Kitab Para Raksasa di antara Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati

Henokh, bapa leluhur manusia, keturunan ke-7 dari Adam, sangat terkenal pada zaman purbakala, meskipun para pembaca Alkitab sekarang ini tidak begitu mengenalnya. Dia hanya tercatat secara singkat dalam Kitab Kejadian. Selain menyebutkan bahwa umurnya 365 tahun, Kitab Kejadian juga mengatakan bahwa Henokh “hidup bergaul dengan Elohim” dan “kemudian dia tidak ada lagi, karena Elohim telah mengangkatnya” (Kejadian 5:24).

Banyak legenda mengenai Henokh yang telah dikumpulkan dari zaman purba dalam bentuk tulisan. Catatan yang paling tua dan paling penting adalah Kitab Henokh, yang terdiri dari 108 pasal. Itu masih ada secara keseluruhan (meskipun hanya di dalam bahasa Ethiopia) dan menjadi sumber yang penting bagi Yudaisme dalam beberapa abad sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dari ditemukannya fragmen-fragmen yang hampir lengkap dari salinan-salinan Kitab Henokh di dalam bahasa Aramaik di antara Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati, dan menjadi sangat jelas bahwa siapa pun yang menyimpan dan berusaha menyelamatkan gulungan-gulungan naskah ini menganggapnya sebagai teks yang sangat penting.

Qumran-no4
Gua Qumran nomor 4 (4Q): 90% Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati ditemukan di dalamnya.

Sejak ditemukan pada tahun 1946, penggalian di Gua-gua Qumran di Laut Mati telah mengungkap sekitar 981 gulungan-gulungan kitab kuno Yahudi yang merupakan peninggalan yang sangat penting. Teks-teks ini merupakan salinan-salinan kitab kuno Yahudi yang ditulis antara abad ke-3 SM hingga abad ke-1 M. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati merupakan penemuan arkeologi terbesar dan terpenting pada abad ke-20. Di antara gulungan-gulungan kitab ini, para arkeolog menemukan teks yang isinya membingungkan para arkeolog karena tidak lazim: sebuah gulungan kitab yang memberikan petunjuk mengenai keberadaan dan kemusnahan Nephilim. Gulungan itu disebut Kitab Para Raksasa.

Henokh hidup sebelum Air Bah, suatu zaman ketika bumi dan segala sesuatunya sangat berbeda. Manusia hidup jauh lebih lama, contohnya anak Henokh, Metusalah, mencapai umur 969 tahun. Pada zaman Yared, ayah Henokh, terjadilah suatu peristiwa di mana para malaikat pengawas turun di puncak Gunung Hermon yang tercatat di dalam Kejadian 6:4. Mereka ini dikenal sebagai para malaikat (bene ha-Elohim) yang jatuh, dan menjadi sumber terjadinya kerusakan total atas seluruh makhluk hidup di muka bumi dan menyebabkan Yahweh mengirimkan penghakiman Air Bah. Menurut Kitab Henokh, pemimpin pemberontakan para malaikat ini adalah Shemihaza, yang bersama 200 rekan-rekannya turun ke bumi untuk mengambil istri-istri untuk bersetubuh dengan mereka. Perkawinan yang tidak wajar ini menghasilkan anak-anak keturunan berupa hybrid ras manusia raksasa, Nephilim, yang tingginya mencapai 135 meter. Malaikat-malaikat jahat dan raksasa-raksasa ini mulai menindas manusia dan mengajarkan mereka melakukan segala jenis kejahatan. Karena hal inilah Yahweh menjatuhkan penghukuman untuk memenjarakan mereka hingga 70 generasi, menunggu waktu penghakiman terakhir, dan kemudian Yahweh menghancurkan seluruh bumi dengan Air Bah. Usaha Henokh untuk menjadi perantara terhadap surga bagi para malaikat yang jatuh ini tidak membuahkan hasil (Henokh 6-16).

Isi Kitab Para Raksasa

Kitab Para Raksasa yang ditemukan di Gua Qumran memberikan penjelasan tambahan dari yang tercatat di dalam Kitab Henokh. Meskipun sudah tidak utuh lagi, fragmen-fragmen gulungan kitab ini memberikan gambaran yang seram: Nephilim akhirnya menyadari, sebagai akibat perbuatan-perbuatan menyimpang dan kekerasan-kekerasan yang mereka lakukan, penghukuman surgawi akan segera menimpa mereka – dan itu cukup menggentarkan sehingga mereka mengutus seseorang untuk mencari Henokh supaya dia berbicara mewakili mereka di hadapan Elohim.

Teks ini diawali dengan detail bagaimana Nephilim merusakkan seluruh bumi dan segala makhluk yang hidup di atasnya. Tapi begitu mereka mulai menerima mimpi-mimpi profetik tentang kebinasaan, kegentaran mulai merasuki hati mereka. Yang pertama mendapatkan mimpi ini adalah Mahway, raksasa anak malaikat Barakel. Dalam mimpinya, dia melihat suatu lempengan loh (tablet) ditenggelamkan ke dalam air. Ketika lempengan itu timbul ke permukaan, semua nama-nama, kecuali tiga nama, telah dihapuskan. Ini merupakan perlambang Banjir Besar dan akibat kehancurannya, kecuali Nuh dan anak-anaknya.

Pada waktu itu, hal ini belum dipahami oleh Nephilim, sehingga mereka memperdebatkan arti mimpi Mahway, tapi tidak berhasil menafsirkannya. Segera sesudahnya, dua raksasa lagi, Ohya dan Hahya, anak-anak malaikat Shemihaza, mulai mendapatkan mimpi-mimpi yang mirip; mereka bermimpi tentang sebuah pohon yang dicabut, kecuali tiga dari akar-akarnya.

Sesudah itu, kelompok raksasa-raksasa ini mulai mendapatkan mimpi-mimpi apokaliptik.

Para Nephilim ini akhirnya menyadari arti profetik mimpi-mimpi mereka dan berusaha mencari pertolongan Henokh. Namun sayangnya, Henokh telah menghilang dari muka Bumi sehingga Nephilim memilih salah seorang anggota mereka untuk melakukan perjalanan kosmis mencari dia.

Sangat disayangkan, bagian-bagian dari gulungan kitab ini sangat rusak dan tidak bisa diperbaiki, tapi isi dari teks ini jelas. Salah seorang raksasa melakukan perjalanan keluar Bumi untuk mencari Henokh yang punya kemampuan menafsirkan penglihatan dan mimpi.

Henokh mengirim Mahway kembali darimana dia berasal, berjanji kepadanya bahwa dia akan berbicara kepada Elohim untuk mewakili mereka. Namun bagi Nephilim, lempengan loh yang dikirimkan kembali oleh Henokh kepada mereka sebagai jawaban tidaklah berisi berita baik.

