Lukas 17:26-27 (ILT) Dan sebagaimana yang terjadi pada zaman Nuh, demikian pula akan terjadi pada hari-hari Anak Manusia.

National Geographic melaporkan bahwa tim ilmuwan internasional dipimpin Salk Institute mengungkapkan “secara resmi kepada dunia” untuk “pertama kalinya” penciptaan hybrid manusia-binatang, seperti dilaporkan jurnal sains Cell.

Dari halaman National Geographic:

Dalam prestasi luar biasa – jika bukan kontroversi – para ilmuwan mengumumkan hari ini bahwa mereka telah menciptakan hybrid sukses pertama manusia-binatang. Proyek ini membuktikan bahwa sel-sel manusia dapat diperkenalkan kepada organisme non-manusia, bisa bertahan, dan bahkan bertumbuh di dalam binatang inang, dalam kasus ini, babi.

Kemajuan biomedis ini telah lama diimpikan dan diinginkan para ilmuwan yang kebingungan yang berharap dapat memenuhi kelangkaan kritis organ-organ donor.

Setiap sepuluh menit, seseorang ditambahkan kepada daftar tunggu nasional untuk transplantasi organ. Dan setiap hari, 22 orang dalam daftar itu mati tanpa memperoleh organ yang mereka butuhkan. Bagaimana jika, ketimbang bergantung kepada pendonor yang murah hati, Anda dapat menumbuhkan organ buatan di dalam tubuh binatang misalnya?

Itu sekarang satu langkah lebih dekat kepada kenyataan, sebuah tim peneliti internasional dipimpin Salk Institute melaporkan dalam jurnal sains Cell. Tim ini menciptakan apa yang secara ilmu pengetahuan dikenal sebagai “chimera“, yakni organisme yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari dua spesies berbeda.

Pada masa lalu, chimera manusia-binatang tidaklah terjangkau. Eksperimen seperti ini tidak dapat dilakukan dengan pendanaan publik di Amerika Serikat. Sejauh ini, tim Salk bergantung kepada donor-donor pribadi untuk proyek chimera ini. Opini publik juga, telah menghambat penciptaan organisme yang sebagian manusia, sebagian binatang.

Tapi bagi penulis studi utama Jun Wu dari Salk Institute, kita hanya perlu melihat kepada chimera-chimera mitologi – seperti hybrid-hybrid manusia-burung yang kita kenal sebagai malaikat – untuk berbagai perspektif berbeda.

burney_relief_babylon
Dewi Ishtar (Inanna, Astarte, Asytoret)

“Dalam peradaban-peradaban purbakala, chimera diasosiasikan dengan Dewa,” katanya, dan para leluhur kita berpikir “makhluk-makhluk chimera dapat menjaga umat manusia.” Sedikit banyak, inilah yang diharapkan oleh tim dari apa yang akan dilakukan hybrid manusia-binatang suatu hari.

anubis-god
Dewa Anubis

Menciptakan Chimera

Ada dua cara untuk membuat chimera. Yang pertama, dengan memperkenalkan organ-organ dari satu binatang kepada yang lainnya – usaha beresiko, karena sistem imunitas inang dapat menyebabkan organ tersebut ditolak.

Metode kedua, dengan memulainya pada tingkatan embrio, memperkenalkan sel-sel satu binatang kepada embrio binatang lain, dan membiarkan mereka bertumbuh bersama-sama menjadi hybrid.

Dari halaman website Salk:

PENEMUAN BARU MENERANGI HARAPAN ORGANISME CHIMERA MENJANJIKAN UNTUK ILMU PENGETAHUAN DAN MEDIS

Para ilmuwan Salk mengembangkan teknologi stem-sel dan pengeditan genom untuk membantu para peneliti mempelajari evolusi dan penyakit, menguji coba obat-obatan therapeutic dan kemungkinan menumbuhkan organ-orang transplantasi.

