahil. Jutaan dan jutaan tahun tidak akan membawa aku mendekati akhir dari siksaanku daripada satu jam yang buruk. Oh, kekakalan, kekekalan selamanya dan selamanya! Oh, kesengsaraan neraka yang tak tertahankan!”

Charles IX adalah raja Perancis yang didesak oleh ibunya, memberikan perintah untuk pembantaian orang-orang Huguenot Perancis, di mana 15.000 jiwa dibantai di Paris saja dan 100.000 jiwa di bagian lain Perancis, tanpa alasan lain selain karena mereka mencintai Kristus. Raja yang berdosa ini menderita sengsara selama bertahun-tahun setelah peristiwa itu. Dia akhirnya mati, bermandikan darah yang menyembur dari pembuluh-pembuluh darahnya. Kepada tabib-tabibnya, dia berkata pada jam-jam terakhirnya, “Tidur atau bangun, aku melihat bentuk-bentuk Huguenot yang terkoyak-koyak melintas di depanku. Mereka berceceran darah. Mereka menunjuk luka mereka yang terbuka. Oh! Sekiranya aku mengampuni setidaknya bayi-bayi kecil di pangkuan! Darah! Aku tidak tahu di mana aku sekarang. Bagaimana semua ini akan berakhir? Apa yang harus aku lakukan? Aku terhilang selamanya! Aku tahu itu. Oh, aku telah melakukan kesalahan.”

David Strauss, wakil terkemuka rasionalisme Jerman, setelah menghabiskan seumur hidupnya menghapus iman kepada Tuhan dari benak orang-orang lain: “Filosofiku membuat aku benar-benar kesepian! Aku merasa seperti seseorang yang terjebak dalam rahang-rahang tanpa ampun dari sebuah mesin otomatis, tidak tahu kapan salah satu rahang besarnya akan menghancurkan aku!”

Joseph Stalin: Dalam sebuah wawancara Newsweek dengan Svetlana Stalin, anak perempuan Joseph Stalin, dia menceritakan kematian ayahnya: “Ayahku meninggal dengan kematian yang sulit dan mengerikan. Tuhan menganugerahkan kematian yang mudah hanya kepada orang benar. Pada saat-saat terakhir dia tiba-tiba membuka matanya dan memelototi semua orang di ruangan itu. Itu adalah tatapan yang mengerikan, gila atau mungkin amarah. Tangan kirinya terangkat, seolah-olah dia menunjuk sesuatu di atas dan menjatuhkan caci maki pada kami semua. Gerakan itu penuh dengan ancaman. Saat berikutnya dia mati.”

Anton LeVey, penulis Alkitab Satanik dan imam besar agama yang didedikasikan untuk menyembah Satan. Salah satu kutipan terkenalnya adalah, “Ada binatang buas dalam diri manusia yang perlu dilatih, bukan diusir.” Kata-katanya ketika sekarat adalah, “Oh ampun, oh ampun, apa yang telah aku lakukan, ada sesuatu yang sangat salah … ada sesuatu yang sangat salah ….”

Referensi:

Atheists and Their Death Bed…

Quotes of Dying Atheists and God-Haters

Deathbed Confessions (Dying Statements of the Unsaved)

Horrifying & Terrifying Death Bed Scenes Of Atheists, Apostates, Hypocrites & Reprobates (Free Christian MP3s, Videos, Books)

Iklan