Entahkah mereka berdoa atau tidak, teks itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi mereka tidak muncul lagi di sini, sekaligus membuktikan kehancuran total yang diakibatkan oleh Air Bah.

Untuk dapat memahami lebih jelas isi Kitab Para Raksasa, Anda perlu membandingkannya juga dengan Kitab Henokh dan Kitab Yobel, yang salinan-salinannya juga ditemukan di antara gulungan-gulungan Kitab Laut Mati.

Yang paling menarik dari isi manuskrip Kitab Para Raksasa ini adalah disebutnya seorang raksasa bernama Gilgamesh, yang merupakan tokoh dewa Babylonia dan tokoh epik besar (Epik Gilgamesh) yang ditulis pada milenium ke-3 sebelum Masehi, dalam silinder-silinder Sumeria-Mesopotamia. Penemuan-penemuan arkeologi beberapa tahun yang lalu menunjukkan bahwa Gilgamesh bukanlah sekedar tokoh mitos. Menurut mitologi, Gilgamesh adalah Nephilim, 2/3 dewa dan 1/3 manusia. Tahun 2003, para arkeolog mengklaim mereka telah menemukan makamnya. 

gilgamesh
Gilgamesh

Kitab Para Raksasa – Teks Rekonstruksi

4Q203, 1Q23, 2Q26, 4Q530-532, 6Q8
dead-sea-scroll-7

Gulungan Kitab Laut mati diidentifikasikan dengan sebuah angka dan kombinasi huruf, yang mengindikasikan gua dari mana mereka diperoleh: “1Q” artinya teks itu ditemukan dalam gua Qumran nomer 1; “4Q” artinya ditemukan dalam gua Qumran nomer 4. Kode awal ini diikuti dengan angka kedua (nomer file katalog yang diberikan kepada tiap arsip fragmen) atau beberapa huruf yang merupakan singkatan yang diberikan kepada suatu fragmen oleh peneliti. Banyak gulungan-gulungan kitab penting ditemukan lebih dari satu salinan.

Ringkasan catatan kuno tentang turunnya para malaikat yang jahat, yang membawa pengetahuan surgawi dan kerusakan dan malapetaka atas bumi. Bandingkan Kejadian 6:1-2,4.

1Q23 Frag. 9 + 14 + 15 2[ . . . ] mereka tahu rahasia-rahasia dari [ . . . ] 3[ . . . do]sa sangat besar di bumi [ . . . ] 4[ . . . ] dan mereka membunuh banyak [ . . ] 5[ . . . mereka memperanakkan] raksasa-raksasa [ . . . ]

Para malaikat ini mengeksploitasi segala sesuatu yang dihasilkan bumi.

4Q531 Frag. 3 2[ . . . segala sesuatu yang] dihasilkan bumi [ . . . ] [ . . . ] ikan besar [ . . . ] 14[ . . . ] langit dengan semua yang tumbuh [ . . . ] 15[ . . . buah-buahan] bumi dan segala jenis biji-bijian dan semua pohon-pohonan [ . . . ] 16[ . . . ] binatang-binatang dan reptil-reptil . . . [semu]a binatang yang merayap di bumi dan mereka melakukan semua [ . . . ] 18[ . . . seti]ap perbuatan kekerasan dan [ . . . ] perkataan [ . . . ] 19[ . . . ] laki-laki dan perempuan, dan di antara manusia [ . . . ]

Dua ratus malaikat ini memilih binatang-binatang untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual yang tidak normal, termasuk, kemungkinan juga para manusia.

1Q23 Frag. 1 + 6 [ . . . dua ratus] 2keledai-keledai, dua ratus bagal-bagal, dua ratus . . . domba-domba jantan dari] 3kawanan domba, dua ratus kambing-kambing, dua ratus [ . . . binatang di] 4padang dari setiap binatang, dari setiap jenis [burung . . . ] 5[ . . . ] untuk perkawinan campuran [ . . . ]

Hasil akhir dari perusakan dan pencemaran ini adalah kekejaman, penyimpangan seksual, dan kawanan makhluk-makhluk monster raksasa mengerikan. Bandingkan Kejadian 6:4-5.

4Q531 Frag. 2 [ . . . ] mereka mencemarkan [ . . . ] 2[ . . . mereka memperanakkan] raksasa-raksasa dan monster-monster [ . . . ] 3[ . . . ] mereka memperanakkan, dan, lihatlah, seluruh [bumi menjadi rusak . . . ] 4[ . . . ] dengan darahnya dan oleh tangan para [ . . . ] 5[raksasa] yang tidak mencukupi bagi mereka dan [ . . . ] 6[ . . . ] dan mereka berusaha untuk memangsa banyak [ . . . ] 7[ . . . ] 8[ . . . ] monster-monster menyerangnya.

4Q532 Kol. 2 Frags. 1 – 6 2[ . . . ] daging [ . . . ] 3semu[a . . . ] monster-monster [ . . . ] akan [ . . . ] 4[ . . . ] mereka akan bangkit [ . . . ] kekurangan pengertian yang sesungguhnya [ . . . ] karena [ . . . ] 5[ . . . ] bumi [menjadi rusak . . . ] sangat hebat [ . . . ] 6[ . . . ] mereka mempertimbangkan [ . . . ] 7[ . . . ] dari malaikat-malaikat atas [ . . . ] 8[ . . . ] pada akhirnya itu akan binasa dan mati [ . . . ] 9[ . . . ] mereka menyebabkan kerusakan hebat di [bumi . . . ] [ . . . ini tidak] mencukupi bagi [ . . . ] “mereka akan [ . . . ]

Raksasa-raksasa ini mulai terganggu oleh serangkaian mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan. Mahway, seorang raksasa, anak dari malaikat Barakel, melaporkan yang pertama dari mimpi-mimpi ini kepada rekan-rekan raksasanya. Dia melihat sebuah lempengan loh (tablet) dicelupkan di dalam air. Ketika itu timbul kembali ke permukaan, semua nama-nama kecuali tiga nama telah dihapuskan. Mimpi ini menandakan kehancuran segala sesuatunya oleh Air Bah, kecuali Nuh dan anak-anaknya.

2Q26 [ . . . ] mereka menenggelamkan lempengan loh itu ke dalam a[ir . . . ] 2[ . . . ] air itu naik ke atas [lempengan . . . ] 3[ . . . ] mereka mengangkat keluar lempengan itu dari air [ . . . ]

Raksasa-raksasa itu pergi kepada rekan-rekan yang lainnya dan mereka membicarakan tentang mimpi itu.