Hybridisasi Dalam Alkitab

Alkitab mencatat bahwa eksperimen genetika seperti ini sudah dijalankan sejak hari-hari zaman Nuh, ketika anak-anak Elohim (para Malaikat yang Jatuh) pergi mengawini anak-anak perempuan manusia. Mereka memperanakkan anak-anak hybrid najis, yang terkenal dengan sebutan “Nephilim” (H5303), yang artinya: raksasa, jatuh, tirani, kejam, pengganggu. Mereka ini ras raksasa yang sangat ganas.

Kejadian 6:1-4 (TB) Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2. maka anak-anak Elohim melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 4. Pada waktu itu orang-orang raksasa (Ibrani: Nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa (Ibrani: gibborim) di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Nephilim berasal dari akar kata Ibrani “naphal” (H5307), yang artinya: jatuh, dicampakkan (ke bawah), gagal, buangan, tidak memenuhi standar, inferior; figuratif: sampah. Makhluk-makhluk buangan yang dipandang menjijikkan di mata Elohim.

Kitab-kitab Ibrani kuno seperti Kitab Henokh, Kitab Yobel dan Kitab Yashar lebih jauh mencatat, bahwa mereka ini melakukan eksperimen genetika dengan mencampur binatang antara satu jenis dengan jenis lainnya. Hal ini memancing murka Elohim, karena seluruh makhluk hidup (Ibrani: basar; daging, makhluk hidup, tubuh) menjadi rusak jalan-jalannya (tatanannya).

Kitab Henokh 7:5 Dan mereka mulai berbuat dosa (melanggar batas) kepada burung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya.

Kitab Yobel 7:24 Dan sesudah ini mereka berdosa (melanggar batas) terhadap binatang-binatang dan burung-burung, dan segala yang bergerak dan berjalan di atas bumi. Dan banyak darah ditumpahkan di bumi, dan setiap imajinasi dan keinginan manusia memikirkan kesia-siaan dan kejahatan senantiasa.

Kitab Yashar 4:18 Dan para hakim dan penguasa mereka pergi kepada anak-anak perempuan manusia dan mengambil istri-istri mereka dengan kekerasan dari suami mereka sesuai pilihan mereka. Anak-anak manusia pada waktu itu mengambil kawanan ternak di bumi, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan mengajarkan mencampur hewan antara satu jenis dengan jenis lainnya, dengan maksud untuk memancing murka YAHWEH. Elohim melihat seluruh bumi dan semuanya rusak, karena semua makhluk telah rusak jalan hidupnya di bumi, semua manusia maupun semua hewan.

Lebih jauh, Elohim dengan keras melarang bangsa Israel untuk melakukan hal-hal seperti demikian:

Imamat 19:19 (ILT) Kamu harus berpegang pada ketetapan-ketetapan-Ku. Janganlah engkau mengawinkan dua jenis ternakmu (Ibrani: kil’ayim), janganlah menaburi ladangmu dengan dua jenis benih (kil’ayim), dan janganlah mengenakan atasmu pakaian dari dua jenis bahan yang dicampur (kil’ayim).

Ulangan 22:9 (ILT) Janganlah engkau taburi kebun anggurmu dengan berbagai jenis benih (Ibrani: kil’ayim), supaya buah-buah dari benih yang telah engkau taburkan dan hasil dari kebun anggur tidak tercemar.

Berbagai jenis benih” atau “dua jenis benih” atau “dicampur“, menggunakan kata Ibrani “kil’ayim” (H3610), yang artinya: dua jenis, campuran, jenis yang berbeda, menyatukan/mencampur benih, perbuatan perkawinan silang yang terlarang antara binatang atau benih.

Kejijikan Yang Membinasakan

Mencampurkan sel-sel dari dua jenis spesies berbeda seperti ini, merupakan kejijikan yang dikenal dengan sebutan “chimera.” Para ilmuwan menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk menginjeksikan sel-sel organ manusia ke dalam embrio babi untuk menumbuhkan organ-organ baru, sesuatu yang sangat diharapkan oleh para pendukung ilmu pengetahuan medis selama bertahun-tahun.

human-pig-chimera
Embrio babi ini diinjeksi dengan sel-sel manusia pada awal perkembangannya dan kini sudah berusia empat minggu.