4Q530 Frag.7 [ . . . penglihatan ini] adalah untuk kutukan dan penderitaan. Akulah yang mengaku 2[ . . . ] keseluruhan kelompok kaum buangan supaya aku pergi ke [ . . . ] 3[ . . . roh-roh mereka yang terbu]nuh mengeluh tentang para pembunuh mereka dan menangis keras 4[ . . . ] supaya kita mati bersama-sama dan diakhiri [ . . . ] banyak dan aku akan tertidur, dan roti 6[ . . . ] untuk kediamanku; penglihatan dan juga [ . . . ] memasuki perkumpulan raksasa-raksasa 8[ . . . ]

6Q8 [ . . . ] Ohya dan dia berkata kepada Mahway [ . . . ] 2[ . . . ] tanpa gemetar. Siapa yang menunjukkan kepadamu semua penglihatan ini, saudara[ku]? 3[ . . . ] Barakel, ayahku, ada bersama aku. 4[ . . . ] Sebelum Mahway selesai menceritakan apa yang [telah dia lihat . . . ] 5[ . . . berkata] kepada dia, “Sekarang aku telah mendengar keajaiban-keajaiban! Jika seorang perempuan mandul melahirkan [ . . . ]

4Q530 Frag. 4 3[Kemu]dian Ohya berkata kepada Ha[hya . . . ] 4[ . . . untuk dihancurkan] dari atas bumi dan [ . . . ] 5[ . . . bu]mi. Ketika 6[ . . . ] mereka meratap di hadapan [raksasa-raksasa . . . ]

4Q530 Frag. 7 3[ . . . ] kekuatanmu [ . . . ] 4[ . . . ] 5Kemudian Ohya [berkata] kepada Hahya [ . . . ] Kemudian dia menjawab, “Itu bukan bagi 6kita, tapi untuk Azaiel, karena dia melakukan [ . . . anak-anak para] malaikat 7adalah raksasa-raksasa, dan mereka tidak mengijinkan semua yang mereka kasihi] diabaikan [. . . kita] tidak dibuang di bawah; engkau memiliki kekuatan [ . . . ]

Para raksasa menyadari bahwa sia-sia saja berperang melawan kekuatan surgawi. Pembicara pertama kemungkinan adalah Gilgamesh.

4Q531 Frag. 1 3[ . . . Aku seorang] raksasa, dan oleh kekuatan yang perkasa dari tanganku dan kekuatanku sendiri yang besar 4[ . . . siapa]pun yang fana, dan aku telah berperang melawan mereka; tetapi aku tidak [ . . . ] dapat berdiri melawan mereka, karena musuh-musuhku 6[ . . . ] berkediaman di [Sur]ga, dan mereka tinggal di tempat-tempat kudus. Dan tidak 7[ . . . mereka] lebih kuat daripada aku. 8[ . . . ] dari binatang buas telah datang, dan manusia liar mereka memanggil [aku].

9[ . . . ] Lalu Ohya berkata kepadanya, “Aku dipaksa mendapatkan sebuah mimpi [ . . . ] tidur dari mataku [lenyap], supaya membuat aku melihat suatu penglihatan. Sekarang aku tahu bahwa pada [ . . . ] 11-12[ . . . ] Gilgamesh [ . . . ]

Penglihatan mimpi Ohya adalah sebuah pohon yang dicabut kecuali tiga dari akar-akarnya; makna penglihatan ini sama dengan mimpi yang pertama.

6Q8 Frag. 2 1tiga dari akar-akarnya [ . . . ] [sementara] aku sedang [menyaksikan,] datanglah [ . . . mereka memindahkan akar-akar itu ke dalam] 3taman ini, semua dari mereka, dan tidak [ . . . ]

Ohya berusaha menghindar dari hubungannya terhadap penglihatan-penglihatan itu. Di atas dia menyatakan bahwa mimpi itu hanya diperuntukkan bagi Iblis Azazel; di sini dia berpendapat bahwa kehancuran itu hanyalah bagi para penguasa bumi saja (para malaikat yang jatuh, yaitu orang tua mereka).

4Q530 Kol. 2 1mengenai kematian jiwa-jiwa kita [ . . . ] dan semua rekan-rekannya, [dan Oh]ya mengatakan kepada mereka apa yang Gilgamesh katakan kepadanya 2[ . . . ] dan dikatakan [ . . . ] “Mengenai [ . . . ] pemimpin telah mengutuk penguasa-penguasa” 3dan para raksasa lega mendengar kata-katanya. Lalu dia berbalik dan pergi [ . . . ]

Lebih banyak mimpi-mimpi yang menggelisahkan para raksasa. Detail-detail dari penglihatan ini kurang jelas, tetapi itu pertanda buruk bagi para raksasa. Para pemimpi ini pertama-tama menceritakannya kepada monster-monster, lalu kepada para raksasa.

Kemudian dua dari mereka mendapatkan mimpi-mimpi 4dan tidur dari mata mereka, meninggalkan mereka, dan mereka bangkit dan datang kepada [ . . . dan menceritakan] mimpi-mimpi mereka, dan berkata dalam perhimpunan [rekan-rekan mereka] para monster 6[ . . . Dalam] mimpiku aku sedang menyaksikan malam ini 7[dan ada sebuah taman . . . ] para tukang kebun dan mereka mengairi 8[ . . . dua ratus pohon-pohon dan] tunas-tunas besar keluar dari akar-akarnya 9[ . . . ] semua air, dan api membakar seluruh 10[taman . . . ] Mereka menemui para raksasa untuk menceritakan kepada mereka 11[mimpi itu . . . ]

Seseorang menyarankan untuk menemui Henokh, supaya dia menafsikan penglihatan-penglihatan ini.

[ . . . kepada Henokh] sang juru tulis, dan dia akan menafsirkan bagi kita 12mimpi itu. Karena itu rekannya, Ohya mengumumkan dan berkata kepada para raksasa, 13″Aku juga mendapatkan sebuah mimpi malam ini, wahai para raksasa, dan, lihatlah, Penguasa Surga turun ke bumi 14[ . . . ] dan seperti itulah akhir dari mimpi ini.” [Kemudian] seluruh raksasa-raksasa [dan monster-monster] menjadi takut 15dan memanggil Mahway. Dia datang kepada mereka dan para raksasa memohon kepadanya dan mengutusnya kepada Henokh 16[sang juru tulis]. Mereka berkata kepadanya, “Pergilah [ . . . ] kepadamu bahwa 17[ . . . ] kamu telah mendengar suara ini.” Dan dia berkata kepadanya, “Dia akan [ . . . dan] menafsirkan mimpi-mimpi [ . . . ] Kol. 3 3[ . . . ] berapa lama para raksasa harus hidup. [ . . . ]

Sesudah sebuah perjalanan kosmis yang jauh, Mahway sampai kepada Henokh dan mengajukan permohonannya.

[ . . . dia melayang ke udara] 4seperti angin-angin yang kuat, dan terbang dengan tangan-tangannya seperti e[lang . . . dia meninggalkan] 5dunia hunian dan melintasi Padang Ketandusan, padang belantara besar [ . . . ] 6dan Henokh melihat dia dan mengucapkan salam kepadanya, dan Mahway berkata kepadanya [ . . . ] 7kesini dan kesana untuk kedua kalinya kepada Mahway [ . . . Para raksasa menantikan 8kata-katamu, dan seluruh monster-monster di bumi. Jika [ . . . ] telah membawa [ . . . ] 9sejak hari-hari [ . . . ] mereka [ . . . ] dan mereka akan ditambahkan [ . . . ] 10[ . . . ] kami ingin mengetahui daripadamu arti-artinya [ . . . ] 11[ . . . dua ratus pohon-po]hon yang dari surga [turun ke  . . . ]

Henokh mengirim kembali sebuah lempengan loh bertuliskan pesan buruk mengenai penghakiman, tetapi dengan harapan untuk pertobatan.

4Q530 Frag. 2 Juru tulis [Henokh . . . ] 2[ . . . ] 3sebuah salinan dari lempengan kedua yang [Henokh] ki[rimkan . . . ] 4di dalam tulisan tangannya sendiri Henokh sang juru tulis [ . . . Di dalam nama Elohim yang besar] 5dan yang kudus, kepada Shemihaza dan seluruh [rekan-rekannya . . . ] 6biarlah diketahui olehmu bahwa tidak [ . . . ] 7dan hal-hal yang telah engkau perbuat, dan bahwa istri-istrimu [ . . . ] 8mereka dan anak-anak mereka dan istri-istri dari [anak-anak mereka . . . ] 9oleh percabulanmu di atas bumi, dan ada atasmu [ . . . dan bumi ini menangis keras] 10dan mengeluh mengenai engkau dan perbuatan-perbuatan anak-anakmu [ . . . ] 11kehancuran yang telah engkau perbuat kepadanya. [ . . . ] 12hingga Raphael tiba, lihatlah, kehancuran [sedang datang, suatu banjir besar, dan itu akan menghancurkan segala makhluk hidup] 13dan apa pun yang ada di padang belantara dan lautan. Dan arti dari hal tersebut [ . . . ] 14ke atasmu untuk kebinasaan. Tapi sekarang, lepaskanlah ikatan-ikatan yang mengi[kat engkau kepada kejahatan . . . ] 15dan berdoalah.

Sebuah fragmen nampaknya memberikan detail penglihatan yang dilihat Henokh.

4Q531 Frag. 7 3[ . . . ketakutan besar] menguasai aku dan aku jatuh tersungkur dengan wajahku; Aku mendengar suaranya [ . . . ] 4[ . . . ] dia tinggal di antara umat manusia tapi dia tidak belajar dari mereka [ . . . ]

Tafsir Isi Kitab Para Raksasa – Rekonstruksi

Gilgamesh berkata, “Aku seorang raksasa, dan dengan kekuatan lenganku yang perkasa, aku dapat mengalahkan makhluk apapun yang fana. Aku telah berperang melawan mereka di masa lalu, tapi aku tidak dapat berdiri melawan musuh-musuhku yang tinggal di Surga, dan berdiam di tempat-tempat kudus. Dan tidak hanya ini, tapi mereka sesungguhnya lebih kuat dari aku. Hari kebuasan binatang-binatang liar sudah tiba dan seperti manusia liar [itulah aku dikenal]. Lalu Ohya berkata kepadanya, “Aku dipaksa mendapatkan sebuah mimpi… Tidur dari mataku telah lenyap sehingga aku dapat melihat suatu penglihatan. [Sekarang aku tahu bahwa di atas padang peperangan, kita tidak dapat menang.”] Gilgamesh mencatat. (Ohya menggambarkan mimpinya, “Aku melihat sebuah pohon tercabut kecuali tiga dari akar-akarnya. Sementara aku seperti sedang menyaksikan, [beberapa makhluk (malaikat-malaikat baik?)] memindahkan semua akar-akar itu ke taman ini [kecuali tiga akar itu”].

(Interpretasi dari mimpi ini sama dengan yang sebelumnya.) “Penglihatan mimpi ini mengenai kematian jiwa-jiwa kita,” kata Ohya, “dan Gilgamesh dan semua rekan-rekannya.” Namun Gilgamesh berkata kepadaku bahwa [semua firasat-firasat ini] hanya mengenai [para penguasa bumi, orang-orang perkasa, yang hanya sementara, yang telah dikutuk oleh para pemimpin malaikat yang baik]. Para raksasa ini lega mendengar kata-katanya. Lalu [Ohya] berbalik dan meninggalkan perkumpulan itu. (Ada lagi mimpi-mimpi yang lain, yang maknanya buruk bagi para raksasa. Para pemimpi ini melaporkan kepada monster-monster dan kemudian menceritakannya kepada para raksasa.)

Sesudah itu, dua dari mereka mendapatkan penglihatan-penglihatan; mereka tidak dapat tidur dan mereka datang kepada rekan-rekannya dan menceritakan mimpi-mimpi mereka, kepada perkumpulan, rekan-rekan mereka, monster-monster. Mereka melaporkan bahwa di dalam mimpinya, mereka nampaknya sedang menyaksikan sebuah taman dimana “para tukang kebun” (para malaikat?) sedang mengairi dua ratus pohon-pohon dan tunas-tunas raksasa bertumbuh dari akar-akarnya. [Tiba-tiba taman itu menjadi terbakar] sehingga taman itu dihancurkan dan keseluruhan air itu menguap. Kemudian mereka pergi kepada para raksasa untuk menceritakan kepada mereka mimpi-mimpi itu. (Saran diberikan untuk mencari juru tulis Henokh untuk menafsirkan mimpi-mimpi itu.) “Mari kita mencari Henokh, sang juru tulis, dan dia akan menafsirkan bagi kita mimpi-mimpi itu…”

Kemudian Ohya mengumumkan kepada para raksasa, “Aku juga malam ini mendapatkan mimpi lain dan lihatlah, Penguasa Surga turun ke bumi [dan memutuskan akhir dari hidup kita]. Seperti itulah akhir dari mimpiku.” Mendengar ini, semua monster-monster dan raksasa-raksasa menjadi ketakutan dan memanggil Mahway (Raksasa). Dia datang untuk menemui para raksasa yang memohon kepadanya dan mengutus dia kepada Henokh, sang juru tulis. Mereka (para raksasa) berkata kepadanya, “Pergilah kepada Henokh supaya dia dapat berbicara kepadamu dan kembalilah dengan berkata] kamu telah mendengar suaranya.” Ohya berbicara kepada Mahway, dan berkata kepadanya, “Dia (Henokh) akan mendengarkan dan menafsirkan mimpi-mimpi itu dan mengatakan kepada kita berapa lama kita, para raksasa, dapat hidup dan menguasai bumi.”