Meskipun hal ini mungkin dapat membendung gelombang pasien-pasien sekarat sambil menunggu ditemukannya organ yang tepat untuk transplantasi, itu sekarang telah menimbulkan pertanyaan yang mengkhawatirkan bahwa garis batas etika yang sudah lama dipegang, kini telah dihapuskan oleh komunitas genetika. Dengan sel-sel manusia dapat dibawa di dalam tubuh embrio babi, apa yang akan menghentikan mereka melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi? Sudah dikenal luas bahwa setidaknya tujuh jenis binatang berbeda telah diinjeksi dengan protein berpendar yang ditemukan pada ubur-ubur, yang kemudian dapat membuat binatang-binatang ini berpendar di dalam kegelapan.

Implikasinya jelas: Apa yang diumumkan secara resmi oleh para ahli ini hanyalah puncak dari gunung es. Apa yang sudah dilakukan di dalam kegelapan akan dibawa kepada terang. Tidak lama lagi kita akan melihat kebenaran tentang seberapa jauh sesungguhnya para ilmuwan telah menciptakan hybrid-hybrid berbagai jenis makhluk, bahkan teknologi hybridisasi yang nampaknya menunggu umat manusia di masa depan.

Akankah kita akan melihat kembalinya Nephilim secara fisik? Atau akankah Nephilim purbakala itu akan menjadi “penghakiman” bagi mereka yang bermain-main dengan tatanan kehidupan yang ditetapkan Elohim, seperti yang tertulis dalam Yoel 2?

Yoel 2:2-6 (ILT) Suatu bangsa yang besar dan kuat, tidak pernah ada yang menyerupai dia dari dahulu dan sesudahnya, dan tidak akan ada lagi sepanjang masa turun-temurun. 4. Penampilannya bagaikan kuda dan seperti kuda-kuda perang kelihatannya, demikianlah mereka berlari. 5. Mereka melangkah seperti derik kereta perang di puncak-puncak gunung, seperti bunyi kobaran api yang melahap jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, yang disiapkan untuk pertempuran.

Wahyu 9:7-10 (ILT) Dan wujud belalang-belalang itu adalah serupa kuda-kuda yang dipersiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka seperti ada mahkota serupa emas dan wajah-wajah mereka seperti wajah-wajah manusia. 8. Dan mereka mempunyai rambut seperti rambut wanita dan gigi mereka seperti gigi singa. 9. Dan mereka mempunyai tutup dada seperti tutup dada dari besi; dan bunyi sayap-sayap mereka seperti bunyi kereta-kereta kuda dengan banyak kuda yang berpacu menuju peperangan. 10. Dan mereka mempunyai ekor serupa kalajengking dan ada sengat-sengat pada ekornya dan wewenang mereka adalah untuk menyakiti manusia selama lima bulan.

Atau… lebih buruk lagi: Akankah umat manusia akan dihybridisasi menjadi Nephilim modern melalui teknologi Tanda Binatang itu?

Jadi apabila kamu melihat “kejijikan yang membinasakan dipasang di tempat kudus” – menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel – para pembaca hendaklah memperhatikannya – Matius 24:15

Baca:

Kejijikan Yang Membinasakan

Hari-hari pada Zaman Nuh adalah Hari-hari pada Zaman Nephilim: Itu Akan Terjadi Kembali

Para Tawanan di Markas Bawah Tanah Dulce, New Mexico

Hybrid Nephilim: Makhluk “Peri” Bersayap yang Ditemukan di Mexico Mungkin Penggenapan Kitab Wahyu

Hybrid Nephilim: Tes DNA Tengkorak Paracas Mengubah Catatan Sejarah Manusia

Referensi:

Kitab-kitab Ibrani Kuno

Human-Pig Hybrid Created in the Lab—Here Are the Facts

Salk Institute

Glow-in-the-Dark Kittens Lend a Paw to AIDS Fight

Iklan