(Sesudah perjalanan melalui langit di atas langit, Mahway melihat Henokh dan berbicara kepadanya mengenai permintaannya). Mahway melayang di udara seperti oleh angin-angin yang kuat, menggunakan tangan-tangannya seperti sayap-sayap elang. Dia meninggalkan dunia hunian dan melintasi padang belantara Ketandusan yang besar. Henokh melihatnya dan memberinya salam. [Mahway mengatakan kepada Henokh mengenai tujuannya dan berkata kepadanya bahwa dia akan berbicara dengannya.] Pergi kesana dan kemari Henokh datang kedua kalinya kepada Mahway (sesudah dia, Henokh, memperingatkan Mahway tentang terbang terlalu dekat ke matahari). Mahway berbicara kepada Henokh dan berkata bahwa para raksasa dan seluruh monster-monster di bumi menunggu perkataan-perkataannya. [Jika penghukuman para malaikat yang jahat telah dijalankan (oleh Pemelihara Ilahi)] dari hari-hari kemuliaan surgawi mereka, dapatkah engkau setidaknya memastikan bagi kami bahwa jumlah hari-hari yang kami lalui dengan melakukan kerusakan akan ditambahkan kepada kehidupan kami. Kami ingin mengetahui arti dari dua ratus pohon-pohon yang turun dari surga.

(Henokh, setelah menerima permintaan Mahway, berusaha untuk mengajukan permohonan kepada Elohim tetapi sia-sia. Karena itu, dia menunjukkan kepada Mahway lempengan loh yang penuh berisi firasat mengenai penghakiman yang akan datang, namun yang menawarkan pengharapan untuk masa depan melalui pertobatan.)

Juru tulis, Henokh, memberikan Mahway sebuah salinan lempengan yang lain (bukan yang dicelupkan dalam air) yang berisi tulisan tangan (Henokh sendiri). Tulisan di atas lempengan itu berisi: Dalam nama Elohim yang besar dan yang kudus, pesan ini dikirim kepada Shemihaza dan semua rekan-rekannya. Biarlah diketahui olehmu (para raksasa dan monster-monster) bahwa engkau tidak akan meloloskan diri dari penghakiman karena semua hal-hal yang telah engkau perbuat, dan bahwa istri-istrimu, anak-anak mereka, dan istri-istri anak-anak mereka [tidak akan lolos,] dan bahwa oleh percabulanmu di atas bumi, telah ditetapkan atasmu suatu penghakiman surgawi. Bumi menangis keras dan berkeluh-kesah mengenai engkau dan perbuatan-perbuatan anak-anakmu dan mengenai kerusakan yang telah engkau perbuat. Hingga malaikat surgawi, Raphael, tiba, lihatlah, kehancuran sedang datang oleh sebuah banjir besar yang akan menghancurkan semua makhluk yang hidup, baik yang ada di padang belantara dan lautan-lautan. Arti dari [mimpi-mimpi/hal-hal ini adalah jalan penghakiman] karena semua kejahatanmu. Tapi jika engkau sekarang melepaskan ikatan-ikatan yang mengikat engkau kepada kejahatan dan berdoa (untuk pengampunan), (engkau mungkin diselamatkan).

Raphael: malaikat yang diutus oleh Elohim untuk berperang melawan kejahatan dan khususnya Azazel. (Henokh tampaknya juga melihat suatu penglihatan pada satu saat. Dia mengatakan seperti ini:) Ketakutan yang besar menguasai aku dan aku jatuh tersungkur dengan wajahku ke tanah. Aku mendengar suaranya (malaikat?): Dia (Henokh) tinggal di antara umat manusia tapi dia tidak belajar dari atau bergantung kepada mereka. (Kemungkinan Henokh sedang berbicara tentang peristiwa ketika seorang malaikat turun ke bumi untuk memanggil dia ke surga.)

Malaikat Yang Jatuh

Dari tulisan-tulisan Ibrani kuno, Torah, Kitab Henokh, dan Kitab Yobel, kita mendapatkan informasi yang detail mengenai peristiwa Pemberontakan Para Malaikat. Kemudian dari Kitab Para Raksasa, kita mendapatkan tambahan sumber informasi lainnya yang sinkron dengan tulisan-tulisan kuno tersebut. Berikut ini akan kita lihat sinkronisasi yang ada di antara kitab-kitab ini, untuk memberikan gambaran jelas tentang apa yang terjadi pada zaman Pra-Banjir Besar, dan dampak kehancurannya.

Kejadian 6:4-7  Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: bene ha-Elohim; malaikat) menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak lama, orang-orang yang ternama.

Dan YAHWEH melihat bahwa kejahatan manusia demikian besar di bumi, dan setiap angan-angan pikiran hatinya semata-mata jahat sepanjang hari, dan YAHWEH menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu telah memilukan hati-Nya.

Dan YAHWEH berfirman, “Aku akan melenyapkan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, dari manusia sampai hewan, sampai yang merayap dan sampai burung-burung di langit, karena Aku menyesal bahwa Aku telah menjadikan mereka.” (ILT)

Kitab Henokh 6:1-8  Dan terjadilah, setelah anak-anak manusia bertambah banyak pada hari-hari itu, anak-anak perempuan yang cantik dan rupawan telah lahir bagi mereka.

Dan para malaikat, anak-anak surgawi, memandangi dan bernafsu kepada mereka, dan berkata satu sama lain, “Lihatlah, kita akan memilih bagi diri kita sendiri istri dari antara anak-anak manusia, dan akan melahirkan anak-anak bagi kita.”

Dan Semjâzâ, pemimpin mereka, berkata kepada mereka, “Aku takut bahwa mungkin kamu tidak bersedia melakukan perbuatan ini, dan aku sendiri akan menderita karena dosa besar ini.”

Kemudian semua menjawab dia dan berkata, “Kita semua akan bersumpah, dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan, bahwa kita tidak akan membatalkan rencana ini, tapi akan menjalankan rencana ini.”

Kemudian mereka semua bersumpah bersama-sama, dan mengikatkan diri satu sama lain dengan kutukan; mereka semuanya ada dua ratus malaikat.

Dan mereka turun di Ardîs, yaitu puncak Gunung Hermon; dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah di atasnya dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan.

Dan ini adalah nama-nama pemimpin mereka: Semjâzâ, yang adalah pemimpin mereka, Urâkibarâmêêl, Akibêêl, Tâmiêl, Râmuêl, Danel, Ezêqêêl, Sarâqujâl, Asâêl, Armers, Batraal, Anânî, Zaqêbê, Samsâvêêl, Sartaêl, Turêl, Jomjâêl, Arâzjâl.

Ini adalah pemimpin dua ratus malaikat, dan semua yang lainnya ada bersama mereka.

Kitab Henokh 7:1-6  Dan mereka mengambil bagi diri mereka sendiri istri, dan masing-masing memilih untuk dirinya sendiri seseorang, dan mereka mulai mendekati perempuan-perempuan itu, dan bersetubuh dengan mereka, dan mengajari mereka mantera dan ilmu sihir, dan memperkenalkan mereka cara pemotongan akar-akaran dan kayu-kayuan (obat-obatan, racun, ramuan-ramuan sihir, psikotropika; Yunani: pharmakeia; asal-usul nama farmasi).

Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells (300 hasta ~ 135 meter).

Mereka ini melahap semua hasil jerih payah manusia sampai-sampai manusia tidak dapat bertahan lagi.

Kemudian para raksasa berbalik menyerang manusia untuk memakan mereka (kanibalisme, pengorbanan manusia).

Dan mereka mulai berbuat dosa kepada burung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya (merusak genetika? kanibalisme, pengorbanan manusia).

Dan bumi mengeluh karena kejahatan mereka.

Dari Kitab Yobel kita mendapatkan informasi yang sama:

Kitab Yobel 5:1-2  Dan terjadilah ketika anak-anak manusia mulai bertambah banyak di muka bumi dan anak-anak perempuan lahir bagi mereka, anak-anak Allah memandang mereka pada suatu tahun dalam Yobel ini, bahwa mereka itu cantik-cantik untuk dipandang, dan mereka semuanya mengambil bagi diri mereka sendiri istri-istri sesuai pilihan mereka, dan mereka melahirkan bagi mereka anak-anak lelaki dan mereka itu raksasa-raksasa.

Perbuatan kefasikan semakin bertambah di bumi dan semua makhluk rusak jalannya, baik manusia maupun ternak dan binatang-binatang dan burung-burung dan segala sesuatu yang berjalan di atas bumi semuanya rusak jalannya dan tatanannya, dan mereka mulai melahap satu sama lain, dan perbuatan melanggar hukum semakin bertambah di bumi dan setiap imajinasi dan pikiran semua manusia hanyalah kejahatan senantiasa.

Kitab Yobel 7:21-25  Karena tiga hal inilah datang air bah di atas bumi, yaitu, karena percabulan dimana para Malaikat Pengawas bertentangan dengan ketetapan bagi mereka pergi melacurkan diri dengan anak-anak perempuan manusia, dan mengambil bagi mereka istri-istri dari semua yang mereka pilih, dan mereka mengawali permulaan kenajisan.

Mereka melahirkan anak-anak lelaki, Naphidim, dan mereka semuanya tidak sama, dan mereka saling melahap satu sama lain: para raksasa membunuh Naphil, dan Naphil membunuh Eljo, dan Eljo [membunuh] manusia, dan manusia [membunuh] seorang akan yang lain.

Dan setiap orang menjual dirinya untuk melakukan kejahatan dan untuk menumpahkan banyak darah, dan bumi penuh dengan kejahatan.

Dan setelah itu mereka berdosa terhadap binatang-binatang dan burung-burung, dan segala yang bergerak dan berjalan di atas bumi: banyak darah ditumpahkan ke bumi, dan setiap imajinasi dan keinginan manusia memikirkan hal-hal yang sia-sia dan jahat senantiasa.

Dan Tuhan menghancurkan segala sesuatu dari atas muka bumi; karena kejahatan perbuatan-perbuatan mereka, dan karena darah yang mereka tumpahkan di bumi, Dia menghancurkan segala sesuatunya.

Kitab Henokh memberitahukan kepada kita bahwa para malaikat yang jatuh ini mengajarkan “pengetahuan Surgawi yang terlarang” dan menyebabkan banyak terjadinya dosa dan kerusakan di Bumi:

Kitab Henokh 8:1-4 Dan Azâzêl mengajari manusia membuat pedang dan pisau dan perisai dan baju zirah, dan memperkenalkan logam-logam di bumi dan mengajari mereka seni melakukan pekerjaan logam: gelang dan ornamen, cara menggunakan antimoni (logam berwarna putih perak yang digunakan sebagai kosmetik), dan cara mempercantik alis mata, dan segala jenis batu-batu berharga dan semua zat pewarna. (Azazel mengajar kaum laki-laki untuk berperang, dan mengajar kaum perempuan untuk menggunakan kosmetik dan berbagai jenis perhiasan-perhiasan untuk memikat kaum laki-laki.)

Dan ada kejahatan yang besar dan banyak percabulan, dan mereka berdosa, dan semua jalan hidup mereka rusak.

Amêzârâk mengajarkan semua ilmu sihir dan cara memotong akar-akaran, Armârôs cara melepaskan mantera sihir, Baraq’âl astrologi, Kôkâbêl pengetahuan akan tanda-tanda, dan Temêl mengajarkan cara melihat bintang-bintang, dan Asrâdêl mengajarkan lintasan bulan serta tipu muslihat manusia.

Dan dalam penghancuran umat manusia, mereka berteriak keras, dan suara mereka mencapai surga.

Kitab Henokh 9:6-9  Lihat apa yang telah dilakukan Azâzêl, bagaimana dia telah mengajarkan segala hal yang jahat di bumi dan telah menyingkapkan rahasia kekal yang tersimpan di surga.

Dan Semjâzâ yang kepadanya telah Engkau berikan kuasa untuk menjadi kepala rekan-rekannya telah memperkenalkan ilmu sihir

Dan mereka telah pergi bersama-sama kepada anak-anak perempuan manusia dan telah tidur dengan mereka, dengan wanita-wanita itu, dan telah mencemarkan diri mereka, dan telah menyingkapkan kepada mereka segala jenis dosa. Dan wanita-wanita itu telah melahirkan raksasa, dan dengan demikian seluruh bumi telah penuh dengan darah dan kejahatan.

Dan sekarang, lihatlah, jiwa-jiwa yang telah mati, menangis dan meratap ke pintu gerbang surga, dan suara erangan mereka naik, dan mereka tidak dapat melarikan diri dari kejahatan yang dilakukan di bumi.

Kitab Henokh 10:4-8 Dan lagi Tuhan berfirman kepada Rufael (atau Rafael), “Ikat tangan dan kaki Azâzêl, lemparkan dia ke dalam kegelapan; belahlah gurun pasir yang di Dudâêl, dan campakkan dia di sana.

Dan timbunilah dia dengan batu-batu kasar dan tajam, dan selubungi dirinya dengan kegelapan supaya dia tetap ada di sana selamanya, dan selubungi wajahnya sehingga dia tidak dapat melihat cahaya!

Dan pada hari besar penghakiman dia akan dilemparkan ke dalam api.

Dan pulihkanlah bumi yang telah dicemarkan para malaikat, dan umumkanlah pemulihan atas bumi supaya Aku memulihkannya, agar tidak semua anak-anak manusia akan dihancurkan melalui segala hal rahasia yang telah diperkenalkan oleh para malaikat pengawas dan telah diajarkan kepada anak-anak mereka.

Dan seluruh bumi telah dicemarkan melalui contoh perbuatan dan ajaran Azâzêl; dari padanya berasal segala dosa.”

Secara khusus Kitab Henokh menyebut satu malaikat yang bernama Azâzêl. Bandingkan dengan:

Imamat 16:10  Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun. (TB)

Kitab Henokh 10:11 Dan Allah berkata kepada Michael, “Umumkan kepada Semjâzâ dan yang ada bersamanya, yang telah mengikatkan diri dengan perempuan, akan dihancurkan bersama mereka dalam semua kecemaran mereka.

Setelah semua anak-anak mereka [Nephilim] saling membunuh satu sama lain, dan mereka melihat kehancuran orang-orang yang dikasihinya, ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya.(Peperangan antar Nephilim inilah yang mungkin dicatat oleh mitologi-mitologi kuno di seluruh dunia, seperti epik Mahabharata, peperangan antara Titan (raksasa; Clash of the Titan) di Yunani, kisah mitologi Sumeria-Mesopotamia. Bukti-bukti arkeologi adanya perang nuklir purbakala ditemukan di berbagai tempat di dunia, antara lain di India dan padang gurun Sahara. Baca: Jejak Kaki Raksasa Yang Ditemukan di Seluruh Dunia).

Dan pada hari-hari itu mereka akan dibawa ke dalam jurang api, dalam siksaan dan penjara, mereka akan terkunci selama-lamanya.

Dan dia akan terbakar dan dimusnahkan; mereka akan dibakar bersama-sama dari sekarang sampai akhir dari semua generasi.

Dan hancurkan semua roh-roh hawa nafsu dan anak-anak dari para malaikat penjaga, karena mereka telah menindas umat manusia.

Kitab Henokh 69:3-12 Dan ini adalah kepala para malaikat, nama-nama kepala seratus dan kepala lima puluh dan kepala sepuluh.

Nama yang pertama Jeqûn; dia adalah yang telah menyesatkan semua anak-anak malaikat kudus, dan yang memimpin mereka turun ke bumi, dan yang menyesatkan mereka melalui anak-anak perempuan manusia.

Dan yang kedua disebut Asbeêl; dia adalah yang telah mengajarkan anak-anak malaikat kudus rencana jahat, dan telah menyesatkan mereka dengan mencemarkan tubuh mereka melalui anak-anak perempuan manusia.

Dan yang ketiga disebut Gâdreêl; dia adalah yang mengajarkan anak-anak manusia semua pukulan yang mematikan, dan yang menyesatkan Hawa, dan yang menunjukkan kepada anak-anak manusia senjata-senjata yang mematikan, baju zirah dan perisai dan pedang untuk berperang, dan semua senjata-senjata kematian kepada anak-anak manusia.

Dan dari tangannya, mereka telah pergi untuk melawan mereka yang diam di bumi, dari waktu itu dan untuk selamanya.

Dan yang keempat disebut Pênêmû; dia telah mengajarkan anak-anak manusia hal-hal yang pahit dan manis, dan mengajarkan mereka semua rahasia kebijaksanaan mereka.

Dia mengajarkan manusia menulis dengan tinta dan kertas, dan karenanya banyak terjadi dosa dari kekekalan sampai kekekalan dan sampai hari ini.

Dan yang kelima bernama Kasdejâ; dia telah mengajarkan anak-anak manusia semua pukulan jahat oleh roh dan setan-setan, pukulan terhadap janin di dalam rahim, sehingga keguguran (aborsi), dan pukulan untuk menyerang jiwa, gigitan ular, dan pukulan yang dilakukan pada siang hari, dan anak ular yang namanya Tabâ’t.

Menurut tradisi mitologi, Nephilim memiliki kemampuan-kemampuan fisik yang luar biasa. Mereka dapat melakukan levitasi (melayang), kendali pikiran, dan penglihatan jarak jauh. Mereka punya kuasa untuk mengucapkan dan menyingkirkan kutuk dan sakit-penyakit, dan mempunyai cara-cara untuk mengetahui dan meramalkan masa depan. Mereka amat sangat cerdas, menguasai ilmu pengetahuan langit dan bumi, arsitektur, matematika, geometri, navigasi, dan teknik. Mereka menggabungkan keahlian-keahlian ini dengan kekuatan pikiran mereka untuk membangun piramida-piramida dan bangunan-bangunan megalitik monumental lainnya di seluruh dunia. Merekalah yang menciptakan pengorbanan darah manusia, minum darah, kanibalisme, dan aborsi (Henokh 69:12).

Dari isi teks Kitab Para Raksasa, kita mengetahui bahwa Nephilim ini merusakkan/mencemarkan genetika binatang maupun manusia. Kitab Henokh, Kitab Yobel dan Kitab Yashar juga mencatat hal yang sama. Sangat mungkin semuanya ini bertujuan untuk menghalangi penebusan (oleh Yeshua haMashiach) melalui garis darah keturunan manusia.

Dua ratus malaikat ini memilih binatang-binatang untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual yang tidak normal, termasuk, kemungkinan juga para manusia.

1Q23 Frag. 1 + 6 [ . . . dua ratus] 2keledai-keledai, dua ratus bagal-bagal, dua ratus . . . domba-domba jantan dari] 3kawanan domba, dua ratus kambing-kambing, dua ratus [ . . . binatang di] 4padang dari setiap binatang, dari setiap jenis [burung . . . ] 5[ . . . ] untuk perkawinan campuran [ . . . ]

Hasil akhir dari perusakan dan pencemaran ini adalah kekejaman, penyimpangan seksual, dan kawanan makhluk-makhluk monster raksasa mengerikan.

4Q531 Frag. 2 [ . . . ] mereka mencemarkan [ . . . ] 2[ . . . mereka memperanakkan] raksasa-raksasa dan monster-monster [ . . . ] 3[ . . . ] mereka memperanakkan, dan, lihatlah, seluruh [bumi menjadi rusak . . . ] 4[ . . . ] dengan darahnya dan oleh tangan para [ . . . ] 5[raksasa] yang tidak mencukupi bagi mereka dan [ . . . ] 6[ . . . ] dan mereka berusaha untuk memangsa banyak [ . . . ] 7[ . . . ] 8[ . . . ] monster-monster menyerangnya.

4Q532 Kol. 2 Frags. 1 – 6 2[ . . . ] daging [ . . . ] 3semu[a . . . ] monster-monster [ . . . ] akan [ . . . ] 4[ . . . ] mereka akan bangkit [ . . . ] kekurangan pengertian yang sesungguhnya [ . . . ] karena [ . . . ] 5[ . . . ] bumi [menjadi rusak . . . ] sangat hebat [ . . . ] 6[ . . . ] mereka mempertimbangkan [ . . . ] 7[ . . . ] dari malaikat-malaikat atas [ . . . ] 8[ . . . ] pada akhirnya itu akan binasa dan mati [ . . . ] 9[ . . . ] mereka menyebabkan kerusakan hebat di [bumi . . . ] [ . . . ini tidak] mencukupi bagi [ . . . ] “mereka akan [ . . . ]

Kitab Henokh 7:1,2 Dan mereka mulai berbuat dosa kepada burung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya.

Dan bumi mengeluh karena kejahatan mereka.

Kitab Yobel 7:24  Dan setelah itu mereka berdosa terhadap binatang-binatang dan burung-burung, dan segala yang bergerak dan berjalan di atas bumi: banyak darah ditumpahkan ke bumi, dan setiap imajinasi dan keinginan manusia memikirkan hal-hal yang sia-sia dan jahat senantiasa.

Kitab Yashar 4:18. Dan para hakim dan penguasa mereka pergi kepada anak-anak perempuan manusia dan mengambil istri-istri mereka dengan kekerasan dari suami mereka sesuai pilihan mereka. Anak-anak manusia pada waktu itu mengambil kawanan ternak di bumi, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan mengajarkanmencampur hewan antara satu jenis dengan jenis lainnya, dengan maksud untuk memancing murka Yahweh. Elohim melihat seluruh bumi dan semuanya rusak, karena semua makhluk telah rusak jalan hidupnya di bumi, semua manusia maupun semua hewan.

Nephilim adalah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan, yang ada di dalam berbagai mitologi dewa-dewa yang turun dari langit dan mengawini anak-anak perempuan manusia, mitologi yang ada di seluruh peradaban dunia kuno, dan menjadi alasan mengapa Elohim harus menghancurkan dunia beserta seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya dalam Banjir Besar.

Henokh 106:13-19 Dan aku, Henokh, menjawab, dan berkata kepadanya [Metusalah], “Tuhan akan membuat hal-hal yang baru di bumi, dan ini aku ketahui, dan telah aku lihat dalam suatu penglihatan, dan aku ungkapkan kepadamu bahwa di dalam generasi ayahku Yared, beberapa malaikat dari tempat tinggi di surga meninggalkan firman Tuhan.

Dan lihatlah, mereka berbuat dosa, dan meninggalkan hukum, dan menyatukan diri mereka dengan perempuan, dan melakukan dosa dengan mereka, dan mengawini beberapa diantara mereka, dan memperanakkan anak-anak dari mereka.

Dan kehancuran besar akan ada atas seluruh bumi, dan akan ada air banjir besar, dan kehancuran besar akan terjadi selama satu tahun.

Anak yang lahir bagimu ini [Nuh] akan ditinggalkan di bumi, dan tiga orang anak-anaknya akan diselamatkan bersamanya; ketika semua orang yang ada di bumi akan mati, dia dan anak-anaknya akan diselamatkan.

Mereka melahirkan para raksasa di bumi, tidak dengan roh, tapi menurut daging, dan akan ada hukuman yang besar di bumi, dan bumi akan dibasuh dari semua kenajisannya.

Dan sekarang beritahukanlah kepada anakmu Lamekh, bahwa yang lahir baginya adalah benar-benar anaknya, berilah dia nama Nuh, karena dia akan menjadi yang tersisa darimu; dan dia dan anak-anaknya akan diselamatkan dari kehancuran yang akan datang atas bumi karena semua dosa dan semua ketidakadilan yang akan genap dalam hari-harinya di bumi.

Henokh 106:19 Dan setelah waktu itu, ketidakadilan akan melampaui yang pertama kali terjadi di bumi; karena aku tahu rahasia orang-orang kudus, karena Dia, Tuhan, telah menunjukkannya kepadaku, dan telah memerintahkan aku, dan aku telah membaca lembaran-lembaran kitab di surga.

Dalam ayat terakhir ini nampaknya Henokh melihat kepada Akhir Zaman, dimana ketidakadilan akan melampaui yang pertama kali terjadi di bumi (pada zaman Nuh). Tepat seperti yang telah dikatakan Yeshua bahwa:

Lukas 17:26 sebagaimana yang terjadi pada zaman Nuh, demikian pula akan terjadi pada hari-hari Anak Manusia…

Baca selengkapnya di Kitab Henokh.

Banyak sarjana Alkitab yang percaya, pada Akhir Zaman Gilgamesh (atau Apollo / Baal / Osiris / Marduk / Nimrod) akan dibangkitkan kembali sebagai Anti-Kristus. (Baca: Bangkitnya Babel | Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir)

Tersedia: Kitab Yashar, Kitab Henokh, Kitab Yobel

Beli di sini

Baca juga:

Kitab Henokh: Buku untuk Generasi Akhir Zaman

Kitab Yashar: Bukankah itu tertulis dalam Kitab Orang Jujur? (Yosua 10:13)

Kitab Yobel

Referensi:

Book of Giants

DEAD SEA SCROLLS TEXTS

Dead Sea Scrolls

Ancient Texts

The Book of Giants Amid the Dead Sea Scrolls — the Destruction of the Nephilim

The Book of Giants

THE EPIC OF GILGAMESH

Gilgamesh tomb believed found

Nimrod (Apollo/Osiris/Gilgamesh) Resurrection of the Nephilim or Gods

OPENING PANDORA’S BOX?

Ancient Atomic Wars

The First Global Nuclear War And a Cover-up of HISTORICAL Proportions!

Ancient Nuclear War in North America

Iklan